Photo by Enrico Mantegazza on Unsplash

Untuk menghasilkan karya tulis yang baik, seorang penulis harus mengetahui kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik. Sehingga karya yang dibuat tidak hanya sekadar jadi, tetapi juga memiliki makna. Selain tata kata yang sudah kita pelajari sebelumnya, kita juga harus memahami tata kalimat dalam bahasa Indonesia.

Nah, apa sih yang dimaksud dengan tata kalimat? Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, simak artikel ini sampai habis!

Tata Kalimat Bahasa Indonesia dan Contohnya

Sebelum mempelajari jenis-jenis tata kalimat, ada baiknya kamu mengetahui pengertian tata kalimat terlebih dahulu.

Pengertian Tata Kalimat

Dilansir dari salindiapresentasi milik Lanny Hartanti Kurnia dalam situs slideplayer.info, tata kalimat atau sintaksis adalah pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata; atau dengan satuan-satuan yang lebih besar; atau antara satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa.

Tata kalimat mencakup tiga hal, antara lain:

Frasa

Dilansir dari Pendidikan.co.id, frasa adalah sebuah gabungan atau kesatuan kata yang terbentuk dari dua bagian kata atau lebih, yang mempunyai satu makna gramatikal (makna yang berubah-ubah dengan menyesuaikan sebuah konteks).

Terdapat empat ciri-ciri frasa, yaitu:

  1. Frasa terdiri dari minimal dua kata atau lebih.
  2. Menduduki atau memiliki fungsi gramatikal.
  3. Frasa harus memiliki satu makna gramatikal.
  4. Bersifat nonpredikatif.

 Contoh frasa antara lain sebagai berikut:

  1. Ayam hitam
  2. Rumah besar itu
  3. Tidur siang
Jenis-jenis Frasa

Dilansir dari Pendidikan.co.id, jenis-jenis frasa dapat dibagi lagi berdasarkan jenisnya, fungsi unsur pembentukannya, dan kesatuannya.

Jenis Frasa

a. Frasa verbal

 Dilansir dari Pendidikan.co.id, frasa verbal adalah frasa yang memiliki inti kata kerja dalam unsur pembentukannya. Frasa ini dapat difungsikan sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.

Contoh frasa verbal:

Sedang makan, pergi tidur, dan bekerja keras.

b. Frasa Nominal

Frasa ini memiliki inti kata benda dalam pembentukannya dan dapat difungsikan sebagai pengganti kata benda.

Frasa nominal atau nomina ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Frasa nominal modifikatif yang memiliki sebagian kata yang tidak sama dengan yang lainnya, dan berfungsi sebagai keterangan tambahan atau pelengkap.

Contoh: bulan pertama, telapak tangan, dan lemari besi.

2. Frasa nominal koordinatif (tidak saling menerangkan), yang mana seluruh gabungan kata sebagai unsur inti dan fungsinya setara.

Contoh: hak dan kewajiban, sandang pangan, dan dunia akhirat.

3. Frasa nominal apositif adalah frasa nomina yang gabungan katanya berfungsi sebagai pengganti unsur inti.

Contoh: Jakarta, Ibu kota Negara Indonesia, Bali, Pulau Dewata, dan Burung Cendrawasih, burung langka dari Irian.

c. Frasa Pronominal

Dilansir DosenBahasa.com, adalah jenis frasa berdasarkan kategori katanya. Frasa ini terbentuk dari kata ganti.

Frasa pronominal dapat dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

  1. Frasa pronominal modifikatif

Frasa yang membatasi kata ganti dengan jumlah tertentu, seperti berdua, sekalian, dan semua.

Contoh: kami berdua, mereka semua, dan kami berempat.

2. Frasa pronominal koordinatif

Frasa yang menggabungkan dua kata dengan kata hubung, seperti aku dan kalian, kamu dan mereka, dan aku dan kamu.

3. Frasa pronominal apositif

Frasa yang kata gantinya ditambah kata-kata, seperti pemuda-pemudi, kakek-nenek, bapak-ibu, dan sebagainya.

d. Frasa Numeral

Dilansir Wikipedia.org, frasa numeral adalah frasa yang induknya berkategori numeral.

Frasa numeral dibagi menjadi 2 jenis, antara lain:

  1. Frasa numeral modifikatif adalah frasa numeral yang kata bilangannya disebutkan secara jelas. Contoh, satu kilogram, tiga buah, dan 50 orang.
  2. Frasa numeral koordinatif adalah frasa numeral yang kata bilangannya tidak disebutkan secara jelas. Contoh, satu atau dua, ratusan, dan puluhan.

e. Frasa Adjektival

Dilansir dari DosenBahasa.com, frasa adjektival adalah frasa yang berasal dari gabungan dua atau lebih kata sifat atau keadaan, yang mana salah satu kata dari gabungan tersebut berfungsi menerangkan kata lain yang merupakan inti sifat atau keadaan.

