Mungkin suatu ketika pernah terlintas dalam pikiran pertanyaan-pertanyaan seperti ini: “apa sih gunanya matematika? buat apa aku belajar matematika? kenapa harus belajar matematika? kalau belajar bab ini apa bakal dipakai buat kerja?” dan berbagai macam pertanyaan sejenis.

Ya, sekilas matematika memang terlihat tidak memberikan manfaat langsung secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, jika direnungkan lebih dalam, matematika seolah seperti udara dalam kehidupan kita. Dimana-mana, konsep tentang matematika berbaur di sekitar kita dan memainkan peran penting dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari keuangan, sosial, kebudayaan, olahraga, sampai kedokteran.

Secara resmi, kita mengenal matematika ketika bersekolah, yang mana sebagian besar materi yang diajarkan bersifat teoritis. Namun, tahukah kamu bahwa sejak kecil sampai besar, matematika memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan sebagaimana contoh berikut.

Belajar matematika ternyata dimulai sejak dini

Sejauh ini, para ilmuwan belum mengetahui apa yang terjadi dalam pikiran seorang bayi ketika mereka belum berkomunikasi secara aktif dan hanya mengandalkan ekspresi wajah dan suara. Namun, perlu diketahui bahwa sejak bayi, mereka memiliki kemampuan kognitif yang berkembang seiring dengan perkembangan usia mereka.

Sebagai contoh, pada usia enam tahun, seorang anak akan memiliki kemampuan untuk memperkirakan suatu jumlah secara visual dan mengenali perbedaan antara dua representasi angka.

Sejak usia TK, anak-anak sudah diajari tentang matematika yang disesuaikan dengan kemampuan pada usia mereka. Seringkali mereka belajar matematika melalui berbagai macam permainan seperti pengenalan cara kerja angka dari satuan sampai ratusan, pengaplikasian konsep hitung sederhana dalam kehidupan sehari-hari, dan menjelajahi keterkaitan antar angka.

Seiring dengan perkembangan usia, materi matematika yang diajarkan pun semakin sulit tingkatannya seperti ketika SD anak-anak akan diajarkan tentang angka dan penghitungan, skala dan ukuran, dan geometri sederhana.

Matematika terkait erat dengan keuangan

Matematika dan keuangan memiliki konsep yang sama, yakni tentang angka dan penghitungannya. Berbagai hal dalam keuangan akan lebih mudah dipahami jika kita sudah memahami konsep matematika terlebih dahulu.

Ketika membuat anggaran pengeluaran sehari-hari, kita menggunakan konsep penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian alokasi keuangan. Ketika memutuskan untuk berinvestasi, kita menggunakan konsep persentase dan perolehan laba yang akan kita dapat dalam kurun waktu sekian tahun.

Ketika ingin memahami perekonomian dunia, kita menggunakan matematika untuk membuat perencanaan dan analisis dalam membuat kebijakan ekonomi. Contoh-contoh tersebut merupakan representasi dari keberadaan matematika dalam aspek keuangan.

Matematika membantu kita mengelola keuangan

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, dalam hal keuangan, matematika membantu kita untuk mengelola anggaran keuangan seperti alokasi pendapatan dan pengeluaran. Dengan kemampuan analisis matematika yang baik, kita bisa menggunakannya untuk meminimalkan risiko permasalahan keuangan dan melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

Dengan kemampuan analisis matematika yang baik, kita bisa menggunakannya untuk meminimalkan risiko permasalahan keuangan.

Contoh lain bisa dilihat dalam ekonomi makro. Berbagai kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah didasarkan pada kondisi keuangan lapangan seperti misalnya di daerah X terjadi surplus maka pemerintah harus membuat kebijakan untuk menangani kondisi tersebut. kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tersebut tentu berkaitan erat dengan ilmu matematika.

Olahraga ternyata berkaitan dengan matematika!

Perlu diketahui, bidang olahraga juga memiliki keterkaitan erat dengan matematika. Melalui matematika, kita dapat memperoleh berbagai manfaat yang bisa digunakan dalam berbagai hal seperti berikut. Sebagai contoh adalah penghitungan kecepatan lari suatu atlet.

Untuk mengetahui kemampuan rata-rata seorang atlet dalam berlari, dapat dilakukan perhitungan matematis untuk memperoleh seberapa besar kecepatannya. Selain itu, pengukuran detak jantung, kekuatan otot, dan tingkat kelelahan sang atlet juga dapat diukur secara matematis.

