Pendidikan

Pendidikan sangat penting bagi setiap orang. Karena itu, setiap warga Negara wajib mendapat pendidikan yang layak. Pendidikan merupakan proses dimana setiap orang  mengembangkan diri sebagai bekal hidup dan kelangsungan hidup. Pendidikan pertama berasal dari lingkungan keluarga atau orang tua. Pendidikan yang diajarkan oleh orang tua adalah pendidikan yang membantu menumbuhkan, mengembangkan, mendewasakan dan membuat yang tidak tertata pada anak menjadi semakin tertata. Pendidikan juga memiliki 2 relasi, yaitu dipimpin atau memimpin.

Salah satu fungsi pendidikan adalah mengembangkan kesadaran nasional sebagai daya mental dalam proses pembangunan identitas. Struktur kepribadian disusun dari karakteristik perwatakan yang tumbuh sepanjang kehidupan. Dengan begitu, kepribadian dan identitas bertumpu pada pengalaman kolektif, yaitu sejarah. Dalam konteks pembentukan identitas bangsa, pendidikan sejarah memiliki fungsi yang fundamental.

Dalam setiap kegiatan pendidikan, selalu didasari dengan kurikulum. Dan setiap kurikulum selalu berubah sesuai dengan dinamika masyarakat dan bangsa sebagai konsekuensi dari perkembangan sosial-budaya, politik, ekonomi, agama, ilmu-pengetahuan, dan teknologi. Perubahan tersebut menginginkan analisis tentang pengetahuan, nilai, keterampilan, dan  sikap yang diperlukan masyarakat sehingga mampu menjawab tantangan akibat perubahan-perubahan tersebut.

Jadi, pendidikan adalah proses membantu, menumbuhkan, dan mengembangkan, yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Atau yang sebelumnya tidak dapat diselenggarakan oleh pemerintahan menjadi bisa diselenggarakan negara.

Pendidikan Sejarah

Proses pembelajaran bisa diambil dari mana saja. Salah satunya berasal dari sejarah. Hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu dapat dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi dan karena itu, belajar sejarah adalah hal yang wajib. Ilmu sejarah dan pendidikan sejarah tidak dapat dipisahkan, walaupun ada perbedaan di dalamnya.

Sejarah memiliki 3 arti. Yang pertama, silsilah dan asal usul. Yang kedua, ilmu pengetahuan dan cerita tentang kejadian masa lalu. Dan yang terakhir, peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu dan memiliki bukti nyata bahwa kejadian itu pernah ada.

Ilmu sejarah adala awal dari pendidikan sejarah. Sejarah adalah pengajaran tentang masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan manusi. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut prasejarah. Sejarah juga masuk ke bidang akademis, khususnya yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan mengalisis urutan peristiwa masa lalu dan menentukan pola sebab dan akibat.

Sejarah juga merupakan topik ilmu yang menarik. Bukan hanya penting, sejarah juga mengajarkan tentang kegagalan dan keberhasilan pemimpin, sistem ekonomi yang pernah ada, serta hal-hal penting lainnya. Dalam sejarah juga, kita bisa mempelajari pengaruh filsafat sosial, latar belakang kegiatan politik, dan sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam sepanjang masa.

Dalam arti subjektif, sejarah adalah bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita. Cerita itu merupakan satu kesatuan yang mencangkup fakta-fakta yang terangkai untuk menggambarkan sejarah yang terjadi. Baik itu dalam proses maupun struktur yang menunjukan koherensi.

Dan dalam arti objektif, sejarah adalah kejadian dan peristiwa itu sendiri, proses yang terjadi. Kejadian itu hanya ada sekali dan tidak terulang lagi. Bagi orang yang memiliki kesempatan mengalami kejadian itu, sebenarnya hanya melihat dan mengikuti sebagian dari keseluruhan peristiwa itu. Keseluruhan proses peristiwa itu berlangsung, terlepas dari subjek manapun. Artinya, sejarah secara objektif tidak memiliki subjek.

Menurut sebagian bangsa. Sejarah, pendidikan sejarah adalah wahana penting dalam pendidikan bangsa. Hal ini disebabkan dengan adanya keyakinan bahwa materi pendidikan sejarah mampu mengembangkan sifat dan karakter generasi muda bangsa. Dan ketika generasi muda menjadi pemegang peran utama dan pendukung dalam menjalankan kehidupan bangsa, mereka sudah memiliki pembentukan diri dengan landasan yang kuat untuk menjalankan peran mereka masing-masing.

