Pasti kamu sering mendengar kata virus ya? Pernahkah kamu mempunyai keinginan untuk mempelajarinya? Nah, pada artikel ini kamu akan memperoleh banyak informasi tentang virus. Yuk simak bacaan di bawah ini.

Apa Itu Virus?

Virus adalah organisme super kecil yang tersebar di seluruh dunia dan kebanyakan bersifat parasit. Hampir semua ekosistem di dunia ini mengandung virus di dalamnya. Para peneliti mengatakan bahwa virus adalah organisme yang paling banyak jumlahnya di planet bumi. 

Seperti yang telah kita ketahui, virus dapat menginfeksi semua makhluk hidup, tidak terkecuali. Bahkan bakteri yang kita tahu merupakan organisme kecil pun dapat terinfeksi oleh virus loh.

Infeksi virus ini mengakibatkan sesuatu yang fatal bagi makhluk yang terkena infeksinya. Virus juga hanya bisa berkembang biak di dalam tubuh makhluk yang diinfeksi. Maka dari itu, organisme virus digolongkan ke dalam organisme yang bersifat parasite.

Sebelum virus masuk ke tubuh inang atau dengan kata lain ‘menginfeksi suatu makhluk’, virus disebut dengan virion. Ketika virus tersebut sudah menginfeksi suatu makhluk, maka makhluk tersebut dinamakan host

Sejarah Penemuan Virus

Sebuah organisme pasti memiliki sejarah proses penemuan bukan? Nah, berikut ini ada rangkuman beberapa peneliti yang menemukan virus untuk pertama kalinya.

Adolf Meyer

Seorang ilmuwan Adolf Meyer memulai penemuan virusnya pada tahun 1883 ketika beliau menemukan bintik kuning pada daun tembakaunya. Ketika beliau menemukan hal ini, langsunglah ia mengekstrak getah tembakau tersebut dan menyemprotkannya ke daun tembakau yang sehat.

Efeknya ialah daun tembakau sehat tersebut juga memunculkan bintik-bintik yang sama. Setelah diteliti menggunakan mikroskop, Adolf M tidak menemukan adanya bakteri pada getah tersebut. Maka ia yakin bahwa yang menginfeksi daun tembakaunya adalah organisme yang lebih kecil daripada bakteri.

Dimitri Ivanovsky

Ilmuwan terkenal asal Rusia ini mulai melakukan penelitian terhadap virus pada tahun 1892. Melakukan hal yang sama dengan Meyer, namun bedanya adalah Dimitri menyaring ekstrak getah tembakau tersebut dengan saringan bakteri. Ketika hasil saringan sudah keluar, ia menemukan bahwa getah tersebut masih menimbulkan penyakit mosaik.

Martinus Beijerinck

Hasil penelitian ilmuwan asal Belanda ini dinamakan virus lolos saring. Dinamakan demikian karena ia melakukan hal yang sama pada dua peneliti sebelumnya dan Beijerinck mencoba untuk menonaktifkan makhluk tersebut dengan alkohol. Namun percobaannya gagal.

Wendel Meredith Stanley

Penemuan virus ini menghasilkan sesuatu yaitu pengkristalan virus. Ini adalah hasil penelitian dari seorang ilmuwan asal Amerika Serikat. Ia menamakan kristal virus ini dengan nama Tobacco Mosaic Virus atau TMV.

Asal Usul Virus

Jika sebelumnya kamu mengetahui sejarah para ilmuwan dalam menemukan virus, maka selanjutnya kamu akan mempelajari berbagai hipotesis yang ada tentang asal usul virus. Berikut rangkumannya.

Hipotesis Progresif

Dikenal juga dengan nama hipotesis melarikan diri. Pada hipotesis ini, dikatakan bahwa virus berevolusi dari bagian DNA dan RNA pada manusia ke gen organisme yang lebih besar. Dengan ‘pelarian diri’ ini membuat virus memiliki kemampuan untuk mandiri.

Hipotesis Regresi atau Reduksi

Dikatakan bahwa dahulu virus merupakan organisme mandiri yang menjadi parasit. Semakin lama organisme tersebut hidup, virus melepaskan berbagai gen yang dianggap tidak berguna. Kemudian virus menjadi organisme yang bergantung pada sel inangnya atau host.

