Tentu saja, kita tahu bahwa energi listrik pada suatu benda tergantung pada daya listrik yang dimiliki benda tersebut saat dioperasikan. Oleh karena itu, daya dan energi listrik saling berkaitan dan bergantung satu sama lain.

Nah, apa yang dimaksud dengan daya listrik dan energinya? Penasaran kan? Untuk mengetahui secara detail daya listrik dan energinya, mari simak penjelasan berikut ini. Pastikan, pahami dengan saksama supaya pengetahuan kita semakin bertambah.

Memang dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata daya listrik. Namun, terkadang kita kurang memahami pengertian daya itu sendiri. Oleh karena itu, sebelum mengetahui pengertian daya yang berkaitan dengan listrik, alangkah baiknya memahami pengertian daya itu sendiri.

PENGERTIAN DAYA LISTRIK YANG PERLU DIKETAHUI

Daya memiliki arti suatu energi yang dibutuhkan suatu benda untuk melakukan suatu usaha. Jadi, daya listrikdapat diartikan sebagai sejumlah energi bermuatan listrik yang digunakan dalam setiap satuan waktu.

Perlu diketahui, terkadang pada suatu rangkaian listrik ada sebagian daya yang hilang dan berubah menjadi energi panas. Nah, daya tersebut disebut dengan nama daya disipasi.

Rumus untuk Menghitung Daya Listrik

Setelah mengetahui pengertian daya listrik, kita perlu mengetahui rumus untuk menghitungnya. Adapun rumus untuk menghitung daya adalah sebagai berikut.

Keterangan:

P merupakan daya listrik menggunakan besaran watt (W)

W merupakan energi menggunakan besaran joule (J)

V merupakan beda potensial atau tegangan listrik menggunakan besaran volt (V)

t merupakan waktu terjadinya daya listrik menggunakan besaran second

R merupakan hambatan listrik menggunakan besaran ohm

I merupakan kuat arus listrik yang menggunakan besaran ampere

Jenis-Jenis Daya Listrik yang Perlu Diketahui

Pada kenyataannya, daya listrik ada 3 jenis. Adapun ketiga jenis daya listrik tersebut adalah sebagai berikut.

1. Daya Listrik Reaktif

Daya listrik reaktif merupakan suatu daya yang diperlukan dalam usaha pembentukan medan magnet atau dapat dikatakan daya yang mungkin timbul karena adanya beban yang memiliki sifat induktif. Daya listrik reaktif ini memiliki satuan yang disebut dengan nama volt ampere reactive atau disingkat VAR.

Pada umumnya, daya listrik reaktif ini dihemat. Adapun cara menghemat daya listrik reaktif dapat menggunakan kapasitor yang dipasang pada rangkaian listrik. Namun, perlu diingat kapasitor tersebut harus memiliki beban yang bersifat induktif.

Nah, daya listrik reaktif ini sering diterapkan pada pabrik-pabrik yang menggunakan beban berbentuk motor listrik. Umumnya, motor listrik yang digunakan dalam jumlah yang banyak. Untuk rumus daya listrik reaktif dinyatakan sebagai berikut.

Q = V x I x sin Ø

Keterangan:

Q merupakan daya listrik reaktif menggunakan simbol VAR

V merupakan tegangan listrik menggunakan simbol V

I merupakan kuat arus listrik menggunakan simbol A

sin Ø merupakan faktor reaktif daya listrik

2. Daya Listrik Pasif

Daya dan energi listrik memang saling terkait. Oleh sebab itu, terdapat daya nyata atau daya sesungguhnya yang diperlukan oleh suatu beban. Nah, daya ini disebut dengan nama daya aktif atau disingkat P. Adapun satuan daya aktif ini adalah watt (W). Umumnya, daya aktif ini diukur menggunakan alat ukur khusus, yaitu wattmeter.

Untuk rumus daya listrik pasif ini ada dua jenis, antara lain sebagai berikut.

  • Rumus daya aktif untuk beban yang memiliki sifat resistansi adalah sebagai berikut.

