Siapa yang tidak mengenal pasar? Banyak orang yang berpendapat jika pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Namun meskipun demikian, pengertian pasar tak selalu pada tempat. Ada pula jenis pasar yang tidak mempertemukan secara langsung antara pihak penjual dan pembeli. Sehingga bisa diambil kesimpulan jika pengertian pasar merupakan proses interaksi pihak penjual dan pembeli dalam menetapkan harga keseimbangan. Jadi pemahaman mengenai pasar patutnya dimengerti bagi para pelaku ekonomi. Namun selain jenis pasar, ada pula pemahaman mengenai struktur pasar. Secara luas, struktur pasar terbagi menjadi 2 kategori yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Dan untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa melihat di bawah ini. 

Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition Market)

Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang mana jumlah penjual dan pembeli di dalamnya cukup banyak dan produk yang diperjualbelikan juga sejenis. Jadi bisa disimpulkan jika barang/jasa yang dijadikan objek transaksi dalam pasar ini bersifat homogens serta tidak dapat dibedakan. Semua produk tampak identik dan pembeli tidak dapat membedakan perfect competition. Harga dihasilkan dari mekanisme pasar serta interaksi adanya permintaan dan penawaran sehingga baik penjual maupun pembeli tidak bisa mempengaruhi harga. Karena itu promosi dengan menggunakan iklan sekalipun tidak dapat mempengaruhi penjualan. Dalam pasar ini jumlah perusahaan cukup banyak namun kemampuannya dianggap kecil sehingga tidak berpengaruh terhadap pasar. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ciri-ciri pasar persaingan sempurna:

  • Jumlah pihak produsen dan konsumen banyak
  • Sifat barang jualan homogen
  • Faktor-faktor produksi dapat bergerak bebas
  • Tidak ada ikut campur pemerintah untuk menentukan harga
  • Penjual adalah pengambil keputusan harga
  • Konsumen memiliki posisi yang kuat untuk menawar
  • Sulit mendapatkan keuntungan yang jumlahnya di atas rata-rata
  • Tidak adanya hambatan keluar masuk pasar untuk penjual

Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)

Berkebalikan dari pasar persaingan sempurna, pasar persaingan tidak sempurna ini hanya terdiri dari penjual yang terbatas namun pembeli cukup banyak. karena pihak penjual cukup terbatas, maka pihak penjual adalah pihak yang dapat menentukan harga. Dan untuk barang yang dijadikan objek transaksi jual beli bersifat heterogen. mengapa dianggap sebagai pasar persaingan tidak sempurna? Hal ini karena adanya kecacatan yang menyebabkan ketidakadilan di dalam pasar. Ada beberapa ciri-ciri utama dari pasar persaingan tidak sempurna yaitu:

  • Hanya ada sedikit penjual namun banyak pembeli
  • Harga ditetapkan pihak penjual dikarenakan adanya unsur monopoli yang menyebabkan jumlah permintaan dan penawaran di dalam aktivitas ekonomi kurang berpengaruh terhadap pembentukan harga
  • Sulit bagi produsen baru untuk bisa masuk ke dalam pasar
  • Barang/jasa yang ditawarkan dalam pasar bersifat variatif namun sulit untuk mendapatkan barang substitusi

Pasar persaingan tidak sempurna memiliki beberapa bentuk pasar, yaitu:

Pasar Monopoli

Pasar monopoli merupakan jenis atau bentuk pasar yang hanya memiliki satu kekuatan, penjual, maupun satu perusahaan namun menguasai seluruh penawaran. Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam pasar ini tidak terdapat pihak lain yang menjadi saingan, sehingga kegiatan jual beli yang terjadi adalah monopoli murni atau pure monopoly. Perusahaan yang memonopoli tersebut menciptakan produk yang tidak dapat diproduksi perusahaan lain dan tidak ada barang yang bisa menggantikannya. Ada beberapa contoh dari pasar monopoli, seperti perusahaan negara, perusahaan gas alam, perusahaan minyak bumi, dan lainnya.

Pasar Oligopoli

Pengertian pasar oligopoli adalah pasar yang mana di dalamnya penawaran 1 jenis barang dikuasai beberapa perusahaan. Umumnya terdapat hingga lebih dari 2 perusahaan namun kurang dari 10. Oligopoli memiliki struktur pasar tersendiri. Dalam pasar ini, perusahaan memposisikan sebagai dirinya sebagai pihak yang terikat dengan permainan pasar. Yang mana keuntungannya akan tergantung dari langkah-langkah yang diambil pesaing mereka. Sehingga semua hal seperti promosi, iklan, pengenalan produk baru, dan lainnya dilakukan bertujuan untuk tetap mengikat konsumen mereka dan menjauhkan dari kompetitor lainnya.  Umumnya pada praktek oligopoli dilakukan sebagai upaya menahan perusahaan kompetitor yang potensial agar tidak masuk ke dalam pasar. Sehingga perusahaan yang menerapkan oligopoli pun akan mendapatkan keuntungan yang normal dibawah dari tingkat maksimal dengan cara menetapkan harga jual yang terbatas. Sehingga menyebabkan adanya kompetisi harga menghilang di masing-masing pelaku usaha yang menerapkan praktek oligopoli. Umumnya struktur pasar seperti ini terbentuk pada bidang industri yang memiliki capital intensive tinggi seperti industri semen, kertas, dan mobil misalnya

Pasar Monopolistis

Pasar persaingan monopolistis merupakan pasar yang mana banyak penjual memproduksi barang-barang yang beraneka ragam. Pasar ini sering dijumpai pada produsen jasa dan pedagang eceran. Misalnya saja toko obat/apotik, toko kelontong, angkutan, salon dan lainnya. Ciri-ciri dari pasar monopolistis antara lain adalah:

  • Ada banyak pihak penjual dan pembeli di dalam pasar
  • Barang yang dihasilkan sejenis
  • Ada banyak penjual yang tingkatnya sama, namun tidak ada satupun yang menguasai pasar
  • Penjual bisa mudah menawarkan barang atau jasanya di pasar
  • Penjual memiliki sedikit kekuasaan untuk menentukan maupun mempengaruhi harga di pasar

Pasar Monopsoni

Jenis pasar persaingan tidak sempurna ini terjadi saat kondisi ada banyak penjual namun hanya ada pembeli tunggal. Bisa dikatakan jika pasar ini hanya dikuasai satu konsumen saja. Ciri-ciri pasar monopsoni antara lain adalah:

  • Pembeli atau konsumen menjadi pihak sentral yang mana berperan menentukan harga
  • Barang yang diedarkan biasanya berbentuk barang mentah
  • Hanya ada 1 pembeli saja