sumber gambar: unsplash.com

Mungkin banyak dari kita yang memahami paragraf sebagai kumpulan kalimat dengan ciri baris pertama menjorok ke dalam. Padahal pemahaman paragraf sendiri lebih luas dari yang kita ketahui.

Yuk, cari tahu lebih lengkap seputar paragraf pada artikel di bawah ini.

Paragraf dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Pengertian Paragraf

Dilansir dari Wikipedia.org, paragraf adalah jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru.

Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Sebuah paragraf dapat terdiri dari satu kata atau banyak kalimat.

Dilansir dari GuruPendidikan.co.id, sebuah paragraf biasanya dibentuk dari lima unsur, yaitu:

  1. Topik/Gagasan Utama

Unsur ini adalah unsur paling penting dalam sebuah paragraf. Biasanya berupa masalah atau gagasan pengarang yang ingin disampaikan kepada para pembacanya.

Dilansir dari Saintif.com, ciri-ciri gagasan utama yaitu:

  1. Terdiri dari satu kalimat utuh yang berdiri sendiri.
  2. Dibentuk tanpa kata sambung atau transisi.
  3. Tersusun atas permasalahan utama yang kemudian dapat dikembangkan lagi.
  4. Memiliki kalimat yang jelas tanpa harus dihubungkan oleh kalimat lain.
  5. Gagasan utama yang berada di akhir, biasanya disertai dengan kata dengan demikian, oleh karena itu, kesimpulannya, oleh sebab itu, dan sebagainya.

Untuk mencari gagasan utama tidaklah sulit. Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan, antara lain:

  1. Membaca dengan cermat dari kalimat pertama hingga kalimat terakhir.
  2. Menemukan kalimat utama yang ditandai dengan adanya sebuah kalimat yang tidak menjelaskan kalimat lain.

Kalimat ini tidak selalu berada di kalimat pertama, tetapi bisa juga di akhir atau awal dan akhir suatu paragraf.

  1. Kalimat Utama

Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung suatu gagasan utama yang diletakkan secara tersirat. Biasanya, kalimat utama ini merupakan suatu kalimat yang bersifat umum.

Dilansir dari DosenBahasa.com, kalimat utama memiliki beberapa ciri, antara lain:

  1. Berdiri sendiri dan memiliki makna yang jelas dan tidak membutuhkan konjungsi, baik antar maupun intrakalimat.
  2. Biasanya berada di awal paragraf (deduktif). Terkadang berada di akhir paragraf (induktif). Kalimat utama yang berada di akhir paragraf biasanya didahului dengan kata jadi, oleh karena itu, dengan demikian, dan sebagainya.
  1. Kalimat Pendukung

Kalimat ini adalah kalimat yang mengandung gagasan penjelas dan memiliki fungsi untuk menguatkan atau mendukung gagasan utama yang ada pada kalimat utama dengan cara memberikan data, seperti fakta, opini dan sebagainya.

Dilansir dari HaloEdukasi.com, kalimat pendukung memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan kalimat lain, yaitu:

  1. Kalimat ini tidak bersifat berdiri sendiri karena nanti maknanya akan berbeda jika dipisahkan dengan kalimat yang lain.
  2. Biasanya berfungsi menjelaskan atau mendeskripsikan topik.
  3. Membutuhkan kata penghubung, seperti bahkan, misalnya, dan contoh agar antar kalimat dapat saling bertautan.
  4. Memiliki kaitan dengan kalimat sebelumnya.
  5. Biasanya memiliki kata hubung atau konjungsi antar kalimat.

Sebagai contoh:

  • Membeli makanan sembarangan dapat berbahaya untuk tubuh. (2) Hal ini karena kita tidak tahu bahan apa yang digunakan dan apakah tempat pengolahan makanan tersebut bersih dan sesuai standar.

Keterangan: kalimat nomor 1 merupakan kalimat utama dalam paragraf tersebut. Sedangkan kalimat kedua adalah kalimat penjelas.

  1. Transisi

Penggunaan konjungsi atau transisi sangat dibutuhkan untuk menciptakan tulisan yang enak dibaca. Ada dua macam konjungsi yang biasa digunakan, antara lain:

  1. Konjungsi intrakalimat adalah kata sambung yang menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat.

Contoh: dan, karena, agar, tetapi, dan sebagainya.

