Biji adalah alat perkembangbiakan dari tumbuhan. Biasanya biji dihasilkan oleh tumbuhan yang berbunga. Tumbuhan ini dinamakan Spermatophyta atau tanaman berbiji. Fungsi lain dari biji ialah sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dari tumbuhan. Biji juga dijadikan sebagai makanan untuk organisme lain seperti burung pemakan biji – bijian seperti burung merpati atau burung pipit.

Tahukah kamu bahwa tumbuhan berbiji dibagi menjadi dua macam jenis berdasarkan perbedaan bijinya. Yaitu ada tumbuhan berbiji terbuka dengan nama ilmiah Gymnospermae dan tumbuhan berbiji tertutup dengan nama ilmiah Angiospermae. Angiospremae juga terdapat dua jenisnya sendiri yang berbeda. 

Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Nama ilmiah dari biji terbuka ini berasal dari bahasa Yunani yaitu gymnos yang berarti terbuka dan spermae yang berarti biji. Tumbuhan berbiji terbuka ialah tumbuhan yang bijinya tidak tertutupi oleh bakal buah. Jadi, biji pada tumbuhan ini tidak terletak pada buahnya melainkan bisa di bagian tumbuhan yang lain.

Spesies Gymnospermae telah ada di bumi sejak 410 – 360 tahun yang lalu. Jauh sebelum era dinosaurus dimulai. Dalam klasifikasi tumbuhan modern, dikatakan bahwa Angiospermae merupakan salah satu keturunan Gymnospermae. 

Saat ini ada empat divisi spesies dari Gymnospermae yang masih hidup yaitu pinophyta atau tetumbuhan runjung, ginkgophyta atau tumbuhan ginkgo, cycadophyta atau pakis haji dan kerabatnya, dan gnetophyta atau tumbuhan melinjo dan kerabatnya. Informasi tersebut akan kita bahas dalam bagian klasifikasi tumbuhan. Sekarang kamu perlu mengetahui ciri – ciri dari Gymnospermae terlebih dahulu.

Ciri Ciri Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Sebelum kamu lebih lanjut mempelajari jenis tumbuh ini, kamu harus mengetahui ciri – ciri dasar dari tumbuhan berbiji terbuka. Ciri – ciri tumbuhan berbiji terbuka ialah sebagai berikut :

  • Akar tunggang

Akar tunggang ialah akar primer yang besar dan memiliki cabang akar yang besar pula.

  • Bentuk daun yang sempit, tebal, dan kaku
  • Struktur tulang daun yang teratur
  • Tidak memiliki mahkota pada bunganya
  • Bakal biji berada di luar, tidak terlindungi oleh daun buah
  • Penyerbukan yang dibantu oleh angin.

Setelah kamu mengetahui ciri – ciri dari jenis tumbuhan ini, selanjutnya kamu akan mempelajari tentang klasifikasi jenis tumbuhan ini. 

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae) 

Dalam tumbuhan berbiji terbuka, terdapat empat klasifikasi berdasarkan kelasnya. Berikut penjelasannya.

  1. Cycadales

Berasal dari divisi Cycadophyta, tumbuhan pada kelas ini memiliki bentuk batang yang tidak bercabang, daun yang majemuk, dan daunnya tersusun di puncak pohon menjadi tajuk. Contoh tubuhan yang termasuk dalam kelas ini ialah pohon pakis haji.

2. Ginkgoales

Berasal dari divisi Ginkgophyta, tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli yang berasal dari cina. Memiliki ciri daun yang berbentuk kipas dan mudah gugur. Pada musim penyerbukan, pohon akan membuat bau busuk sehingga dijauhi oleh makhluk hidup lain. Kelas ini hanya memiliki satu pohon yaitu pohon Ginkgo.

3. Coniferales

Nama lain dari coniferales adalah tumbuhan runjung. Tumbuhan ini memiliki ciri daun yang berbentuk jarum dan tajam. Tumbuhan ini termasuk jenis tumbuhan purba karena sudah ada sejak 345 juta tahun yang lalu. Memiliki empat famili dalam kelasnya yaitu Araucariaceae, Podocarpaceae, Pinaceae, dan Cupreassaceae. 

4. Gnetales

Berasal dari divisi Gnetophyta, tumbuhan ini memiliki ciri batang pohon yang lurus dan bercabang, berakar tunggang, dan motif tulang daun yang menyirip. Contoh yang umum dari jenis ini adalah pohon melinjo. 

Reproduksi Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Siklus pertumbuhan pada jenis Gymnospermae dibagi menjadi dua yaitu reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif. Kamu bisa mempelajari keduanya pada penjelasan di bawah ini.

  • Reproduksi Generatif

Reproduksi generatif adalah jenis perkembangbiakkan secara kawin atau pembuahan. Maka dari itu reproduksi ini membutuhkan alat kelamin tumbuhan betina yaitu putik dan alat kelamin tumbuhan jantan yaitu benang sari. Reproduksi generatif pada tumbuhan biasanya dibantu oleh serangga atau angin. Contoh mudah dari reproduksi generatif adalah pohon mangga.

  • Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif adalah perkembangbiakkan tanpa perkawinan atau pembuahan. Tumbuhan dengan reproduksi vegetatif memperoleh tunas barunya melalui bagian tubuh induknya. Reproduksi ini bisa juga disebut dengan reproduksi aseksual. Contoh dari reproduksi aseksual atau vegetatif adalah pohon pisang.

Contoh Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Ada banyak contoh tumbuhan yang bisa kamu pelajari. Barangkali salah satu dari contoh di bawah ini terdapat di sekitar tempat kamu tinggal. Apa saja contohnya? Simak rangkuman berikut.

  1. Pohon Cemara

Araucaria Cunninghamii yang merupakan nama ilmiah dari pohon cemara adalah tumbuhan yang berkayu dan memiliki bentuk daun yang indah. Tersebar di berbagai penjuru dunia dan bisa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi.

2. Pohon Pinus

Memiliki nama ilmiah Casuarina Equisetifolia, pohon pinus memiliki getah yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupannya sehari – hari. Contohnya getah pinus dalam pembuatan sabun atau cat.

3. Pakis Haji

Terkenal dengan nama ilmiah Cycas Rumphii, tanaman ini biasanya adalah tanaman yang dibudidayakan di pekarangan rumah. Namun daun dari tanaman ini bisa dijadikan sebagai lalapan loh.

4. Zamia

Tanaman yang jarang terdengar di telinga kita ini memiliki nama ilmiah Zamia Furfurfacea. Pohon ini biasanya dijadikan tanaman hias oleh beberapa orang. Perawatannya mudah karena tanaman ini dapat hidup di kondisi cuaca yang panas, namun tetap membutuhkan air sebagai makanannya.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui berbagai informasi tentang tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Selanjutnya kamu akan mempelajari jenis tumbuhan berbiji tertutup atau dikenal dengan nama ilmiah Angiospermae.

Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Angiospermae berasal dari dua kata yaitu angio yang berarti tertutup dan spermae yang berarti biji, Angiospermae adalah tumbuhan dengan biji yang tertutupi oleh suatu badan yang berasal dari daun buah atau bakal buah. Jadi jika kamu sedang makan suatu buah yang terdapat biji di dalamnya, maka pohon buah tersebut termasuk ke dalam jenis tumbuhan Angiospermae

Jumlah spesies jenis tumbuhan ini 250.000 spesies yang dikelompokan menjadi 300 famili. Tidak heran jika kamu dapat menemukan jenis tumbuhan ini di sekitar tempatmu tinggal. 

Ciri – Ciri Tumbuhan Berbiji Terbuka (Angiospermae)

Ciri – ciri dari Angiospermae sangatlah mudah untuk dikenali. Berikut beberapa ciri yang bisa kamu pelajari dari jenis tumbuhan ini beserta penjelasannya.

  • Memiliki bunga sejati
  • Berakar serabut
  • Buah yang berdaging tebal
  • Biji terlindungi oleh bakal buah
  • Memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi
  • Struktur tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga
  • Bentuk tulang daun yang bervariasi, tidak hanya menyirip
  • Berdaun lebar dan pipih
  • Memiliki struktur bunga yang lengkap ; kelopak, mahkota, benang sari, dan putik
  • Batang berkambium dan tidak berkambium
  • Batang bercabang dan tidak bercabang

Itulah beberapa ciri dasar yang terdapat pada tumbuhan jenis Angiospermae. Selanjutnya kamu akan mempelajari tentang klasifikasi pada Angiospermae.

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Pada Angiospermae, klasifikasinya dibagi menjadi dua yaitu monokotil dan dikotil. Berikut untuk penjelasan lebih detailnya.

Monokotil

Kata mono berarti tunggal. Jadi monokotil ialah berbiji tunggal. Maka arti monokotil pada Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup yang tunggal. Tumbuhan monokotil memiliki cirinya sendiri yaitu :

  • Bukan tumbuhan berkayu
  • Tidak memiliki kambium
  • Batang tumbuhan yang kecil dan tidak bercabang
  • Struktur tulang daun yang sejajar atau melengkung
  • Jumlah mahkota pada bunga biasanya berkelipatan 3
  • Berakar serabut
Dikotil

Jika monokotil adalah berbiji satu, maka dikotil ialah berbiji dua. Maksud dari berbiji dua yaitu dikotil memiliki 2 kotiledon. Jadi jika biji dikotil dibelah, maka akan terlihat seperti memiliki biji dalam biji. Adapun ciri – ciri pada tumbuhan dikotil sebagai berikut :

  • Batang berkayu dan bercabang serta memiliki cambium
  • Akar tunggang
  • Struktur tulang daun yang menyirip
  • Jumlah mahkota pada bunga biasanya kelipatan dua atau lima

Nah, dari ciri – ciri monokotil dan dikotil yang sudah disebutkan di atas, perbedaan keduanya sudah sangat jelas bukan? Terutama pada bagian batang. Sangat mudah membedakan mana yang tumbuhan monokotil dan yang tumbuhan dikotil walau hanya dari batang tumbuhannya saja.

Reproduksi Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) melakukan proses reproduksi dengan cara yang sama seperti tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) yaitu dengan cara generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual).