Kamu pasti pernah mengkonsumsi jamur, bukan? Misalnya seperti jamur kuping, jamur shitake, dan jamur tiram yang lazim diperjualbelikan sebagai bahan makanan. Tidak jarang juga jamur bisa ditemukan di pekarangan rumah kamu. Seperti di bongkahan kayu dengan suhu lembab. Biasanya jamur akan tumbuh pada permukaan yang lembab. Jika dinding rumahmu cukup lembab, jamur juga bisa tumbuh di sana loh.

Nah, sekarang kamu akan mempelajari apa itu jamur. Tidak hanya itu, kamu juga akan mempelajari bagaimana sebuah jamur bisa berkembang biak dan bertahan hidup. Kamu akan mendapatkan semua pengetahuan tersebut hanya di artikel ini. Yuk simak rangkuman di bawah.

 Pengertian Jamur

Jamur adalah makhluk hidup eukariotik dan terkelompok dalam kingdom fungi. Sering kali manusia salah dalam menilai jamur. Mereka selalu mengatakan bahwa jamur adalah bagian dari tumbuhan atau sayuran. Padahal sebenarnya, jamur bukanlah tumbuhan. Melainkan suatu organisme sendiri. Eukariotik sendiri ialah organisme yang telah memiliki membran inti sel pada selnya.

Perlu diketahui bahwa jamur tidak dapat membuat makanannya sendiri, karena jamur tidak memiliki kloroplas seperti pada tumbuhan. Karena hal itu, jamur juga bersifat heterotrof, yaitu makhluk yang hidup sebagai “konsumer”. Maksudnya adalah makhluk yang bersifat heterotrof bergantung pada makhluk lain untuk asupan makanannya. Dengan sifat tersebut, jamur hidup sebagai parasit, simbiotik, dan saprofit.

Ciri-Ciri Jamur

Untuk lanjut ke tahap selanjutnya, kamu harus mengetahui ciri – ciri dari jamur. Seperti makhluk hidup lainnya, jamur juga memiliki ciri-cirinya sendiri. Berikut rangkuman tentang ciri-ciri jamur beserta penjelasannya yang bisa kamu pahami.

Eukariotik

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa jamur memiliki sifat eukariotik. Inti penjelasan dari eukariotik ialah inti selnya telah dibungkus oleh membran inti. Dengan eukariotik ini, menjadikan jamur sebagai organisme yang lebih maju dibandingkan dengan Monera.

Uniseluler dan multiseluler

Uniseluler adalah makhluk hidup dengan satu sel penyusun. Sedangkan multiseluler adalah makhluk hidup dengan sel penyusun kehidupan yang banyak. Dalam kingdom fungi, jamur memiliki dua jenis tersebut. Jamur dengan uniseluler biasa disebut dengan bentuk khamir. Sedangkan jamur yang multiseluler disebut dengan mushroom.

Tidak berklorofil

Seperti yang kita ketahui, klorofil merupakan bagian “dapur” pada tumbuhan dan menciptakan zat hijau pada daun. Hal ini tidak berlaku pada jamur. Maka dari itu, jamur memperoleh makanannya dengan cara bergantung dengan makhluk hidup lain sebagai inangnya. Cara hidup ini disebut parasit, simbiotik, dan saprofit.

Heterotrof

Heterotrof berarti tidak bisa membuat makanan untuk dirinya sendiri dan menjadi “konsumen” dalam rantai makanan. Hal ini berkaitan dengan cara hidup jamur yang sudah disebutkan sebagai saprofit. Yaitu memperoleh makanan dari sisa organisme lain yang sudah mati.

Hifa

Hifa merupakan bagian dari struktur fungi menyerupai benang dan dikelilingi dinding yang berbentuk pipa. Hifa ini berfungsi untuk menyerap nutrisi dari inangnya dan juga sebagai media berkembang biak secara vegetatif. Namun, hifa hanya ditemukan pada jamur yang bersifat multiseluler.

Bentuk tubuh yang bervariasi

Banyak sekali jenis jamur yang ada di dunia ini. Dari yang biasa kita lihat hingga yang hidupnya hanya di hutan bagian dalam serta tidak terjamah oleh manusia. Maka dari itu jamur terkenal dengan bentuknya yang bermacam-macam. Namun ada beberapa bentuk dasarnya, yaitu bulat, pilih dan oval.

