Sebelum kita membahas lebih dalam, apakah sebelumnya kita sudah mengenal apa itu tajuk rencana? Tajuk rencana ini adalah editorial, hal ini akan bersangkutan tentang penyuntingan naskah dan hal terkait di dalamnya. Tentu saja, kita sudah pernah mengenal dan mempelajari tentang hal tersebut. Seperti hal-hal yang sering sekali kita jumpai di keseharian kita. Baik media online maupun offline mengulas tentang hal-hal atau potret penting yang sedang banyak dibahas di masyarakat. Nah, pasti akan ada banyak pendapat yang bertebaran atas masalah, tersebut, bukan? Hal inilah yang berhubungan dengan tajuk rencana.

Struktur Tajuk Rencana

Bagaimana dengan struktur dari tajuk rencana tersebut? Nah, berikut pembahasannya.

1. Judul

Sebuah tajuk rencana juga harus memiliki sebuah judul atau inti topik yang akan dibahas. Sebagai seseorang yang akan mengulas dan membuat sebuah tajuk rencana maka kita harus mengetahui jenis judul yang diberikan. Judul tersebut haruslah padat, menarik, ringkas dan tersampaikan dengan jelas. Judul ini harus bisa menjadi perwakilan tegas terhadap isi dari tajuk rencana tersebut.

2. Latar belakang masalah

Tentu saja, sebuah tajuk rencana yang akan ditulis harus sepenuhnya diketahui oleh calon penulis tersebut. Diperlukan beberapa sumber informasi yang valid agar bisa menyusun sebuah tajuk rencana.

3. Tokoh

Biasanya, atau seringkali isi ulasan dari tajuk rencana ini berkaitan dengan tokoh-tokoh kenamaan tertentu. Biasanya ulasan ini nantinya akan mengkritik atau memuji kinerja dari kelompok atau tokoh tertentu.

4. Masalah

Pada pembahasan awal kita juga menyatakan sebuah tajuk rencana akan membahas sebuah fenomenal yang sedang dibicarakan dengan hangat di kalangan masyarakat. Akan selalu ada masalah yang menyita perhatian banyak orang. Dan, hal ini akan menjadi topik pembahasan tersebut.

5. Opini

Setelah menjabarkan dan menemukan titik permasalahan pembahasan dalam sebuah tajuk rencana, kita akan mendapati adanya pendapat atau opini dari sang penulis. Pada bagian ini, penulis akan memberikan bagaimana pandangan dirinya terhadap masalah tersebut. Penggunaan tata bahasanya tetap sopan, elegan dan tidak melakukan becanda yang berlebihan. Kebanyakan penulis akan melakukan kritisi terhadap masalah tersebut.

6. Solusi dan Saran

Tentu saja, seorang yang menulis sebuah tajuk rencana akan menyelipkan ide berupa solusi dan saran yang terpikirkan atas masalah tersebut. Semu saran dan solusi yang diberikan dengan pernyataan yang tegas, lugas dan menggunakan kata-kata yang membangun.

7. Kesimpulan

Kemudian, struktur terakhir yang ada di dalam sebuah tajuk rencana berupa kesimpulan yang ditarik oleh sang penulis. Kesimpulan ini adalah hasil akhir yang isiannya harus tetap sama dan sinkron terhadap isian atau pembahasan tersebut.

Ciri-ciri Tajuk Rencana

Tidak hanya mengetahui strukturnya saja, kita juga harus mengetahui ciri-ciri dari tajuk rencana ini agar bisa lebih memahaminya dengan baik, yaitu:

·  Memuat pembahasan mengenai sebuah masalah dengan menggunakan data-data dan pendapat yang logis.

·  Memiliki kalimat pendapat atau sebuah pembahasan berupa opini yang dipikirkan oleh penulis.

·  Mengandung beragam saran dan solusi yang mungkin bisa menjadi salah satu jalan keluar atas masalah tersebut.

