Photo by Ling Tang on Unsplash

Kehidupan yang dinamis dan aktif pastinya menimbulkan sejumlah perubahan. Perubahan sendiri merupakan pembuktian jika masyarakat terus mencari cara untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan pengetahuan, pekerjaan, teknologi, inovasi dan banyak aspek lainnya. Tindakan tersebut akhirnya mengerucut pada kesimpulan modernisasi dan perubahan sosial budaya.

Lantas, apa pengertian sesungguhnya dari kedua hal tersebut? Masih banyak orang yang beranggapan bahwa proses modernisasi mengarah pada gaya hidup yang hedonisme atau konsumtif. Akibat dari tergagapnya masyarakat Indonesia yang sederhana menerima perubahan global. Kemudian, mengapa ada individu yang siap dan ada golongan yang tergagap menghadapi situasi ini? Agar pemahaman tidak menjadi simpang siur, pastikan untuk membaca artikel hingga akhir. Check this out!

Pengertian Modernisasi dan Perubahan Sosial Budaya

Modernisasi dan Perubahan Sosial Budaya – Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang masyarakatnya menghadapi pengaruh modernisasi dan perubahan sosial budaya. Hal tersebut memang menjadi suatu fase yang suka ataupun tidak suka perlu khalayak luas terima. Perubahan terjadi lantaran bergesernya bentuk kebutuhan yang kemudian menyebabkan kebutuhan yang ada dapat terpenuhi melalui inovasi-inovasi baru yang dipatenkan.

Kategori penduduk juga menentukan material kebudayaan. Apakah suatu negara lebih dominan pada usia produktif penduduk atau sebaliknya. Trend dan style acapkali terjadi akibat respon terhadap perubahan kondisi geografis. Hanya saja, cepat atau lambatnya perubahan tergantung dari bagaimana masyarakat menerima input tersebut. Sifat dasar manusia yang tidak pernah puas terhadap milik mereka memicu terjadinya fenomena modernisasi dan globalisasi secara natural.

Teknologi masih mendominasi perkembangan inovasi global. Penemuan-penemuan tersebut rupanya menghasilkan problematika tersendiri untuk masing-masing negara. Misalnya, di negara-negara maju, masyarakatnya melupakan keberadaan kebudayaan dengan sibuk menggunakan teknologi terbaru. Sementara itu, di sejumlah negara berkembang, lapangan pekerjaan menjadi berkurang karena industri menggunakan teknologi canggih.

Modernisasi memberikan dampak jelas hampir pada semua aspek kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang matang dari masyarakat dengan harapan agar permasalahan sosial, pergeseran nilai dan norma tidak lantas tergerus karena kegagapan individu atas perubahan.

Kondisi gagap budaya globalisasi kerap melanda negara-negara berkembang yang mana pembangunan sarana informasi dan komunikasinya masih tidak merata.

Ciri-Ciri Terjadinya Modernisasi

Ilmu pengetahuan yang berkembang serta canggihnya teknologi yang dipergunakan menjadi penanda bila penduduk negara tersebut masuk dalam kategori modern. Indonesia juga termasuk dalam kategori negara modern. Transformasi modernisasi terjadi akibat adanya pemicu seperti keinginan untuk menjadi yang terbaik, rasa kepedulian terhadap kebutuhan khalayak umum, tersedianya fasilitas dan modal yang memadai terciptanya inovasi serta hal yang terpenting adalah adanya individu atau kelompok dengan pengetahuan mumpuni.

Ciri-ciri dari masyarakat modern adalah siap menerima inovasi dalam memenuhi kebutuhan, berani untuk mengeluarkan pendapat terhadap persoalan atau situasi yang timbul, memiliki sensitivitas yang tinggi atas perubahan menuju masa depan lebih baik. Selain itu, modernisasi juga membantu masyarakat memiliki orientasi untukmenjadi individu unggul dan terdepan.

Perubahan pola pikir masyarakat terjadi lantaran memandang segala sesuatu lebih kepada sudut pandang ilmiah. Pihak pemerintah pun sulit menerapkan sistem pemerintahan monopoli atau otoriter. Sentralisasi wewenang sudah tidak cocok dengan pola kehidupan modern yang lebih demokrasi. Perubahan sosial bergerak secara signifikan; mulai dari perkembangan manusia tradisional menuju manusia yang melek teknologi. Fakta ini sesuai dengan proses evolusi manusia. Oleh karena itu, proses transformasi modernisasi dan perubahan sosial menjadi fenomena yang sulit dihindari.

Transformasi tersebut sudah jelas membutuhkan proses yang tidak instan; mulai dari kehidupan tradisional yang hanya mengenal tentang barter kemudian bergeser tentang mempelajari transaksi perdagangan. Setelah itu, membuat inovasi di bidang infrastruktur serta transportasi. Manusia mulai mengetahui bahwa aktivitas tersebut layak untuk dijadikan sebagai investasi. Kebutuhan-kebutuhan yang demikianlah yang meningkatkan aktivitas perekonomian dan banyak bidang lainnya.

