Ketika belajar di sekolah, tentunya kita sudah mengenal tentang istilah cerpen, novel dan hikayat, bukan? Untuk itu, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai pengertian cerpen, novel dan hikayat serta perbedaan diantara ketiga istilah tersebut.

Pengertian Cerpen

Cerpen adalah sebuah cerita yang memiliki alur pendek. Memang, untuk ukuran cerita tentunya sangat relatif, baik itu untuk ukuran cerita cerpen sekalipun. Namun, sebagai golongan cerita pendek, cerpen biasanya mudah dibaca hanya dalam satu kali bacaan. Cerpen sendiri biasanya hanya terdiri dari 500 hingga 5.000 kata saja. Jadi, cerita yang ada di dalam cerpen ini akan sangat dibatasi, baik tema, alur, penokohan dan ruang lingkup cerita tersebut.

Ciri-Ciri Cerpen

Tidak hanya mengetahui apa itu cerpen, kita juga harus mengetahui apa saja ciri-ciri dari cerpen tersebut, yakni:

  • Memiliki alur yang lebih sederhana
  • Hanya beberapa tokoh saja yang akan dimunculkan
  • Lingkungan yang digunakan dalam cerita lebih relatif dan penggambaran latar akan lebih sederhana.
  • Memiliki tema dan bagian nilai-nilai kehidupan yang tergolong sempit dan terbatas.

Unsur-Unsur Cerpen 

Untuk unsur-unsurnya sendiri adalah:

1. Unsur intrinsik

Bagian dari unsur intrinsik adalah:

  • Tema
  • Tokoh
  • Alur atau plot
  • Latar cerita
  • Sudut pandang
  • Amanat atau pesan

2. Unsur ekstrinsik

Sedangkan untuk unsur ekstrinsik adalah:

  • Nilai moral
  • Nilai sosial
  • Nilai budaya

Pengertian Novel

Novel sendiri jika diartikan secara ilmiah, maka berasal dari kata Novella yakni bahasa Italia yang bermakna hal baru yang masih kecil atau sedikit. Lalu, kata ini kemudian dimaknai sebagai sebuah prosa yakni sebuah karya seni bahasa yang lebih tersusun secara sistematis. Prosa ini digambarkan alur penceritaan masalah kehidupan yang lebih imaginatif. Biasanya, cerita yang ada di dalam novel akan membahas sebuah masalah pada suatu tokoh dan menyorotnya hingga selesai.

Ciri-Ciri Novel

Untuk lebih memahaminya, kita perlu mengetahui ciri-cirinya seperti berikut:

  • Memiliki jenis alur cerita yang lebih panjang serta lebih kompleks. Hal ini bisa diketahui dengan adanya perubahan cerita pada tokoh-tokoh yang diceritakan.
  • Memiliki beragam jenis karakter dan penokohan yang ada lebih banyak.
  • Memiliki latar cerita, geografi dan membutuhkan waktu lebih banyak dan luas.
  • Memiliki beragam tema-tema yang berbeda dan tentunya lebih kompleks.

Unsur-Unsur Novel

Ada beberapa unsur-unsur yang ada di dalam novel, yakni:

1. Unsur intrinsik

Pembagian unsur-unsur intrinsik di dalam novel adalah:

  • Tema
  • Tokoh
  • Alur
  • Latar
  • Sudut pandang
  • Amanat

2. Unsur ekstrinsik

Untuk unsur ekstrinsik sendiri adalah:

  • Nilai sosial
  • Nilai moral
  • Nilai budaya

Pengertian Hikayat

Sidangkan untuk hikayat, ini merupakan salah satu poin yang ada di dalam unsur kesusastraan Indonesia. Biasanya, cerita yang dituliskan di dalam sebuah hikayat akan menceritakan kisah-kisah tokoh terkenal dan berpengaruh seperti raja maupun bangsawan.

Ciri-Ciri Hikayat

Ciri-ciri hikayat adalah:

  • Hikayat menggambarkan kisah-kisah terkenal dengan bumbu-bumbu dongeng untuk memperindah kisah tersebut. Sehingga, penyampaian sisi realitas kehidupan akan sedikit berbeda.
  • Biasanya, hikayat akan diceritakan menggunakan bahasa Melayu.
  • Karangan yang digunakan dalam sebuah cerita hikayat berbentuk narasi.
  • Motif cerita yang ada dalam sebuah hikayat berupa kesaktian atau sebuah keajaiban yang ditonjolkan.