  • Konjungsi antar kalimat adalah konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan antar kalimat dalam suatu paragraf.

Contoh: namun, oleh karena itu, di samping itu, lagi pula, dan sebagainya.

  1. Penegas

Tidak semua paragraf memiliki penegas sehingga seringkali keberadaannya tidak terlalu penting. Umumnya, penegas digunakan untuk menambah daya tarik sebuah tulisan. Terkadang penegas ini berupa pengulangan gagasan utama.

Syarat Paragraf

Untuk membuat sebuah paragraf yang baik dan enak dibaca, maka harus memenuhi tiga syarat di bawah ini, yaitu:

  1. Kesatuan

Paragraf harus dibuat dari satu gagasan yang jelas. Dari satu gagasan ini dapat dibuat menjadi gagasan pokok dan gagasan penjelas. Hubungan antara satu gagasan dengan gagasan lainnya yang terangkai dengan baik, menandakan paragraf tersebut mempunyai satu kesatuan.

  1. Kepaduan/Koherensi

Dilansir dari GuruPendidikan.com, kepaduan terjadi jika hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan mudah dipahami. Beberapa cara ini dapat mewujudkan kepaduan dalam sebuah paragraf, seperti memakai kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan urutan pikiran.

  1. Kelengkapan

Sebuah paragraf dapat dikatakan lengkap apabila berisi kalimat penjelas yang dapat mendukung kalimat pokok. Untuk dapat dikatakan lengkap, sebuah paragraf harus mengandung setidaknya tiga hal, yakni topik/gagasan utama, kalimat utama dan kalimat penjelas.

Ciri-Ciri Paragraf

Dilansir dari Pendidikan.co.id, ada empat ciri-ciri agar beberapa rangkaian beberapa kalimat dapat disebut sebagai paragraf, yaitu:

  1. Kalimat pertama menjorok ke dalam. Umumnya, 5 ketukan spasi untuk karangan biasa.
  2. Memakai pikiran utama yang dinyatakan dalam di kalimat topik.
  3. Memakai sebuah kalimat topik dan selebihnya adalah kalimat pengembang yang memiliki fungsi menjelaskan, menguraikan, atau menerangkan pikiran utama yang terdapat dalam kalimat topik.
  4. Memakai pikiran jelas yang dinyatakan dalam kalimat penjelas. Kalimat tersebut berisi detail-detail kalimat topik.

Fungsi Paragraf

Fungsi paragraf ada lima, antara lain:

  1. Untuk mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan dengan memberikan gagasan dan perasaan dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam satu kesatuan.
  2. Untuk menandai peralihan penggantian gagasan baru pada karangan yang terdiri dari beberapa paragraf, karena pada paragraf baru sudah tentu gagasan baru juga.
  3. Untuk mengorganisasi gagasan dalam tulisan dan memudahkan pemahaman bagi yang membaca.
  4. Memudahkan dalam pengembangan topik ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
  5. Untuk memudahkan pengendalian variabel, terutama untuk karangan yang terdiri dari beberapa variabel.

Macam-Macam Paragraf

Paragraf dapat dibagi berdasarkan jenis dan letak gagasan utama.

Kategori Paragraf Berdasarkan Jenisnya

1. Narasi

Dilansir dari StudioBelajar.com, paragraf ini bersifat menceritakan suatu hal secara kronologis. Tiap kalimatnya disusun secara runtut agar pembaca mudah membayangkan kejadian atau peristiwa yang sedang diceritakan.

Dalam jenis paragraf ini, pembaca akan menemukan sudut pandang dalam kalimat-kalimat di paragraf tersebut. Biasanya ditemukan pada karya cerpen, novel, dan prosa bebas.

2. Deskripsi

Masih dilansir dari sumber yang sama, paragraf deskripsi bertujuan untuk membuat pembaca dapat merasakan atau membayangkan hal yang dideskripsikan secara jelas dan nyata, misal melihat sesuatu, mendengar, merasakan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, paragraf ini berisi kalimat-kalimat tentang detail objek yang sedang diceritakan.

3. Eksposisi

Merupakan sebuah paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelasan untuk memaparkan, menyampaikan informasi, menjelaskan, dan menerangkan fakta-fakta yang ada.

