Bakteri seringkali dianggap sebagai parasit pada tubuh manusia. Padahal tidak semua bakteri itu jahat. Ada beberapa jenis bakteri yang memberikan keuntungan pada tubuh manusia. Walaupun kebanyakan bersifat parasit, namun sifat tersebut juga dibutuhkan dalam ekosistem dunia loh. Contohnya untuk melakukan pelapukan pada bangkai hewan atau benda tertentu secara alami. 

Pada artikel ini, kamu akan mempelajari bakteri. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga peranannya pada dunia. Mari cermati rangkuman bakteri yang ada di bawah ini.

 Pengertian Bakteri

Bakteri adalah organisme bersel tunggal, bersifat prokariotik dan memiliki ukuran mikroskopik. Bakteri merupakan sebutan lain untuk kingdom eubacteria. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu eu yang memiliki arti sejati. Sedangkan kata bakteri sendiri berasal dari kata bakterion yang memiliki arti batang kecil. Penemu organisme bakteri adalah Antonio van Leeuwenhoek.

Ciri-Ciri Bakteri

Sebuah organisme digolongkan ke dalam kingdom eubacteria atau bakteri ketika ia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Makhluk mikroskopis 

Bakteri digolongkan ke dalam organisme mikroskopis dengan diameter tubuh 0.5-5 mikrometer. Organisme mikroskopis ialah organisme yang tidak bisa dilihat tanpa bantuan alat seperti mikroskop.

Struktur tubuh yang sederhana

Struktur tubuh bakteri termasuk ke dalam struktur tubuh organisme yang sederhana. Tubuhnya merupakan sel yang terdiri dari dinding sel, plasma, inti, dan organel sel.

Dinding sel yang tersusun dari peptidoglikan

Peptidoglikan atau murein adalah sebuah senyawa penyusun yang terdiri dari gula (karbohidrat) dan protein (peptida). 

Tidak berklorofil

Sudah dapat dipastikan bahwa bakteri bukanlah organisme yang memiliki klorofil karena organisme penyandang kategori berklorofil hanya pada kingdom plantae. Maka dari itu bakteri memiliki sifat heterotrof.

Bersifat kosmopolit

Kosmopolit adalah spesies yang tersebar secara luas dengan kata lain, organisme kosmpolit adalah organisme yang dapat hidup dimana-mana. Bahkan di tempat yang tidak terpikirkan oleh otak manusia.

Dapat membentuk endospora

Endospora adalah sebuah fase yang memproduksi bentuk pertahanan hidup. Pada bakteri, endospora dapat terbentuk ketika ia sedang berada di lingkungan yang buruk.

 Struktur Bakteri

Struktur tubuh bakteri terdiri atas delapan bagian. Berikut penjelasan mengenai struktur tubuh bakteri.

1. Dinding sel

Pada bakteri, dinding sel terdiri dari dua senyawa atau elemen yaitu protein dan polisakarida atau gula. Dinding sel berfungsi untuk menjaga bentuk tetap dari bakteri. Dinding sel yang terletak di luar bagian tubuh, memiliki fungsi untuk melindungi bakteri dari lingkungan luar.

2. Kapsul

Kapsul atau selubung pelindung bakteri terdiri dari susunan polisakarida. Terletak di luar dinding sel, kapsul memiliki fungsi dalam menjaga tubuh bakteri agar tidak mengalami kekeringan dan juga untuk menjaga bakteri dari antitoksin sel inang. Namun, kapsul pada bakteri tidak dimiliki oleh semua jenis bakteri. Hanya bakteri dengan sifat patogen lah yang memiliki kapsul pada tubuhnya.

3. Membran sel

Membran sel pada bakteri tersusun atas lemak dan protein. Membran sel pada bakteri terletak di luar plasma dengan fungsi untuk mengatur pertukaran mineral. Membran sel memiliki sifat semipermeabel dan dapat menghasilkan enzim respirasi. Sifat semipermeabel adalah sifat dari membran sel yang dapat dilalui oleh air dan gas yang larut. Maksudnya ialah membran hanya bisa dilalui oleh molekul-molekul tertentu.

4. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan yang ditemukan di dalam sel. Sitoplasma tersusun atas koloid yang terdiri dari banyak molekul organik. Sitoplasma merupakan tempat dimana terjadinya proses reaksi-reaksi metabolisme.

