Jika membahas tentang pengertian teknologi reproduksi dan bioteknologi, maka kita akan membahas satu persatu tentang apa pengertian di balik istilah tersebut. Misalnya saja tentang teknologi reproduksi. Reproduksi sendiri merupakan istilah untuk perkembangan atau perkembangbiakkan. Jika dihubungkan dengan teknologi, istilah ini mengacu pada proses perkembangbiakkan menggunakan peralatan dan teknologi canggih. Jadi, istilah ini menggambarkan metode ilmu dengan penggunaan alat-alat canggih agar menghasilkan keturunan atau suatu produk. Teknologi reproduksi ini sendiri telah banyak berkembang yang meliputi inseminasi buatan, donor sel telur atau sperma dan perlakuan hormonal.

Bagaimana Peranan Teknologi Reproduksi Untuk Menghasilkan Spesies Baru?

Seperti yang sudah kita bahas di atas, tujuan dari teknologi reproduksi ini untuk menghasilkan produk atau keturunan. Istilah metode ini juga mengacu kepada rekayasa genetika atau merekayasa suatu produksi. Metode ini menggunakan DNA yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar menghasilkan produk yang lebih baik. Inilah salah satu tujuan atau output dari teknologi reproduksi. Pernahkah kamu melihat domba atau hewan peliharaan lainnya yang terlihat berbeda dengan asalnya? Nah, bisa jadi hal tersebut hasil dari rekayasa genetika.

Bukan hanya upaya penelitian, rekayasa produksi ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk kesejahteraan manusia. Bahkan, rekayasa produksi ini menggunakan metode rekombinan DNA. Proses rekombinan DNA ini sendiri sangat susah dan pelik, yang mana ketika kita mengotak atik DNA maka akan muncul spesies baru dengan bentuk, warna dan/atau sifat yang berbeda. Penemu metode ini sendiri sudah mendapatkan pengakuan dunia dan hadiah nobel tahun 1983. Beliau bernama McClintock.

Jenis Teknik Yang Digunakan Pada Teknologi Rekayasa Reproduksi

Untuk menghasilkan spesies baru atau perkembangbiakkan melalui teknologi rekayasa reproduksi ini, maka dibutuhkan beberapa metode sebagai berikut.

Teknik Kloning

Percobaan pertama yang berhasil tercipta akibat teknik kloning ini sudah ada pada tahun 1977. Kala itu, seekor domba berhasil terlahir menggunakan pembuahan tanpa adanya perkawinan. Domba yang diberi nama Dolly ini tercipta dari hasil metode aseksual. Dengan menggunakan susunan DNA yang sama dengan sang induk, teknik kloning akan menghasilkan fenotip dan genotip yang mirip dengan induknya. Kegunaannya? Tentu untuk menghasilkan spesies unggulan yang sama persis dengan induk mereka. Sayangnya teknik kloning yang berhasil menciptakan domba dolly ini dianggap gagal karena domba Dolly sendiri harus disuntik mati sebab memiliki tubuh yang lemah dan mudah sakit. Alasan dibalik masalah kesehatan yang dideritanya ini ternyata berasal dari sel kloningnya yang mana dia di kloning dari sel induk yang sudah berumur 6 tahun. Sehingga, dolly secara otomatis lahir namun struktur organ dan tulangnya sudah berumur sama dengan induknya. Jadi, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kloning ini.

Kultur Jaringan

Teknik yang kedua bisa disamakan dengan metode vegetatif yakni stek. Sama halnya dengan menyetek, pada metode kultur jaringan maka potongan sel akan diperbanyak dan tumbuh layaknya indukan yang digunakan. Kultur jaringan ini akan menghasilkan banyak anakan yang pastinya unggulan. Tata cara penanamannya juga menggunakan metode hidroponik alias penanaman dengan media air. Jadi, metode yang satu ini merupakan hasil kloningan dengan cara vegetatif. Metode ini layak dipakai sebab bisa menghasilkan bibit baru dalam jumlah banyak dan sifatnya unggulan.

Jenis-Jenis Rekayasa Reproduksi Umum

Setelah membahas beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menghasilkan spesies baru di atas. Tentu, masih ada jenis teknik lain yang tergolong di dalam rekayasa reproduksi yang umum dilakukan seperti berikut.

Hibridisasi

Teknik ini merupakan teknik silang agar bisa menghasilkan bibit unggulan dari spesies yang sama. Hibrida akan menghasilkan bibit yang memiliki kualitas atau sifat unggulan dari kedua jenis indukan tersebut sehingga sifat unggulan dari induk pertama dan induk kedua akan tercampur. Biasanya ini teknik yang dilakukan untuk anggrek, jagung dan tebu.

