sumber: https://www.tigaserangkai.com/id/wp-content/uploads/2016/02/EYD.jpg

Di tengah semakin meluasnya penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan bahasa Indonesia seolah semakin terpinggirkan. Padahal, bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Salah satu cara melestarikan bahasa Indonesia adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya sudah baik, namun tidak banyak yang memahami dan menerapkan bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Mungkin diantara kamu masih ada yang belum memahami apa itu EYD. Padahal, penerapan bahasa Indonesia sesuai EYD dalam kehidupan sehari-hari juga tak kalah penting karena beberapa alasan.

Sebelum kita membahas pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan EYD, yuk, kenali dulu apa itu EYD atau Ejaan yang Disempurnakan.

Pengertian Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Menurut KBBI Daring yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.

Ejaan yang Disempurnakan (EYD) menurut Wikipedia.org adalah ejaan bahasa Indonesia yang mengatur tata cara berbahasa Indonesia yang baik dalam hal penulisan. Ada enam hal yang diatur dalam EYD, antara lain:

  1. Penulisan huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.
  2. Penulisan kata.
  3. Penulisan tanda baca.
  4. Penulisan singkatan dan akronim.
  5. Penulisan angka dan lambang bilangan.
  6. Penulisan unsur serapan.

Penggunaan EYD sudah berlaku sejak tahun 1972 hingga 2015. Ejaan ini menggantikan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi yang berlaku sejak 1947, yang sebelumnya menggantikan Ejaan Van Ophuijsen atau Ejaan Lama.

Sebenarnya, penggunaan EYD telah digantikan dan disempurnakan dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) sejak tahun 2015, dengan penambahan pada huruf vokal diftong dan penggunaan huruf tebal. Namun masyarakat lebih umum dengan sebutan EYD, meskipun peraturannya sudah berbeda.

Penetapan Ejaan ini dilakukan oleh panitia ejaan bahasa Indonesia yang kemudian ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Sehingga pembuatan aturannya tidak bisa sembarangan.

Lalu mengapa penggunaan EYD ini amat penting, khususnya dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita simak jawabannya di bawah ini!

7 Alasan Pentingnya Menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

1. Menggambarkan Indahnya Bahasa Indonesia

Penulis pernah membaca di salah satu media sosial di mana warga negara lain memberikan komentar terkait bahasa Indonesia yang terdengar dan terlihat seperti untaian kata dalam puisi, yang mana tentu saja indah didengar.

Keindahan bahasa Indonesia tidak lepas dari banyaknya kosakata yang penggunaannya dapat disesuaikan dalam berbagai situasi. Ditambah dengan keragaman kosakata serapan yang diambil dari bahasa daerah dan bahasa asing yang terus bertambah, serta dengan penggunaan EYD yang terus diperbarui dan disempurnakan.

2. Memudahkan Komunikasi

Seperti yang kita ketahui, Indonesia terdiri dari beragam suku, yang kemudian disatukan dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan EYD dapat membantu kita untuk memahami maksud orang lain meskipun kita berasal dari suku dan latar belakang yang berbeda.

Bayangkan, kita menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah atau bahasa asing, mungkin tidak semua orang akan memahami apa yang kita bicarakan. Oleh karena itu, gunakanlah bahasa Indonesia yang baik untuk memudahkan komunikasi dengan sesama, terlebih jika sedang berada di luar kota kelahiranmu.

3. Memudahkan Menyerap Makna

Pemilihan kata dan penggunaan tanda baca yang tepat dapat membantu menjelaskan makna yang terkandung dalam sebuah tulisan sehingga pembaca akan langsung mengetahui apa yang dimaksud oleh penulis.

Namun terdapat beberapa masalah yang sering terjadi dalam penulisan bahasa Indonesia, yakni peletakan tanda baca dan penggunaan tulisan dengan huruf miring yang tidak tepat, sehingga terkadang bisa menimbulkan salah paham.

Sebagai contoh penggunaan tanda baca titik dua yang benar dilansir dari blog.typoonline.com:

BenarSalah
Tata Laksana Diabetes Melitus: Diagnosis, Terapi, dan Upaya PencegahanTata Laksana Diabetes Melitus — Diagnosis, Terapi, dan Upaya Pencegahan

Penggunaan titik dua digunakan untuk memisahkan judul dan anak judul suatu karangan. Tanda titik dua dalam contoh yang benar menyiratkan bahwa tulisan tersebut secara keseluruhan membahas tentang tata laksana diabetes melitus yang di dalamnya termasuk diagnosis, terapi, dan upaya pencegahan.

Sedangkan pada kolom yang salah, penggunaan tanda em (—) pada kalimat di atas tidak tepat. Karena kalimat di atas merupakan judul dan anak judul karangan, bukan penjelasan khusus di luar bangun kalimat atau menegaskan adanya keterangan lain.

Selain tanda titik dua (:), kesalahan penggunaan tanda koma (,) juga sering kali ditemukan. Contoh untuk penggunaan tanda koma yang benar:

BenarSalah
Andi membeli pisang, pensil, dan tomat.Andi membeli pisang pensil dan tomat.

Pada kolom yang benar, kita dapat dengan mudah menangkap makna dari tulisan tersebut, yakni Andi membeli pisang yang bermakna buah, pensil yang bermakna alat tulis, dan tomat yang bermakna buah.

Sedangkan di kolom yang salah, kita sulit menangkap apa yang dimaksud dengan pisang pensil, yang mana kenyataannya benda bernama pisang pensil tidak ada.