5. Bulu cambuk

Bulu cambuk dikenal sebagai flagellata atau flagel pada bakteri. Flagellate ini digunakan oleh bakteri untuk bergerak untuk menghindari zat-zat perusak seperti racun atau jenis bahan kimia yang dapat menghancurkan bakteri. Flagellate juga digunakan oleh bakteri untuk mendekati sumber makanannya.

Bentuk-Bentuk Bakteri

 Bakteri memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda. Terdapat tiga golongan bentuk bakteri yang kita kenal yaitu basil atau silinder (bacillus), kokus atau bulat (coccus), dan spiral (spirillum). Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk bakteri.

Basil (bacillus)

Bakteri kategori basil mempunyai bentuk tubuh yang silinder. Terdapat tiga varian dalam kelompok basil yaitu monobasil, diplobacillus, hanya mempunya satu basil atau satu silinder sebagai tubuhnya. Diplobacillus memiliki dua basil yang bergandengan. Streptobacillus memiliki lebih dari dua basil dan membentuk rantai. Selain ketiga varian tersebut, ada bakteri yang bentuknya merupakan gabungan dari basil dan kokus. Varian bernama coccobacillus. Contohnya ialah Bacillus anthracis.

Kokus (coccus)

Bentuk bakteri ada yang seperti bola atau bulat. Bentuk bakteri kokus memiliki enam varian yaitu micrococcus, diplococcus, tetracoccus, sarcina, staphylococcus, dan streptococcus.

Micrococcus adalah bentuk bakteri dengan fokus tunggal atau satu fokus sebagai tubuhnya. Diplococcus ialah bentuk tubuh bakteri yang terdiri dari dua kokus dan bergandengan. Tetracoccus adalah gabungan dari empat fokus dan membentuk bujur sangkar. Sarcina adalah gabungan fokus yang membentuk kubus. Staphylococcus adalah bakteria dengan bentuk kokus yang bergerombol. Streptococcus ialah kokus yang membentuk rantai.

Spiral (spirillum)

Bentuk tubuh spiral pada bakteri adalah bentuk lengkuk dan seperti spiral. Terdapat tiga varian pada kelompok bentuk tubuh ini. Varian pertama ada vibrio yaitu yang berbentuk koma. Varian kedua adalah spiral yaitu bentuk tubuh yang lengkungannya lebih dari setengah lingkaran. Varian terakhir ada spirochete yang mana bakteri dengan bentuk lengkung yang fleksibel. Contoh dari bakteri spiral ialah Treponema pallidum.

 Klasifikasi Bakteri

Bakteri diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok. Pembagian kelompok tersebut berdasarkan pewarnaan gram, berdasarkan suhu, dan kebutuhan oksigen. Berikut terdapat penjelasan lebih lengkap mengenai klasifikasi bakteri tersebut.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Pewarnaan Gram

Dalam penelitian biologi, pengidentifikasian bakteri bisa dilakukan melalui uji lab seperti pemberian zat kimia berwarna. Hasilnya berupa kelompok bakteri dengan gram positif dan kelompok bakteri dengan gram negatif. 

Bakteri Gram Positif

Bakteri pada kelompok ini mempertahankan warna kristal violet pada kertas uji. Bakteri gram positif memiliki lapisan peptidoglikan tebal dengan lapisan ganda dan memiliki asam teitoik. Bakteri pada kelompok ini tidak memiliki ruang periplasmic dan membran luar. Kelemahan pada bakteri ini adalah ia tidak resisten dengan antibiotik namun resisten terhadap kekeringan. Dengan kata lain, bakteri jenis ini mudah dibasmi dengan antibiotik.

Bakteri Gram Negatif

Jika bakteri gram positif mempertahankan warna violet, maka pada bakteri gram positif mempertahankan warna merah atau merah muda. Bakteri ini lebih tahan terhadap antibiotik karena memiliki dinding sel yang sulit ditembus. Pada bakteri gram negatif, peptidoglikan yang dimiliki hanya 1 lapisan, menjadikan peptidoglikan tersebut tipis. Tidak memiliki asam teitoik namun memiliki ruang periplasmic dan membran luar.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Suhu

Dalam klasifikasi bakteri ini dibagi menjadi 3 kelompok yang lebih kecil yaitu thermophile, mesophile, dan psychrophile. Berikut penjelasannya di bawah ini.

Thermophile

Thermopile berasal dari kata thermal yang berarti panas. Maka bakteri kelompok Thermophile adalah bakteri yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang bersuhu tinggi, sekitar 41 – 122 derajat celcius. Karena habitatnya yang bersuhu tinggi, maka bakteri ini biasa ditemukan di bagian  hangat bumi seperti hot springs, kompos, dan juga lautan dalam hydrothermal seperti

Dalam kelompok bakteri thermophile, terdapat tiga kelompok yang lebih kecil yaitu obligate thermophile yang membutuhkan suhu tinggi untuk berkembang biak, thermophile fakultatif yang merupakan bakteri fleksibel, bisa bertahan di suhu tinggi maupun rendah, dan yang terakhir ada hyperthermophile yang merupakan bakteri ekstrem karena membutuhkan suhu 80 derajat untuk berkembang.

Mesophile

Bakteri jenis ini adalah bakteri yang berhabitat di lingkungan dengan suhu sedang, sekitar 20 – 45 derajat celcius. Karena suhu yang dibutuhkannya termasuk ke dalam suhu sedang, maka bakteri ini biasa ditemukan pada yogurt dan keju serta manusia. Contoh dari bakteri jenis ini adalah Listeria monocytogenes yang berasal dari bakteri gram positif, Staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan pneumonia, dan Escherichia coli.

Psychrophile

Bakteri dengan kemampuan bertahan dan berkembang biak di suhu dingin, sekitar 20 – 10 derajat. Dengan membran sel lipid yang dimilikinya membuat bakteri ini dapat resisten terhadap suhu dingin dan sering membuat protein yang antibeku yang berguna menjaga cairan internalnya dari kebekuan. Contoh bakteri dari jenis ini adalah Arthrobacter sp, Psychrobacter sp, Pseudomonas, Hyphomonas, dan lain sebagainya.

Klasifikasi Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen 

Dalam klasifikasi berdasarkan kebutuh oksigen, bakteri dibagi menjadi 4 kelompok kecil. Kelompok kecil dalam klasifikasi ini terdiri dari 5 kelompok. Jumlah oksigen yang dibutuhkan pada tiap bakteri berbeda, hal ini berguna untuk pertumbuhan dan aktivitas metabolic dari sistem tubuh bakteri.

Aerobik

Yang pertama ada aerobic yaitu bakteri yang membutuhkan oksigen untuk metabolisme tubuhnya. Bakteri membutuhkan oksigen untuk proses metabolisme, mengubah senyawa karbohidrat atau lemak untuk menjadi sebuah energi. Dengan banyaknya energi yang dihasilkan dari proses tersebut, bakteri menjadi rawan dalam terkena stress oksidatif. Contoh dari bakteri ini adalah Mycobacterium tuberculosis.

Anaerob Obligat

Berbeda dengan bakteri jenis aerob, pada bakteri jenis ini tidak membutuhkan oksigen dalam hidupnya. Bahkan bakteri ini malah mati jika terpapar oleh oksigen dengan konsentrasi oksigen atmosfer 0.95%. Namun pada setiap spesies dari bakteri ini memiliki batas toleran oksigen yang berbeda-beda. Ada yang bisa bertahan pada konsentrasi oksigen 8% dan ada juga yang bisa mati ketika konsentrasi oksigen lebih dari 0.5%.

Anaerobic Aerotoleran

Jika pada anaerob obligat akan mati ketika terpapar oksigen, pada anaerobic aerotoleran tidak membutuhkan oksigen namun bisa melindungi dirinya dari paparan oksigen. Bakteri ini menggunakan respirasi anaerob untuk produksi energi ATP. Bakteri ini tidak memiliki enzim katalase namun memiliki dua enzim lainnya yaitu enzim superoxide dismutase dan enzim peroksidase.

Anaerobik Fakultatif

Bakteria jenis ini bisa bertahan hidup di lingkungan yang beroksigen dan tidak beroksigen. Ketika berada di lingkungan beroksigen, ia menggunakan respirasi aerobic untuk menghasilkan energi ATP. Lain bila berada di lingkungan yang tidak beroksigen, ia akan menggunakan respirasi anaerobik untuk produksi energi ATP.

Microaerophilic

Microaerophilic adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, namun konsentrasi oksigen yang dibutuhkan harus lebih rendah daripada oksigen atmosfer. Bakteri ini memang membutuhkan oksigen namun akan teracuni bila terpapar oksigen dengan konsentrasi yang lebih tinggi.