Photo by Samantha Sophia on Unsplash

Seluruh negara tanpa terkecuali pasti membutuhkan bantuan negara lain. Interaksi dengan negara lain bukan bentuk ketidakmandirian suatu negara. Melainkan sebaliknya, interaksi yang terjalin dengan baik bisa memberikan keuntungan satu sama lain. Jalinan kerjasama yang dilakukan oleh antarnegara kerap disebut sebagai hubungan internasional.

Itulah mengapa Indonesia sendiri kerap mengirimkan delegasinya ke sejumlah negara. Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari pengertian dari kerja sama antarnegara, termasuk apa keuntungannya bagi Indonesia. Ada banyak informasi yang bisa diperoleh pembaca dari artikel ini. So, make sure read this article until the end.

Pengertian Kerja Sama Antar Negara

Kerja Sama Antar Negara – Pertama, mari membahas tentang pengertian kerja sama antarnegara, yaitu transaksi atau interaksi  yang melibatkan dua negara atau lebih dilakukan untuk mencapai kesepakatan tertentu. Kesepakatan tersebut harus bertujuan memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang terkait, yaitu kebutuhan dari rakyat masing-masing negara. Pejabat tidak diperkenankan menjalin hubungan internasional menggunakan nama negara untuk kepentingan pribadi.

Upaya yang bisa para delegasi lakukan untuk menyelaraskan kepentingan masing-masing negara dapat ditempuh melalui sejumlah cara; mulai dari perundingan hingga membuat perjanjian. Kunci dari berjalannya praktek hubungan internasional adalah terjalinnya kepercayaan kedua belah pihak negara. Oleh karena itu, perjanjian yang sudah disepakati tidak bisa begitu saja dilanggar. Umumnya, akan dilakukan pembahasan dari semua aspek terkait solusi untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Perundingan yang dilakukan antar negara membahas faktor-faktor penentu apakah kerja sama bisa dilaksanakan atau tidak. Interaksi hubungan internasional melibatkan tokoh utama dari suatu negara. Dalam hal ini dapat melibatkan presiden, menteri luar negeri dan banyak lainnya. Terjalinnya hubungan internasional antarnegara sama sekali tidak mencampuri aturan ataupun mengubah kebijakan dalam negeri dan tidak juga mengurangi kedaulatan suatu negara.

Banyak pakar yang turut membahas tentang pengertian kerja sama antarnegara. Salah satunya adalah Dougherty dan Pfaltzgraff 1971. Mereka menyebutkan bahwa dalam teori hubungan internasional fokusnya adalah mempelajari penyebab dan kondisi. Artinya, dibutuhkan situasi saling membutuhkan agar terjalin kerja sama. Keduanya menyebutkan bahwa perundingan menjadi tindakan paling nyata agar diketahui masing-masing pihak.

Contoh bentuk kerja sama yang paling mendekati teori dari Dougherty dan Pfaltzgraff adalah interaksi negara Indonesia dalam organisasi internasional; yang mana sebagai anggota, Indonesia menyetujui aturan dan segala hal yang diputuskan bersama. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu anggota di PBB.

Organisasi internasional menerima anggota negara-negara di dunia. Setiap perwakilan di dalam forum yang nantinya menjadi juru bicara tidak berbicara atas nama pribadi melainkan perwakilan untuk negara mereka. Kehadiran organisasi internasional sendiri bukan mencampuri pemerintahan suatu negara, melainkan menjadi wadah resmi untuk mempertemukan negara-negara anggota serta lebih mudah menjalin relasi dan transaksi.

Alasan Pentingnya Melakukan Kerja Sama Internasional

Apa alasan pentingnya melakukan kerja sama internasional? Alasan mendasar sudah pasti adalah memperbaiki tingkat kesejahteraan rakyat. Umumnya, suatu negara lebih memilih bantuan negara lain. Dengan tujuan mengurangi pengeluaran biaya produksi. Kemungkinan mengurangi biaya produksi tertentu membuka peluang untuk mengalokasikan dana pada sektor lainnya.

