Photo by Ling Tang on Unsplash

Sistem ekskresi pada manusia merupakan sistem yang berfungsi mengolah sisa metabolisme seperti urea, racun, karbondioksida dan zat tak berguna pada tubuh lainnya. Organ-organ yang bertanggung jawab atas proses pembuangan tersebut adalah kulit, ginjal, hati, usus besar dan paru-paru. Kedepannya akan timbul masalah pada kesehatan apabila sistem ekskresi tidak bekerja dengan sempurna. Dapatkan informasi lengkap melalui artikel ini. So, make sure read this article until the end.

Mengenal Sistem Ekskresi Pada Manusia

Sistem Ekskresi Pada Manusia – Pernahkah pembaca merasa penasaran terhadap sistem metabolisme tubuh kita? Semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh tidak semuanya akan diolah menjadi energi. Terdapat pembagian proses yang nantinya menjadi darah, energi, lemak dan bahkan harus dibuang sebagai limbah.

Proses pembuangan racun dan limbah tersebut merupakan peran penting dari sistem ekskresi pada tubuh manusia. Bahkan, keringat dan gas karbon dioksida yang manusia keluarkan menjadi bentuk pembuangan zat beracun pada tubuh. Barulah zat padat yang tergolong sebagai sampah sisa metabolisme akan diekskresikan menjadi urea. Walau terlihat sederhana, tetapi peran proses ini sangat vital dalam menjaga stabilitas homeostatis.

Melalui lima organ penting seperti usus besar, paru-paru, ginjal, hati dan kulit; kerusakan pada tubuh dapat dihindari. kelima organ memiliki perannya masing-masing terhadap sistem ekskresi manusia. Ginjal dalam tubuh mempunyai fungsi untuk menghasilkan cairan urin. Sementara itu, urea atau sisa metabolisme zat padat akan dikeluarkan oleh hati sebagai filter. Barulah sisa nutrisi yang oleh usus kecil tidak diserap oleh usus besar akan disalurkan menuju dubur dalam bentuk feses.

Secara tak terduga, kulit menjadi organ tubuh yang mengambil peran dalam proses ekskresi. Racun akan dikeluarkan melalui keringat. Demikian juga dengan paru-paru manusia yang akan mengeluarkan karbon dioksida dalam tubuh. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari peran kelima organ vital tersebut.

Fungsi Organ Tubuh Paru-Paru

Selama ini, kita mengenal organ tubuh paru-paru sebagai sistem pernapasan yang mana setiap kali manusia bernapas ada pertukaran antara oksigen yang masuk dengan gas karbon dioksida dan uap air keluar. Paru-paru memang bertugas untuk memenuhi asupan oksigen di dalam tubuh. Namun, dibalik aktivitas bernapas ternyata terdapat sistem ekskresi pada tubuh manusia.

Selain urin dan feses, karbon dioksida turut menjadi limbah terbanyak. Gas yang keluar melalui saluran respirasi seluler merupakan hasil pembuangan sisa metabolisme. Sejatinya, gas karbon dioksida adalah racun bagi tubuh manusia. Pembuangan gas tersebut bisa melalui hidung dan mulut. Trakea berguna membagi udara masuk ke dalam saluran-saluran yang tepat, seperti bronkial dan alveoli. Alveoli atau kantung udara menjadi tempat oksigen terserap. Selanjutnya, oksigen tersebut masuk ke pembuluh darah dan langsung menuju jantung. Baru kemudian jantung akan memompa oksigen bersamaan dengan darah menuju sel-sel pada tubuh.

Sementara itu, gas karbon dioksida yang terserap di dalam darah akan mengalir kembali ke paru-paru melalui pembuluh darah balik. Karbon dioksida dan air akan berdifusi dalam kantung udara. Kemudian, sistem ekskresi mengeluarkan zat beracun tersebut melalui setiap hembusan napas manusia. Tubuh manusia memiliki sepasang paru-paru yang terletak di sisi kanan dan kiri. Lebih tepatnya, paru-paru terletak di rongga dada dan terlindungi oleh tulang rusuk. Ukuran paru-paru sebelah kanan lebih besar ketimbang sebelah kiri yang terletak dekat dengan jantung.

Peristiwa manusia bersin sebenarnya merupakan mekanisme tubuh mengeluarkan benda asing dari sistem pernapasan. Benda asing tesebut dapat berupa debu, zat kimia, kuman, virus, bakteri ataupun kotoran. Setiap kali kita menghembuskan napas, terkandung hingga 5% karbon dioksida. Tubuh mengeluarkan hingga 300 liter gas karbon dioksida yang sifatnya sangat mematikan dalam tubuh manusia.