Dari persamaan 1 dan 2 didapat rumus P = V x I

Keterangan:

 P merupakan daya aktif menggunakan simbol W

Pm merupakan daya maksimum menggunakan simbol W

Im merupakan arus listrik maksimum menggunakan simbol A, sementara I merupakan arus listrik pada umumnya

Vm merupakan tegangan listrik maksimum menggunakan simbol V, sementara V merupakan tegangan listrik pada umumnya

  • Rumus daya aktif untuk beban yang memiliki sifat impedansi adalah sebagai berikut.

P = V x I x cos Ø

Keterangan:

P merupakan daya aktif menggunakan simbol W

V merupakan tegangan listrik menggunakan simbol V

I merupakan arus listrik menggunakan simbol A

cos Ø merupakan faktor daya yang mungkin terjadi pada daya aktif

3. Daya Listrik Semu

Selain daya listrik aktif dan reaktif, ada daya listrik semu. Daya listrik semu merupakan daya listrik yang terbentuk dari hasil perkalian antara arus listrik dengan tegangan listrik. Umumnya, daya semu ini memiliki beban dengan sifat semu. Artinya beban yang dihasilkan bersifat resistensi atau tidak nyata.

Contoh alat listrik yang memiliki beban dengan daya semu adalah setrika listrik, kompor listrik, lampu pijar dan beberapa alat listrik lainnya yang mana beban pada rangkaiannya tidak dapat dihemat. Mengapa beban listrik daya semu tidak dapat dihemat? Itu karena resisten pada daya tersebut memiliki arus listrik dan tegangan sefase yang mana perbedaan sudutnya adalah 0◦.

Berbeda halnya dengan daya nyata, daya ini merupakan daya dari pembangkit listrik milik negara kepada pengguna listrik. Pada umumnya, daya nyata menggunakan satuan volt ampere atau disingkat VA. Adapun untuk rumus daya semu dirumuskan sebagai berikut.

S = V x I

Keterangan:

S merupakan daya semu menggunakan satuan volt ampere (VA)

V merupakan tegangan listrik menggunakan satuan volt (V)

I merupakan kuat arus listrik menggunakan satuan ampere (A)

Nah, itulah jenis-jenis daya listrik yang perlu diketahui. Untuk lebih jelasnya tentang jenis-jenis daya listrik secara detail dapat dipelajari pada jenjang pendidikan tinggi.

Pengertian Energi Listrik yang Perlu Diketahui

Pastinya, daya dan energi listrik saling terkait. Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah mengetahui pengertian daya listrik. Nah, pada pembahasan ini akan membahas tentang energi listrik. Adapun pengertian energi listrik adalah suatu energi yang terjadi karena adanya aliran muatan listrik pada sebuah rangkaian listrik yang tertutup.

Pada umumnya, alat listrik di sekitar kita dapat melakukan usaha jika alat tersebut mampu mengubah energi listrik yang dihasilkan menjadi energi lainnya. Perlu diketahui, energi listrik yang dibutuhkan oleh alat listrik akan berbanding lurus dengan tegangan, waktu dan kuat arus listrik. Jadi, dapat disimpulkan daya dan energi listrik saling bergantung satu sama lain.

Rumus Energi Listrik

Sama halnya dengan daya, energi listrik memiliki rumus yang dapat dihitung secara matematis. Adapun rumus energi listrik adalah sebagai berikut.

W = V x I x t  …… rumus ini merupakan persamaan 1

W = I2 x R x t ……. rumus ini merupakan persamaan 2

w = (V2 x t) : R ……. rumus ini merupakan persamaan 3

Berdasarkan rumus energi listrik tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa daya dan energi listrik saling ketergantungan satu sama lain.

Satuan Energi Listrik yang Perlu Diketahui

Dalam satuan internasional yang disingkat dengan SI, energi listrik dinyatakan dalam joule atau J. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari energi listrik dinyatakan dalam satuan kalori dan kilowatt hour (disingkat kWH).

Untuk satuan energi lainnya sebagai berikut.

  1. 1 joule  sama dengan 0,24 kalori.
  2. 1 kalori sama dengan 4, 2 joule.
  3.  1 kWH sama dengan 1 KW x 1 jam (hour).
  4.  1 kWH sama dengan 1000 W x 3600 second = 3. 600.000 joule.
  5. 1 kWH sama dengan 3.600 kilo joule (KJ).