Unsur-Unsur Hikayat

Unsur-unsur yang terkandung dalam sebuah hikayat sama halnya dengan unsur-unsur yang dimiliki oleh cerpen beserta novel.

Cara Membandingkan Hikayat, Novel dan Cerpen

Ketiga jenis karya sastra ini tergolong sama dan hampir serupa. Namun, tetap saja ada beberapa faktor yang akan membedakan ketiganya. Hal ini bisa dilihat dari pemahaman, ciri-ciri dan juga pengertian masing-masing karya sastra tersebut. Untuk bisa membedakan, maka berikut poin pembedanya, yaitu:

Tema

Sebuah gagasan atau topik utama yang digunakan dalam setiap cerita atau tema ini bisa menjadi poin untuk membedakannya. Hikayat sendiri pastinya mengusung tema-tema seperti kejayaan seorang raja, bangsawan dan hal-hal besar dan ajaib lainnya. sedangkan novel dan cerpen memiliki pemilihan tema yang lebih luas. 

Latar 

Setting atau latar dalam sebuah cerita juga memiliki unsur menarik untuk membedakan ketiga jenis karya sastra ini. dimana latar tempat akan jauh menonjol dan diperlihatkan dalam sebuah cerita hikayat. Sedangkan untuk novel dan cerpen, latar lainnya seperti latar waktu, latar suasana dan latar tempat akan muncul beragam.

Tokoh 

Tokoh adalah orang yang digambarkan mengalami serangkaian masalah dalam sebuah cerita tersebut. Tokoh ini juga akan melalui dampak penokohan yakni bagaimana bentuk fisik, perilaku dan watak dari tokoh-tokoh yang ada. Perbedaan yang mencolok adalah pada kisah hikayat. Sebab, tokoh-tokoh yang diceritakan hanyalah tokoh-tokoh tertentu saja. Sedangkan, tokoh dan penokohan pada cerita novel dan cerpen akan lebih luas pemilihannya. Bisa dilakukan dengan penyesuaian dengan keunggulan zaman yang sedang dilalui sekarang ini.

Alur

Ini merupakan urutan atau serangkaian cerita yang sedang diceritakan tersebut. Alur cerita terbagi menjadi 3 yakni alur campuran, alur mundur dan alur maju. Alur maju adalah alur yang akan digunakan pada sebuah cerita hikayat. Dimana kita diberi tahu bagaimana tokoh fenomenal seperti seorang raja mendapatkan tahtanya tersebut. Atau hanya menggunakan alur mundur saja. Sedangkan pada novel dan cerpen biasa digunakan ketiga alur cerita di atas. 

Sudut Pandang

Point of view alias sudut pandang ini adalah posisi dimana penulis sebuah cerita memposisikan dirinya tersebut. Entah dia memposisikan dirinya sebagai “aku” yakni orang pertama, sebagai “dia” maha tahu orang ketiga dan orang ketiga terbatas. Tidak jarang sebuah cerita akan menggunakan sudut pandang dia maha tahu yang akan memberitahukan bagaimana sebuah nasib yang menimpa tokoh-okoh cerita. 

Namun, tak jarang juga cerita tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas yakni tidak mengetahui bagaimana semua nasib tokoh yang ada. Namun, pada sebuah cerita hikayat, biasanya akan digunakan sudut pandang orang ketiga maha tahu tersebut. Sebab, jenis cerita yang diceritakan adalah cerita masa lalu yang sudah terjadi sebelumnya.  Untuk cerpen dan terutama novel, ketiga jenis sudut pandang di atas bisa saja digunakan.

Amanat

Di dalam sebuah cerita yang ditulis oleh seorang pengarang, akan selalu ada amanat atau pesan yang disampaikan. Pesan ini berupa pengajaran moral yang mendalam untuk diketahui oleh pembaca atau pendengar kisah tersebut. Pesan moral yang ditulis secara eksplisit akan selalu digambarkan dalam cerita hikayat. Sedangkan amanat moral cerpen dan novel justru tergambarkan secara implisit. Dimana kenyataan tidak semanis ekspektasi, tidak semua yang baik akan selalu menang dan mendapatkan nasib baik, begitu juga sebaliknya.

Nah, demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui ketika mempelajari tentang cerpen, novel atau hikayat. Semoga informasi ini bermanfaat.