Organ reproduksi pria dan wanita sebagaimana yang kita semua pahami memiliki bentuk berbeda. Perbedaan juga terlihat jelas dari susunan struktur organ dalam dan luar. Sistem reproduksi dengan fungsi masing-masing berguna sebagai sarana bagi manusia untuk berkembang biak. Reproduksi merupakan kegiatan alami dari manusia dan dikategorikan sebagai kebutuhan mendasar. Pada kesempatan kali ini, pembaca akan memperoleh informasi lengkap dan mudah dimengerti. Jadi pastikan untuk membaca hingga akhir artikel.

Memahami Sistem Reproduksi Pada Manusia

Sistem Reproduksi Pada Manusia – Keunikan genetik sistem reproduksi antara pria dan wanita dapat diketahui melalui cara kerja organ reproduksi. Pemahaman sederhananya adalah upaya bagi manusia memeperoleh keturunan. Upaya tersebut melibatkan percampuran sel kelamin pria yang disebut dengan sperma dan sel kelamin wanita  yang disebut sel telur. Pertemuan antara sperma dengan sel telur akan membuat proses pembuahan terjadi.

Mamalia dan manusia melakukan proses reproduksi melalui aktivitas seksual. Proses pertemuan gamet jantan dan gamet betina disebut dengan proses fertilisasi. Pada tahap fertilisasi inilah akan diketahui apakah pembuahan berhasil atau justru gagal. Umumnya, sel telur pada tubuh wanita hanya akan menerima satu sel sperma saja dari jutaan sel yang masuk. Sel telur tersebut lantas akan membentuk zigot yang seiring berjalannya waktu terus berkembang. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan kemudian menjadi janin dengan anggota dan organ tubuh lengkap. Dari proses fertilisasi hingga melahirkan dibutuhkan waktu kurang lebih 36-40 minggu.

Sistem reproduksi pada manusia tergantung dari jenis kelaminya. Organ reproduksi wanita selain untuk memproduksi ovum, berfungsi pula sebagai tempat pertumbuhan janin sebelum terlahir. Sementara itu, organ reproduksi pria hanya memiliki satu fungsi, yaitu memproduksi dan menjadi tempat penyimpanan sperma. Sebelum sperma menyatu dengan ovum, harus bergerak melewati leher rahim – rahim – saluran ovarium. Ovum yang menjadi zigot kemudian bergerak dari tuba falopi menuju rahim. Proses persalinan merupakan tahap akhir janin untuk terlahir. Dalam proses ini, semua otot-otot pada rahim wanita akan berkontraksi dan melebar.

Struktur Organ Reproduksi Pria

Pengetahuan seputar sistem reproduksi manusia selalu menjadi pembahasan yang menarik. Selain karena menyangkut kebutuhan memperpanjang garis keturunan; juga memiliki koneksi dengan nilai dan aturan manusia dalam kehidupan individu ataupun sosial. Berbeda dengan hewan yang melakukan perkembangbiakan berdasarkan insting, manusia berkembangbiak menggunakan perasaan, didorong hormon dan kebutuhan biologis.

Berbeda dengan organ reproduksi wanita, organ intim pria hampir semuanya berada di luar tubuh. Walaupun organ vital pria hanya memiliki satu fungsi, yakni menghasilkan dan menampung cairan sperma; dalam faktanya organ kelamin pria masing-masing mempunyai tugasnya dalam proses reproduksi. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Penis, yaitu jaringan erektil yang mendeposit sperma secara aktif. Pada penis terdapat kapernus yang bertanggung jawab membesarkan dan menegangkan organ vital pria.
  2. Testis. Organ ini juga akrab disebut sebagai buah zakar. Memiliki posisi yang penting dalam menghasilkan hormon pada pria, yaitu hormon testoteron termasuk menghasilkan spermatozoa dalam jumlah besar. Testis akan menyimpan sel spermatozoa yang sudah terbentuk. Lantas kulit luar yang membungkus testis disebut dengan skrotum. Pada tubuh pria kulit skrotum membuat suhu sperma terjaga karena sperma tidak bisa bertahan terhadap suhu panas ataupun yang terlalu dingin. Buah zakar pria berjumlah sepasang yang dilingkupi oleh banyak pembuluh halus bernama tubulus seminioferus. Sebagai organ reproduksi jantan, testis bertanggung jawab menghasilkan sel pendukung proses reproduksi.
  3. Epididimis merupakan saluran yang menjadi tempat penampungan sperma sementara. Di dalam saluran epididimis, spermatozoa berkembang hingga matang dan siap untuk membuahi. Saluran ini memiliki panjang hingga 50 cm dari testis. Organ reproduksi pria umumnya memiliki satu epididimis.
  4. Kelenjar Prostat merupakan kelenjar yang membentuk cairan pelumas spermatozoa. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat akan keluar saat terjadinya ejakulasi. Cairan tersebut memiliki kandungan fruktosa, asam amino, askrobat yang diproduksi oleh vesikula seminalis alias kantong mani. Salah satu fungsi dari cairan yang dihasilkan oleh kelenjar prostat adalah menetralisasi asam saat sperma melalui saluran vas deferens.
  5. Vas Deferens merupakan saluran yang berujung ke kelenjar prostat. Cairan reproduksi yang harus ditampung ke dalam kantung sperma harus melewati vas deferens. Sperma akan disemprotkan melalui vas deferens untuk masuk ke uretra. Saluran uretra juga menjadi tempat untuk urine dan sperma keluar dari organ vital.

