Islam merupakan salah satu agama dengan penganut terbesar di Indonesia. Awal mula penyebaran Islam di Indonesia dikatakan sudah dimulai sejak para pedagang India muslim yang tiba di Indonesia sekitar abad ke-13, meskipun terdapat pendapat yang mengatakan bahwa pedagang muslim telah datang ke Nusantara sejak berabad-abad. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar sejarah Islam di Indonesia dari kerajaan-kerajaan dan teori-teori. Maka silakan simak penjelasannya di bawah ini hingga tuntas.

Teori Penyebaran Islam di Indonesia 

Menyangkup tentang teori, peyebaran agama ini di Indonesia terdapat empat macam secara umum. Yakni mulai dari Teori Gujarat sampai Teori Mekkah. Inilah keterangan dari teori-teori tersebut.

1. Teori Gujarat

Menurut teori ini, Islam dibawa oleh para pedagang muslim dari Gujarat, India ke Nusantara pada abad ke-13. Pada saat itu, pedagang dari Gujarat melakukan kontak dengan Kerajaan Samudera Pasai. 

Teori ini diperkuat dengan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh yang bercorak Gujarat.

2. Teori Persia

Teori ini mengemukakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dari Persia. Hal ini berdasarkan ajaran Islam yang masuk pada awal penyebarannya adalah ajaran Syiah yang dibawa dari Persia. Selain itu, terdapat persamaan tradisi yang ada di Indonesia dengan Persia, salah satunya adalah perayaan Tabuik/Tabut.

3. Teori China

Berdasarkan teori ini, Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh masyarakat muslim China yang datang dari Kanton ke Nusantara sekitar abad ke-9. Hal ini diperkuat dengan bukti bahwa Raden Patah adalah keturunan China, penulisan gelar raja-raja Demak dengan huruf China dan catatan yang menyatakan bahwa pedagang China yang pertama kali tiba di Nusantara.

4. Teori Mekkah

Berdasarkan teori ini, penyebaran Islam di Indonesia dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Islam ke seluruh dunia pada abad ke-7. 

Hal ini dibuktikan dengan adanya perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara dan Kerajaan Samudera Pasai yang menganut mazhab Syafi’i. 

Kerajaan Islam di Indonesia

Sedangkan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia meliputi Kesultanan Perlak, Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Aceh Darussalam, Cirebon, Demak, dan masih banyak lagi lainnya, simak penjabaran berikut ini.

1. Kesultanan Peureulak/Perlak

Kesultanan ini memerintah sekitar tahun 840 hingga 1292 dan berkuasa di wilayah Peureulak, Aceh Timur. Sultan pertama yang memimpin kesultanan ini adalah Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah.

Keberadaan kesultanan ini tercatat dalam buku Zhufan Zhi yang ditulis oleh Zhao Rugua pada tahun 1225 dan penjelajah Marco Polo yang sempat singgah di negeri Ferlec yang kemungkinan adalah Kesultanan Peureulak.

Kesultanan ini berakhir dengan bersatunya Kesultanan Peureulak dengan Kerajaan Samudera Pasai, setelah sultan terakhir Kesultanan Peureulak, yakni Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan berdaulat meninggal dunia.

2. Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu yang memiliki gelar Sultan Malik as-Saleh mulai dari tahun 1267 hingga 1521. Kerajaan Islam ini menganut mazhab Syafi’i. 

Keberadaan Kerajaan Samudera Pasai tercatat dalam kitab Rihlah ila I-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) yang ditulis oleh Abu Abdullah Ibnu Batuthah.

Sebelum keruntuhannya, di Pasai terjadi pertikaian yang berujung kepada perang saudara. Namun Kerajaan Samudera Pasai sendiri akhirnya berakhir setelah ditaklukan oleh Portugis pada tahun 1521. 