Frasa adjektival dibagi menjadi 2 jenis, antara lain:

  1. Frasa adjektival atributif adalah frasa yang terdiri dari unsur inti (adjektival) dan unsur yang diterangkan (nominal). Dalam frasa ini, kata sifat menerangkan kata benda yang diikutinya.

Contoh: sepeda rusak, topi putih, dan air dingin.

2. Frasa adjektival predikatif adalah frasa yang bersifat menerangkan unsur predikat. Umumnya mengacu pada suatu peristiwa atau kondisi.

Contoh: lembut, sehat, baik, dan kacau.

Fungsi Unsur Pembentukannya

a. Frasa Endosentris

Dilansir dari Wikipedia.org, frasa endosentris adalah frasa yang salah satu komponen atau unsurnya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya atau keseluruhan komponen dapat menggantikan kedudukan keseluruhan.

Frasa endosentris dibagi menjadi 4 macam, antara lain

  1. Frasa atribut adalah frasa yang unsur pembentuknya adalah kata yang diterangkan dan menerangkan, serta sebaliknya.

Contoh: sapi cokelat dan dua orang.

2. Frasa apositif adalah frasa yang salah satu unsur pembentuknya dapat digunakan sebagai pengganti unsur inti.

Contoh: Adik berwisata ke kota kembang, Bandung

3. Frasa koordinatif adalah frasa yang unsur pembentukannya berperan sebagai unsur inti.

Contoh: kakak beradik, kakek nenek, dan tua muda.

b. Frasa Eksosentris

Dilansir dari DosenBahasa.com, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak memiliki inti atau tidak dapat dipisahkan untuk menggantikan kata lainnya.

Contoh: ke Jakarta, kaum hawa, dan si Pahit Lidah.

Kesatuannya

Dilansir dari Pendidikan.co.id, berdasarkan kesatuannya dapat dibagi menjadi 3, antara lain:

  1. Frasa idiomatik adalah frasa yang mempunyai makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).

Contoh: kambing hitam, meja hijau, dan turun tangan.

2. Frasa ambigu adalah frasa yang memiliki makna dua atau ganda.

Contoh:  kambing hitam, meja hijau, dan memberi tahu.

3. Frasa biasa adalah frasa yang memiliki makna sebenarnya.

Contoh: Ibu membeli sayur bayam di pasar.

Kedudukannya

Dilansir dari Pendidikan.co.id, frasa berdasarkan kedudukannya dibagi menjadi dua, antara lain:

  1. Frasa setara adalah frasa yang memiliki hubungan antar unsur setara.

Contoh: muda mudi, pergi kembali, dan hitam putih.

2. Frasa setara bertingkat adalah frasa yang memiliki kedudukan antar unsurnya tidak setara atau bertingkat.

Contoh: bahasa Indonesia, uang tunai, dan pedang tajam.

Klausa

Dilansir dari Beritagar.id, klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata. Klausa minimal terdiri atas subjek dan predikat serta berpotensi menjadi kalimat.

Dilansir DosenBahasa.com, ciri-ciri klausa ada empat, antara lain:

  1. Memiliki satu predikat
  2. Tidak memiliki intonasi akhir
  3. Jika ditambah intonasi akhir maka akan menjadi sebuah kalimat
  4. Klausa merupakan bagian dari kalimat plural
Jenis-Jenis Klausa

Klausa dibagi menjadi beberapa jenis, yakni berdasarkan struktur, berdasarkan unsur yang menjadi predikat dan berdasarkan fungsinya.

Berdasarkan Struktur
  1. Klausa bebas adalah klausa yang berpotensi menjadi sebuah kalimat karena memiliki subjek dan predikat. Dalam klausa bebas, tidak ada konjungsi.

             Contoh: dia menangis, ayah marah, dan ibu menyapu.

2. Klausa terikat adalah kebalikan dari klausa bebas. Klausa ini merupakan klausa bawahan atau anak kalimat. Klausa ini dapat dilihat dari adanya penggunaan konjungsi di depan kalimat.

              Contoh: Ia sakit perut karena makan sembarangan.

Berdasarkan Unsur yang Menjadi Predikat
  1. Klausa verbal adalah klausa yang memuat predikat atau kata kerja. Klausa verbal dapat dibagi menjadi klausa transitif dan klausa intransitif.

              Contoh: Kakek membajak sawah.

2. Klausa nominal adalah klausa yang menjadi predikatnya adalah kata benda atau frasa nominal.

              Contoh: Ia adalah seorang pelajar.