Produksi Insulin

Ini merupakan metode untuk menggabungkan DNA manusia ke dalam sel bakteri. Tujuannya sangat banyak. Beberapa diantaranya adalah untuk menciptakan tanaman yang bisa memproduksi secara manual zat koagulan. Tumbuhan yang tercipta nantinya juga mampu melakukan proses fiksasi nitrogen dan yang terpenting bisa menghasilkan bibit unggulan.

Bayi Tabung

Rekayasa genetika yang juga tak kalah populer apalagi untuk sekarang ini adalah bayi tabung. Mendengar namanya pasti sudah tidak asing lagi, bukan? Ya, sesuai dengan namanya pembuahan yang menghasilkan bayi memang dilakukan dalam sebuah tabung. Jika sudah terbuahi dengan baik dan memiliki potensi berkembang yang besar maka baru dipindahkan lagi ke dalam rahim sang ibu.

Inseminasi Buatan

Metode ini digunakan untuk hewan yang mana reproduksi hewan bisa dilangsungkan tanpa perlu ada hewan jantan. Nantinya, sel sperma dari hewan jantan akan diambil dan dimasukkan ke bagian kelamin hewan betina sehingga terjadi pembuahan dengan harapan menghasilkan anakan yang unggul serta berkualitas.

Pengertian Bioteknologi

Bioteknologi adalah cabang ilmu pengetahuan untuk memanfaatkan makhluk hidup beserta produk yang dihasilkannya agar bisa diolah menjadi produk atau jasa yang menguntungkan. Jadi, bioteknologi menggabungkan proses biologi dan industri agar bisa menghasilkan produk atau jasa yang lebih bermanfaat. Metode ini telah berlangsung semenjak ribuan tahun yang lalu, sebenarnya. Sebab, metode ini yang menghasilkan bir, roti maupun keju dan olahan lainnya. Sedangkan bioteknologi yang digunakan di dalam dunia kesehatan menghasilkan temuan vaksin, insulin atau antibiotik.

Jenis-Jenis Bioteknologi

Pembahasan kita kali ini tentang teknologi reproduksi dan bioteknologi memiliki sub bahasan yang sama. Dimana bioteknologi sendiri juga memiliki berbagai jenis yang membedakannya. Perbedaan bioteknologi ini dibagi menjadi beberapa warna. Warna ini sendiri menyatakan jenis atau cabang ilmu yang berkaitan, yakni seperti berikut.

Red Biotechnology

Cabang warna merah menyatakan pengembangan bioteknologi di dalam dunia medis atau pengobatan. Tentu saja akan mencangkup semua masalah pengobatan untuk manusia. Tahapan ini dimulai dari pencegahan, diagnosis hingga pengobatan atau pemberian solusi. Contoh penggunaan bioteknologi untuk kesehatan ini seperti penggunaan sel untuk dijadikan vaksin atau penggunaan sel pengganti jika sel tubuh mengalami kerusakan.

Blue Biotechnology

Sedangkan warna biru sendiri menyatakan penggunaan metode ini untuk bidang akuatik alias perairan. Jadi, proses yang berlangsung di dalam air akan dicover dalam ilmu ini. Misalnya saja budidaya kerang atau ikan bersirip agar bisa digunakan sebagai bahan pakan manusia. Proses ini termasuk di dalam  akuakultur. Seiring dengan perkembangannya, ada banyak hal terbaru di sektor bioteknologi biru ini. Misalnya saja vaksin untuk ketahanan bagi beberapa ikan agar tidak mudah diserang penyakit berbahaya.

Green Biotechnology

Nah, untuk bioteknologi dengan warna hijau merupakan bagian dari peternakan serta pertanian. Bidang ini juga menyumbang banyak keuntungan bagi kelangsungan hidup manusia. Misalnya saja tanaman dengan nilai gizi yang tinggi. Hingga tanaman dan hewan ternak tahan penyakit sehingga lebih mudah untuk dikembangkan. Bahkan, pada bidang peternakan sudah berhasil dengan uji coba bioreaktor. Sehingga hewan ternak tersebut akan menghasilkan produk yang nantinya membantu tubuh kita membentuk antigen. Sehingga tubuh lebih kebal atas serangan penyakit.

