Ada banyak ketentuan dalam kaidah bahasa Indonesia yang perlu kita pelajari, salah satunya adalah tentang teks persuasi ini. Persuasi atau yang juga dikenal dengan istilah persuasif ini adalah kalimat untuk mengajak, menyuruh dan membujuk. Jadi, sebagai penulis, kita bisa mengajak atau menyuruh seseorang atau pembaca untuk melakukan sesuatu. 

Karena isi dari teks persuasi ini tergolong subjektif atau hanya berdasarkan dari satu pandangan sang penulis saja, maka diperlukan fakta-fakta dan topik relevan. Hal ini digunakan untuk lebih meyakinkan teks tersebut agar bisa mengajak khalayak banyak atau orang lain untuk mematuhinya. Untuk menyusun sebuah teks persuasif diperlukan beberapa syarat, seperti:

Pilihan Kata

Tentu saja, agar bisa menyuruh, membawa, mengajak atau membuat seseorang memetahui sesuatu hal, maka permainan kata-kata amatlah penting. Untuk itu, diharuskan penulis teks persuasi nantinya pandai dalam memilih dan mengolah perpaduan kata-kata yang menarik dan tepat sasaran.

Mengolah Emosi

Setelah kita mengetahui panduan tepat untuk memilih jenis kata-kata agar kalimat persuasif ini bisa dimengerti dan dituruti oleh orang lain, kita juga harus tahu peranan emosi. Dimana kita juga harus pintar untuk memainkan emosi orang yang akan membaca teks tersebut nantinya. Sangat dibutuhkan untuk meredam maupun mengobarkan emosi yang disampaikan melalui pesan persuasif tersebut.

Kumpulan Fakta atau Bukti

Seperti yang kita bahas sebelumnya, pragraf atau teks persuasif ini terdiri dari opini atau bersifat subjektif. Untuk menguatkan teks tersebut, tentu dibutuhkan bukti-bukti atau kumpulan fakta pendukung. Jika tidak, pasti tidak ada yang ingin melakukan apa yang dinyatakan di dalam pragraf persuasif ini nantinya.

Ciri-ciri Paragraf Persuasi

Sebagai salah satu jenis teks yang dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kita juga akan mengenal beberapa ciri-ciri dari teks persuasi ini, yaitu:

  • Didalam teks tersebut pasti akan ada minimal satu kalimat ajakan yang akan membuat para pembaca untuk mengikuti arahan yang diberikan oleh sang penulis.
  • Tidak hanya berupa kalimat ajakan saja, teks perusasi ini juga akan diikuti dengan lampiran beragam fakta, argumen dan juga data-data pendukung yang kuat. Sehingga orang atau pembaca yang akan mengikuti ajakan tersebut menjadi lebih percaya dan yakin.
  • Teks persuasif ini pasti akan mengandung beragam kata-kata ajakan seperti ayo, mari laksanakan, ikutlah dan beragam kata-kata ajakan lainnya.
  • Biasanya bahasa yang digunakan bersifat betral bukan bahasa yang mengandung sifat kontroversial. Dimana ajakan ini malah akan berujung kepada pertengkaran maupunperdebatan antar pihka-pihak tertentu. 
  • Bisa menambahkan keyakinan dan membuat pembaca menjadi lebih percaya akan kata-kata yang digunakan dalam teks persuasif tersebut.

Jenis- Jenis Teks Persuasi dan Contoh

Teks persuasi ini sendiri memiliki beragam jenis yang harus diketahui, yaitu:

1. Persuasi Propaganda

Teks yang dimunculkan dalam jenis persuasi propaganda ini tergolong lebih meyakinkan dan menyeru dengan lantang tentang himbauan tertentu. Sehingga para pembaca nantinya mengerti dan mau untuk melakukan himbauan tersebut. Biasanya jenis propaganda ini merujuk kepada situasi yang lebih penting dan mendesak. Contohnya:

Memakan makanan instan dan makanan junk food lainnya sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Padahal, jenis makanan “tidak sehat” ini sangat buruk untuk kesehatan kita. Kenapa? Hal ini bisa berujung kepada masalah kolesterol, kegemukan hingga masalah stroke. Jadi, jika kita masih menyayangi tubuh kita, maka mulai dari sekarang mulailah menjaga kesehatan dengan membatasi makanan yang tidak baik ini. Boleh-boleh saja untuk emngkonsumsinya, tapi jangan terlalu sering. Lebih baik kita memakan makanan sehat yang jelas baik untuk kesehatan tubuh.