Usia menentukan kualitas dari kelancaran sistem reproduksi pria. Usia subur pria dimulai sejak memasuki pubertas. Kemudian kualitas akan menurus saat memasuki usia diatas 40 tahun. Penurunan kualitas sel jantan tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap mengikuti pertambahan usia. Risiko bagi pria yang memiliki anak di atas usia 40 tahun adalah adanya kemungkinan keturunannya mengalami masalah dalam kesehatan.

Struktur Organ Reproduksi Wanita

Tubuh wanita mempunyai struktur sistem reproduksi yang lebih kompleks. Apabila sebelumnya sudah dijelaskan bahwa organ reproduksi pria berfungsi untuk menyediakan dan memproduksi spermatozoa; organ reproduksi wanita lebih menerima dan menjaga sebuah proses yang luar biasa. Alat reproduksi wanita dibedakan sesuai dengan letaknya, yaitu kelamin bagian dalam dan kelamin bagian luar.

  1. Mon Veneris merupakan bagian kelamin luar yang letaknya tepat di bagian depan. Terlihat menonjol dan menutup pada bagian depan tulang kemaluan wanita.
  2. Labia Mayor. Organ ini masih terhubung dengan mon veneris dengan bentuk lonjong dan mengarah ke bawah kemaluan wanita. Labia mayor memiliki kelenjar lemak dan keringat serta di bagian luarnya tertutupi rambut kemaluan.
  3. Labia Minora, berada di bagian dalam labia mayor dengan bentuk lipatan kecil. Jika testis pria terbungkus oleh kulit skrotum; maka labia minora memiliki klitoris yang dapat teranalogikan serupa dengan skrotum.
  4. Klitoris. Bagi organ reproduksi wanita sensitif dan bersifat erektil. Hal ini terjadi karena terdapat banyak serat saraf dan juga pembuluh darah.
  5. Vestibulum terletak pada bagian leher vagina. Sistem reproduksi prosesnya dimulai melalui vestibulum yang berfungsi untuk mengeluarkan kelenjar  bartholin dan kelenjar sken serta saluran urin.
  6. Himen merupakan selaput tipis yang menjaga organ reproduksi wanita pada bagian luar. Dari dalam vagina wanita yang telah memasuki usia puber akan mengalami siklus menstruasi sehingga selaput himen tidaklah 100% menutupi lubang vagina. Bagi wanita yang akan melahirkan nantinya himen akan berubah menjadi karunkule mirtiformis yang berbentuk tonjolan kecil pada lubang vagina.
  7. Vagina merupakan saluran selaput yang menghubungkan bagian luar dengan rahim. Muskulomembranasea berasal dari otot levator ani dan otot dubur. Manusia bisa melatih bagian otot tersebut agar lebih kuat dan sehat. Vagina merupakan jalan untuk sistem reproduksi, menjadi jalan lahirnya janin dan juga sebagai saluran membuang darah menstruasi.
  8. Rahim atau uterus. Rahim pada organ reproduksi wanita merupakan organ tubuh utama yang berbentuk menyerupai buah pir dengan ketebalan kurang lebih 3 cm dan terletak di bagian dasar rahim atau fundus. Posisi bayi di dalam rahim memudahkan para dokter mengetahui usia kehamilan wanita.  Letaknya berada di atas rahim dengan permukaan bundar yang dapat dokter raba ketinggiannya saat memeriksa kandungan. Badan rahim atau korpus dilengkapi dengan dua lapisan otot myometrium dan parametrium. Lapisan dinding otot tersebut tebal dan juga elastis. Bagi wanita yang mengandung, dinding otot akan membesar dan menyesuaikan perkembangan janin. Leher rahim atau serviks, berada di bgian paling bawah uterus yang menghubungkan kandungan pada vagina. Ketika masa subur, serviks akan basah dan licin. Wanita memiliki dua buah kantung telur yang terletak di kanan dan kiri kandungan. Posisinya sangat dekat dengan fundus, berbentuk seperti kacang almond berdiameter hingga 3 cm. Kantung telur merupakan tempat tubuh menyimpan calon sel telur. Folikel atau sel telur akan memberikan reaksi guna tubuh menghasilkan hormon reproduksi. Ketika melahirkan, tubuh wanita membawa hampir 2 miliar folikel. Jumlah tersebut akan terus berkurang seiring bertambahnya usia.
  9. Tuba Fallopi berbentuk pipa dan berguna menjadi jalan sel telur menuju kandungan pada saat ovulasi terjadi.

