Saat ini, sebagian besar perguruan tinggi dan perusahaan mensyaratkan pelamarnya untuk melampirkan sertifikat kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Salah satu tujuan yang ingin dicapai melalui syarat ini adalah untuk meningkatkan kualitas internal dalam institusi tersebut supaya bertaraf internasional.

Pada umumnya, semakin tinggi kualitas atau level institusi tersebut, persyaratan kemampuan berbahasa Inggris yang diajukan pun semakin tinggi. Selain itu, dari segi individu pun tertarik untuk memperoleh skor kemampuan berbahasa Inggris yang tinggi. Mereka rela merogoh kocek cukup banyak untuk belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasanya. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas dan kapasitas diri agar lebih mudah diterima di berbagai perguruan tinggi dan/atau perusahaan besar dan ternama.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut, berbagai jenis tes bahasa Inggris pun dibuat dan diadakan. Dari sekian jenis tes bahasa Inggris, terdapat tiga jenis tes yang paling umum dan sering disyaratkan oleh berbagai institusi berbagai negara. Ketiga jenis tes tersebut adalah TOEFL, IELTS dan TOEIC. Berikut kami memaparkan fitur dan perbedaan dari dari tiap-tiap tes tersebut.

TOEFL

TOEFL merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language. Tes ini sangat familiar dan digunakan oleh berbagai perguruan tinggi maupun perusahaan kecil sampai besar. Pada tahun 1963, TOEFL dikembangkan oleh Center for Applied Linguistics di Universitas Stanford. Untuk saat ini, TOEFL dikelola oleh ETS (Educational Testing Service). TOEFL digunakan untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika.

Awalnya, TOEFL hanya dilaksanakan secara manual menggunakan kertas dan dikenal dengan istilah TOEFL-PBT (Paper Based Test). Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul jenis TOEFL yang lain berupa TOEFL-CBT (Computer Based Test) dan TOEFL-IBT (Internet Based Test). Kedua jenis tersebut menggunakan media yang sama, yaitu komputer. Hanya saja, TOEFL-IBT menggunakan koneksi internet selama pengerjaan soal.

Materi yang diujikan dalam TOEFL terdiri dari tiga bidang, yaitu listening comprehensionstructure and written expression dan reading comprehension.

Secara keseluruhan, jumlah soal dalam TOEFL adalah 140 soal dengan durasi waktu pengerjaan sekitar 2-2,5 jam (TOEFL-PBT dan TOEFL-CBT) atau 4 jam (TOEFL IBT).

Umumnya, jenis TOEFL yang sering digunakan adalah TOEFL-PBT yang memiliki rentang skor 310-677. Dari rentang tersebut, sebagian besar perguruan tinggi dan perusahaan memberikan syarat skor minimal sejumlah 450-550 poin.

IELTS

IELTS (International English Language Testing System) merupakan sistem tes kemampuan berbahasa Inggris yang diakui oleh dunia internasional. Berbeda dengan TOEFL yang berfokus pada logat Amerika, IELTS khas dengan logat British. Selain itu, bidang yang diujikan dalam IELTS lebih banyak daripada TOEFL, yakni listening, reading, writing dan speaking dengan durasi waktu pengerjaan sekitar 3 jam.

Berbeda dengan TOEFL yang berfokus pada logat Amerika, IELTS khas dengan logat British.

Dalam pelaksanaannya, IELTS menyediakan dua jenis jes, yakni IELTS Academic dan IELTS General Training. IELTS Academic dapat diikuti oleh siswa dan/atau mahasiswa untuk mendaftar pada tingkat sarjana dan/atau pascasarjana di berbagai perguruan tinggi dalam negara yang berbahasa Inggris. Sedangkan IELTS General Training dapat diikuti oleh peserta yang ingin mendaftar sebagai siswa sekolah menengah, profesional yang melamar pekerjaan, dan orang-orang yang akan berimigrasi ke negara berbahasa Inggris, khususnya negara-negara persemakmuran Britania Raya.

Rentang skor yang digunakan dalam IELTS adalah 0-9 band system. Setiap institusi menetapkan skor IELTS minial masing-masing sebagai persyaratan individualnya. Meskipun demikian, sebagian besar institusi pendidikan tinggi di negara-negara Eropa seringkali mensyaratkan skor minimal 6-6,5 untuk mendaftar di perguruan tinggi.

TOEIC

Selain TOEFL dan IELTS, salah satu jenis tes kemampuan berbahasa Inggris yang sering dipakai dan disyaratkan adalah TOEIC (Test of English for international Communication). Berbeda dengan kedua jenis tes bahasa Inggris sebelumnya, TOEIC memiliki fungsi yang lebih spesifik.

Pada umumnya, orang-orang yang mengikuti TOEIC adalah mereka yang akan mendaftar sebagai pengajar Bahasa Inggris ataupun menjadi pengajar di luar negeri. Selain itu, TOEIC seringkali digunakan untuk berbagai keperluan terkait bisnis, industri dan perdagangan. Berdasarkan data yang diperoleh dari International Test Center, TOEIC menyediakan tiga program tes, yaitu TOEIC Listening and Reading Test, TOEIC Speaking and Writing Test dan TOEIC Bridge.