Paragraf ini cenderung bersifat ilmiah karena mengandung rincian data-data yang jelas untuk mendukung informasi yang diberikan. Paragraf ini dapat ditemukan dalam artikel berita.

4. Argumentasi

Paragraf argumentasi memiliki tujuan untuk mengungkapkan ide atau pandangan yang disertai dengan bukti berupa fakta dan data agar pembaca menjadi yakin akan kebenaran hal tersebut. Kemudian diakhiri dengan pendapat satu atau beberapa penulis.

Supaya mudah mengingatnya, paragraf argumentasi memiliki ciri adanya pendapat dan alasan.

5. Persuasi

Paragraf ini digunakan untuk membujuk, mengajak, atau mengimbau pembaca untuk melakukan tindakan atau memercayai apa yang diinginkan penulis. Tidak jarang disertai dengan pembuktian untuk meyakinkan pembaca.

Biasanya paragraf persuasi dibentuk menggunakan kalimat yang menarik, menggunakan kata ajakan, seperti ayo, mari, dan sebagainya, serta menghindari konflik agar tetap mendapatkan kepercayaan pembaca.

Kategori Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utama

1. Paragraf Deduktif

Merupakan paragraf yang menempatkan gagasan pokok pada awal kalimat pertama. Biasanya diikuti dengan kalimat penjelas yang mendukung gagasan pokok tersebut.

2. Paragraf Induktif

Berkebalikan dengan paragraf deduktif, paragraf induktif memiliki gagasan pokok atau pikiran utama di akhir rangkaian kalimat, yang lebih sering terdapat di kalimat terakhir.

Fungsi dari gagasan pokok ini adalah untuk menyimpulkan kalimat penjelas yang telah disebutkan sebelumnya.

Paragraf induktif dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

a. Generalisasi

Paragraf ini menggunakan pendekatan induksi dengan pola pengembangan yang menggunakan fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.

Paragraf generalisasi sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu loncatan induktif dan tanpa loncatan induktif.

b. Analogi

Dilansir dari Wikipedia.org, paragraf analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Pola ini berdasarkan anggapan, bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi, maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain.

c. Kausalitas

Masih dilansir dari sumber yang sama, kausalitas atau hubungan kausalitas adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat.

Ada tiga pola hubungan kausalitas, yakni sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat 1 akibat-2.

3. Paragraf Campuran

Paragraf ini memiliki gagasan utama di awal dan akhir kalimat. Umumnya, gagasan yang ada di awal kalimat merupakan sebuah pokok pikiran dari paragraf tersebut, yang kemudian diikuti dengan kalimat penjelas dan diakhiri dengan penegasan kembali gagasan utama yang ada di awal kalimat.

Struktur Paragraf

Dilansir dari GuruPendidikan.co.id, struktur paragraf dapat dibagi menjadi 7 macam, antara lain:

  1. Paragraf dapat terdiri atas transisi dalam bentuk kalimat, topik/gagasan utama, kalimat pendukung, dan kalimat penegas.
  2. Paragraf dapat terdiri atas transisi dalam bentuk kata, topik/gagasan utama, kalimat pendukung, dan kalimat penegas.
  3. Paragraf dapat terdiri atas topik/gagasan utama, kalimat pendukung, dan kalimat penegas.
  4. Paragraf dapat terdiri atas transisi dalam bentuk kata, topik/gagasan, dan kalimat pendukung.
  5. Paragraf dapat terdiri atas transisi dalam bentuk kalimat, topik/gagasan, dan kalimat pendukung.
  6. Paragraf dapat terdiri atas topik/gagasan utama dan kalimat pendukung.
  7. Paragraf dapat terdiri atas kalimat pendukung dan topik/gagasan.

Nah, itulah penjelasan mengenai paragraf dalam bahasa Indonesia. Informasi mana yang baru kamu ketahui?

Dengan pengetahuan ini, diharapkan kamu jadi lebih mudah memahami sebuah karya tulis dan mempraktikan cara menulis yang baik dengan panduan penulisan paragraf yang benar.

Jika merasa artikel ini membantumu, yuk, bantu sebarkan kepada orang-orang yang juga membutuhkan informasi ini.