Photo by Annie Spratt on Unsplash

Tubuh manusia memiliki jaringan dan perasa yang cukup kompleks. Sistem saraf sendiri memegang peran penting dalam pergerakan tubuh manusia; mulai dari kegiatan mengatur kerja organ tubuh satu dengan yang lain, temasuk saat proses otak mengirimkan sensor ke semua bagian tubuh. Sementara itu, sistem indera manusia terbagi menjadi lima bagian, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba.

Mengetahui Sistem Saraf dan Indera Manusia

Sistem Saraf dan Indera Manusia – Mengetahui sistem saraf dan indera manusia menjadi lebih menarik lantaran sistem saraf sendiri memiliki kompleksitasnya sendiri. Sistem neuron memiliki dua kelompok, yaitu sistem pusat dan sistem tepi. Pada sistem pusat, otak dan sumsum belakang memegang peranan penting untuk manusia. Sementara itu, sistem tepi terkoneksi dari sistem somatik dan otonom. Semua sistem harus bekerja sesuai fungsinya agar tubuh dapat beraktivitas sesuai perintah manusia.

Berkat peran sistem saraf, manusia dapat bekerja, beraktivitas, berpikir dan banyak hal lainnya. Tubuh akan menangkap informasi dari setiap anggota tubuh dan indera manusia. Supaya dapat memberikan respon dari informasi yang diterima, sistem neuron berupa bundel berbentuk serat silinder yang berasal dari otak dan central cord. Ukuran saraf memang besar sehingga mudah dikenali bagian luarnya; sedangkan untuk bagian dalam saraf membutuhkan alat bantu mikroskop agar manusia bisa mengidentifikasinya.

Saraf utama manusia terdiri atas akson dan neuron yang terbungkus dengan membran. Membran yang membungkus saraf sehingga terpisah satu sama lain disebut dengan fasikel. Badan sel neuron terletak di dalam otak dan saraf tepi atau ganglia perifer. Hormon juga bekerjasama dengan tubuh menjalankan sistem kerja saraf. Tubuh selalu mengirimkan miliaran rangsang yang berasal dari semua organ. Rangsangan tersebut bisa berupa informasi terhadap suhu, rasa lapar, sakit, haus, tekanan, cahaya, gravitasi dan banyak lainnya.

Semua rangsang tersebut dapat dimengerti tubuh manusia melalui reseptor yang dilanjutkan ke sistem saraf. Baru kemudian saraf mengolah dan meneruskan informasi tersebut ke efektor. Komponen-komponen pada sel sel saraf mampu menghasilkan konduksi implus. Neuron atau sel saraf mempunyai nukleus yang tersimpan dalam perikarion alias badan sel. Perikarion menyimpan substansia nissel yang menghantarkan rangsangan dendrit lebih dari satu.

Sementara itu, akson disebut sebagai proses rangsangan yang dihantarkan keluar dari perikarion. Tubuh manusia memiliki satu akson. Sesuai dengan ukurannya, sel saraf atau neuron sendiri memiliki perbedaan ukuran yaitu unipolar, bipolar dan multipolar. Sementara itu,jika dibedakan berdasarkan fungsinya, sel saraf digolongkan menjadi sensorik, motorik, interneuron. Semua neuron tersebut dapat terhubung berkat adanya sinaps.

Anatomi Saraf Manusia

Sistem saraf masih harus terbagi atas beberapa bagian dalam tubuh, yaitu otak manusia, sumsum yang berada di tulang belakang dan sel-sel neuron. Ketiga bagian tersebut pastinya perlu terhubung satu sama lain.

Otak

Merupakan pusat kendali fungsi pada tubuh, seperti menghasilkan respon gerakan, menghasilkan hormon, menciptakan emosi, sensasi dan daya pikir. Bagian-bagian dalam otak dilindungi oleh selaput yang bernama meninges serta dilingkupi oleh cairan serebrospinal dan tulang tengkorak sehingga otak terlindung dari kemungkinan terjadinya cedera. Otak sendiri masih terbagi atas beberapa bagian, seperti otak besar, otak kecil dan batang otak.

