Tahukah kita tentang apa dampak terburuk jika pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sebuah negara tidak terjadi dengan baik atau terganggu? Maka hal yang akan terjadi adalah ketimpangan dan adanya pengangguran di mana-mana. Sedangkan pengangguran ini adalah masalah yang berat bagi setiap negara. Untuk itu, kita akan membahas masalah ini terlebih dahulu.

Penyebab Pengangguran

Masalah pengangguran ini biasanya terjadi jika jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak mencukupi. Sedangkan banyaknya calon tenaga kerja yang akan melamar pekerjaan terlalu banyak. Sehingga terjadi ketimpangan dan hal ini akan berujung kepada maraknya pengangguran. Masalahnya, pengangguran ini akan membuat banyak hal buruk dalam sebuah pemerintahan. Hal ini akan membuat produktivitas menjadi menurun dan menimbulkan masalah kemiskinan. Pendapatan penduduk yang berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali setelah adanya pengangguran akan mengakibatkan penurunan konsumsi. 

Tentu saja, masalah ini akan berujung kepada penurunan kemakmuran dan kesejahteraan yang seharusnya didapatkan oleh setiap penduduk di setiap negara manapun. Bahkan, efek psikologis yang buruk untuk kesehatan juga bisa membuat pengangguran menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Hal ini akan membuat pertumbuhan perekonomian negara menjadi berkurang dan akan berdampak kepada keuangan negara. Pengangguran sendiri merupakan istilah yang digunakan jika seseorang tidak memiliki pekerjaan baik yang tetap maupun yang tidak tetap. Dan juga, seseorang yang hanya bekerja kurang dari 2 jam setiap harinya juga dikategorikan sebagai pengangguran. Jika tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih dalam dan berbahaya akibat dampak pengangguran, maka dibutuhkan solusi nyata dari pihak pemerintah. 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Nah, setelah kita mengetahui apa itu pengangguran yang menjadi dampak dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang tidak stabil, maka kali ini kita akan membahas apa itu pertumbuhan ekonomi. Secara bahasa, pertumbuhan ekonomi ini berarti perkembangan produksi berupa barang dan jasa dalam sebuah negara yang kian berkembang atau bertambah. Masalah pertumbuhan ekonomi jika dibiarkan akan menjadi masalah makroekonomi dalam jangka yang panjang. Pertumbuhan ekonomi akan menghasilkan produksi baik barang dan jasa yang akan selalu bertambah dari periode ini ke periode lainnya. Tidak hanya jumlah yang diproduksi saja, teknologi yang digunakan juga akan kian berkembang. 

Sayangnya, berkembangnya produksi barang dan jasa dalam sebuah negara yang menyatakan arah pertumbuhan ekonomi yang positif tidak melulu diikuti dengan kemampuan produksi yang baik.  Sebab, seringnya penambahan jumlah barang dan jasa yang sudah diproduksi tidak diikuti dengan pertambahan faktor-faktor produksi yang seharusnya juga ikut bertambah. Hal inilah yang membuat pertambahan produksi yang sebenarnya tidak sebanding dengan pertambahan perkembangan produksi tersebut. Hal ini yang membuat perkembangan ekonomi menjadi lebih lambat dari yang seharusnya.

Faktor-Faktor Pembangunan Ekonomi

Tentu saja ada banyak faktor yang nantinya akan mempengaruhi adanya pembangunan ekonomi. Namun, untuk lebih jelasnya, faktor-faktor ini nanti akan dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yakni:

  • Faktor ekonomi
  • Faktor non ekonomi

Untuk jenis faktor ekonomi sendiri juga memiliki beberapa jenis instrumen yang akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Faktor-faktor yang tergolong di dalam pembagian ini adalah : SDM, SDA, keahlian dan modal. Untuk bagian SDA maka faktor ini akan mencangkup masalah kekayaan alam yang dimiliki oleh negara tersebut. Misalnya saja bagaimana kekayaan tanah, tingkat kesuburan, hasil laut, penambangan dan bagaimana jenis cuacanya. SDA ini nantinya akan berperan sangat penting untuk ketersediaan bahan utama untuk dijadikan sebagai proses produksi yang akan dihasilkan. Sedangkan keahlian berguna sebagai sumber yang terbaik selain mesin untuk mengolah bahan baku untuk menghasilkan produksi. 