Teori ini didukung dengan adanya bakteri Rickettsia dan Chlamydia. Kedua bakteri ini merupakan bakteri yang hanya mampu bereproduksi dalam sel inang.

Hipotesis Pertama Virus

Menurut hipotesis ini, virus muncul dengan berevolusi dari molekul asam nukleat dan protein sel. Namun tidak diketahui kapan waktu evolusi tersebut. Entah sebelum atau sesudah sel pertama muncul di bumi yang berarti itu sudah miliaran tahun yang lalu.

Ciri-Ciri Virus

Semua makhluk hidup pasti memiliki ciri – ciri bukan? begitu juga dengan virus. walaupun menjadi mikroorganisme, virus tetap memiliki ciri – ciri. Berikut ciri – ciri yang harus kamu ketahui dari virus.

Bersifat seperti makhluk hidup

Maksudnya ialah virus bisa berkembang biak. Cara perkembang biakkan virus tentu berbeda dengan makhluk lain yang kita kenal.

Bersifat seperti benda mati

Selain bersifat seperti makhluk hidup yang bisa berkembang biak, virus juga bisa bersifat seperti benda mati. Tidak makan, tidak napas, tidak bergerak, dan menjadi bentuk kristal jika keluar dari sel hidup atau inangnya.

Hanya memiliki satu asam nukleat, DNA atau RNA

Berukuran sangat kecil

Mungkin sekitar 20 sampai 300 nanometer.

Tubuh yang berbentuk sel

Virus tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma seperti makhluk hidup lainnya.

Bentuk tubuh yang bervariasi

Ada banyak macam bentuk tubuh dari virus. Ada bulat, batang, bentuk T, dan ada yang silindris.

Merupakan makhluk Metaorganisme

Makhluk metaorganisme adalah organisme yang bisa melakukan peralihan dari benda mati yang dikristalkan menjadi makhluk hidup yang berkembang biak ketika bertemu dengan inang atau hostnya.

Struktur Virus

Virus terdiri dari 5 bagian dalam tubuhnya. Kamu bisa mempelajari struktur tubuh virus pada penjelasan di bawah ini.

Kepala

Kepala pada virus dibagi menjadi dua, dalam dan luar. Pada bagian dalam kepala, mengandung asam nukleat. Pada bagian luar kepala virus diselubungi oleh kapsid. Kapsid adalah selubung protein.

Kapsid

Seperti yang disebutkan di atas, kapsid adalah selubung di luar virus yang mengandung banyak protein. Kapsid sendiri memiliki berbagai macam bentuk. Bentuk dari kapsid juga mempengaruhi bentuk akhir dari virus.

Asam Nukleat

Sudah disebutkan pada hipotesis pertama virus bahwa virus ini muncul karena berevolusi dari molekul asam nukleat. Nah, asam nukleat yang dimiliki oleh virus hanyalah satu, bisa DNA atau RNA saja. Asam nukleat ini berfungsi sebagai informasi genetik yang dibutuhkan untuk proses replikasi.

Leher

Jika pada manusia leher adalah bagian penghubung antara kepala dengan badan. Mak pada virus, leher adalah bagian yang menghubungkan kepala dengan ekor. Leher ini berfungsi sebagai saluran keluar dari asam nukleat yang akan berakhir di ekor.

Ekor

Ekor pada virus terdiri dari dua bagian, yaitu serabut ekor dan lempeng dasar. Fungsi dari ekor sendiri ialah untuk menempelkan diri pada inangnya.

Siklus Hidup dan Perkembangbiakkan Virus

Virus berkembang biak dengan replikasi. Replikasi adalah proses memperbanyak diri. Berbeda dengan organisme amoeba yang membelah diri, virus tidak membelah diri. Nah, tahapan replikasi ada lima. Berikut tahapan dan penjelasannya.

  1. Tahap Adsorbsi, tahap menempel pada inang dengan menggunakan ekornya
  2. Tahap Penetrasi, selubung ekor membuat lubang untuk menembus dinding membran sel inang.
  3. Tahap Sintesis, merupakan tahap pembentukan asam nukleat.
  4. Tahap Pematangan, partikel-partikel virus yang lengkap membentuk virion-virion baru
  5. Tahap Lisis, pemecahan dinding sel inang guna menyebarkan virus baru yang telah di buat

Siklus hidup virus terbagi menjadi dua yaitu ada siklus litik dan siklus lisogenik. Berikut penjelasannya.

Siklus Litik

Siklus ini merupakan proses replikasi virus dengan disertai oleh sel inang yang mati. Pada siklus ini, virion-virion yang baru terbentuk ketika ketahanan sel inang lemah dan sel virus lebih kuat. Maka replikasi virus pada siklus ini bisa menjadi cepat. Maka dari itu manusia menjadi lebih mudah tertular ketika keadaan ibunya sedang lemah.

Siklus Lisogenik

Kebalikan dari siklus litik, siklus ini terjadi ketika sel inangnya memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan daya infeksi virusnya. Dengan ketahanan yang bagus, sel virus menjadi tidak mudah pecah dan bereproduksi dengan waktu yang normal.

Asam nukleat dari virus berinteraksi dengan kromosom sel inang dang kemudian membentuk profag, hal tersebut dapat diturunkan kepada sel anak virus melalui reproduksi. Apabila profag yang terdapat pada sel anak yang menjadi aktif, maka siklus virus akan menjadi siklus litik yang bereproduksi dengan cepat.

Contoh Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus

Sudah banyak jenis penyakit di dunia ini yang berawal dari virus. Dengan adanya penyakit ini, semakin menguatkan fakta bahwa virus adalah organisme yang bersifat parasit. Penyakit apa saja yang berawal dari virus? Simak penjelasannya di bawah ini.

Cacar

Disebabkan oleh virus bernama varicella-zoster, virus ini paling sering menyerang anak – anak yang berusia di bawah 15 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang orang dewasa juga. Mereka yang sudah terkena cacar air sebelumnya, dapat mengalami herpes zoster di beberapa tahun kemudian.

Flu / Influenza

Penyakit ini disebabkan oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae. Seperti yang telah kamu ketahui, virus ini sangat mudah menyebar di kala musim hujan. Kelembaban yang dihasilkan saat musim hujan membuat virus ini sangat menunjang penyebaran virus dengan baik. Gejala penyakit flu ialah demam, sakit kepala, nyeri otot, dan mudah lelah. 

Pilek

Penyakit yang biasanya datang sepaket bersamaan dengan Flu ini memiliki gejala bersin, radang tenggorokan, hidung tersumbat, dan beberapa penderita disertai dengan gejala batuk juga. Anak – anak dengan usia di bawah 6 tahun sangat beresiko terkena penyakit ini. Namun tidak jarang juga orang dewasa terkena penyakit ini.

Chikunguya

Virus yang disebarkan oleh nyamuk ini bernama alphavirus. Jenis nyamuk yang sebagai media penyebaran sama dengan jenis nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD yaitu nyamuk aedes aegypti. Dikatakan bahwa penyakit ini tidak mematikan, berbeda dengan penyakit DBD yang sering memakan korban banyak.

Hepatitis B dan C

Kedua penyakit hepatitis ini disebabkan oleh virus HBV dan HCV. Penyakit ini menyerang organ hati manusia dan melakukan penyebaran melalui darah dan sperma penderita. Seseorang yang terkena penyakit ini bisa tidak mengalami gejala. Biasanya penyakit ini diketahui melalui tes darah.

Rabies 

Pada dasarnya rabies menyerang hewan. Namun manusia bisa tertular ketika mendapat gigitan dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Gejala penyakit ini meliputi demam, sakit kepala, halusinasi, kebingungan, bahkan kelumpuhan.

HIV / AIDS

Penyakit yang belum ditemukan obatnya ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara menghancurkan sel darah putih. Tahap pertama kamu akan menderita HIV dan kemudian HIV lah yang memunculkan AIDS. Pada manusia, penyebaran HIV AIDS ini melalui hubungan seksual dengan penderita dan menggunakan benda – benda yang sama dengan penderita.