Pendidikan sejarah juga merupakan suatu proses pewarisan dan internalisasi nilai, pengetahuan, dan keterampilan sejarah dari serangkaian peristiwa yang disusun  sedemikian rupa. Melalui pendidikan sejarah juga akan menghasilkan generasi muda yang memiliki kesadaran akan sejarah, yaitu dengan menjadikan pengalaman historis sebagai referensi dalam menyikapi hidup sekarang maupun yang akan datang, serta membentuk jati diri bangsa.

Ada pun potensi dari pendidikan sejarah. Potensi-potensi ini akan membuat anak menjadi pribadi yang mengenal sejarah dengan baik. Berikut potensi yang akan diterima anak.

  • Mengembangkan rasa ingin tahu yang besar.
  • Memiliki sifat kepahlawanan dan kepemimpinan.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
  • Memiliki kemampuan berpikir kreatif.
  • Mengembangkan kepedulian terhadap sesama.
  • Memiliki kemampuan mencari, mengolah, dan mengkomunikasikan informasi.
  • Dapat membangun dan mengembangkan semangat kebangsaan.
  • Memiliki dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan sesama.

Selain potensi pendidikan sejarah. Pendidikan sejarah juga memiliki tujuan. Inilah tujuan pendidikan sejarah bagi anak usia dini.

  • Membangun kesadaran anak tentang pentingnya waktu dan tempat dimasa lalu. Contohnya, tempat dan tanggal lahir anak.
  • Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan pada anak terhadap peninggalan sejarah sebagai bukti peradaban dunia. Contohnya, mengajak anak mengunjungi museum atau bermain permainan tradisional.
  • Menumbuhkan kesadaran dalam diri anak sebagai bagian dari bangsa yang memiliki rasa bangga dan cinta tanah air. Contohnya, mengikuti upacara bendera dengan hikmat dan merayakan hari kemerdekaan.
  • Melatih anak berpikir kritis. Contohnya, bercerita tentang sejarah atau asal usul dirinya maupun lingkungannya dengan sedikit menarik.

Selain tujuan dari pendidikan sejarah, pengajar pendidikan sejarah juga memiliki sasaran umum. Inilah sasaran umum pendidikan sejarah.

  • Mengembangkan diri sendiri.
  • Memperluas cakrawala intelektual. 
  • Mengajarkan rasa toleransi pada sesamanya.
  • Memperkokoh rasa nasionalisme.
  • Memberikan gambaran yang tepat tentang konsep waktu, tempat, dan masyarakat.
  • Mengembangkan pemahaman internasional atau mendunia
  • Memberikan pelatihan mental pada anak.
  • Mengajarkan prinsip-prinsip moral.
  • Melatih siswa menangani isu-isu kontroversial atau tidak umum.

Jadi, pendidikan sejarah adalah upaya mentransfer kemegahan dan kehebatan suatu bangsa dimasa lalu pada generasi muda dengan mewariskan nilai-nilai keunggulan dan budaya bangsa. Pendidikan sejarah untuk anak, juga berarti proses membantu, menumbuhkan, dan mendewasakan perkembangan pengetahuan dalam diri anak dengan berbagai peristiwa yang tidak akan terulang lagi. Semua sejarah itu dapat dijadikan pembelajaran bagi anak. Dan dari situlah, potensi kemanusiaan anak terhadap sejarah tidak kering dari nilai-nilai.

Penerapan dan Metode Pendidikan Sejarah

Pendidikan sejarah dapat disampaikan dengan bervariasi. Salah satunya adalah dengan,

Bernyanyi

  • Selain mengajar, bernyanyi juga akan membuat anak merasa gembira dan senang.
  • Bernyanyi dapat dilakukan sebagai salah satu metode penanaman moral dengan menyisipkan makna lirik lagu dengan tersurat maupun tersirat.
  • Lagu yang baik adalah lagu yang mudah dimengerti anak. Inilah kriteria lagu yang cocok dengan anak.
  • Nada yang diajarkan mudah untuk dikuasai.
  • Mudah dihafal anak.
  • Lirik atau kalimatnya tidak terlalu panjang.
  • Ada makna pendidikan.
  • Sesuai dengan karakter anak.

Bersajak

  • Melalui metode ini, anak tidak hanya belajar pendidikan sejarah, tapi juga diajar untuk menghargai makna dari sajak yang diajarkan.
  • Secara nilai moral, dengan sajak akan akan  memiliki kemampuan untuk menghargai perasaan, karya, serta keberanian untuk mengungkap sesuatu melalui sajak.

