User dapat berkomunikasi dengan mesin memakai bahasa pemrograman. Dewasa ini ada berbagai jenis bahasa pemrograman yang telah dikembangkan. Salah satunya PHP (Hypertext Preprocessor) yang dipakai untuk membuat website dinamis. Dalam praktiknya, website dinamis dan statis menampung berbagai data dalam database server.

Data-data ini berupa URL, font, username, password, dan sebagainya. Berbagai data yang tersimpan dalam database dikelola oleh sistem manajemen database relasional yang disebut MySQL (My Structured Query Language).

Analoginya ialah Rozi yang sengaja berfoto selfie memakai ponselnya sendiri. Foto Rozi adalah data, galeri foto untuk menyimpan foto tersebut disebut database, dan relasional berarti data yang tersimpan di database ditampilkan dalam bentuk tabel.

Pengertian MySQL

MySQL (My Structured Query Language) merupakan sistem manajemen database relasional yang memakai bahasa pemrograman SQL (Structured Query Language) sebagai dasar perintah.

Cara membaca MySQL ialah my-es-kyo-el, bukan my sequel. Dilansir dari Wikipedia, MySQL telah dipakai lebih dari 6 juta user. Selain bersifat multialur dan muti-user, MySQL juga bersifat open source.

Sistem ini digunakan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License), meskipun ikut mendristribusikan MySQL khusus secara terbatas dan berbayar.

Michael Monty Widenius adalah programer Swedia yang menciptakan MySQL di tahun 1975. MySQL bermula dari sistem database sederhana yang disebut UNIREG. Namun perusahaan di mana Michael Monty Widenius bekerja, yakni TcX, merasa bahwa UNIREG tidak cocok untuk database dinamis mereka.

Kemudian dipakai mSQL (Mini Structured Query Language) versi 1 yang saat itu dikembangkan seorang programer bernama David Hughes. Sayangnya mSQL juga memiliki kekurangan. Pada akhirnya Michael Monty Widenius, TcX, dan David Hughes memutuskan mengembangkan sistem manajemen database yang baru. Sistem ini merupakan perpaduan antara UNIREG dan mSQL. Pada tahun 1995, MySQL dirilis sebagai sistem manajemen database relasional.

Awalnya hak kepemilikan MySQL berada di tangan perusahaan asal Swedia, yakni TcX, tapi pada tahun 2008, Sun Microsystems yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat berhasil membelinya.

Kemudian Oracle mengakuisisi Sun Microsystems sejak tahun 2010. Dengan demikian MySQL dimiliki oleh Oracle yang merupakan perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat.

Kelebihan dan Kekurangan MySQL

MySQL yang digunakan lebih dari 6 juta user menginformasikan secara gamblang  bahwa sistem manajemen database ini cukup populer di dunia. Artinya MySQL mempunyai kelebihan yang membuat jutaan user memilih untuk menggunakannya dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Padahal ada berbagai sistem manajemen database lain di dunia, misalnya Oracle, IBM DB2, dan Microsoft Access. Berikut dipaparkan kelebihan MySQL sebagai sistem manajemen database relasional:

  • MySQL dapat berintegrasi dengan berbagai bahasa pemrograman dalam membuat perangkat lunak.
  • MySQL bersifat open source. Artinya dapat dikembangkan oleh setiap user untuk menunjang kebutuhan mereka, tapi hasil pengembangan ini tidak untuk diperjualbelikan secara komersil.
  • Selain itu MySQL dapat dipakai secara gratis, sehingga banyak dokumentasi dan komunitas terkait sistem manajemen database relasional ini.
  • Struktur tabel dalam MySQL bersifat fleksibel dan mudah dipakai. Misalnya dalam memproses alter table.
  • MySQL mempunyai berbagai variasi data seperti date, char, text, integer, float, dan lain-lain.
  • Fitur keamanan MySQL terjamin dengan adanya berbagai lapisan keamanan dan pengaturan hak akses.
  • MySQL dapat dipakai pada server yang mempunyai spesifikasi atau RAM yang kecil, misalnya server yang mempunyai kapasitas 2 GB.
  • MySQL bersifat multi-user. Artinya dalam waktu yang sama, MySQL dapat dipakai oleh beberapa user untuk melakukan suatu tugas. Misalnya proyek tertentu yang dapat dikerjakan beberapa orang dalam waktu yang sama.

