Banyak temuan-temuan yang telah dihasilkan oleh ilmuwan dan sangat bermanfaat menunjang kehidupan kita saat ini. Salah satu ilmu tersebut adalah biologi, yang mana telah membawa banyak kemajuan dalam kaitannya dengan makhluk hidup.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui tokoh-tokoh dalam bidang biologi yang akan diulas kali ini. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini penulis ingin mengajak kamu untuk mengetahui lebih dalam tentang beberapa tokoh biologi di bawah ini beserta penemuannya. Langsung simak di bawah ini ya!

Inilah 10 Tokoh Biologi Ternama dan Penemuannya

Antonie van Leeuwenhook

Antonie van Leeuwenhook dilahirkan di Delft, Belanda pada tanggal 24 Oktober 1632. Beliau merupakan seorang pebisnis dan ilmuwan yang menjadi pelopor dalam pengembangan mikroskop dan kontribusinya dalam pengembangan mikrobiologi sebagai salah satu disiplin ilmu.

Selain itu, penemuan penting yang ditemukan van Leeuwenhook antara lain insuforia (sejenis protozoa), bakteri (Selenomonas dalam mulut manusia), vakuola, spermatozoa dan penemuan pola pada serat otot.

Alexander Fleming

Sir Alexander Fleming merupakan seorang tokoh biologi asal Skotlandia, dokter, tokoh di bidang mikrobiologi dan farmakologi. Penemuan beliau berupa enzim lisozim dan antibiotik pertama di dunia yang berbahan penisilin dan ditemukan pada tahun 1928 merupakan beberapa penemuan besarnya. Beliau juga banyak menulis artikel di bidang bakteriologi, imunologi dan kemoterapi.

Tapi tahukah kamu, kalau penemuan penisilin ini merupakan ketidaksengajaan. Ketika itu, Fleming baru kembali ke laboratoriumnya dari liburan dengan keluarganya. Beliau menemukan kultur bakteri staphylococcus yang sedang ia teliti terkontaminasi oleh jamur, kultur bakteri yang sedang diteliti tersebut telah dihancurkan oleh jamur yang mengontaminasi yang ternyata berasal dari genus Penicillium yang disebut penisilin.

Ignaz Philipp Semmelweis

Beliau merupakan pelopor cara mencuci dan membersihkan tangan yang baik dengan menggunakan cairan pembersih tangan seperti yang telah kita ketahui saat ini. Penemuan ini seiring dengan meningkatnya kematian ibu setelah melahirkan akibat infeksi yang disebut puerperal fever atau childbed fever dan sangat umum pada abad ke-19.

Semmelweis yang merupakan dokter dan ilmuwan ini menemukan kalau tingkat kematian ibu ini bisa dikurangi dengan prosedur cuci tangan dengan antiseptik. Namun sayangnya, temuan ini ditolak, tidak diakui dan diejek oleh banyak dokter dan komunitas medis saat itu. Hingga akhirnya beliau mengalami depresi berat dan dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di Vienna. Semmelweis meninggal akibat luka gangren dan keracunan darah setelah dipukuli oleh penjaga rumah sakit.

Penemuannya ini baru diterima beberapa tahun setelah kematiannya setelah Louis Pasteur membenarkan tentang teori bakteri dan Joseph Lister menggunakan praktik membersihkan tangan sebelum melakukan operasi, di mana operasi ini berjalan dengan sukses.

Gregor Johann Mendel

Beliau merupakan seorang ilmuwan dan kepala biara yang menjadi salah satu pengembang ilmu sains modern di bidang genetika. Hasil penemuan beliau disebut dengan Hukum Mendel yang menyatakan bahwa pewarisan sifat pada organisme mengikuti pola-pola tertentu.

Namun, temuan Mendel ini sebelumnya tidak diakui dan baru diterima pada abad ke-20 setelah ditemukan kembali Hukum Mendel yang dibenarkan oleh sejumlah ilmuwa, seperti Erich von Tschermak, Hugo de Vries, William Jasper Spillman dan Carl Correns.

Ilya Ilyich Mechnikov

Di musim pandemi seperti saat ini, pembicaraan mengenai cara memperkuat sistem imun semakin meningkat. Tapi tahukah kamu orang yang pertama kali melakukan penelitian tentang sistem imun? Beliau adalah Ilya Ilyich Mechnikov atau dikenal juga sebagai √Člie Metchnikoff, seorang ahli hewan asal Rusia yang menjadi pelopor penelitian tentang imunologi.