Karya Wisata

  • Karya wisata adalah metode pengajaran dengan mengamati langsung dunia dan objek, misalnya manusia, tumbuhan, dan hewan.
  • Salah satu manfaat karya wisata adalah karya wisata kaya akan nilai-nilai pendidikan.
  • Dengan karya wisata, anak akan mendapat ilmu dari pengalaman dan sudut pandangnya sendiri.
  • Selain sejarah, anak juga bisa diajarkan menghargai hasil pekerjaan orang lain.

Bercerita

  • Bercerita adalah suatu kegiatan seseorang secara lisan kepada orang lainnya, dengan atau tanpa alat tentang menyampaikan sesuatu dalam bentuk pesan, informasi, atau hanya dongeng untuk didengar.
  • Bercerita dan mendongeng juga merupakan warisan seni kuno yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya secara turun temurun.
  • Bercerita memiliki arti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), yaitu cerita adalah tuturan yang membentang tentang bagaimana terjadinya suatu hal atau peristiwa yang menuturkan perbuatan, pengalaman kebahagiaan atau penderitaan seseorang. Dan kejadian itu adalah kejadian sesungguhnya dan bukan karangan.
  • Bercerita dapat dijadikan metode untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku pada masyarakat.
  • Metode bercerita adalah penyampaian materi pada anak secara lisan, metode ini bertujuan memperkenalkan, memberikan keterangan, atau penjelasan tentang hal baru pada anak sebagai bagian dari pembelajaran.
  • Salah satunya adalah dengan dongeng. Di dalam dongeng, biasanya terdapat berbagai nilai moral, nilai agama, nilai budaya, nilai sosial, dan nilai-nilai lainnya.
  • Metode bercerita juga merupakan metode yang paling digemari pengajar, anak akan merasakan pengalaman belajar yang menarik dan mengundang perhatian anak, tapi tentu saja tidak terlepas dari tujuan pendidikan.
  • Ada juga cerita yang menanamkan nilai nasionalisme. Contohnya, Raden Ajeng Kartini, Teuku Umar, dan Pangeran Diponegoro.
  • Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dari bercerita pada anak usia dini. Anak usia dini sendiri berarti sekelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan, intelegensi, sosial emosional, dan komunikasi khusus yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan anak. Inilah tujuannya.
  • Melatih daya serap anak. Anak usia dini dapat dan mampu memahami ide-ide pokok dalam cerita.
  • Melatih daya konsentrasi. Anak dapat memusatkan pikirannya pada keseluruhan cerita, karena dengan memusatkan pikirannya, hal itu dapat melatih hubungan dari setiap plot cerita dan mendapat ide pokok.
  • Melatih daya pikir. Anak dapat memahami proses cerita dan kaitannya dengan hubungan sebab-akibat.
  • Mengembangkan daya imajinasi anak. Anak dapat memahami cerita yang diberikan dengan berimajinasi dengan fantasinya. Bahkan untuk sesuatu yang berada diluar indranya atau di lingkungan sekitarnya, itu bisa membantu mengembangkan wawasan anak.
  • Membantu perkembangan bahasa anak berkomunikasi. Anak dapat berkomunikasi dengan aktif dan lancar pada teman-temannya nanti.
  • Menciptakan situasi yang menggembirakan. Anak usia dini akan senang mendengarkan cerita, apalagi jika cerita yang diberikan menarik.
  • Selain tujuan, juga ada manfaat bercerita bagi anak berusia dini. Inilah manfaatnya.
  • Mengembangkan kemampuan berbahasa, yaitu kemampuan menyimak atau mendengar ( listening ), kemampuan berbicara ( speaking ), dan menambah kosakata yang dimiliki anak.
  • Membuka cakrawala pengetahuan anak.
  • Melatih kepekaan sosial dan emosi anak tentang hal-hal yang terjadi di sekitarnya melalui cerita.
  • Melatih daya ingat atau memori anak dalam menyimpan informasi melalui tuturan peristiwa atau cerita yang diberikan.
  • Membantu membentuk pribadi dan moral anak.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir anak. Dengan bercerita, anak akan diajak untuk memfokuskan pemikirannya pada jalan ceritanya, serta kemampuan berpikir simbolik.
  • Merangsang minat menulis anak.
  • Mengembangkan potensi kreatif anak melalui ide-ide cerita yang diberikan anak.
  • Menanamkan pesan pesan moral yang terkandung dalam cerita yang akan mengembangkan kemampuan moral dan agama. Misalnya, konsep benar dan salah atau konsep Ketuhanan.