Bentuk Perubahan Energi Listrik yang Mungkin Terjadi di Sekitar Kita

Pada kehidupan sehari-hari, kita akan menjumpai terjadinya perubahan energi. Hal tersebut juga terjadi pada energi listrik. Adapun bentuk perubahan energi listrik yang mungkin terjadi di sekitar kita adalah sebagai berikut.

1. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Cahaya

Perlu diingat, daya dan energi listrik saling mempengaruhi. Energi listrik timbul karena pengaruh daya listrik. Begitu juga perubahan energi listrik yang terjadi pada suatu alat listrik dipengaruhi oleh daya alat listrik tersebut.

Bisa dikatakan energi listrik pada suatu alat listrik dapat diubah menjadi energi cahaya. Perubahan energi listrik menjadi energi cahaya ini dapat kita lihat pada alat listrik, seperti lampu. Pastinya, kita sudah mengetahui bahwa jaringan listrik yang didistribusikan oleh PLN dapat membuat lampu menyala dan mengeluarkan cahaya.

Nah, lampu yang dialiri listrik tersebut dapat menyala dan mengeluarkan cahaya karena di dalam lampu tersebut memiliki filamen. Proses tersebut disebut dengan nama proses ionik. Proses tersebut terjadi karena ada beda potensial atau tegangan listrik pada ruang hampa di dalam lampu. Akibatnya lampu dapat bersinar mengeluarkan cahaya.

2. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Panas

Ternyata, selain dapat berubah menjadi cahaya, energi listrik juga dapat mengubah alat yang bermuatan listrik menjadi energi panas. Salah satu alat listrik yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi panas adalah setrika listrik.

Pastinya, saat ini setiap rumah memiliki setrika listrik yang sangat membantu merapikan pakaian dalam kehidupan sehari-hari. Selain setrika listrik, alat listrik yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi panas adalah solder dan kompor listrik.

Perubahan energi listrik menjadi energi panas pada alat listrik di rumah kita disebabkan oleh kawat nikel atau nikrom yang memiliki hambatan yang cukup besar. Pada umumnya, kawat nikel merupakan salah satu komponen bermuatan listrik yang tersusun pada rangkaian di dalam setrika listrik.

3. Perubahan Energi Listrik Menjadi Energi Gerak

Satu lagi contoh nyata bahwa daya dan energi listrik saling ketergantungan adalah terjadinya perubahan energi listrik menjadi energi gerak. Perubahan energi listrik menjadi energi gerak ini dapat kita temukan pada alat listrik rumah tangga, seperti kipas angin.

Jika diperhatikan dengan saksama, kipas angin yang ada di rumah kita dapat berputar disebabkan adanya energi listrik yang dapat menggerakkan komponen magnet pada kipas angin. Jadi, tidak heran jika kipas angin dapat bergerak jika dialiri listrik.

Nah, itulah pengetahuan tentang daya dan energi listrik yang perlu kita ketahui. Perlu diingat, di era teknologi yang terus berkembang, manusia terus mengembangkan energi listrik yang dapat diperbarui. Salah satu energi listrik yang dapat diperbarui adalah energi listrik menggunakan panas sinar matahari. Pastikan kita selalu menghemat listrik supaya energi listrik tidak cepat habis.

Sumber:

  1. https://www.amongguru.com/energi-dan-daya-listrik-pengertian-rumus-dan-contoh-perhitungannya/
  2. https://www.amongguru.com/energi-listrik-dan-contoh-perubahannya-dalam-kehidupan/
  3. https://www.pelajaran.co.id/2016/12/pengertian-energi-daya-listrik-dan-daya-elemen-listrik.html
  4. https://saintif.com/rumus-daya/
  5. http://guruipablog.blogspot.com/2017/01/energi-dan-daya-listrik.html
  6. https://www.materikelasipa.net/2018/10/ringkasan-materi-energi-dan-daya-listrik.html
  7. https://www.gurupendidikan.co.id/rumus-dan-satuan-energi-listrik/
  8. https://kusumandarutp.blogspot.com/2015/08/daya-listrik-daya-aktif-daya-reaktif.html