Fungsi Organ Tubuh Ginjal

Organ tubuh utama yang menyerap sisa metabolisme adalah ginjal. Organ ini akan menyerap limbah dalam darah. Kotoran yang berhasil difilter oleh ginjal akan dikeluarkan sebagai urin. Urin keluar melalui ureter menuju vesika urinaria. Setiap jamnya, ginjal menyaring kurang lebih 7 liter darah dalam tubuh manusia. Barulah darah yang bebas dari zat beracun tersebut akan dipergunakan kembali. Sementara itu, darah kotor akan diproses oleh ginjal melalui sistem ekskresi untuk keluar dari tubuh.

Tubuh manusia memiliki sepasang ginjal yang terdiri atas neftron, sedangkan satu buah ginjal mempunyai kurang lebih satu juta nefron. Unit-unit kecil di dalam nefron terdiri atas tubulus distal dan proksimal, henle dan kapsula bowman yang masih terbagi lagi atas glomerulus. Glomerulus merupakan pembuluh darah kapiler. Sumbu panjang ginjal atau buah pinggang terletak sejajar dengan ujung atas yang sedikit lebih miring pada posisi tulang belakang.

Korteks atau kulit ginjal menjadi lapisan terluar. Korteks mempunyai warna yang lebih gelap. Pasalnya, terdapat arteri renal yang berfungsi menyuplai darah. Sementara itu, medula atau sumsum menjadi lapisan kedua di dalam ginjal. Bagian ini disebut sebagai pelvis renalis. Ukuran ginjal berbeda pada masing-masing orang, umumnya seukuran kepalan tangan manusia. Diameter ginjal untuk pria dewasa kurang lebih 11,5 sentimeter dengan berat mencapai 170 gram. Sementara itu, ginjal pada wanita dewasa  memiliki panjang kurang lebih 12 sentimeter dengan berat mencapai 155 gram.

Sistem ekskresi ginjal pada tubuh manusia melewati beberapa tahap; yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. Urin yang keluar dari tubuh kita membawa sejumlah zat beracun dan limbah; antara lain berupa urea, ammonia, air, hormon, zat empedu, garam, dan masih banyak lainnya. Letak ginjal tepat di sisi tulang rongga perut belakang, dengan bentuk menyerupai kacang merah.

Fungsi Organ Tubuh Hati

Hati menjadi organ sistem ekskresi yang memiliki bobot mencapai satu kilogram. Pada tubuh manusia, hati memiliki peran penting sebagai barier kekebalan tubuh dan proses metabolisme. Organ satu ini berada tepat di bawah kanan bawah diagfragma tubuh. Salah satu zat beracun yang menjadi musuh organ hati adalah amonia. Amonia yang berubah menjadi urea sejatinya adalah zat sisa limbah protein. Darah akan difilterisasi oleh hati supaya bisa dipisahkan limbahnya. Hati bekerja cukup keras untuk menyaring darah dari tubuh yang mengkonsumsi obat-obatan ataupun alkohol.

Sel darah merah yang rusak serta kelebihan zat warna empedu atau bilirubin akan dibuang melalui sistem ekskresi. Kelebihan bilirubin bisa membuat manusia mengalami penyakit kuning. Nantinya, zat warna empedu akan keluar menjadi cairan menuju usus. Di dalam usus masih dibutuhkan proses memberi warna pada urin atau urobilin dan feses atau sterkobilin. Cairan emepedu yang masuk ke usus akan memecah lemak pada proses pencernaan. Empedu sendiri mempunyai kandungan air, asam, garam, kolesterol, zat warna dan lainnya.

Fungsi Organ Tubuh Kulit

Sistem ekskresi melalui kulit terlihat sederhana, padahal faktanya tidaklah demikian. Kulit mempunyai dua kelenjar keringat, yaitu ekrin dan apokrin. Kedua kelenjar memiliki fungsinya masing-masing. Ekrin akan mengeluarkan asam, amonia, urea, potasium dan garam. Sementara itu, apokrin akan mengeluarkan protein yang mengandung lemak. Manusia mempunyai kurang lebih 4 juta kelenjar keringat.

Kelenjar ekrin tidak menghasilkan keringat yang berbau dan lebih encer. Pasalnya kelenjar ini terhubung langsung ke permukaan kulit. Berbeda halnya dengan kelenjar apokrin yang mengandung lemak. Keringat yang dihasilkan menimbulkan bau dan terdapat di antara folikel rambut ketiak dan kepala. Saat tubuh manusia berkeringat merupakan hal yang wajar terjadi karena tubuh sedang mengendalikan stabilitas suhunya. Keluarnya keringat melalui kulit merupakan sistem ekskresi yang bertujuan untuk membuang zat beracun seperti logam, bakteri, bikarbonat, bisphenol, polychlorinated dan masih banyak lainnya. Pada tubuh manusia dewasa terdapat jaringan kulit seluas 2000 mtr2.