Berikut adalah sudut pandang tentang transformasi modernisasi menurut para ahli.

  1. Moore mengungkapkan bahwa modernisasi merupakan tranformasi co eksistensi tradisional secara total. Meliputi teknologi, organisasi sosial, ekonomi, dan politik sebagai ciri stabilitas negara barat.
  2. Koentjaraningrat menyampaikan jika modernisasi merupakan upaya menjalani hidup sesuai dengan kondisi dunia saat ini.
  3. Soerjono Soekanto. Beliau menganggap jika modernisasi menjadi bentuk perubahan sosial berorientasi sesuai dengan perencanaan.
  4. Widjojo Nitisastro mengemukakan bahwa transformasi modernisasi menyeluruh perubahan hidup tradisional menuju kehidupan dengan pola ekonomis, sosial dan politis.
  5. Neil Smelser menjelaskan tentang perbedaan konsep struktural tidak akan lepas dari perubahan modernisasi. Proses ini memberikan fungsi yang berbeda saat masyarakat melaksanakan struktur. Dengan tujuan menjalankan fungsi tertentu.
  6. James Coleman memaparkan transformasi modernisasi yang merujuk pada proses perbedaan struktur bidang politik. Hal ini jelas mengarah pada hasil keputusan budaya politik. Pemerintah dan masyarakat memiliki kesetaraan serta keadilan yang sama sebagai bentuk kemodernan. Upaya melakukan modernisasi politik memberikan efek pengembangan sistem politik suatu negara.

Indikasi Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

Pastinya pembaca juga merasa penasaran mengenai indikasi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya. Indonesia sendiri merupakan bangsa yang berdiri atas nilai-nilai, norma, pola sosial, tradisi, interaksi serta kebudayaan. Sebuah transformasi budaya jelas menimbulkan pro dan kontra di tengah hubungan sosial khalayak yang luas. Perubahan sosial sama halnya dengan transformasi modernisasi yang mana proses transformasi bergerak, entah itu perlahan ataupun cepat namun pastinya terjadi.

Perubahan tindakan sosial dan budaya lebih umum terjadi sebagai akibat dari aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus sehingga berubah menjadi kebiasaan. Artinya, perubahan yang melibatkan lingkungan, individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Salah satu bentuk perubahan sosial budaya yang bisa kita lihat adalah melalui aksi protes terbuka.

Kesempatan untuk berdemo hanya bisa dilakukan oleh masyarakat dari negara dengan sistem pemerintahan demokrasi; yang mana aktivitas seperti itu tidak bisa masyarakat lakukan dibawah pemerintahan otoriter dan sejenisnya. Pergeseran budaya juga terlihat dari sosialisasi antarsiswa serta interaksi siswa dengan pengajar. Pada masa pandemi seperti sekarang ini, interaksi belajar mengajar dan sosialisasi lainnya dilakukan secara digital.

Mobilitas penduduk juga menjadi salah satu bentuk terjadinya perubahan sosial. Masyarakat yang semula tinggal di desa; setelah pemikirannya terbuka, lantas mengharapkan standar hidup yang lebih baik. Hijrahnya penduduk tentu akan berdampak pada perbedaan pola pikir dan cara pandang. Masyarakat pedesaan atau tradisional, umumnya sangat gemar bergotong royong dan terbiasa menjalin relasi kekerabatan yang erat satu sama lainnya.

Sikap yang sederhana itu akan beralih menjadi pola pikir yang lebih kompleks, termasuk mengenal adanya budaya persaingan dan matrialistis. Lambat laun, situasi yang kerap individu tersebut hadapi, maka dapat memberi perubahan; mulai dari caranya menyelesaikan persoalan, menjalani kehidupan sosial hingga menerapkan kebudayaan baru.

Globalisasi Bagian dari Perubahan Sosial

Seperti yang tadi sudah dijelaskan bahwa mobilitas penduduk membawa perubahan sosial, bukan hanya berkaitan dengan pola pikir dan sikap karena perpindahan pun memiliki penggolongannya; antara mobilitas vertikal  dan mobilitas horisontal. Jika yang terjadi adalah mobilitas vertikal, hal ini bergantung dari situasinya. Vertikal naik berarti yang bersangkutan mendapatkan perubahan kedudukan sosial ke tempat lebih tinggi sedangkan pengertian vertikal turun berbanding terbalik dengan definisi dari mobilitas vertikal naik.