Selain itu, masih banyak juga yang tidak mengetahui pentingnya penggunaan huruf miring untuk merujuk kepada kalimat atau kata berbahasa asing atau bahasa daerah. Sehingga terkadang kata yang merujuk pada istilah asing sering disangka kata serapan.

Penggunaan huruf miring juga membantu memudahkan pembaca untuk mencari pengertian dari kata yang dimaksud.

4. Menunjukkan Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Sopan

Bangsa Indonesia dianggap sebagai bangsa yang menjunjung sopan santun yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari cara mereka mereka bertutur kata menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan EYD kepada sesama. Meskipun dalam kesehariannya, masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia yang lebih luwes.

Mungkin menggunakan bahasa Indonesia sesuai EYD akan membuat kita terlihat kaku, namun coba bandingkan dengan penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari yang cenderung lebih luwes atau gaul. Dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai EYD, kita akan terlihat lebih sopan, sehingga orang lain pun akan segan dan menghargai kita.

5. Membuat Karya Tulis Lebih Menarik untuk Dibaca

Pada tahap akhir dalam proses pembuatan karya tulis, agar tulisan kita kelak menarik untuk dibaca, harus melalui penyuntingan. Dalam tahap ini keseluruhan karya tulis akan diperiksa, apakah sudah siap untuk diterbitkan atau belum jika dilihat dari sistematika penyajian, isi, dan bahasanya. Tentu untuk memeriksa kelayakan ini, penyunting berpegang pada pedoman EYD.

Karya tulis yang telah lolos proses sunting, tentu akan memiliki kualitas yang baik, lebih enak dibaca, dan menarik. Sehingga kelak pembaca juga tidak akan menemukan kesulitan untuk memahami apa yang ingin disampaikan penulis.

Dampak penggunaan EYD selain membuat sebuah tulisan menjadi menarik untuk dibaca, juga dapat membangkitkan minat baca masyarakat. Tentu hal ini sangat bagus, mengingat minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dan semakin menurun. Bahkan, berdasarkan studi World’s Most Literate Nations yang dilakukan oleh Central Connecticut State University,Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

6. Menunjukkan Kredibilitas Tulisan

Tulisan yang rapi dan sesuai dengan pedoman EYD dapat memberikan rasa percaya pada pembacanya. Sebagai contoh, karya tulis yang dibuat guru atau dosen harus menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD untuk menunjukkan bahwa penulis adalah orang yang berkompeten di bidangnya, sehingga tulisannya dapat dipercaya.

Selain karya tulis tersebut, berita juga menjadi contoh tulisan yang seharusnya dapat dipercaya karena sebagai sumber informasi. Berita memegang peranan penting untuk memberikan informasi akurat dan terbaru yang ada di sekitar kita.

Berita yang baik tentu berisi fakta, menggunakan pilihan kata yang efektif dan efisien, serta mudah dipahami. Sehingga, dalam pembuatan berita tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang dan tanpa aturan. Bahkan tidak hanya EYD saja yang digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan berita yang baik, dalam dunia jurnalistik juga memiliki aturan-aturan sendiri yang harus ditaati oleh semua jurnalis.

Berita yang ditulis dengan bahasa Indonesia yang mengikuti ketentuan EYD juga akan lebih dipercaya oleh khalayak.

Sebaliknya, berita yang menggunakan bahasa yang terkesan acak-acakan, tanda baca yang tidak sesuai, terlalu panjang, dan tidak langsung ke intinya, dapat dikatakan berita yang buruk karena menyulitkan pembacanya untuk memahami informasi yang disampaikan. Jika sudah seperti ini, maka jurnalis dan penerbit dapat dikatakan tidak berkompeten, yang akibatnya tulisan yang dikeluarkan tidak dapat dipercaya.

Hal ini membuktikan dampak penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan EYD ini juga dapat menunjukkan kredibilitas dari tulisan.

7. Memudahkan Penyampaian Informasi (Khusus Untuk Berita)

Berita umumnya ditulis untuk memberikan informasi akurat yang dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca sehingga berita harus ditulis dalam bahasa yang baik dan tidak bertele-tele.

Di sinilah fungsi bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD dalam membentuk informasi agar lebih mudah sampai kepada pembaca. EYD digunakan untuk memberikan pedoman jurnalis dalam membuat berita yang tepat makna tanpa harus membuat kalimat yang terlalu panjang.

Itulah tujuh alasan mengapa penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD sangat penting di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, hendaknya sedari dini kita mulai menerapkan ejaan ini di mana pun dan kapan pun untuk melestarikannya serta mengenalkan kepada masyarakat.

Karena ejaan yang berlaku di Indonesia selalu mengalami perubahan, sudah seharusnya kita memperbarui segala informasi yang terkait dengan hal ini. Sebab hal ini akan turut memengaruhi cara kita berkomunikasi dengan orang lain, khususnya dalam pembuatan karya-karya tulis.

Perlu diingat kembali, ejaan yang saat ini berlaku di Indonesia adalah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Ejaan ini tentu memiliki beberapa perbedaan dengan Ejaan yang Disempurnakan. Sehingga mempelajarinya merupakan suatu kewajiban.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk membantumu lebih menguasai dan mencintai bahasa Indonesia.

Merasa artikel ini bermanfaat? Jika ya, yuk, bantu sebarkan kepada orang-orang terdekatmu yang membutuhkan informasi ini.