Meskipun MySQL mempunyai beragam kelebihan sebagaimana yang telah dipaparkan, tetap saja sistem manajemen database relasional ini mempunyai beberapa celah untuk dipertimbangkan. Berikut kekurangan MySQL yang dapat dipakai sebagai pertimbangan user dalam memenuhi kebutuhannya:

  • MySQL kurang cocok dalam mengembangkan aplikasi berbasis visual seperti game atau perangkat mobile.
  • MySQL kesulitan untuk mengelola database yang besar.
  • Dukungan teknik MySQL kurang mumpuni karena bersifat open source.

Perintah-Perintah dalam MySQL

MySQL bekerja berdasasarkan model client-server. Di dalamnya ada berbagai fungsi dasar yang setidaknya harus diketahui setiap programer, di antaranya sum, count, min, max, now, day, avg, curdate, year, dan sebagainya.

MySQL yang berperan sebagai sistem manajemen database relasional juga mempunyai berbagai jenis perintah dalam menjalankan fungsinya. Setidaknya ada tiga jenis perintah dalam sistem ini, yakni DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan DCL (Data Control Language). Berikut pemaparan perintah-perintah dalam MySQL:

  • DDL (Data Definition Language) berfungsi untuk membangun kerangka database memakai perintah create, alter, dan drop. Create adalah perintah untuk membuat sesuatu, baik itu berupa tabel, kolom, atau database baru; alter merupakan perintah untuk mengubah struktur tabel yang ada; sedangkan drop merupakan perintah untuk menghapus tabel dan database itu sendiri.
  • DML (Data Manipulation Language) berfungsi untuk memanipulasi data yang telah dibuat dalam database memakai perintah insert, update, select, dan delete. Insert merupakan perintah untuk memasukkan data-data baru dalam tabel yang telah dibuat; select merupakan perintah untuk mengambil data dari beberapa tabel memakai relasi; update adalah perintah untuk memperbarui data; dan delete dipakai untuk menghapus data dari tabel yang ada.
  • DCL (Data Control Language) berfungsi untuk pengontrolan data dan server database memakai perintah grant dan revoke. Grant merupakan perintah yang dipakai admin untuk memberi hak akses pada user lainnya, sedangkan revoke merupakan perintah untuk mencabut hak akses tersebut.

Aplikasi MySQL

Sebelum mengaplikasikan MySQL dalam pembuatan atau pengembangan perangkat lunak, MySQL perlu diinstal dalam sistem operasi yang ada. Misalnya dalam sistem operasi Windows dan Linux.

Cara instalasi MySQL dalam berbagai sistem operasi memerlukan teknik dan aplikasi pendukung yang berbeda, seperti aplikasi XAMPP untuk sistem operasi Windows dan aplikasi LAMP untuk sistem operasi Linux.

Setelah penginstalan memakai perangkat komputer yang mempunyai spesifikasi sesuai kebutuhan, MySQL dapat diaplikasikan dalam pembuatan berbagai produk, seperti pembuatan website dinamis, blog, toko online, klien dan informasi customer suatu perusahaan, guestbook, dan lain-lain.

Dalam pembuatan produk-produk tersebut dibutuhkan kesabaran dan keuletan setiap programer, khususnya bagi programer pemula yang harus mengetahui hal-hal dasar. Ada banyak situs yang menjelaskan bagaimana mengaplikasikan MySQL untuk membuat produk sesuai kebutuhan di internet.

Hal terpenting dalam pengaplikasian ini ialah user yang harus memahami kebutuhannya dalam memakai sistem manajemen database relasional ini, sebab akan menyangkut perihal spesifikasi komputer dan kapasitas penyimpanan hardisk.

Sebenarnya mempelajari MySQL dan bahasa pemrograman yang terlibat terbilang mudah. Pembaca, khususnya rogramer pemula, hanya perlu memahami hal-hal dasar yang telah diuraikan dalam artikel ini. Kemudian melakukan praktik secara mandiri dengan bantuan sumber-sumber belajar yang lain. Selamat mencoba.