Jumlah penduduk di Indonesia saat ini termasuk salah satu tertinggi di dunia, tepatnya setelah Tiongkok, Amerika Serikat, India, kemudian Indonesia menduduki peringkat keempat. Namun jumlah penduduk yang besar ini memunculkan berbagai permasalahan, salah satunya dalam bidang ketenagakerjaan. Permasalahan ketenagakerjaan ini pun juga tidak hanya dialami Indonesia saja, namun juga negara-negara lainnya. Masalah ini dapat muncul tak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia dan juga kesempatan kerja yang ada. Sehingga menyebabkan penduduk di sebuah negara tidak semuanya memiliki kesempatan kerja. Bahkan bagi mereka yang memiliki pengalaman sekalipun, belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan. Masalah ketenagakerjaan ini tentunya bisa berdampak serius ke berbagai bidang, termasuk perekonomian negara. 

Pengertian Ketenagakerjaan

Menurut Undang-Undang no.13 tahun 2013, pengertian tentang ketenagakerjaan bukan hanya mengenai kegiatan di masa kerja saja. Namun ketenagakerjaan adalah hal yang berkaitan dengan tenaga kerja, baik sebelum, selama, maupun sesudah masa kerja. Yang dimaksudkan tenaga kerja disini adalah setiap orang yang mampu dan bisa melakukan sebuah pekerjaan yang dapat menghasilkan barang/jasa yang nantinya dapat berguna baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat secara umum. Peraturan undang-undang tersebut juga mengatur tenaga kerja asing yang sedang bekerja di Indonesia. Syarat penting bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia haruslah memiliki visa kerja. 

Selain itu ada pula kategori bukan tenaga kerja, yaitu penduduk diluar usia kerja yaitu pada rentang usia dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun. Bukan tenaga kerja disini adalah warga yang dianggap tidak mau dan tidak mampu bekerja meskipun terdapat permintaan untuk bekerja. Misalnya saja anak-anak, lansia, atau pensiunan. Berbeda dengan penduduk yang masuk ke dalam kategori tenaga kerja, menurut UU no 13 tahun 2003 menjelaskan jika penduduk Indonesia yang masuk sebagai kategori tenaga kerja berada pada usia 15-64 tahun. 

Pengelompokan Tenaga Kerja 

Pengelompokan tenaga kerja secara umum terbagi menjadi 3 kelompok, dimana pengelompokan ini berdasarkan pada kemampuan, skill, dan kualifikasi yang dimiliki pekerja. Adapun pengelompokan tenaga kerja antara lain sebagai berikut:

Tenaga Kerja Terdidik

Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja atau seseorang yang mempunyai pengetahuan dan keahlian di bidang tertentu. Kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya ini didapatkan melalui pendidikan formal. Misalnya saja pengacara, notaris, dokter, polisi dan lainnya.

Tenaga Kerja Terlatih

Yang dimaksud dengan tenaga kerja terlatih disini adalah kategori tenaga kerja yang mendapatkan keahlian umum melalui pendidikan non formal. Seperti kursus, pelatihan keterampilan, dan masih banyak lainnya. Misalnya saja tukang jahit, juru masak, tukang las, dan masih banyak lainnya. Meskipun umumnya keahlian yang dimiliki bisa didapatkan dari pendidikan non formal, namun tenaga kerja terlatih juga bisa mendapatkan keahlian tersebut melalui pendidikan formal seperti misalnya ahli autopsi, ahli forensik, dan ahli bedah. 

Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih

Untuk kategori ini pada dasarnya melakukan pekerjaan yang tidak mengharuskan untuk memiliki keahlian ataupun kewajiban tertentu. Misalnya saja seperti buruh pasar, pembantu rumah tangga dan lainnya. 

Bukan Tenaga Kerja

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada penduduk yang juga bisa masuk dalam kategori bukan tenaga kerja. Tidak semua orang dapat diartikan menjadi tenaga kerja. Sesuai dengan UU no.13 tahun 2003 menjelaskan tentang bukan tenaga kerja merupakan orang yang belum memasuki usia kerja ataupun seseorang yang telah memasuki usia kerja namun tidak bekerja dikarenakan alasan tertentu. 

Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia 

Banyak dan padatnya penduduk di Indonesia secara tak langsung dapat memberikan permasalahan dalam bidang ketenagakerjaan yang dapat berdampak bagi pembangunan ekonomi Indonesia, antara lain adalah:

Jumlah Angkatan Kerja Yang Banyak

Sebenarnya tidak masalah jika jumlah angkatan kerja di sebuah negara cukup banyak. Hanya saja di Indonesia, jumlah perusahaan tidak terlalu banyak serta daya serap yang juga terbilang sedikit. Padahal pemerintah mengharapkan jika setiap perusahaan bisa menjaring angkatan kerja sebanyak mungkin dan berpotensi menjadi tenaga kerja. Jika hal ini tidak diatasi maka akan menyebabkan angka pengangguran semakin bertambah dan menyebabkan pembangunan ekonomi cenderung stagnan hingga mengalami penurunan. Karena itulah pemerintah perlu menerapkan strategi yang tepat guna menangani masalah jumlah angkatan kerja yang banyak tersebut. 

Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja

Kuantitas angkatan kerja yang semakin banyak ternyata tidak diimbangi dengan kualitas tenaga kerja. Kualitas tenaga kerja di Indonesia terilang rendah dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah ataupun belum memadai sesuai jenis pekerjaan yang ada. Tentunya ini akan berimbas pada rendahnya tingkat tenaga kerja yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga secara otomatis ini juga akan berakibat pada rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja.

Persebaran Tenaga Kerja Tidak Merata

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia juga berkaitan dengan persebaran tenaga kerja yang tidak merata. Sebagian besar tenaga kerja hanya tersebar di Pulau Jawa saja. Sedangkan untuk pulau lainnya mengalami kekurangan tenaga kerja dalam bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, dan lainnya. Sehingga menyebabkan banyaknya tingkat pengangguran di Pulau Jawa namun kekurangan tenaga kerja di luar Pulau Jawa. 

Gaji Tenaga Kerja Yang Rendah

Masalah ini umumnya terjadi pada golongan pekerja kasar yang memiliki keterampilan dan pendidikan yang rendah. Posisi yang tidak menguntungkan menyebabkan daya tawar yang dimiliki begitu rendah sehingga sulit untuk bisa meraih gaji tinggi. Jika pekerja tidak dapat meningkatkan kualitas diri, tentu saja tingkat kesejahteraan mereka juga tidak akan membaik. Karena itulah solusi untuk memperbaikinya adalah dengan meningkatkan kualitas diri. sehingga memiliki nilai tawar dan gaji yang tinggi. 

Pertumbuhan Lapangan Kerja Yang Lambat

Kekurangan tenaga kerja yang berkualitas tentu juga dapat mempengaruhi perusahaan. Ini akan mengakibatkan perusahaan menjadi kurang berkembang dikarenakan tenaga kerja berkualitas yang dimiliki sangat sedikit. Hal ini pula lah yang kemudian membuat perusahaan tidak berani untuk membuka lapangan pekerjaan besar dikarenakan khawatir jika mendapatkan pekerja dengan kualitas rendah. Sehingga untuk mengantisipasi hal ini dibutuhkan peningkatan kualitas tenaga kerja agar bisa sesuai kualitas yang diinginkan. Pelatihan yang dilakukan perusahaan juga sudah tersebutkan dalam Undang-undang khusus yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Jaminan Sosial Yang Kecil

Masalah ini umumnya  terjadi pada golongan pekerja kasar dan rendah yang terkadang tidak dilindungi jaminan asuransi. Padahal sekecil apapun serta seberapa kasarpun pekerjaan yang dilakukan pasti memiliki resiko dan kerugian bagi pekerja. Jika dibiarkan saja maka akan membuat pekerja merasa tidak aman saat bekerja. Padahal perlindungan asuransi seperti ini sudah diatur dalam Undang-Undang.

Kesejahteraan Hidup Rendah

Bukan hanya jaminan sosial, masalah kesejahteraan tenaga kerja yang ada di Indonesia juga terbilang rendah. Gaji yang didapatkan tak seimbang dengan kebutuhan yang kian bertambah. Pemerintah pun terkesan mengabaikan kebutuhan para pekerja, baik itu kebutuhan primer ataupun sekunder hingga tersier. Dengan begitu, mau tidak mau tenaga kerja harus bisa berusaha hidup sesuai dengan pendapatan yang diterima. Kesejahteraan yang rendah ini juga yang menjadi pemicu masalah sosial seperti kemiskinan.

Banyak Munculnya Pengangguran

Rasanya masalah pengangguran menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pemerintah dan menjadi permasalahan yang cukup serius dalam ketenagakerjaan. Bahkan tingkat pengangguran di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia. Hal ini bisa diakibatkan karena krisis ekonomi serta kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang menjadi pemicu munculnya pengangguran. Ditambah lagi dengan semakin menurunnya lapangan pekerjaan yang membuat semakin banyak tenaga kerja yang menganggur.

Permasalahan ketenagakerjaan menjadi salah satu permasalahan yang serius dan membutuhkan perhatian khusus. Mengingat hal ini akan berpengaruh bagi kehidupan ekonomi sebuah negara. Namun tentu saja pemerintah tidak bisa bertindak seorang diri, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan solusi terbaik.