Ukurannya yang juga bervariasi

Mari kita ingat bahwa jamur adalah suatu organisme dan organisme itu sendiri pasti memiliki beberapa varian ukuran. Pada jamur, varian ukurannya dibagi menjadi dua yaitu mikroskopis dan makroskopis. Ukuran mikroskopis adalah jamur yang hanya  bisa dilihat menggunakan alat bantu yaitu mikroskop. Sedangkan mikroskopis adalah jamur yang bisa dilihat oleh mata manusia tanpa alat bantuan apapun.

Nah itu dia beberapa ciri dari jamur. Jika sekarang kamu telah mengetahui ciri-ciri dari jamur, kini saatnya lanjut ke bahasan selanjutnya yaitu jenis-jenis jamur. Yuk cermati penjelasan di bawah ini mengenai materi terkait. 

Struktur Jamur

Struktur jamur terdiri atas delapan bagian, berikut penjelasannya.

  1. Sel eukariotik, terbentuk dari dinding sel yang mengandung zat kitin.
  2. Hifa, ialah benang halus penyusun tubuh jamur.
  3. Miselium, terbentuk dari jaringan hifa dan akan menciptakan tubuh buah dari jaringan miselium.
  4. Septa, merupakan pembatas antar sel yang mempunyai pori-pori besar.
  5. Hifa aseptat, hifa yang tidak memiliki sekat. Pada jamur, ada hifa dengan sekat, ada pula yang tidak
  6. Haustorium, merupakan hifa yang termodifikasi. Hanya terdapat di jamur jenis parasit. Dengan adanya haustorium, jamur jadi bisa menyerap nutrisi inangnya lebih banyak.

Itu dia beberapa struktur jamur yang dapat kamu pelajari. Berikutnya kamu akan mulai mempelajari tentang jenis – jenis jamur berdasarkan cara hidupnya.

Jenis-Jenis Jamur

Jenis jamur berhubungan dengan cara hidup jamur tersebut. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa memahami rangkuman materi di bawah ini.

Jamur saprofit

Jamur jenis ini hidup dengan cara menyerap nutrisi yang dibutuhkan dari organisme lain yang sudah mati atau organik lain yang sudah membusuk. Dengan pengertian seperti itu, tak heran jika kamu banyak menemukan jamur ini di tempat pembuangan sampah.

Jamur Parasit

Jamur parasit adalah jamur yang mendapatkan nutrisi makanan dari inangnya namun menimbulkan kerugian pada inangnya. Contohnya seperti penyakit kulit pada manusia. Jamur parasit ada dua jenis, obligat dan fakultatif. Jamur parasit obligat hanya mampu bertahan hidup di dalam tubuh inang. Jamur parasit fakultatif bisa hidup di dalam maupun luar tubuh inang.

Jamur Simbiotik / Mutual

Jamur mutual adalah jamur yang tidak hanya menumpang hidup di tubuh inang namun juga melakukan hubungan mutualisme atau saling menguntungkan. Contohnya ada liken dan mikoriza.

Klasifikasi Jamur

Setelah kamu mengetahui jenis jamur berdasarkan cara hidupnya, selanjutnya kamu akan mempelajari tentang klasifikasi jamur. Jamur masuk ke dalam kingdom fungi dan memiliki klasifikasi yang dibagi ke dalam empat divisi, yaitu ada Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota. Berikut penjelasan tentang keempat divisi tersebut beserta contohnya.

Zygomycota

Zygomycota adalah jamur yang bersifat senositik. Senositik adalah hifa yang mengandung banyak inti dan tidak memiliki sekat melintang. Sehingga hifa pada jamur ini berbentuk satu tabung halus dan mengandung histoplast banyak inti.

Seperti kebanyakan makhluk hidup, Zygomycota juga memiliki dua siklus reproduksi yaitu aseksual dan seksual. Pada aseksual, reproduksi Zygomycota diawali dengan hifa dewasa yang putus dan menjadi hifa baru. Sedangkan reproduksi seksual diawali dengan bertemunya hifa (+) dan hifa (-). Untuk lebih jelasnya, kamu bisa perhatikan siklus reproduksi Zygomycota secara seksual di bawah ini.

Contoh dari Zygomycota adalah Rhizopus sp yang berperan dalam pembuatan tempe, Mucor mucedo yang biasa ditemukan dalam kotoran ternak, Pilobolus sp, dan Beauveria bassiana.

