Sparkline bisa dikatakan sebagai grafik mini yang berada dalam sel. Jika grafik Excel pada umumnya menempati ruang yang luas, Sparkline Excel hanya menempati satu sel saja. Manfaat adanya Sparkline sangat banyak, pembaca akan dengan mudah melihat perkembangan dari setiap nilai yang ada dalam range worksheet.

Ada beberapa jenis Sparkline yang tersedia. Kabar baiknya, akan kami bahas semua jenis tersebut. Jenis pertama adalah Line, kedua Column, dan terakhir Win/Loss. Penasaran dengan jenis-jenis tersebut dan ingin tahu apa dampak terhadap pengolahan data yang sedang Anda lakukan? Simak sampai akhir.

Menggunakan Sparkline Line Lengkap

Menu ribbon Sparkline sudah terdapat dalam setiap Ms. Excel sehingga tidak akan menjadi soal. Siapkan worksheet beserta data-data yang ada. Kemudian buat satu kolom lagi dengan nama Sparkline. 

  1. Klik pada satu sel yang sejajar dengan data yang akan dibuat Sparkline. Masuk tab menu ribbon Data > Line.

2. Akan muncul kotak dialog baru bernama Create Sparkline. Isikan lokasi sel data-data yang akan digunakan dengan cara menyeret dari satu sel ke sel lain. Setelah itu klik OK.

3. Sparkline Line Anda sudah jadi.

Dari hasil di atas, dapat dilihat bahwa fitur Sparkline benar-benar membuat mudah dalam pembacaan data. Anda bisa mengetahui apakah data dari bulan ke bulan sesuai worksheet tersebut naik atau turun. Berapa besar perpindahannya, dan sebagainya.

Menggunakan Sparkline Kolom Lengkap

Fitur kedua dari Sparkline adalah kolom. Selain garis-garis yang menggambarkan kenaikan data, kolom juga dapat digunakan dengan mudah. Seorang operator atau user seyogyanya mampu menggunakan berbagai variasi dari fitur yang ada.

  1. Klik satu sel sebagaimana langkah pertama. Kemudian masuk Data > Column.

2. Kotak dialog baru juga muncul, pilih baris kedua yang sejajar dengan tempat Sparkline Anda.

3. Hasilnya dapat dilihat di bawah ini.

Variasi Sparkline dapat dimanfaatkan dengan maksimal jika terdapat data yang panjang atau banyak. Meski demikian tidak banyak orang yang mau memanfaatkannya. Jika unsur-unsur dan fitur sederhana seperti ini digunakan dengan baik, maka akan mendapat penyajian data yang baik pula.

Menggunakan Sparkline Win/Loss Lengkap

Win/Loss adalah fitur yang unik. Fitur ini juga bisa digunakan jika data yang tersaji tidak hanya bernilai positif. Andai positif semua, maka balok Sparkline hanya akan menghadap ke atas. Sedangkan jika ada yang negatif bisa turun ke bawah dengan warna yang berbeda.

  1. Ikuti langkah seperti langkah-langkah di atas. Klik sel menempatkan Sparkline Win/Loss kemudian Data > Win/Loss.

2. Pilih data di baris tersebut yang akan dijadikan sebagai Sparkline Win/Loss.

3. Maka Sparkline model terakhir Anda, Win/Loss, sudah jadi.

4. Namun untuk hasil di atas hampir tidak ada bedanya dengan Sparkline Column pada cara kedua. Sehingga kami coba untuk mengubah data yang tersedia menjadi negatif. Hasilnya dapat dilihat sebagai berikut. Data yang diubah negatif berada dalam kotak merah tersebut.

Itulah tiga jenis utama Sparkline sampai saat ini. Menyajikan data dengan Sparkline bahkan mengombinasikan antar semuanya akan membuat tampilan mudah dipahami serta lebih menarik. Dengan demikian apa yang hendak disampaikan bakal tersalurkan. Demikian artikel tentang menggunakan Sparkline, semoga bermanfaat.