Seiring dengan perkembangan teknologi, pengukuran tersebut kini dapat dilakukan dengan menggunakan alat sport tracker atau alat pemantau aktivitas yang dapat ditempelkan di kaos, lengan, topi, celana, maupun alatalat olahraga seperti sepeda sampai raket tenis.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas dan kualitas performa seorang atlet secara kuantitatif untuk kemudian dibuatkan rekomendasi pelatihan yang bersifat personal.

Matematika dalam dunia kedokteran

Matematika juga dapat ditemukan dalam dunia kedokteran. Pengukuran tinggi dan berat badan berkaitan dengan angka. Pengukuran tersebut dilakukan untuk menghitung indeks massa tubuh.

Melalui indeks massa tubuh, seseorang akan mengetahui apakah dirinya tergolong ideal atau kekurangan gizi atau justru obesitas. Dengan mengetahui hal tersebut, mereka dapat mempersiapkan pelatihan-pelatihan fisik dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk memperoleh fisik yang sehat dan ideal.

Selain pengukuran badan, matematika dalam dunia kedokteran juga dapat ditemukan dalam berbagai hal seperti penghitungan tekanan darah untuk mengetahui apakah seseorang memiliki darah rendah atau darah tinggi; penghitungan kadar gula dalam tubuh untuk mengetahui apakah seseorang terkena diabetes atau tidak; penghitungan denyut jantung untuk mengetahui kelainan-kelainan dalam jantung; dan lain-lain. Berbagai hal tersebut berkaitan erat dengan matematika.

Kemampuan untuk memecahkan suatu permasalahan

Manfaat dasar dari matematika adalah membantu kita untuk melakukan problem solving atau kemampuan mengatasi suatu masalah. Melalui kemampuan tersebut, kita akan lebih mudah menyelesaikan masalah dengan cara yang efektif dan tepat sebagaimana seperti yang biasa dilakukan ketika mengerjakan soal-soal matematika.

Manfaat dasar dari matematika adalah membantu kita untuk melakukan problem solving

Membantu melakukan transaksi keuangan

Satu hal paling penting dalam ilmu matematika adalah pemahaman konsep berhitung. Konsep ini sangat penting dipahami karena berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya ketika melakukan transaksi keuangan seperti berdagang dan melakukan jual-beli.

Ketika berdagang, kemampuan ini mutlak dibutuhkan karena pedagang harus menghitung biaya seperti harga jual dan harga beli serta memperhitungkan kemungkinan perolehan laba atau rugi atas barang dan/atau jasa yang diperjualbelikannya.

Membantu kita lebih cermat, teliti dan tidak ceroboh

Kebiasaan mengerjakan soal-soal matematika secara urut dan runtut ternyata berdampak pada kemampuan kita untuk menganalisis suatu masalah secara urut dan runtut pula. Ketika mengerjakan soal matematika, kita akan berhati-hati mengambil langkah pengerjaan karena satu kesalahan dalam proses pengerjaan akan berdampak pada perolehan hasil yang tidak sesuai.

Begitu juga dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan mengerjakan soal matematika, kita dapat mengambil hikmah bahwa alangkah lebih baik jika kita berhati-hati dalam menentukan dan mengamil keputusan untuk meminimalkan kemungkinan kesalahan yang akan terjadi.

Ketika mengerjakan soal matematika, kita akan berhati-hati mengambil langkah pengerjaan karena satu kesalahan dalam proses pengerjaan akan berdampak pada perolehan hasil yang tidak sesuai.

Membantu melatih cara berpikir

Setiap belajar matematika, kita dituntut untuk berpikir secara terus-menerus. Kebiasaan tersebut tentu berdampak pada kemampuan otak dalam berpikir yang meningkat. Ketika kita dihadapkan pada soal matematika yang sulit, otak akan terstimulasi untuk berpikir lebih keras.

Semakin sulit soal matematika yang kita hadapi, semakin keras pula usaha yang otak lakukan untuk berpikir. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, emosi dan pikiran akan dituntut untuk berpikir keras dan semakin keras dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang kian lama akan kian sulit.

Melatih ketenangan dan kesabaran

Melalui matematika, kita juga akan terbiasa menjadi pribadi yang tenang dan sabar. hal ini disebabkan oleh kebiasaan ketika mengerjakan soal-soal matematika yang membutuhkan konsentrasi, ketenangan dan kesabaran.