Perkembangan tabel periodik unsur

Pengelompokan unsur-unsur kimia terus mengalami perkembangan dimulai dari Antonie Lavoisier yang mengelompokkan unsur-unsur kimia berdasarkan sifat kelogaman, kemudian dilanjutkan oleh Triade Doberainer, Oktaf Newlands, tabel periodik unsur Lothar Meyer, tabel periodik unsur Mendeleyev, hingga tabel periodik unsur modern yang masih digunakan hingga saat ini.

Tabel periodik unsur Antonie Lavoisier

Pada tahun 1789, seorang ahli kimia yang berasal dari Prancis bernama Antonie Lavoisier mengelompokkan unsur – unsur kimia menjadi empat kelompok. Keempat kelompok unsur tersebut adalah sebagai berikut.

Kelompok IKelompok IIKelompok IIIKelompok IV
Hidrogen
Oksigen
Nitrogen
Cahaya
Kalor


Karbon
Fluor
Klor
Fosfor
Sulfur
Arsen
Argentus
Bismut
Kobalt
Nikel
Plumbum
Timah
Seng

Alumina
Barit
Kapur
Silika
Magnesia

Hukum Triade Dobereiner

Johann W. Dobereiner pada tahun 1829 menyusun penggolongan unsur yang didasarkan pada kenaikan massa atom. Hal ini dilakukannya karena ia yakin bahwa terdapat hubungan antara massa atom dengan sifat yang dimiliki oleh atom tersebut. Doberainer menyusun kelompok unsur – unsur yang memiliki kemiripan sifat berdasarkan kenaikan nomor massanya, dimana setiap kelompok yang disusun masing – masing terdiri atas tiga unsur. Hal inilah yang menyababkan susunan atom oleh Johann W. Dobereiner dikenal dengan hukum Triade.

Prinsip yang digunakan dalam hukum Triade ini ialah apabila tiga atom yang memiliki kemiripan sifat disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka massa unsur yang kedua selalu mendekati rata-rata massa atom yang pertama dan ketiga. Berikut beberapa contoh hukum Triade Doberainer.

UnsurMassaMassa Rata-Rata Unsur I dan Unsur III
Litium7,0
Natrium23,0
Kalium39,0
Klorin35,0
Bromin80,0
Iodin127,0

Hukum Oktaf Newlands

Seorang ilmuwan bernama John Newlands mencoba mencari hubungan antara sifat unsur dan nomor massa dengan cara yang berbeda dengan hukum Triade Doberainer. Newlands menyusun unsur – unsur berdasarkan kenaikan nomor massanya, dan ternyata unsur yang nomor massanya berselisih 8 memiliki sifat yang mirip.

Susunan unsur John Newlands ini kemudian dikenal dengan dengan hukum oktaf, karena ia membandingkan oktaf kimia dengan oktaf musik. Berikut tabel periodik unsur John Newlands (Hukum Oktaf)

Salah satu kelemahan dari pengelompokan unsur berdasarkan  hukum oktaf ini adalah hukum oktaf tidak berlaku untuk semua unsur, melainkan hukum ini hanya berlaku pada unsur-unsur yang memiliki massa atom yang rendah.

Tabel periodik unsur Lothar Meyer

Lothar Meyer pada tahun 1870 mencoba membuat pengelompokan unsur dengan memperhatikan sifat fisika, yaitu volum atom. Lothar Meyer membuat grafik hubungan antara volum atom dengan massa atom relatifnya sebagai berikut.

Pada lengkung meyer, unsur – unsur seperti Li, Na, K, Rb, dan Cs berada pada kedudukan yang setara yaitu berada dipuncak. Sementara itu unsur Be, Mg, Ca, Sr, dan Ba berada pada titik kedua dari puncak. Dan ternyata unsur-unsur berada pada kedudukan yang setara ini memiliki kemiripan sifat.

Tabel periodik unsur Mendeleyev

Pengelompokan unsur oleh Dimitri Mendeleyev didasarkan pada kenaikan massa atom relatifya yang mengalami perubahan secara berkala (periodik). Berikut tabel periodik unsur Mendeleyev.

Tabel periodik unsur modern

Henry Mosley mengembangkan tabel periodik unsur Mendeleyev. Mosley menemukan nomor atom dan melakukan pengelompokan unsur berdasarkan kenaikan nomor atomnya. Berikut tabel perioik unsur modern.

Golongan dan Periode

Golongan

Golongan merupakan lajur vertikal dalam sistem periodik unsur. Dalam sistem periodik unsur terdapat dua macam golongan, yaitu golongan utama atau golongan A dan golongan transisi atau golongan B. Golongan A terdiri atas 8 golongan yaitu golongan IA (Alkali), golongan II A (alkali tanah), IIIA (boron), IV A (karbon), V A (Nitrogen), VI A (oksigen), VII A (halogen), dan VIII A (gas mulia).

Golongan B atau golongan transisi juga terdiri atas 8 golongan yaitu golongan IB hingga VIII B, namun golongan VIII B terdiri atas tiga lajur vertikal dan golongan IB hingga VIIB hanya terdiri atas satu lajur vertikal. Dalam sistem periodik unsur golongan transisi atau golongan B ini terletak diantara golongan IIA dan IIIA.