Sementara itu, apabila status sosial tidak berubah namun terjadi pergerakan maka disebut dengan istilah mobilitas horisontal. Hal ini terjadi manakala individu yang bersangkutan hanya akan berpindah tempat, namun masih menjalani profesi yang sama dengan sebelumnya. Berpindah tempat tinggal jelas memperkenalkan seseorang dengan kebiasaan dan budaya baru dan perbedaan tersebut mengharuskan individu menyesuaikan diri. Situasi yang demikian juga berlaku pada dampak globalisasi.

Tidak menutup mata jika globalisasi memberikan pengaruh di setiap aspek. Ketika masyarakat membuka diri terhadap kemajuan teknologi, informasi, pendidikan dan komunikasi; maka saat itu pula budaya global akan turut anda ketahui. Fenomena ini mengundang pemikiran dari para ahli untuk turut memberikan pendapatnya.

  1. Soermardjan mengatakan jika perubahan sosial terjadi dalam lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosial suatu masyarakat; mulai dari nilai, sikap, interaksi hingga integrasi kelompok masyarakat.
  2. Kingsley Davis menganggap jika perubahan sosial terjadi dalam struktur dan fungsi di antara masyarakat.
  3. Gillin Lewis & Philip mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan cara individu dalam menjalani kehidupan yang variasinya telah diterima oleh masyarakat. Hal yang memicu diterimanya perubahan tersebut dapat diindikasi dari adanya perubahan mental dan pola pikir, nilai ideologi yang berkembang, perubahan kondisi geografis hingga komposisi masyarakat saat itu.
  4. Samuel Koenig menganggap jika modifikasi dalam pola kehidupan manusia membuat terjadinya perubahan sosial.

Dampak Positif dan Negatif Modernisasi dan Perubahan Sosial

Setiap perubahan pastinya membawa dampak positif dan negatif. Hal ini juga tidak terkecuali terjadi dalam transformasi modernisasi dan perubahan sosial. Perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan merupakan hal positif yang masyarakat bisa dapatkan. Perkembangan tersebut sudah jelas memberikan efisiensi dalam menyelesaikan suatu aktivitas.

Individu yang awalnya kurang mengerti cara menggunakan teknologi lalu kemudian tersedianya kebutuhan maka ada faktor pendorong untuk mau memperlajari teknologi tersebut. Sebagai contoh, 90% masyarakat Indonesia menggunakan ponsel pintar, komputer, internet dan produk pintar lainnya. Transformasi modernisasi merubah tatanan nilai dan kebudayaan masyarakat. Hal ini disebabkan inovasi yang mendifusi kebudayaan lama masyarakat.

Perkembangan modernisiasi yang sangat pesat membuat penyediaan kebutuhan lebih mudah diperoleh. Hal ini rupanya memicu pola hidup yang konsumtif. Selain itu, lantaran terlalu sibuk dengan kecanggihan teknologi, masyarakat cenderung bertindak individualis dan tanpa disadari justru menimbulkan kesenjangan sosial.

Mereka yang mampu melengkapi diri untuk bersaing dan menjalani kehidupan di era globalisasi terlihat sangat berbeda dari sebagian orang yang memiliki keterbatasan menjadi individu modern. Akibat dari adanya kesenjangan sosial adalah tingginya angka kriminalitas.

Strategi Menghadapi Perubahan Globalisasi

Modernisasi dan Perubahan Sosial Budaya – Sampai juga kita pada penghujung pembahasan. Selanjutnya, bagaimana cara kita dalam menyikapi perubahan globalisasi  yang serba canggih dan modern? Kita tidak bisa bersikap seperti katak dalam tempurung. Jendela pengetahuan harus terbuka dari berbagai sudut pandang. Filterisasi mandiri jelas menjadi tanggung jawab setiap individu. Mengandalkan peran aktif pemerintah sudah pasti masih banyak celah dan kelemahan.

Agar tidak mengalami salah presepsi dalam menafsirkan sumber informasi global, ada baiknya bila mulai mempelajari bahasa internasional layaknya bahasa Inggris dengan tujuan informasi lebih mudah terserap dan tidak mengalami miskomunikasi. Sikap terbuka memang diperlukan menghadapi perubahan, hanya saja kita bisa memilah manakah yang sesuai dengan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Karena bagaimanapun juga selama masih tinggal di dalam negeri, kita harus menaati aturan hukum, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.

Tingkatkan keahlian diri supaya memiliki nilai pribadi yang lebih baik. Kemampuan mengendalikan teknologi dan mempunyai keahlian di bidang tertentu. Sebaiknya, kita tak lantas merasa puas dan cukup. Kita semua mengetahui jika perkembangan teknologi bergerak sangat pesat. Oleh karena itu, sebaiknya terus mengupgrade keahlian. Tidak melulu harus pergi ke lembaga belajar yang mahal. Melalui jaringan internet masyarakat juga dapat belajar secara mandiri.

Demikian artikel tentang modernisasi dan perubahan sosial budaya, semoga membantu.