Gray/White Biotechnology

Nah, sektor terakhir adalah sektor industri. Tujuannya untuk mencari dan menghasilkan sumber energi dan senyawa baru. Tentunya hal tersebut dilakukan agar manusia bisa mengambil manfaatnya dengan mudah. Prosesnya juga tidak sederhana. Diperlukan rekayasa genetik terhadap mikroorganisme maupun bakteri. Sehingga bisa memudahkan manusia misalnya dalam penguraian atau pengolahan lembah.

Tujuan Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi

Bukan tanpa sebab teknologi reproduksi dan bioteknologi semakin dikembangkan. Sebab, ada beberapa manfaat dan tujuan yang memang sangat diperlukan oleh manusia. Untuk lebih lengkap, kita akan membahas tentang tujuan teknologi reproduksi dan bioteknologi di bawah ini. Beberapa tujuannya adalah :

  • Kualitas keturunan atau produksi yang dihasilkan baik oleh hewan dan tumbuhan kian meningkat. Sehingga, tidak ada lagi istilah gagal panen atau tidak mendapatkan anakan yang baik walaupun indukannya sudah sangat unggul. Sebab, jika dilakukan perkembangbiakan secara murni kemungkinan anakan meniru kualitas dan sifat indukan tidak terlalu besar. Namun, dengan rekayasa genetik semua kemungkinan tersebut bisa diatasi. Bahkan, mendapatkan anakan atau produksi yang mirip dengan indukan juga bukan hal yang aneh.
  • Memudahkan Perkawinan yang terjadi baik bagi hewan atau tumbuhan. Sehingga, tidak ada yang namanya kekurangan hewan jantan untuk mengawini betina bagi hewan. Atau tidak lagi ada masalah kegagalan dalam perkembang biakan secara generatif bagi tumbuhan. Sebab, semua hal terkait perkembangbiakan ini bisa diatur sedemikian rupa.
  • Mengatasi kelangkaan hewan jantan yang mana kebanyakan hewan jantan populasinya lebih sedikit jika dibandingkan dengan hewan betina. Nah, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan bisa mengatasi hal tersebut. Dimana kelangkaan bisa diminimalisir dengan maksimal.
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Baik produksi buah, hasil dari hewan ternak ataupun pengolahan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Sebab, jika dilakukan dengan metode biasa, meningkatkan kuantitas serta kualitas pasti sedikit rumit. Sebab, hasilnya tidak stabil dan cenderung acak.

Apakah Peranan Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi Sangat Berperan Dalam Kehidupan?

Tentu jawabannya iya. Sebab, dengan adanya teknologi reproduksi ini maka kehidupan akan menjadi lebih baik. Sebab disokong dengan metode yang menghasilkan pemenuhan kebutuhan manusia dengan sempurna. Misalnya untuk pemenuhan gizi dimana bioteknologi mampu menghasilkan panen tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan yang lebih sehat. Tidak hanya itu, produk hewani juga lebih sehat dan lagi mampu memicu tubuh untuk melawan virus atau bakteri berbahaya. Dibandingkan harus mengkonsumsi makanan atau olahan produk biasa, tentu ini jauh lebih disarankan.

Bahkan, keinginan manusia juga perlahan bisa terwujudkan. Misalnya saja pasangan yang sudah lama menginginkan keturunan. Lewat program bayi tabung, maka mereka bisa perlahan mewujudkan impian tersebut. Sayangnya, rekayasa reproduksi ini memang membutuhkan banyak biaya. Sehingga, tidak semua orang mampu menggunakan metode tersebut untuk mewujudkan keinginan mereka. Mungkin inilah masalah selanjutnya yang banyak dijumpai di lapangan. Dimana banyak yang masih belum mampu menggunakan metode rekayasa reproduksi.

Dengan perkembangan zaman dan teknologi, tentu membuat ilmu pengetahuan ikut berkembang. Dengan ini maka  akan semakin banyak hasil yang didapatkan dari berbagai metode bioteknologi maupun teknologi reproduksi di atas. Sehingga, akan ada banyak juga hasil yang bisa dinikmati oleh banyak orang tentunya. Hal ini akan membuat kualitas hidup menjadi lebih meningkat.

Sumber:

https://terbitan.biotek.lipi.go.id/index.php/biotrends/article/download/152/149

https://spada.kemdikbud.go.id/course/teknologi-reproduksi-ternak

http://web.ipb.ac.id/~sps/images/Document/FKH/biologi%20reproduksi%20(brp).doc
http://scholar.unand.ac.id/27087/2/1-PENDAHULUAN.pdf