Sumsum Tulang Belakang

Menjadi pusat dari sistem saraf yang bisa menerima rangsangan refleks. Artinya rangsangan tersebut diproses langsung oleh sistem sumsum belakang tanpa melalui otak. Hal tersebut bisa terjadi lantaran sumsum tulang belakang juga merupakan jaringan saraf pusat. Batang otak merupakan bagian yang menghubungkan antara sumsum dengan otak. Itulah mengapa manusia bisa melakukan aktivitas hariannya dengan menggerakan otot dan bergerak karena sumsum tulang belakang memberikan sensor untuk menghasilkan respon motorik.

Sel Neuron

Sel saraf juga menjadi bagian penting pada sistem saraf manusia untuk menghantarkan impuls dan memiliki total 12 nervus kranial, nervus spinal, dan juga cabangnya. Keberadaan sel neuron manusia bisa bergerak dan merespon sesuai dengan situasinya. Neuron sendiri terbagi menjadi 3 kategori sesuai dengan fungsinya; yaitu neuron motorik yang mengantarkan informasi ke saraf pusat. Kemudian interneuron yang menghubungkan pesan dari motorik ke sensorik.

Dendrit pada badan sel neuron mempunyai bentuk cabang yang bertugas menstimulus dan mengantarkan impuls. Dendrit berupa tonjolan sitoplasma dengan ukuran pendek dan bercabang.  Dendri sendiri memiliki organel-organel yang tersimpan dalam badan sel. Cara kerja dari dendrit mirip pemancar sinyal ke semua area badan sel. Berbeda dengan dendrit, akson yang membawa impuls hanya tersedia satu saja. Akson memiliki bentuk kerucut dan dilingkupi oleh lapisan padat dari lemak atau mielin. Mielin merupakan saraf tepi yang dihasilkan oleh sel schwann yang berukuran 1mm hingga 1 m. Pada akson, tersimpan neurofibill yang berbentuk serabut halus. Mieilin tidak menutupi semua permukaan akson karena masih ada bagian menyempit atau nodus ranvier tanpa lapisan selubung mielin. Fungsinya adalah mempercepat informasi rangsangan untuk sampai.

Pahami Peran Sistem Indera Pada Manusia

Sistem Saraf dan Indera Manusia – Selanjutnya mari pahami peran sistem indera pada manusia. Alat indera manusia memiliki fungsinya masing-masing. Total adal lima indera yang selama ini kita semua ketahui. Kelima indera tersebut merupakan media yang dimiliki manusia semenjak dilahirkan. Dengan adanya indera-indera tersebut, manusia sangat terbantu menjalani kehidupannya. Peran yang dimiliki sistem indera manusia adalah mengirimkan pesan pada otak sehingga manusia memahami apa yang sedang terjadi.

Organ penginderaan normal pasti terhubung antara satu dengan yang lain. Lebih akrab kita sebut dengan sistem indera manusia. Sistem itulah yang mengirimkan informasi pada sel otak. Sebagai kapasitas fisiologis, organisme data yang terkirim lantas menghasilkan persepsi. Sistem indera dan saraf pada praktiknya saling terkoneksi karena sistem saraf menyimpan sensorik yang berada pada setiap organ indera.

Seperti contohnya adalah kemampuan manusia untuk mengenali rasa sakit, menjaga keseimbangan, merasakan getaran, dan memahami kemoreseptor atas lapar dan haus. Organ indera yang menerima semua rangsangan tersebut lantas ditransmisikan oleh otak menjadi dorongan impuls saraf. Sistem indera manusia mempunyai reseptor, jalur dan bagian otak.

Mengenali Fungsi Kelima Indera Manusia

Indera Peraba

Membantu manusia menyadari terjadinya tekanan, meningkatnya suhu di sekitar, merasakan adanya getaran dan sentuhan. Reseptor pada kulit akan merespons semua rangsangan pada tubuh dengan fungsinya masing-masing.

Indera Penglihatan

Membantu manusia melihat semua benda yang ada di sekitarnya. Sistem indera penglihatan menafsirkan pantulan cahaya yang dikirimkan ke otak. Cahaya akan diterima oleh kornea tanpa ada masalah lantaran pupil mata dapat menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk ke mata manusia. Retina mata akan mengubah cahaya tersebut menjadi informasi impuls saraf untuk dibaca oleh otak.