Pengertian Kata Penghubung

Sesuai dengan namanya,kata penghubung ini adalah jenis kata yang bisa menjadi jembatan atau sebuah penghubung antar frasa, kata, kalimat maupun klausa. Janis kata ini akan sangat diperlukan untuk melengkapi sebuah ungkapan dengan menyiratkan makna tertentu.

a. Kata

apa itu kata? Kata ini adalah unsur dari sebuah bahasa yang akan mewakilkan rasa, perasaaan dan kesatuan pemikiran. Kata ini bisa dituliskan dan juga bisa diucapkan dengan mudah. Kata merupakan bagian atau unsur paling kecil yang ada di dalam satu kalimat utuh. Kata adalah rangkaian dari beberapa huruf yang nantinya akan menyimbolkan atau melambangkan sebuah artian tertentu.

b. Klausa

Setelah kita membahas apa itu kata, maka kita juga harus mengerti tentang apa itu klausa. Tidak sedikit banyak yang salah mengerti akan pengertian kalimat dan klausa. Klausa ini merupakan bagian struktur dari kumpulan beberapa kata. Dimana nantinya klausa berpotensi dan bisa dilanjutkan untuk berubah menjadi sebuah kalimat utuh. Sekurang-kurangnya, di dalam klausa akan ditemukan predikat dan subjek. Tentu saja, klausa akan menjadi susunan  yang tergolong lebih pendek jika dibandingkan dengan kalimat.

c. Kalimat

Kalimat merupakan bagian yang berdiri sendiri terdiri dari sekumpulan kata-kata yang terangkai secara sistematis. Kalimat ini juga merupakan susunan utuh dari klausa yang menghadirkan makna tertentu. Jadi, bukan tidak mungkin sebuah kalimat akan didapati adanya klausa di dalamnya. Kalimat ini terdiri dari susunan objek, subjek maupun predikat.

Pengertian Poster

Setelah kita mengerti akan pengertian tajuk rencana serta kata penghubung, maka kali ini kita akan membahas tentang pengertian poster. Poster sendiri adalah salah satu metode atau cara yang biasa digunakan seseorang atau kelompok agar bisa mempromosikan sebuah barang atau produk atau jasa. Jadi, poster kerap kali digunakan sebagai salah satu media promosi dan media edukasi yang menjangkau banyak lapisan masyarakat. Poster ini merupakan wacana dengan nilai edukatif atau nilai persuasif.

Edukatif merupakan sifat poster yang akan memberikan materi pembelajaran atau mengenalkan beragam informasi bermanfaat kepada sang target pembaca. Untuk menghasilkan poster yang edukatif, biasanya dibutuhkan ilustrasi menarik dan kumpulan kalimat yang padu. Sehingga, berita atau informasi tersebut bisa tersampaikan dengan baik walaupun tidak membutuhkan kata-kata yang terlalu panjang dan banyak.

Sedangkan, untuk sifat persuasif sendiri, dinyatakan sebagai sebuah ajakan, dimana nantinya pemilik poster harus meyakinkan pembaca untuk melakukan sesuai dengan isi poster tersebut. Sifat persuasif ini biasanya dilakukan pada jenis poster yang melakukan promosi terhadap barang dan jasa. Jadi, pembaca wahana poster nantinya akan tertarik dengan adanya ajakan tersebut.

Kalimat dan Bahasa Dalam Poster

Sebagai salah satu layanan promosi atau iklan, mka poster harus menggunakan kalimat dan tata bahasa yang baik, menarik dan bisa “membius” para pembacanya. Sebab, salah satu kekuatan poster adalah segi pemilihan bahasa dan kata-kata yang digunakan. Namun, tetap saja kita juga harus mengetahui bagaimana pemilihan ilustrasi dan gambar-gambar pilihan yang terkait. Sehingga, poster tersebut menjadi lebih memikat dan menarik untuk dilihat. Gabungan gambar dengan perpaduan kata-kata yang efektif akan membuat poster menjadi lebih kuat dan menjadi media promosi terbaik.

Tapi harus diingat untuk lebih selektif dan lebih pandai dalam pemilihan kata-kata yang akan menyampaikan informasi di dalam sebuah poster. Sebisa mungkin gunakan bahasa yang menarik. Ketahui juga target pembaca poster tersebut. Apakah kaum milenial? Maka gunakanlah bahasa “kekinian” yang menarik atau jika target pembaca lebih dewasa maka gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Usahakan menyampaikan informasi dengan pemilihan kata-kata yang tegas, singkat dan jelas. Jangan terlalu rancu dan jangan terlalu berbelit-belit. Dan, pastikan banyak yang tertarik dengan pilihan kata-kata tersebut.