Ketahui Produksi Gamet Pada Organ Reproduksi

Gamet terbagi menjadi gamet jantan dan betina. Proses terbentuknya gamet disebut dengan gametogenesis yang diproduksi di dalam gonald. Sel germinal pada organ reproduksi harus melewati proses meiosis supaya kromosom diloid normal berubah menjadi haploid dengan 23 kromosom.

Testis pada organ reproduksi pria merupakan bagian tubuh yang bertanggung jawab menghasilkan sel spermatozoa. Proses spermotogenesis akan aktif ketika pria memasuki usia pubertas. Tubulus semineferus testis lantas akan mengirimkan sperma yang siap ke epididimis. Di dalam epididimis, sperma diaktifkan motilitasnya dengan memperoleh ekor yang mana sel sperma akan membentuk gamet fungsional. Dalam tubuh manusia, skortum berguna menjaga kelangsungan hidup sperma dengan cara menyediakan suhu yang normal dalam inti tubuh pria.

Selanjutnya adalah gametogenesis pada organ reproduksi wanita; sedangkan proses menghasilkan folikel dalam ovarium disebut sebagai oogenesis. Walaupun wanita sudah mempunyai sel telur semenjak dilahirkan, sel telur atau folikel baru matang saat memasuki usia pubertas. Oosit primer yang membentuk sel telur matang berupa 3 polar yang tidak memecah. Berbeda dengan sistem reproduksi pria, wanita pada saat oogenesis hanya menghasilkan satu folikel matang yang siap dibuahi.

Struktur Sperma Gamet Jantan

Sperma menjadi sel sistem reproduksi yang penting bagi seorang pria. Sel sperma membawa masing-masing jenis kelamin dengan struktur yang terdiri atas kepala, leher dan juga ekor. Kepala sperma memiliki inti nucleus; sedangkan bagian leher menghubungkan ekor agar menyatu. Panjang ekor sperma sendiri 10 kali lipat dari kepala yang berbentuk lonjong tersebut.

Sperma yang tubuh akan membelah menjadi spermatosit pertama dan kemudian membelah kembali menjadi spermatosit kedua. Setelah itu akan membelah kembali menjadi spermatid yang akun tumbuh sebagai spermatozoa matang. Proses ini akan terus berlangsung selama hidup pria dewasa yang normal. Nantinya, saat proses sistem reproduksi terjadi, spermatozoa akan keluar. Pembuahan yang berhasil salah satunya tergantung dari kualitas dari sperma.

Dalam setiap sel sperma, terkandung sel genetik pria; termasuk kromosom X dan Y yang menentukan jenis kelamin janin nantinya. Genetik tersebut dibawa oleh kepala sperma. Kepala sperma mempunyai enzim hyaluronidase yang berfungsi menembus sel telur. Enzim tersebut akan menghancurkan asam hialuronat yang menyelubungi sel telur. Sementara itu, leher sperma mengandung mitokondria yang memberikan energi. Mitokondria juga menjaga pergerakan dan kelangsungan hidup perjalanan sperma menuju sel telur. Bagian ekor sperma yang juga disebut sebagai flagellum merupakan penggerak sperma untuk berenang menuju saluran reproduksi wanita.

Umumnya, pria mampu memproduksi hingga 120 juta sperma setiap kali ejakulasi. Apabila yang kurang dari 15 sel sperma, maka oligospermia menjadi kecil untuk berhasil melakukan pembuahan. Motilitas sperma yang berkualitas mampu bergerak normal setidaknya satu jam setelah ejakulasi.

Struktur Ovum Gamet Betina

Sistem Reproduksi Pada Manusia –  organ reproduksi wanita menghasilkan ovum. Ovum sendiri merupakan DNA haploid yang tersusun dari 23 kromosom.  Ovum sebagai penjelasan jamak atas sel telur, sementara satu sel telur biasa disebut sebagai oosit. Wanita memiliki stok ovum yang akan berkurang dan habis begitu memasuki masa menopause. Komponen  pada ovum mempunyai fungsi memberikan nutrisi untuk perkembangan embrio saat pembuahan berhasil.

Oleh karena ukurannya yang besar, ovum bisa dilihat tanpa menggunakan alat bantu medik. Lapisan sitoplasma merupakan lapisan yang melingkupi ovum. Sitoplasma mengandung materi untuk keberhasilan sistem reproduksi. Sementara itu, membran vitellin merupakan lapisan transparan yang juga melingkupi ovum bagian dalam; sedangkan lapisan tebal yang melindungi ovum pada bagian tengah bernama zona pellusida. Kemudian ada mantel terluar yang terdiri atas sel granulosa disebut dengan korona radiata.

Dalam sistem reproduksi ovum yang siap menjalani proses fertilisasi; apabila terjadi pembuahan, maka ovum berkembang menjadi embrio. Sementara itu, ovum yang matang dan tidak dibuahi akan meluruh pada siklus menstruasi wanita. Tubuh wanita akan dipengaruhi sejumlah hormon saat proses oogenesi terjadi; antara lain adalah hormon follicle stimulating, hormon luteinixing, hormon estrogen, dan hormon progesteron.

Demikianlah informasi seputar sistem reproduksi pada manusia, semoga membantu.