Penikmat karya tulis fiksi hingga saat ini masih terhitung sangat banyak. Hal ini karena karya tulis jenis ini dapat mengajak pembacanya untuk turut memainkan imajinasi mereka apabila dihadapkan pada sebuah kasus seperti yang tercantum dalam bacaan.

Untuk membuat sebuah karya tulis fiksi, tentu tidak semudah membuat karya tulis non fiksi yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun hal ini tergantung dari genre apa yang akan kamu angkat. Misalnya saja, genre romantis mungkin sedikit lebih mudah dibandingkan dengan genre science fiction yang perlu riset terkait dengan topik yang ingin diangkat.

Nah, untuk kamu yang tertarik untuk membuat karya tulis fiksi namun masih bingung harus mulai dari mana dan langkah apa yang tepat supaya karya tersebut bisa sukses menarik pembaca. Simak tipsnya di bawah ini, yuk!

Tertarik Membuat Karya Tulis Fiksi? Simak 5 Tips Suksesnya di Bawah Ini

Menentukan Tema yang akan Diangkat dalam Cerita

Tema ini adalah ide yang akan kamu kembangkan dalam sebuah naskah cerita. Tema yang paling mudah adalah yang mengambil inspirasi dari kehidupan sehari-hari. Misalnya saja berkisah tentang percintaan remaja atau tentang keluarga. Akan lebih mudah mengembangkan tema yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari atau berkenaan dengan pengalaman yang pernah kamu rasakan.

Tema yang diangkat tidak terbatas kepada kehidupan sehari-hari saja. Jika kamu tertantang dan lebih menyukai topik tentang teknologi atau petualangan, tidak ada salahnya untuk memilih tema ini. Tetapi kamu mungkin memerlukan riset terlebih dahulu sebelum menyusun karya tulis fiksimu yang pertama, agar ketika dibaca terlihat lebih realistis.

Jika kamu masih bingung tema apa yang ingin diangkat, cobalah kumpulkan ide-ide yang sekiranya dapat kamu kembangkan menjadi satu naskah yang menarik. Susunlah dalam suatu kalimat yang berisi garis besar dari tema yang akan diangkat. Nantinya kamu akan dapat memilih topik apa yang paling menurutmu.

Menentukan Tokoh dalam Cerita

Dalam sebuah cerita tentu terdapat tokoh-tokoh yang akan bermain. Biasanya dalam sebuah karya tulis fiksi terdapat 3 tokoh, yaitu:

  1. Tokoh protagonis, yaitu tokoh utama dalam sebuah cerita. Biasanya digambarkan sebagai tokoh yang berlawanan dengan tokoh antagonis dan digambarkan baik hati.
  1. Tokoh antagonis, yaitu tokoh yang memiliki sifat berlawanan dengan tokoh protagonis. Ia bisanya digambarkan sebagai tokoh yang jahat dalam cerita.
  1. Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pembantu/penengah untuk tokoh protagonis atau antagonis.

Supaya tiap-tiap tokoh dapat terlihat jelas berperan sebagai tokoh apa berdasarkan 3 kategori di atas, kamu dapat memberikan penggambaran secara langsung, misalnya dengan menjelaskan asal, ciri-ciri fisik, cara berbicara dan latar belakang kehidupan tokoh. Namun kamu juga bisa menjelaskannya secara tidak langsung melalui dialog yang dilakukan para tokoh.

Menentukan Alur Cerita

Setelah menentukan para tokoh, langkah selanjutnya adalah menentukan alur cerita. Alur atau plot adalah serangkaian peristiwa yang akan membentuk sebuah cerita. Secara umum, alur cerita dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Alur maju, yaitu alur yang memiliki klimaks berada di akhir. Biasanya alur ini menceritakan peristiwa berdasarkan waktu dari awal sampai akhir secara urut.
  2. Alur mundur, yaitu alur yang memiliki klimaks di awal cerita. Biasanya cerita akan diawali dari sebuah penyelesaian hingga ke pengenalan (dari masa lampau ke masa kini) dengan urutan yang tidak urut.
  3. Alur campuran atau yang disebut alur maju-mundur, yaitu alur yang menceritakan bagian klimaks di awal, kemudian menceritakan konflik yang muncul dan belum sempat cerita diselesaikan, berpindah ke awal cerita, yakni pengenalan.