2. Persuasi Pendidikan

Sesuai dengan namanya, teks persuasi pendidikan ini pastinya akan mengajak dan berisikan pesan-pesan untuk menyuruh pembaca memahami dunia pendidikan. Biasanya jenis persausi ini digunakan oleh para tenaga pendidikan dan instalasi yang bekerja di dunia pendidikan untuk memberikan pesan-pesan terkait dunia pembelajaran. Contohnya adalah:

Dengan berkembangnya teknologi ilmu pengetahuan, kita juga bisa menikmati salah satu dampak positif, yakni mengakses website pembelajaran dari rumah. Menggunakan gadget semenjak dini memang tidak baik untuk mental dan kesehatan anak. Namun, jika digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengaskes program pendidikan secara online, kenapa tidak? Gunakan dan manfaatkan fasilitas belajar online agar anak bisa mendapatkan ilmu-ilmu bermanfaat walaupun dirumah.

3. Persuasi Advertensi

Jenis teks ajakan yang satu ini biasanya digunakan untuk kepentingan penjualan produk komersil maupun penjualan jasa. Teks advertensi ini berguna agar bisa menegnalkan jenis barang maupun jasa terkait kegunaanya kepada khalayak umum. Secara gamblang, ini adalah teks yang digunakan untuk mempromosikan produk atau yang digunakan di dalam iklan. Contohnya adalah:

Bagi pekerja, pelajar maupun orang-orang yang ingin berpergian jauh dan membooking tiket dengan mudah, sekarang sudah tidak usah repot-repot lagi. Ada aplikasi untuk booking tiket pesawat dan juga booking penginapan dan hotel. Cukup dengan menginstall aplikasi ini, kita sudah bisa rasakan kemudahannya. Tidak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan fasilitas booking sekarang bayar nanti bulan depan. Mudah dan emnarik, bukan?

4. Persuasi Politik

Teks ajakan yang satu ini digunakan untuk kepentingan politik. Seperti ketika pemilihan presiden, wakil rakyat maupun kepala daerah dan jenis kepentingan politik lainnya. Teks ini biasanya akan dimuat di berbagai media, baik media cetak dan media online. Contohnya:

Pemilihan umum sudah hampir dekat, mari kita gunakan hak pilih sebagai salah satu warga negara Indonesia yang baik. Partisipasi kita akan ikut menyumbang perubahan demi Indonesia yang lebih baik untuk 5 tahun kedepannya. Jangan lupakan hak pilih, ayo tentukan pilihan mulai dari sekarang!

5. Persuasi Kesehatan

Ini merupakan teks ajakan yang mengajak orang-orang untuk mengerti akan pentingnya kesehatan. Tentu saja ada ajakan kesehatan yang akan ditaruh di dalam teks tersebut dan juga tentang informasi bermanfaat lainnya. Contohnya:

Minum air untuk mencukupi kebutuhan tubuh sebanyak 8 gelas per hari terkadang sering disepelekan banyak orang. Padahal, tubuh kita mengandung banyak cairan. Dimana cairan tubuh ini akan selalu berkurang akibat aktivitas dan terbuang melalui keringat maupun BAK dan BAB. Hal sepele ini sering kali dilupakan, alhasil banyak yang mengalami masalah kesehatan serius seperti dehidrasi hingga gagal ginjal. Untuk itu, sangat penting bagi kita mengetahui dan membiasakan diri meminum air sesuai dengan kebutuhan dalam sehari. Ayo, mulai sekarang baisakan meminum 8 gelas air setiap harinya, ya!

Teknik Penulisan Teks Persuasi

Setelah kita mengenal jenis dan contohnya, kita juga harus mengetahui teknik penulisan teks persuasi, yaitu:

Rasionalisasi

Sebelum membuat sebuah teks ajakan maka harus menggunakan teknik yang benar terlebih dahulu. Rasionalisasi ini merupakan teknik yang menggunakan akal dan lebih rasional untuk membuat teks yang akan digunakan. 

Sugesti

Teknik sugesti ini berarti seseorang bisa membuat kata-katanya membius atau membujuk rayu atau mengajak orang lain agar bisa menerima pendirian sang penulis.

Demikianlah pengertian, jenis dan contoh dari teks persuasi ini, semoga informasi ini bermanfaat.