Dalam bahasa Inggris, parts of speech dikenal sebagai jenis-jenis kata atau kelas-kelas kata. Istilah ini juga sering disebut sebagai kinds of word; yang diartikan sebagai klasifikasi kata-kata tertentu berdasarkan peran dan fungsinya dalam struktur bahasa Inggris.

Beberapa contoh dari parts of speech adalah  kata-kata yang diklasifikan menjadi noun, verb, adjective dan sebagainya. Dalam linguistik kontemporer, istilah parts of speech seringkali diganti dengan istilah baru yang lebih relevan, yaitu word class (kelas-kelas kata) atau syntactic category (kategori sintaksis).

Pada umumnya, parts of speech dibagi menjadi dua kelas, yaitu open classes (kelas kata terbuka) yang terdiri dari nouns (kata benda), verbs (kata kerja), adjectives (kata sifat) dan adverbs (kata keterangan); dan closed classes (kelas kata tertutup) yang terdiri dari pronouns, prepositions, conjunctions, articles/determiners dan interjections. Dalam artikel berikut, part of speech yang dijelaskan hanya yang sering dikenal secara umum saja, yakni nouns, verbs, adjective, adverbs, pronouns dan preposition.

Nouns (Kata Benda)

Nouns (kata benda) merujuk pada suatu kata yang digunakan sebagai referen benda, baik yang abstrak maupun konkret. Benda-benda abstrak adalah benda-benda yang tidak dapat dirasakan oleh pancaindra manusia, seperti happiness, love, gas, air dan sebagainya; sedangkan benda-benda konkret adalah benda-benda yang dapat dirasakan menggunakan pancaindra manusia, seperti human, book, table, water, chair dan sebagainya. Sebagian besar kata-kata dalam bahasa termasuk dalam kategori kata benda.

Biasanya, nouns memiliki bentuk tunggal dan jamak. Selain itu, nouns seringkali didahului oleh articles dan/atau kata sifat. Oleh karenanya, nouns dapat juga difungsikan sebagai head of a noun phrase.

Dalam suatu kalimat, nouns memiliki peran yang cukup penting dan dominan, seperti sebagai subjek sampai menjadi objek suatu tindakan dalam kalimat tersebut. secara rinci, noun phrase atau noun dapat berfungsi sebagai subjek, objek langsung, objek tidak langsung, komplemen atau pelengkap dan/atau appositive atau objek dari preposition (kata depan). Terkadang, nouns juga memodifikasi kata benda lain yang kemudian membentuk kata benda majemuk. Nouns terdiri dari berbagai jenis seperti berikut.

a. Common Noun dan Proper Noun

Common noun adalah kata benda yang digunakan sebagai referen dari benda yang bersifat umum atau non-specific thing, seperti  book, pen, room, garden man, girl, road,camera, month, day, chair, school, boy, car; sedangkan proper noun merupakan kebalikan dari common noun, yaitu kata benda yang digunakan sebagai referen dari benda yang bersifat khusus atau specific thing, seperti BMW Car, April, Monday, Oxford University, New York, America, John, Newton, Einstein, R.H Stephen.

Perlu diketahui bahwa kata-kata yang termasuk dalam jenis comon noun akan menjadi proper noun jika kata-kata tersebut digunakan sebagai referensi suatu benda yang khusus. Sebagai contoh, kata day adalah common noun. Akan tetapi, kata tersebut akan menjadi proper noun jika digunakan untuk mereferensikan kata benda Sunday, Monday dan sebagainya.

Untuk mengetahui suatu kata termasuk dalam common noun atau proper noun, kita dapat memperhatikan penulisan kata tersebut dalam kalimat. Jika kata tersebut berada di dalam kalimat (bukan di awal kalimat) dan diawali huruf kapital, kata tersebut merupakan proper noun. Begitu pula sebaliknya.

Selain menggunakan huruf kapital pada awal kata di dalam kalimat, cara lain untuk mengidentifikasi proper noun adalah penggunaan the. Partikel/artikel the tersebut digunakan sebelum proper nouns. Dalam penulisannya, ada beberapa aturan terkait penggunaan the dalam kalimat seperti berikut.

  • The tidak digunakan pada nama-nama kota dari sebuah negara seperti New York, Jakarta, Beijing, Canberra dan sebagainya. Akan tetapi, the harus ditulis jika nama tempat atau kota atau negara tersebut menyatakan suatu kelompok atau daratan (lands atau states) seperti the United States, the Netherlands, the Philippines dan sebagainya.
  • The tidak digunakan dalam penulisan nama perguruan tinggi seperti Leiden University, Oxford University, Gadjah Mada University dan sebagainya. Akan tetapi, jika nama dari perguruan tinggi tersebut ditulis sejajar dengan penggunaan of, ia harus didahului oleh the sebelum instansinya. Contohnya seperti the University of Oxford, the University of Foreign Studies, the University of Gadjah Mada dan sebagainya.
  • The digunakan dalam frasa yang terdiri dari common noun dan proper noun seperti the New York city, the River Citarum, dan the Dominian of Canada.
  • The dipakai sebelum penulisan kata-kata yang termasuk dalam bidang hukum, prinsip-prinsip dan teori-teori seperti the Law of Newton, the Allais effect, the Phytagorean Theorem dan sebagainya. Akan tetapi, proper noun yang berbentuk possessive form (bentuk kepemilikan) tidak perlu menggunakan the seperti Newton’s Laws of Motion, Dalton’s Law of Partial Pressures, Hooke’s Law of Elasticity dan sebagainya.
  • The digunakan untuk mengawali nama-nama dari samudera, laut, sungai, gurun ataupun hutan (kecuali air terjun dan daun) seperti the Pacific Ocean, the Mediterranian Sea, the Sahara, the Black Forests dan sebagainya.
  • The digunakan untuk mengawali nama-nama gedung dan instansi seperti the Ibis Hotel, the Lahore Museum, the Library of Congress dan sebagainya.
  • The digunakan untuk mengawali nama-nama geografis seperti the Middle East, the West, the North Pole, the equator dan sebagainya.
  • The seringkali digunakan sebagai awalan dari nama-nama organisasi seperti the United Nations, the World Health Organization, the World Wild Fund dan sebagainya.
b. Countable Noun danUncountable Noun

Dari segi jumlah, kata benda dibedakan menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah countable noun. Secara singkat, countable noun merupakan kata yang menjadi referen dari benda-benda yang dapat dihitung jumlahnya, seperti pen, chair, cup,room, man, baby, bottle, dog, cat dan sebagainya. Countable noun dibedakan lagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk singular (tunggal) dan bentuk plural (jamak).

Pertama, countable noun yang berbentuk singular harus didahului oleh artikel a atau an. Artikel a digunakan untuk mengawali countable noun yang diawali oleh huruf konsonan (b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z) seperti a book, a cat, dan a pen; sedangkan artikel an digunakan untuk mengawali countable noun yang diawali oleh huruf vokal (a, i, u, e, o) seperti an apple, an umbrella, an onion dan sebagainya. Akan tetapi, untuk countable noun yang diawali oleh huruf vokal u dan diucapkan sebagai [yu], artikel yang digunakan adalah a seperti a university.

Kedua, countable noun yang berbentuk plural biasanya ditandai dengan akhiran –s atau –es. Akhiran tersebut digunakan sebagai penanda dari perubahan countable noun plural menjadi bentuk singular seperti book-books, chair-chairs, plant-plants dan sebagainya.

Khusus untuk countable noun singular yang berakhir dengan huruf y, penulisan bentuk pluralnya diubah menjadi i dan diikuti dengan artikel –es seperti baby-babies, lady-ladies, body-bodies dan sebagainya. Dalam kamus bahasa Inggris, bentuk-bentuk tersebut lebih sering dikenal sebagai regular plural forms atau bentuk kata jamak beraturan.

Selain menggunakan artikel –s atau –es, countable noun plural juga dapat terbentuk dari perubahan kata seperti man–men, child–children, leaf–leaves, wife–wives, foot–feet, toot–teeth, datum–data, basis–bases dan sebagainya. Kata-kata tersebut sering dikenal sebagai irregular plural formsi atau bentuk kata jamak tidak beraturan.

Meskipun demikian, tidak semua countable noun plural harus mengubah bentuk dari bentuk tunggalnya. Beberapa countable noun dalam bahasa Inggris memiliki bentuk yang sama antara bentuk tunggal dan bentuk jamaknya, seperti sheep–sheep, deer–deer, swine–swine dan sebagainya.

Jenis kedua dari noun adalah uncountable noun atau kata benda yang tidak dapat dihitung. contoh kata ini antara lain seperti water, milk, bread, honey, rain, furniture, news, information, pleasure, honesty, courage, weather, music, preparation, warmth, wheat.

Biasanya, uncountable noun dianggap sebagai bentuk singular dalam penggunannya sebagai kata bantu auxiliary suatu kalimat. Akan tetapi, penulisan kata-kata tersebut tidak diawali oleh artikel a atau an. Contohnya seperti kalimat water maintains its level; his preparation was not good dan sebagainya.

Dalam kondisi tertentu, uncountable noun dapat dikategorikan sebagai countable noun yang merujuk pada referen ‘sesuatu-tunggal’. Contohnya adalah kata ‘life’. Kata tersebut sejatinya masuk dalam kategori uncountable noun. Akan tetapi, kata tersebut dapat dikategorikan sebagai countable noun jika kata tersebut digunakan sebagai referen dari ‘individu’ atau ‘hidup’.

It was feared that two lives had been lost

Dalam kalimat tersebut, kata ‘life’ dikategorikan sebagai countable noun karena disebutkan jumlahnya (two lives) sehingga dalam penulisannya, kata tersebut diikuti akhiran –s.

Untuk mengubah uncountable noun menjadi countable noun, kata tersebut harus ditujukan untuk menyebutkan satuan atau jumlah. Contohnya adalah kata ‘water’ yang merupakan uncountable noun dapat diubah menjadi countable noun dengan menambahkan satuan jumlahnya, seperti one glass of water atau two litres of water dan sebagainya.

Verbs (Kata Kerja)

Verb adalah kata yang berfungsi sebagai penanda suatu perbuatan dan/atau pekerjaan tertentu dalam suatu kalimat, seperti run, eat, drink, catch, clean, speak, laugh dan sebagainya. Penggunaan verb dapat dilihat pada contoh kalimat berikut.

I read a book

Dalam kalimat tersebut, kata kerja read menyampaikan apa yang dikerjakan oleh subjek I, yaitu membaca sebuah buku.

Berdasarkan waktu kejadian, kata kerja dibedakan menjadi tiga, yaitu (a) base form, (b) past simple dan (c) past participle. Contoh kata kerja berdasarkan urutan tiga waktu kejadian tersebut adalah go-went-gone. Kata kerja go adalah bentuk verb pertama, yaitu base form atau kata kerja bentuk dasar sedangkan kata went dan gone merupakan bentuk perubahan kata kerja I menjadi kata kerja II dan kata kerja III yang biasanya dikenal sebagai V1, V2 dan V3. Selain ketiga bentuk kata kerja tersebut, Selain itu, adapula kata kerja dalam bahasa Inggris yang mendapat akhiran –ing. Penggunaan akhiran tersebut menandakan bahwa kata kerjanya digunakan dalam kalimat continous tenses dengan pemakaian kata kerja auxiliary verb ‘to be’.

Berdasarkan perubahan pada kata kerja past simple dan past participle, kata kerja dibagi menjadi dua jenis yaitu regular verb dan irregular verb. Regular verb adalah bentuk kata kerja yang mengalami perubahan secara beraturan, yakni dengan penambahan –ed pada base form atau kata kerja dasar akan membuatnya menjadi bentuk kata kerja past simple dan past participle. Contoh regular verb adalah laugh-laughed-laughed, look-looked-looked dan sebagainya.

Berbeda dengan regular verb yang mudah diidentifikasi terkait perubahan katanya, irregular verb memerlukan kejelian karena perubahan setiap bentuk katanya tidak beraturan. Sebagai contoh adalah kata kerja eat yang akan berubah menjadi ate (V2) dan menjadi eaten (V3). Contoh lainnya adalah know-knew-known, go-went-gone, drink-drank-drunk, write-wrote-written dan sebagainya.

Selain kedua contoh diatas, adapula kata kerja yang tidak mengalami perubahan pada V1-V2-V3. Contoh dari kata kerja tersebut antara lain seperti cut, shut, spread, put, read dan sebagainya.

Adjectives (Kata Sifat)

Dalam bahasa Indonesia, adjective biasa disebut sebagai kata sifat atau adjektiva; merupakan kata-kata yang digunakan untuk memberikan keterangan lebih pada kata benda (noun) ataupun kata depan (pronoun). Contoh kata adjective tersebut seperti yang terdapat pada kalimat tall man, old house, red car dan sebagainya.

Kata tall, old dan red berfungsi sebagai adjective untuk kata benda dari man, house dan car. Biasanya, kata adjective merupakan penanda untuk informasi lebih detail seperti warna, ukuran, karakteristik, kualitas, kuantitas maupun detail lainnya dari noun atau pronoun yang mengikutinya.

Terkait dengan aturan penulisannya, adjective dapat ditulis menjadi dua bentuk, yakni sebelum noun atau setelah verb seperti contoh berikut.

He ate a delicious mango (adjective sebelum noun ‘mango’)

Iron is hot (adjective setelah verbis’)

Dari segi tingkatan, adjective dibedakan menjadi tiga: (1) positive adjective, (2) comparative adjective dan (3) superlative adjective. Positive adjective adalah kata sifat yang digunakan dalam kalimat biasa, bukan kalimat perbandingan; sedangkan comparative adjective merupakan kata-kata yang digunakan untuk menyatakan perbandingan antara yang satu dengan yang lain. Selain itu, adapula superlative adjective yang digunakan untuk menunjukkan bahwa hal yang satu lebih dari hal yang lain.

Positive adjective dapat diubah menjadi comparative adjective dan/atau superlative adjective dengan rumus berikut.

Positive adjectiveComparative adjectiveSuperlative adjective
Big(Adjective+r/er) Bigger(Adjective+st/est) Biggest
Beautiful(More+ adjective) More beautiful(Most+ adjective) Most beautiful

Adverbs (Kata Keterangan)

Berbeda dengan adjective, adverbs atau kata keterangan berfungsi untuk memberikan informasi tambahan pada kata kerja, kata adjektiva ataupun kata keterangan lainnya selain kata benda (noun). Contoh kalimat yang menggunakan kata keterangan adalah sebagai berikut.

He replied quickly

Dalam kalimat tersebut, kata quickly berfungsi sebagai kata keterangan yang memberikan keterangan tambahan dari apa yang dilakukan oleh subjek.

Biasanya, sebagian besar kata keterangan dapat terbentuk dengan menambahkan akhiran –ly pada kata keterangan seperti happily, easily, quickly, angrily, correctly, fluently, proudly, loudly, rapidly, immediately dan sebagainya.

Terkait dengan fungsinya, adverbs dibedakan menjadi empat kategori yaitu (a) adverbs of manner, (b) adverbs of place, (c) adverbs of time dan (d) adverbs of frequency. Contoh dari keempat kategori adverbs dapat dilihat pada tabel berikut.

Adverbs of mannerAdverbs of placeAdverbs of timeAdverbs of frequency
HappilyHereNowSometimes
EasilyNearYesterdayUsually
SadlyThereThenOften
LoudlyOutsideTomorrowFrequently
RapidlyAheadEarlyGenerally
GreedilyTopTonightAgain and again
WildlyBottomSoonNever

Pronouns

Pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk mengganti kata benda (orang) yang terdiri dari I, you, he, she, it, they, his, her, him, its dan seterusnya. Dalam bahasa Indonesia, kata ganti ini berupa aku, saya, kamu, anda, dia, mereka, kami, kita, kalian dan sebagainya.

Dalam bahasa Inggris, pronoun dibedakan menjadi 6 kategori, yaitu personal pronoun, possessive pronoun, reflexive pronoun, reciprocal pronoun, relative pronoun dan demonstrative pronoun.

a. personal pronoun

Personal pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk mengganti subjek berupa seseorang atau sesuatu atau kelompok. Kata ganti ini dapat dipakai untuk mendeskripsikan orang yang berbicara (I, me, we, us); orang yang diajak berbicara (you); ataupun seseorang/sesuatu/kelompok yang tengah dibicarakan (he, she, it, they, him, her, them).

b. possessive pronoun

possessive pronoun merupakan kata ganti kepemilikan. Dalam bahasa Indonesia, kata ganti kepemilikan berupa imbuhan –ku, -mu, dan –nya; maka kata ganti kepemilikan dalam bahasa Inggris berupa kata seperti yours, mine, his, hers, ours, theirs, hers dan sebagainya.

c. reflexive pronoun

Reflexive pronoun adalah kata ganti yang digunakan ketika perbuatan subjek melibatkan dirinya sendiri. Kata ganti tersebut dapat berupa myself, yourself, herself, ourselves dan sebagainya. Kata ganti refleksif selalu beraksi sebagai objek (bukan subjek) dan dibutuhkan interaksi antara subjek dengan objeknya.

d. reciprocal pronoun

Reciprocal pronoun adalah kata ganti yang digunakan ketika dua subjek atau lebih saling bertindak. Sebagai contoh, A menyukai B dan B menyukai A. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa A dan B saling melakukan tindakan yang sama, yakni saling menyukai satu sama lain. Dalam bahasa Inggris, kata ganti resiprokal terdiri dari dua bentuk: each other dan one another.

Bentuk each other digunakan untuk menyatakan saling antara satu subjek dengan subjek yang lain seperti kalimat two boys were pushing each other; sedangkan kata one another digunakan untuk menyatakan tindakan yang dilakukan oleh satu subjek kepada subjek lainnya seperti pada kalimat the students gave card to one another.

e. relative pronoun

Relative pronoun digunakan untuk mengganti subjek yang telah disebutkan sebelumnya seperti pada kalimat it is the person, who helped her. Dalam kalimat tersebut, kata ganti who merupakan relative pronoun yang digunakan sebagai pengganti subjek the person yang mana telah disebutkan sebelumnya pada kalimat tersebut.

Umumnya, kata-kata yang sering digunakan sebagai relative pronoun antara lain seperti who, whom, whose, which dan that. Who digunakan untuk subjek dan whom digunakan untuk objek; kedua kata tersebut dipakai sebagai relative pronoun dari orang. Whose digunakan untuk menyatakan kepemilikan dan dapat digunakan untuk relative pronoun seseorang maupun sesuatu; sedangkan which digunakan untuk sesuatu dan that dapat digunakan baik untuk seseorang maupun sesuatu.

f. demonstrative pronoun

Demonstrative pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjuk sesuatu. Kata-kata yang termasuk dalam demonstrative pronoun antara lain adalah this, that, these, those, none dan neither. Kata this dan that digunakan sebagai kata ganti penunjuk subjek tunggal; sedangkan these dan those digunakan sebagai kata ganti penunjuk subjek jamak.

Prepositions

Preposition adalah kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara noun atau pronoun dengan kata lainnya. Dalam bahasa Indonesia, preposition dikenal sebagai preposisi atau kata depan. Contoh kata depan ini antara lain in, on, at, to, to, with, under, above, into, by, of dan sebagainya. Preposisi selalu digunakan sebelum penulisan noun atau pronoun untuk menunjukkan hubungan kata tersebut dengan kata lain di dalam kalimat.

Preposisi dibagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut.

a. Preposition for time

Preposition for time adalah preposisi untuk waktu dan berupa kata in, on dan at. Kata in digunakan untuk preposisi waktu berupa bulan, tahun atau waktu tertentu dalam hari/minggu/bulan/tahun dan waktu spesifik pada masa lampau/mendatang, contohnya seperti in January, in morning, in first week of January, in summer, in winter, in 21st century, in stone age, in future, in present.

Kata on digunakan sebelum kata-kata yang berupa hari, tanggal, atau hari tertentu seperti pada contoh kata on Monday, on 2nd of March, on Independence Day; kata at digunakan sebelum kata yang berupa waktu dari jam atau jam-jam tertentu seperti pada contoh kata at noon, at sunset, at lunch time dan sebagainya.

b. Preposition for place

Preposisi in, on dan at biasanya juga digunakan sebagai preposisi untuk tempat. Kata in digunakan untuk menyebutkan tempat yang memiliki batasan secara fisik maupun maya, seperti in hall, in cupboard, in a building, in a box, in library dan sebagainya; sedangkan kata on digunakan sebagai preposisi untuk tempat yang berada diatas permukaan seperti on a table, on blackboard, on chair, on a map dan sebagainya.

Kemudian untuk kata at digunakan sebagai preposisi untuk tempat-tempat yang spesifik seperti at the entrance, at the bottom of glass, at bus stop dan sebagainya.

c. Preposition for direction

Preposisi juga digunakan untuk menunjukkan atau menjelaskan arah-arah atau tujuan. Kata-kata yang termasuk dalam kategori preposisi tersebut antara lain to, toward, through dan into seperti contoh kalimat berikut.

She went to the class

She jumped into the pond

someone was coming toward him

d. Preposition for agent

Preposition for agent digunakan untuk sesuatu atau hal yang dilakukan atau disebabkan oleh hal lainnya. Kata-kata yang termasuk dalam preposisi ini adalah by (oleh) seperti contoh this book is written by my teacher.

e. Preposition for device, instrument or machines

Preposisi ini digunakan untuk kata-kata yang berkaitan dengan alat, instrumen ataupun mesin-mesin seperti he comes by train daily; they opened the lock with key dan sebagainya.

f. Prepositional verb

Selain kelima kategori preposisi tersebut diatas, kategori lain dalam preposisi adalah prepositional phrase prepositional phrase yang merupakan gabungan dari kata kerja diikuti oleh preposisi. Tidak semua kata kerja dapat diikuti oleh preposisi.

Kata kerja yang dapat diikuti oleh preposisi disebut kata kerja transitif yang mana dalam penggunaannya, kata kerja tersebut membutuhkan keberadaan objek. Contoh dari kata kerja transitif antara lain laugh at, knock at, listen to, look at, look for, wait for dan sebagainya.