Ascomycota

Jamur jenis ini adalah jamur yang memiliki pengelompokkan terbesar di divisinya. Jenis ini paling banyak ditemukan di wilayah darat, namun ada juga yang hidup di air laut serta air tawar. Contoh jamur ascomycota dalam kehidupan sehari-hari ialah Saccharomyces sp yang biasa disebut ragi dan digunakan dalam proses pembuatan tape. Ada juga penicillium notatum yang digunakan sebagai antibiotik pada manusia.

Ascomycota dikelompokkan kembali menjadi tiga kelas, yaitu Neolectomycetes, Schizosaccharomyces, dan Taphrinomycetes. Tanpa kamu sadari, jamur pada divisi ini sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia. Contohnya dalam fermentasi gula menjadi alkohol.

Basidiomycota

 Tercermin pada namanya, ciri khas jamur ini yaitu memiliki “basidium”. Basidiomycota sendiri merupakan saproba yang penting dan memiliki aktivitas menguraikan polimer lignin pada kayu serta bagian tumbuhan yang lain. Pada umumnya, jamur divisi ini merupakan jamur berjenis saprofit, namun ada juga yang merupakan parasit. Habitat jamur ini berada di batang kayu yang sudah mati, serasa tanah, dan merang padi.

Kebanyakan jamur dari divisi ini merupakan jamur makroskopis yang bisa dilihat oleh manusia. Tubuh buahnya tampak jelas di atas permukaan tanah. Contoh dari basidiomycota adalah jamur merang, jamur kuping, jamur tiram, dan jamur shiitake yang biasa menjadi bahan makanan untuk manusia. Adapun jamur yang sifatnya parasit yaitu jamur karat, umumnya hidup di dedaunan sebagai karat.

Deuteromycota

Jamur ini dikenal juga sebagai jamur tidak sempurna karena belum diketahui cara reproduksinya. Nama lain dari deuteromycota adalah fungi imperfecti. Contoh organisme dari jamur divisi ini adalah Tinea versicolor yang menyebabkan penyakit panu. Ada juga Trichophyton sp yang merupakan jamur penyebab kutu air pada manusia. Terakhir ada Epidermophyton floccosum yang menyebabkan infeksi pada kulit dan kuku manusia.

Deuteromycota menjalani hidupnya dengan cara saprofit dan parasit. Bersifat saprofit bila jamur ini hidup di organisme organik. Menjadi jamur parasit ketika hidup berinang pada tanaman. Bahan makanan oncom terbuat dari jamur pada divisi ini yaitu monilia sitophila. Adapun ciri-ciri dari deuteromycota adalah tubuhnya yang mikroskopis, kebanyakan hidup sebagai parasit, dan bereproduksi secara aseksual.

Contoh Jamur dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah kamu mengetahui segala sesuatu tentang jamu dalam kingdom fungi ini, sekarang mari kita ketahui jamur apa saja yang dapat ditemukan di dalam kehidupan kita sehari-hari dan manfaatnya.

Pada dasarnya semua makhluk hidup bisa menguntungkan dan juga merugikan manusia, begitupun dengan jamur. Ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Berikut contoh-contoh dari jamur.

Jamur yang Menguntungkan

  • Rhizopus Oryzae, jamur yang digunakan dalam pembuatan tempe
  • Aspergillus wentii, digunakan dalam pembuatan kecap
  • Penicillium notatum, menjadi antibiotik penicillin untuk manusia
  • Saccharomyces cerevisiae, digunakan sebagai ragi dalam pembuatan tape dan roti.
  • Aspergillus oryzae, digunakan dalam pembuatan sake yang merupakan minuman khas jepang.
  • Neurospora sitophila, bermanfaat dalam pembuatan oncom
  • Volvariella volvacea, merupakan jamur merang, sebagai bahan makanan manusia.

Jamur yang Merugikan

  • Aspergillus nidulans, jamur yang menyebabkan automikosis
  • Aspergillus flavus, menyebabkan kanker hati pada manusia
  • Penicillium expansum, jamur penyebab buah-buahan membusuk ketika dalam penyimpanan

Demikian pengertian jamur dan beberapa hal yang harus kamu ketahui. Semoga bermanfaat dalam pembelajaran kamu ya.