Kulit manusia masih harus terbagi ke dalam dua lapisan, yaitu kulit ari dan kulit jangat. Kulit ari atau epidermis memiliki lapisan tanduk dan dalam. Lapisan tanduk atau startum korneum tersusun atas jaringan sel yang pipih dan berfungsi untuk mencegah bakteri dan virus penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh; sedangkan lapisan dalam menghasilkan pigmen, lusidum, stratum granulosum dan sel aktif.

Sementara itu, lapisan kulit dermis terdiri dari pembuluh darah, ujung saraf, glandula sudorifera, glandula sebassea, dan akar rambut. Melalui kapiler darah, kelenjar keringat menyerap cairan. Lapisan ini lebih tebal dari kulit ari. Pembuluh kapiler berfungsi mengirimkan nutris pada akar rambut. Mekanisme hipotalamus juga menghasilkan enzim bradikini yang memicu produksi kelenjar keringat. Rangsangan yang terjadi dapat membantu sistem ekskresi melalui kulit.

Fungsi Organ Tubuh Usus Besar

Usus menjadi organ tubuh yang menyerap hampir 90% nutrisi dalam tubuh. Usus manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu halus dan besar. Fungsi dari usus besar adalah menyerap nutrisi makanan dan minuman yang tidak terserap sempurna oleh usus halus. Barulah sistem ekskresi bekerja setelah sisa makanan dan minuman ditemukan. Usus besar mempunyai bakteri baik yang bertugas menghadang patogen. Lapisan mukosa juga menjadi barier pencegah bakteri jahat terserap oleh tubuh.

Sisa-sisa tersebut akan dikeluarkan melalui rektrum dalam bentuk feses. Feses terdiri atas zat-zat yang oleh tubuh tidak mampu dicerna. Usus besar menjadi organ tubuh manusia yang berperan besar dalam sistem ekskresi. Dibandingkan dengan usus lainnya, ukuran usus besar justru lebih pendek yaitu sekitar 1,5 hingga 2 meter. Proses membagi antara nutrisi dan limbah membutuhkan enam tahapan sebagai berikut.

  1. Sekum atau usus buntu akan menyerap sisa garam dan mengendalikan jumlah makanan yang masuk ke dalam usus.
  2. Asenden yang berukuran paling besar menyerap nutrisi yang terlewat dari usus halus.
  3. Transversum merupakan bagian dari usus besar yang direkatkan oleh omentum dan bertugas meneruskan makanan ke desenden.
  4. Desenden terletak di sebelah kiri perut yang berfungsi sebagai penampungan sementara feses.
  5. Sigmoid berbentuk menyerupai huruf s menjadi saluran antara desenden dengan rektrum.
  6. Rektrum menjadi tempat akhir feses sebelum dibuang melalui anus. Pada rektrum terdapat saraf yang terhubung ke otak kita. Saraf tersebut berfungsi mengirimkan sinyal kontraksi.

Penyakit Akibat Sistem Ekskresi Terganggu

Penyakit akibat sistem ekskresi terganggu – Proses ekskresi yang terganggu pastinya dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti ginjal yang gagal menyaring sisa metabolisme sehingga jumlah air, tekanan darah dan elektrolit tidak bisa terkontrol dengan benar. Peristiwa demikian jelas membahayakan tubuh, lantaran zat beracun dan cairan berbahaya masih berada dalam tubuh manusia.

Selain itu, infeksi kandung kemih juga merupakan salah satu komplikasi dari gangguan sistem ekskresi yang mana bakteri berpindah dari saluran kemih ke dalam ginjal. Bakteri yang dimaksudkan adalah bakteri e-coli pada feses manusia. Kemudian mineral yang mengendap dalam ginjal berpotensi menjadi batu ginjal. Mineral yang dimaksud adalah zat limbah yang mengkristal dalam darah seiring berjalannya waktu. Adapula penyakit yang disebabkan infeksi bakteri nefritis.

Cara Menjaga Stabilitas Metabolisme Tubuh

Sistem Ekskresi Pada Manusia – Penyakit batu ginjal sendiri bisa diatasi melalui metode pengobatan dokter; bisa dengan operasi, minum obat ataupun terapi invasif yang bertujuan untuk menghancurkan gumpalan mineral yang mengkristal melalui saluran kemih. Selain itu, disarankan pula untuk cukup meminum air putih dan sebisa mungkin untuk tidak mengkonsumsi alkohol dan minuman bersoda. Mengurangi rokok juga menjadi langkah baik dalam mencegah gangguan sistem ekskresi.Sebaiknya, kita juga menerapkan pola makan yang sehat, yaitu dengan penerapan empat sehat dan lima sempurna dan membiasakan diri untuk melakukan olahraga rutin agat tubuh secara aktif terus bergerak.

Demikian pembahasan seputar sistem ekskresi pada manusia, semoga membantu.