3. Klausa adjektival adalah klausa yang di dalamnya wajib ada subjek dan predikat. Dalam klausa ini, subjek berkategori nomina dan predikat berkategori adjektif.

              Contoh: rumahnya jauh dari kantor.

4. Klausa preposisional adalah klausa yang mana predikatnya merupakan frasa preposisional. Predikat dalam klausa ini menjadi kata depan.

  Contoh: Ibu dari pasar.

Berdasarkan Fungsinya
  1. Klausa subjek

Dalam klausa ini, subjek berkedudukan sebagai frasa nominal. Contohnya, adik bermain.

2. Klausa objek

Klausa ini terletak di tengah kalimat atau setelah predikat dan dapat berupa objek langsung maupun objek tak langsung. Objek langsung dikenai pada predikat dengan awalan me-. Sedangkan objek tak langsung adalah objek yang menerima perbuatan dari predikat, menggunakan imbuhan me- -an.

Contoh:

  1. Ibu memasak ikan. (objek langsung)
  2. Ayah membelikan sepeda untuk adik yang berulang tahun. (objek tak langsung)

3. Klausa Keterangan

Klausa keterangan adalah klausa yang berfungsi untuk membatasi atau memperluas subjek atau predikat. Ada beberapa jenis keterangan, seperti keterangan waktu, keterangan sebab, keterangan waktu, dan sebagainya.

Contoh: Karena pintar, ia diterima di SMA favorit. (keterangan sebab)

4. Klausa pelengkap

Klausa ini terletak setelah objek atau predikat. Klausa ini berfungsi sebagai pelengkap dalam suatu pola kalimat.

Contoh: Pak Tono adalah dosen termuda di kampus kami.

  • Kalimat

Dilansir dari GuruPendidikan.co.id, kalimat adalah satuan bahasa terkecil dan terlengkap maknanya. Unsur-unsur kalimat antara lain:

  1. Subjek (S)
  2. Predikat (P)
  3. Objek (O)
  4. Keterangan (K)
  5. Pelengkap (Pel)

Jenis Kalimat

Berdasarkan DosenBahasa.com,kalimat dapat dibagi berdasarkan tujuh jenis, yaitu pengucapan, jumlah frasa atau struktur gramatikal, isi atau fungsi, unsur kalimat, pola subjek – predikat, gaya penyajian, dan subjeknya.

Pengucapan
  1. Kalimat langsung adalah kalimat yang berasal dari kutipan ucapan seseorang tanpa melalui perantara atau mengubahnya. Biasanya kalimat ini ditandai penggunaan tanda kutip.
  2. Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali isi atau pokok ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa perlu mengutip keseluruhan kalimat.
Jumlah frasa atau struktur gramatikal
  1. Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa dari pola SPOK.
  2. Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang saling berhubungan.
Isi atau fungsi
  1. Kalimat berita atau pernyataan adalah kalimat yang bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi.
  2. Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk mencari informasi atau respons.
  3. Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk memberikan perintah seseorang agar melakukan sesuatu.
  4. Kalimat pengandaian adalah kalimat yang menggambarkan keinginan atau tujuan dari penulis atau pembicara yang tidak atau belum terwujud.
  5. Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan.
Unsur kalimat
  1. Kalimat pelengkap adalah kalimat yang terdiri paling sedikit subjek dan predikat.
  2. Kalimat tak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna karena terkadang hanya memiliki subjek saja atau predikat saja atau objek saja, dan sebagainya.
Pola subjek – predikat
  1. Kalimat versi adalah kalimat yang sesuai dengan pola susunan bahasa Indonesia (S-P), (S-P-O-K), (S-P-K), dan sebagainya.
  2. Kalimat inversi adalah kalimat yang memiliki ciri khas predikat mendahului subjek.
Gaya penyajian
  1. Kalimat yang melepas. Kalimat ini ditandai dengan kalimat majemuk di awali denga induk kalimat dan diikuti oleh anak kalimat.
  2. Kalimat yang klimaks adalah kalimat yang menempatkan anak kalimat di depan kalimat induk. Kalimat ini ditandai dengan tanda koma (,).
  3. Kalimat yang berimbang adalah kalimat yang tersusun dalam bentuk kalimat majemuk setara atau kalimat majemuk campuran.
Subjek
  1. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya sedang melakukan aktifitas. Hal ini dapat dilihat dari awalan me- dan ber-.
  2. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai tindakan. Dapat dilihat dari imbuhan di- dan ter-, kemudian diikuti kata oleh.

Nah, itulah pembahasan tata kalimat bahasa Indonesia. Semoga artikel ini membantu.