Indera Pendengaran

Indera pendengaran dibantu oleh telinga manusia. Sistem indera pendengaran mengirimkan informasi pada otak dengan cara menerima suara pada telinga bagian luar. Kemudian, gelombang suara berjalan menuju saluran pendengaran eksternal menuju membran tipani. Membran tipani atau gendang telinga sangat tipis dan akan bergetar setiap kali ada gelombang suara yang sampai. Barulah telinga bagian tengah mengantarkan gelombang suara ke otak manusia.

Indera Penciuman

Sistem indra penciuman manusia mengandalkan hidung. Hidung kita mampu mengenali lebih dari satu triliun jenis aroma. Hal tersebut dikarenakan adanya olfactory cleft yang terdapat pada atas rongga hidung. Olfactory cleft akan mengirimkan informasi yang dicium kepada otak. Saat manusia bernafas ada orthonasal yang mendeteksi aroma pada udara. Letak orthonasal ada pada ujung saraf penciuman.

Indera Pengecap

Lidah merupakan organ yang membantu manusia memperoleh rasa. Sistem indera pengecap mampu membedakan antara rasa manis, asam, pahit, asin dan gurih. Sementara itu, rasa pedas merupakan reaksi kesakitan dari indera pengecap. Sel perasa memiliki bagiannya sendiri, yaitu ada pada bagian depan lidah, belakang mulut belakang dan mulut bagian atas. Reseptor yang terikat pada makanan dan minuman yang masuk akan segera mengirimkan sinyal ke otak.

Anatomi Pada Sistem Indera Manusia

Mata

Mata manusia terdiri atas bola mata yang memiliki 3 lapisan dinding yang disebut dengan sklera, kornea dan konjuntiva. Sklerea merupakan serat yang berwarna putih dan tak tertembus cahaya. Kornea sendiri merupakan bagian depan mata yang transparan. Sementara itu, konjungtiva merupakan lapisan transparan yang melindungi kornea dan kelopak mata.

Dalam mata manusia terdapat banyak sekali pembuluh darah yang mengantarkan nutrisi dan oksigen, salah satunya adalah ke retina mata. Koroid yang berwarna gelap mempunyai fungsi mencegah pantulan sinar. Itulah mengapa koroid mata berbentuk siliaris. Retina merupakan bagian pada mata yang membantu pekerjaan sistem indera untuk mengidentifikasi informasi untuk otak.

Hidung

Hidung manusia merupakan tonjolan vertebrata yang mempunyai lubang hidung. Fungsi utamanya sudah pasti untuk menyaring udara yang masuk. Pada hidung terdapat rongga yang berfungsi mengalirkan udara saat bernafas melalui tenggorokan menuju paru-paru. Saat bernafas, ada karbon dioksida dan uap air yang ikut keluar. Sementara mucous membrane berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam hidung manusia. Sejumlah sensor pada hidung akan menghantarkan informasi ke otak manusia.

Telinga

Telinga manusia menjadi organ yang mendeteksi atau mengenali suara di sekitar, termasuk mempunyai fungsi menjaga keseimbangan posisi tubuh manusia. Anatomi telinga manusia terbagi atas beberapa bagian, seperti bagian luar, daun telinga, liang telinga dan saluran telinga. Tahukah anda bahwa daun telinga adalah bagian yang mengarahkan gelombang suara menuju liang telinga; sedangkan gendang telinga yang berada di bagian tengah akan menerima gelombang suara sebelum diantarkan menuju otak.

Lidah

Lidah sejatinya merupakan otot pada dasar mulut yang membantu manusia melakukan sistem indera pengecap. Pengenalan akan rasa didukung oleh ale yang merupakan struktur lebih pengecap. Melalui lidah, manusia lantas mampu berbicara. Papila pada lidah memiliki bentuk benang, dataran dan berbentuk jamur.

Kulit

Peran kulit sangat besar dalam sistem indera peraba. Pada kulit, terdapat banyak sekali saraf yang sensitif atas sentuhan. Bagian kulit yang sangat sensitif terhadap sentuhan adalah jari dan bibir. Melalui kulit, manusia dapat mengidentifikasi rasa panas, dingin, kasar, halus hingga merasakan sakit. Susunan kulit manusia terbagi atas lapisan epidermis, dermis serta hipdermis. Lapisan epidermis merupakan salah satu bagian untuk sistem ekskresi.

Nah beberapa penjelasan diatas mengakhiri pemahaman kita kali ini. Demikian penjelasan seputar sistem saraf dan indera manusia, semoga membantu.