Dia dikenal akan penemuan fagosit, yakni sel yang memakan bakteri atau zat-zat asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh pada tahun 1882. Penemuannya ini ternyata merupakan bentuk pertahanan utama dalam sistem imun bawaan.

Louis Pasteur

Mungkin beberapa di antara kalian ada yang tahu siapa itu Louis Pasteur. Beliau merupakan seorang Ilmuwan kelahiran Prancis yang menemukan teknik pasteurisasi yang dapat mencegah pembusukan melalui proses pemanasan.

Selain pasteurisasi, Pasteur juga menemukan obat antraks dan suntikan untuk anjing yang menderita rabies.  Suntikan rabies ini tidak hanya untuk mencegah, tetapi juga mengobati penyakit rabies.

Louis Pasteur meninggal di Marnes-la-Coquette, Prancis pada tanggal 28 September 1895 karena stroke.

Edward Jenner

Jenner merupakan seorang dokter asal Inggris yang dilahirkan di Berkeley pada 17 Mei 1749. Beliau merupakan seorang penemu vaksin cacar dan sejak ditemukannya, vaksin ini telah digunakan untuk mencegah beberapa penyakit menular. Selain menemukan vaksin cacar, Edward Jenner disebut sebagai pelopor imunisasi.

Penemuan vaksin cacar ini dimulai ketika Jenner mengetahui bahwa terdapat cacar yang menyerang hewan ternak yang disebut cacar sapi. Cacar ini dapat ditularkan kepada manusia namun tidak memberikan dampak yang parah seperti cacar air pada manusia.

Pada tahun 1796 Jenner melakukan percobaan pertamanya dengan menyuntikkan materi cacar sapi pada seorang anak bernama James Phipps. Tidak lama Phipps menderita cacar sapi namun segera sembuh. Setelah Phipps sembuh, Jenner menyuntikkan materi cacar air kepada Phipps, namun ternyata tidak terjadi gejala sakit cacar air pada Phipps. Sejak saat itulah Jenner membuktikan teorinya dengan menyuntikkan materi cacar sapi dapat mencegah penyakit cacar air pada manusia.

Jonas Edward Salk

Beliau lebih dikenal dengan nama Jonas Salk merupakan seorang dokter berkebangsaan Amerika Serikat, peneliti di bidang kedokteran dan ahli virus. Salk dilahirkan di New York City pada tanggal 28 Oktober 1914.

Mungkin beberapa di antara kamu belum pernah mendengar nama Jonas Salk sebelumnya. Beliau merupakan penemu dari vaksin polio pada tahun 1954.

Pada saat itu penyakit polio telah menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia hingga tahun 1955 ketika Salk menemukan vaksin polio. Di Amerika Serikat sendiri polio mencapai puncaknya pada tahun 1952 dengan 3.145 orang meninggal dunia dan 21.269 orang mengalami kelumpuhan akibat polio.

Rosalind Franklin

Memiliki nama panjang Rosalind Elsie Franklin merupakan seorang ahli kimia yang turut berkontribusi dalam penemuan struktur DNA. Penemuan ini berkat pekerjaannya dalam difraksi X-ray yang kemudian membawanya menemukan double helix atau pilinan ganda yang dibentuk oleh molekul asam nukleat, seperti DNA.

Setelah menemukan struktur DNA, Franklin menjadi pemimpin dalam penelitian struktur molekul dari virus bersama timnya Aaron Klug.

Beliau meninggal dalam usia yang masih sangat muda, yakni 37 tahun akibat bronkopneumonia, carcinomatosis stadium II dan kanker ovarium yang mungkin disebabkan oleh paparan radiasi X-ray.

Karl Landsteiner

Beliau merupakan seorang ilmuwan berkebangsaan Austria-Amerika yang menjadi penemu 4 jenis golongan darah manusia seperti yang kita kenal saat ini, yaitu A, B, AB dan O. Setelah menemukan sistem penggolongan darah, beliau juga menemukan metode transfusi darah yang aman. Selain itu, Landsteiner juga menemukan virus polio pada tahun 1909 bersama Constantin Levaditi dan Erwin Popper.

Itulah sepuluh tokoh biologi ternama dengan penemuannya yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Semoga kisahnya menginspirasi dan dapat dijadikan pembelajaran.