3. Kesultanan Aceh Darussalam

Kesultanan ini berdiri pada tahun 1496 hingga 1903 dengan Sultan Ali Mughayat Syah sebagai sultan pertamanya. Kerajaan ini merupakan penggabungan dari beberapa kerajaan, seperti Daya, Pedir, Lidie dan Nakur. Kemudian pada tahun 1524, Kerajaan Samudera Pasai menjadi bagian dari Kesultanan Aceh Darussalam.

Kesultanan Aceh Darussalam berakhir setelah Sultan Muhammad Daudsyah dibuang ke Ambon kemudian ke Batavia pada tahun 1907.

4. Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon berdiri pada abad ke-15 hingga abad ke-17 dan merupakan salah satu pangkalan yang menjadi jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Sultan yang memerintah pertama kali adalah Pangeran Walangsungsang. 

Saat masa kemerdekaan, Kesultanan Cirebon yang daerahnya mencakup Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon menjadi kesatuan dalam Indonesia.

5. Kesultanan Demak

Kesultanan Demak berdiri pada tahun 1475 – 1554 di pantai utara pulau Jawa. Sultan yang pertama memerintah sekaligus mendirikan kesultanan ini adalah Raden Patah yang kemungkinan adalah seorang keturunan Tionghoa. 

Kerajaan Demak berakhir setelah terjadi pemberontakan pada tahun 1554 yang dilakukan oleh Adipati Pajang Joko Tingkir dalam rangka merebut Kesultanan Demak dari Arya Penangsang. 

6. Kesultanan Pajang

Kesultanan Pajang yang dipimpin oleh Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya berdiri sejak tahun 1568-1586. Kesultanan ini merupakan kelanjutan dari Kesultanan Demak yang wilayahnya meliputi Pengging, Tingkir, Butuh dan sekitarnya.

Kesultanan ini runtuh setelah terjadinya persaingan antara putra dan menantunya, yakni Pangeran Benawa dan Arya Pangiri.

7. Kesultanan Mataram

Kesultanan ini berdiri sejak tahun 1588 hingga 1680 yang dipimpin oleh Danang Sutawijaya (Panembahan Senopati). Pada masa kejayaannya, Kesultanan Mataram pernah menyatukan pulau Jawa, kecuali Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon.

Keruntuhan Kesultanan Mataram disebabkan oleh banyak pemberontakan yang juga melibatkan VOC. Sehingga akhirnya Kesultanan Mataram terbagi menjadi 2, yakni Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

8. Kesultanan Ternate

Kesultanan ini memiliki nama Kerajaan Gapi. Kesultanan ini berdiri mulai dari tahun 1257 hingga 1950 dan pertama kali didirikan oleh Baab Mashur Malamo. Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate mencakup Maluku, Sulawesi utara, timur, tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga Kepulauan Marshall.

9. Kesultanan Tidore

Kesultanan Tidore didirikan di Kota Tidore, Maluku Utara dan berlangsung sejak tahun 1081 hingga 1950. Kerajaan ini pertama kali dipimpin oleh Muhammad Naqil (Kolano Syahjati). 

10.Kesultanan Gowa

Kesultanan ini mulai berkuasa sejak tahun 1300 hingga 1946. Sultan yang terkenal pernah memimpin kesultanan ini adalah Sultan Hasanuddin. Kesultanan Gowa didirikan pertama kali oleh Tumanurung Bainea yang merupakan seorang perempuan.

Masyarakat Gowa terkenal akan kerajinannya yang berkaitan dengan pelayaran. Salah satu contohnya adalah kapal Pinisi dan Lombo yang terkenal hingga ke mancanegara.

Berakhirnya kesultanan ini setelah Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin mendeklarasikan diri sebagai raja terakhir Kesultanan Gowa setelah Kesultanan Gowa bergabung dengan Indonesia.

Itulah sedikit penjelasan tentang sejarah penyebaran agama Islam dan kerajaan-kerajaan yang bernuansa Islami yang pernah berkuasa di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.