Keahlian ini juga harus didukung dengan SDM yang mumpuni. Sebab, SDM yang nantinya akan mengolah dan menggunakan mesin-mesin produksi. Seharusnya, tingginya jumlah penduduk dalam suatu negara juga akan membuat potensi produksi menjadi tinggi. Apalagi jika SDM yang dimiliki terlatih dan memiliki skill mumpuni. Selain SDA, SDM dan keahlian, kita juga membutuhkan sumber daya modal. Modal atau investasi ini sangat diperlukan agar bisa mendapatkan dan menumpuk bahan baku sekaligus memproses proses produksi tersebut. Sedangkan faktor non ekonomi ini seperti kelembagaan, politik, sistem yang digunakan dan kondisi kultur sosial budaya.

Pengertian Pembangunan Ekonomi

Selain pertumbuhan, kita juga mengenal istilah pembangunan ekonomi, pembangunan ini adalah:

  • Proses untuk merubah secara berkelanjutan agar tercapai perubahan yang baik untuk meningkatkan pendapatan produk per kapita.
  • Usaha untuk mengoptimalkan pendapatan secara merata hal ini termasuk di dalamnya pembangunan yang dilakukan secara merata dan juga keadilan dalam pembagian hasil.
  • Usaha untuk meningkatkan jumlah taraf hidup masyarakat dan melihat bagaimana pertumbuhan penduduk.

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi ini selalu berdampingan dan berkesinambungan. Pembangunan ekonomi juga ada berdasarkan beberapa indikator-indikator tertentu. Dimana indikator ini menentukan bagaimana laju dari pembangunan ekonomi dalam sebuah wilayah tertentu. Pentingnya indikator-indikator tersebut bisa dijabarkan dengan pernyataan dibawah ini:

  • Bertugas sebagai pemantau untuk mengetahui bagaimana perilaku perekonomian sebuah negara.
  • Digunakan untuk dasar pengambilan keputusan penting terkait perekonomian.
  • Digunakan untuk perbandingan internasional dan analisis perekonomian yang sedang berjalan.

Indikator dari pembangunan ekonomi ini bisa dikelompokkan menjadi 3 bagian pokok, yaitu:

1. Indikator Moneter

Indikator pokok yang pertama akan kita bahas ini adalah jenis indikator yang nantinya memiliki kaitan dengan uang yang beredar di sebuah negara. Uang yang dimaksud adalah jenis pendapatan setiap masyarakat di negara tersebut. Tentu saja, pendapatan atau uang ini nantinya akan membuat pembangunan ekonomi semakin baik.  Apalagi jika pendapatan per kapita penduduk sudah sangat tinggi, hal ini akan menunjang pembangunan yang lebih baik nanti kedepannya. Jadi, sangat penting untuk bisa menentukan keuangan yang stabil agar pembangunan ekonomi juga merata dan tidak terganggu.

2. Indikator Non-Moneter

Indikator umum yang kedua adalah jenis indikator yang tidak berhubungan langsung dengan uang dan pendapatan, namun dengan kehidupan dalam bermasyarakat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi sebuah pembangunan ekonomi seperti interaksi sosial penduduk. Seperti mengenali hubungan interaksi sosial dengan pembangunan yang bisa terjadi. Jika jenis sosial yang dimiliki oleh sbeuah negara simbang dengan pendapatannya, maka pembangunannya akan semakin baik. Tapi, coba bayangkan pembangunan ekonomi yang terjadi di lingkungan sosial yang tidak baik. 

3. Indikator Campuran

Indikator umum ketiga adalah jenis campuran, ini termasuk di dalamnya masalah pendidikan, kesehatan, kriminalitas, keahlian dan faktor berpengaruh lainnya. seperti perkembangan ekonomi di daerah yang minim kriminalitas, pasti akan lebih mendukung adanya pertumbuhan yang baik dan stabil. Namun, hal ini akan berbanding terbalik jika masalah pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan penduduk yang menurun. 

Nah, demikianlah pembahasan dan hubungan antara pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dalam sebuah negara.  Semua faktor-faktor yang berpengaruh harus tetap berkesinambungan dan diperhatikan dengan baik agar negara tetap memiliki perekonomian yang baik.