Untuk membuat alur yang menarik, kamu mungkin perlu membuat peta konsep agar lebih mudah dalam pengembangan cerita. Selain itu, cobalah membuat konflik dan akhir cerita yang tidak terduga, karena biasanya orang menyukai cerita yang tidak mudah ditebak akhirnya.

Mulai Menulis

Semua langkah di atas tidak akan ada gunanya kalau kamu tidak mulai menuliskannya. Ketika mulai menulis, kamu tidak perlu terpaku untuk memulai cerita dari awal sampai akhir. Kamu bisa saja memulai dari bagian-bagian yang kamu suka. Misalnya saja, kamu memulainya dari bagian konflik hingga penyelesaiannya.

Perlu diingat, penting untuk menentukan sudut pandang dalam cerita. Umumnya, sudut pandang yang bisa kamu pilih ada 4 jenis, yaitu:

  1. Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama ini biasanya ditandai dengan penggunaan sebutan aku atau saya oleh tokoh utama. Dalam sudut pandang ini, penulis melibatkan dirinya sebagai tokoh utama dalam cerita.
  2. Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh pendamping biasanya penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh pendamping dari tokoh utama.
  3. Sudut pandang orang ketiga pengamat, biasanya penulis tidak terlibat dalam cerita, ia bertugas sebagai pencerita kehidupan satu tokoh. Sudut pandang ini biasanya menggunakan kata dia atau ia.
  4. Sudut pandang orang ketiga, biasanya penulis akan menceritakan segala hal tentang semua tokoh, seolah ia mengetahui banyak hal.

Selain itu, pemilihan judul yang menarik juga harus kamu pikirkan. Karena tidak dapat dipungkiri kalau judul yang menarik tentu lebih banyak mendapat perhatian pembaca. Sesuaikanlah judul dengan cerita yang kamu angkat.

Kamu juga perlu memerhatikan penyusunan kata untuk menghidupkan cerita dan mengembangkan imajinasi pembaca. Tidak ada salahnya untuk membaca kembali apa yang sudah kamu tulis untuk memastikan apakah cerita yang dibuat sudah mampu membuat pembaca terus mengikuti ceritamu.

Meskipun kamu dapat menggunakan gaya bahasa sehari-hari, akan lebih baik dalam penulisannya tetap menggunakan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Hal yang tidak kalah penting adalah menulis sesuai dengan alur dan tema yang telah direncanakan sebelumnya.

Baca Kembali dan Revisi

Sekali pun kamu sudah profesional dalam bidang menulis karya fiksi, langkah terakhir ini tetap wajib dilakukan. Hal ini karena tidak jarang apa yang sudah dituliskan masih jauh dari kata sempurna. Misalnya saja, melenceng dari rencana semula, seperti alur yang berubah, penambahan tokoh dalam cerita, kalimat yang datar dan tidak menarik.

Selain itu, revisi juga diperlukan untuk memperbaiki kata dan penggunaan tanda baca yang tidak pas.

Nah, itulah lima tips sukses untuk membuat karya tulis fiksi. Selain lima hal di atas, kamu perlu komitmen untuk menyelesaikan cerita yang sudah kamu buat. Memang menyelesaikan sebuah karya tulis fiksi tidak akan semudah kelihatannya, sebab akan banyak sekali gangguan yang kamu hadapi, seperti malas, kehabisan ide dan tidak ada waktu.

Oleh karena itu, kamu perlu manajemen waktu dan banyak melakukan riset agar karya tulismu dapat selesai serta tidak kehabisan ide untuk dikembangkan dalam cerita yang sedang kamu susun. Semoga artikel kali ini dapat membantumu dalam menyusun karya tulis fiksi impianmu.