Periode

Periode merupakan lajur horizontal dalam sistem periodik unsur. Terdapat 7 periode dalam tabel periodik unsur serta dua deret unsur terpisah yang terletak dibawah yaitu deret lantinida dan aktinida. Setiap periode memiliki jumlah unsur yang berbeda-beda sebagai berikut.

  1. Periode pertama terdiri atas dua unsur yaitu H dan He
  2. Periode kedua terdiri atas 8 unsur antara lain Li, Be, B, C, N, O, F, dan Ne
  3. Periode ketiga terdiri atas 8 unsur
  4. Periode keempat terdiri atas 18 unsur
  5. Periode kelima terdiri atas 18 unsur
  6. Periode keenam terdiri atas 32 unsur (unsur golongan utama ditambah unsur pada deret lantanida)
  7. Periode ketujuh terdiri atas 28 unsur (unsur golongan utama ditambah unsur golongan aktinida).

Sifat keperiodikan unsur

Jari-Jari atom

Jari-jari atom merupakan jarak antara inti atom dengan orbital elektron terluar. Besarnya dari jari-jari atom sering ditentukan dari muatan inti atom serta jumlah kulit dari elektron. Dalam satu golongan, semakin kebawah jari-jari atom semakin besar, hal ini disebabkan karena semakin kebawah jumlah kulit atom semakin banyak seiring dengan bertambanya nomor atom.

Sementara itu dalam satu periode semakin ke kanan jari-jari atomnya semakin kecil. Hal ini dikarenakan seiring dengan bertambahnya jumlah proton dalam inti atom, maka tarikan inti terhadap elektron dikulit terluar semakin kuat, sehingga jarak antara inti atom dengan orbital elektron terluar semakin dekat. Dengan demikian jari-jari atomnya semakin kecil.

Afinitas elektron

Afinitas elektron adalah energi yang dibutuhkan untuk menangkap elekron. Afinitas elektron dapat bernilai positif maupun negatif. Bernilai positif apabila pengikatan elekron memerlukan energi, sementara itu bernilai negatif apabila setelah pengikatan elektron terjadi pelepasan energi.

Selain unsur – unsur golongan gas mulia dan alkali tanah, afinitas elektron pada unsur golongan utama bernilai negatif. Dalam satu golongan, semakin kebawah afinitas elekron semakin berkurang (semakin kecil), sementara itu, dalam satu periode semakin kekanan afinitas elekron semakin meningkat (semakin besar)

Enegi Ionisasi

Energi ionisasi adalah besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron pada fase gas. Besarnya energi ionisasi dapat dinyatakan dengan satuan kJ mol-1. Dalam satu golongan semakin ke bawah letaknya, energi ionisasinya menjadi semakin kecil.

Hal ini dikarenakan semakin kebawah jari-jari atom semakin besar, sehingga tarikan inti terhadap elektron terluar semakin lemah akibatnya elektron semakin mudah lepas. Sementara itu, dalam satu periode, semakin kekanan energi ionisasi semakin besar. Semakin ke kanan jumlah proton dan elektron semakin meningkat, sehingga tarikan inti terhadap elektron dikulit terluar semakin kuat, akibatnya elektron sulit lepas.

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron. Dalam satu golongan letaknya, semakin ke bawah keelektronegatifan daripadanya jadi makin kecil, sementara itu lainnya, dalam satu periode makin ke kanan keelektronegtifan jadi makin besar.

Cara menghafal unsur dalam sistem periodik unsur

Unsur-unsur golongan IA

Unsur golongan I A terdiri atas H, Li, Na, K, Rb, Cs, fr. Adapun untuk mempermudah dalam menghafalkannya, dapat digunakan singkatan berikut.

Hari Libur Nanti Kalau RabCariSaya di Francis

Unsur-unsur golongan IIA

Unsur golongan II A terdiri atas Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra. Adapun untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan berikut.

Beli Mangga Campur Sirup Bagi Rata

Unsur-unsur golongan IIIA

Unsur golongan III A terdiri atas B, Al, Ga, In, tl. Adapun cara untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan berikut.

Bang AlGaIngin Telepon

Unsur-unsur golongan IVA

Unsur golongan IV A terdiri atas C, Si, Ge, Sn, Pb. Adapun cara untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan berikut.

Cerita Singkat Gegerkan SanPrabu

Unsur-unsur golongan VA

Unsur golongan V A terdiri atas N, P, As, Sb, Bi. Untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan sebagai berikut.

Nembak Pacar Asal Sabar Bisa

Unsur-unsur golongan VIA

Unsur golongan VI A terdiri atas O, S, Se, Te, Po. Untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan sebagai berikut.

Om, Saya Sedang Telepon Polisi

Unsur-unsur golongan VIIA

Unsur golongan VII A terdiri atas F, Cl, Br, I, At. Untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan sebagai berikut.

Faris Culun BarIkutan Atlentik.

Unsur golongan VIII A

Unsur golongan VIII A terdiri atas He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn. Untuk mempermudah dalam menghafalkannya dapat digunakan singkatan sebagai berikut.

Heboh Negara Arab Karena Xerangan Ranjau.