Program pertama adalah TOEIC Listening and Reading Test digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang berbahasa Inggris, baik dari segi mendengarkan maupun dari segi membaca dalam kehidupan sehari-hari. Jenis tes ini terdiri dari 200 soal dengan jawaban berupa pilihan ganda yang dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama adalah mendengarkan. Para peserta akan dihadapkan pada 100 soal tentang photographs (10 soal), question-response (30 soal), short conversations (30 soal) dan short talks (30 soal) dengan durasi waktu pengerjaan sesi ini adalah 45 menit.

Sesi kedua adalah membaca. Sesi ini memuat 100 soal dan terdiri dari incomplete sentence (40 soal), error recognition and text completion (12 soal) dan reading comprehension berupa single passage (28 soal) dan double passage (20 soal). Durasi waktu yang disediakan untuk mengerjakan sesi ini adalah 75 menit.

Program kedua adalah TOEIC Speaking and Writing Test. Jenis tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara dan menulis bahasa Inggris untuk dunia bisnis. Kemampuan berbicara sangat diperlukan untuk melakukan presentasi secara efektif, komunikasi tatap muka, rapat, konferensi melalui video, telekonferensi dan percakapan melalui telepon. Keterampilan menulis penting untuk menulis email yang jelas dan persuasif, juga dalam jenis korespondensi bisnis lainnya. Tes ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama adalah berbicara yang berisi 11 pertanyaan dengan durasi waktu sekitar 20 menit. Masing-masing pertanyaan berisi perintah dan kriteria tertentu sebagai berikut.

PertanyaanSoalKriteria Evaluasi
1–2Membaca bacaan dengan suara lantang· Pengucapan (Pronunciation)· Intonasi dan penekanan (stress)
3Mendeskripsikan sebuah gambarSama dengan diatas dan ditambah:· Tata bahasa (Grammar)· Kosakata· Penekanan (Cohesion)
4-6Menjawab pertanyaanSama dengan diatas dan ditambah:· Kesesuaian jawaban· Kelengkapan jawaban
7-9Menjawab pertanyaan dengan menggunakan informasi yang tersediaSama dengan diatas
10Mengajukan solusiSama dengan diatas
11Mengekspresikan pendapatSama dengan diatas

Pada sesi kedua, bidang yang diujikan adalah kemampuan menulis yang memuat 8 pertanyaan dengan durasi waktu pengerjaan sekitar 60 menit. Sama seperti sesi sebelumnya, sesi menulis juga memuat perintah dan kriteria penilaian tertentu sebagai berikut.

PertanyaanSoalKriteria Evaluasi
1-5Menulis kalimat berdasarkan pada sebuah gambar· Tata bahasa (Grammar)· Kesesuaian antara kalimat dengan gambar
6-7Menjawab permintaan membuat sebuah tulisan· Kualitas dan variasi kalimat-kalimat yang dibuat· Kalimat· Kosakata· Pengaturan kata dan kalimat yang dibuat
8Menulis opini dalam bentuk karya tulis· Apakah opini Anda didukung dengan penjelasan dan/ atau contoh· Tata bahasa (Grammar)· Kosakata· Pengaturan kata dan kalimat yang dibuat

Program ketiga yang diselenggarakan oleh TOEIC adalah TOEIC Bridge. Tes ini didesain untuk tingkat pemula dan bertujuan untuk mengukur kemampuan mendengarkan dan membaca yang digunakan di lingkungan global. Berbagai sekolah bahasa, pendidikan tinggi, universitas, korporasi dan pemerintahan di berbagai belahan di dunia menggunakan TOEIC Bridge untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris siswa dan karyawannya. Jenis tes ini terdiri dari dua sesi dengan pertanyaan total sejumlah 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu yang disediakan selama 90 menit (60 menit untuk menjawab pertanyaan dan 30 untuk melengkapi kuesioner singkat terkait latar pendidikan dan pendidikan peserta tes).

Sesi pertama adalah listening comprehension. Pada sesi ini, peserta akan mendengarkan rekaman pernyataan, pertanyaan, percakapan dan pembicaraan singkat dalam bahasa Inggris. Sesi ini terdiri dari 50 pertanyaan berupa photographs (15 pertanyaan), question-response (20 pertanyaan) dan short conversation and short talks (15 pertanyaan). Durasi waktu yang disediakan untuk mengerjakan selama 25 menit.

Sesi kedua merupakan reading comprehension. Pada sesi ini, peserta akan membaca 1 artikel singkat yang digunakan untuk menjawab 50 pertanyaan dengan durasi waktu pengerjaan selama 35 menit. Sesi ini terdiri dari dua bagian, yaitu incommplete sentences (30 pertanyaan) dan reading comprehension (20 pertanyaan).