Selain membantu mengurangi pengeluaran berlebih, jalinan hubungan internasional juga membantu suatu negara memenuhi keterbatasan yang mereka miliki. Misalnya, belum tersedianya teknologi atau tenaga ahli dalam bidang tertentu. Apabila tidak memungkinkan menunggu tenaga ahli dalam negeri, maka untuk sementara waktu bisa memanfaatkan penemuan, inovasi, teknologi dan jasa dari negara yang memiliki kebutuhan tersebut.

Jalinan kerja sama di bidang teknologi kerap kali menimbulkan ketergantungan berlebihan dari satu sisi. Misalnya, negara yang sedang berkembang menerima bantuan dari negara maju. Jika tidak segera menemukan solusi jangka panjang maka besar kemungkinan negara tersebut akan terus meminta bantuan dari pemilik teknologi. Kemajuan dan perkembangan perekonomian serta teknologi suatu negara diakui mampu memberikan kesejahteraan pada penduduknya.

Hubungan internasional tidak selalu tentang perekonomian dan teknologi. Antarnegara tetangga bisa menjalin kerja sama untuk saling menjaga kemanan termasuk perbatasan kedaulatan. Hal ini mampu mengurangi sentimen atau sikap curiga antarnegara tetangga. Adanya kesadaran untuk bersosialisai dan berorganisasi membuat negara-negara terdekat tidak mudah termakan isu tertentu sehingga mengurangi risiko terjadinya suatu konflik.

Investasi juga termasuk dalam bentuk kerja sama internasional yang menguntungkan bagi semua negara di dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Itulah mengapa, Indonesia membuka pintu investasi selebar mungkin. Hal ini disebabkan oleh prinsip bahwa semakin banyak investor yang datang, maka situasi perekonomian negara kita akan menjadi lebih terjamin. Stabilitas ekonomi diperlukan untuk menghasilkan standarisasi hidup lebih baik.

Kerja sama antarnegara yang melibatkan dua negara disebut dengan kerja sama bilateral. Hubungan ini terjalin melalui pertemuan diplomatik dan lebih banyak mengurus perihal pertukaran budaya, pendidikan hingga transaksi perdagangan. Sementara itu, apabila transaksi melibatkan beberapa negara dalam satu regional maka disebut dengan istilah kerja sama regional. Contoh kerja sama regional adalah Indonesia bekerja sama dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Pembahasan dari kerjasama regional memang lebih menjurus pada stabilitas ekonomi, pertahanan dan keamanan daerah kedaulatan hingga kondisi politik masing-masing negara. Selanjutnya, hubungan internasional yang melibatkan banyak negara di luar wilayah regional disebut sebagai kerja sama multilateral. Indonesia sudah melakukan kerja sama multilateral sejak awal kemerdekaan.

Bentuk Kerja Sama yang Dilakukan Indonesia

Indonesia juga berperan aktif dalam mewujudkan hubungan kerja sama internasional. Indonesia menjalin hubungan internasional antarnegara sahabat sembari menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Negara kita bersikap netral dan tidak berkenan untuk ikut campur terhadap urusan negara lain. Setiap urusan diplomatik dengan negara luar dilakukan dengan mengirimkan diplomat atau perwakilan yang mampu membangun perundingan positif.

Hal ini disebabkan oleh sikap Indonesia yang menentang keras adanya praktik ancaman dan kekerasan dalam menjalin kerja sama. Keputusan antarnegara tercipta atas penyelarasan kepentingan bersama. Saat ini, sudah ada 162 negara yang menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia. Beberapa bentuk kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan negara lain adalah sebagai berikut.

1. Hubungan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Hubungan kerja sama Indonesia-Jepang berfokus pada sektor perdagangan. Indonesia menjadikan Jepang sebagai salah satu mitra dagang terbaik. Ekspor Indonesia ke Jepang mencapai kurang lebih senilai 318,6 miliar rupiah. Sementara itu, barang impor yang masuk mencapai kurang lebih senilai 87,75 miliar rupiah. Barang-barang yang diperjualbelikan meliputi hasil tambang, tekstil, suku cadang, baja, bahan kimia, alat transportasi dan sebagainya.

Jepang memiliki lebih dari 10% investasi asing dari semua sektor industri. Bahkan, keberadaan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia memberikan kesempatan masyarakat memperoleh lapangan pekerjaan sehingga saat ini Jepang menempati posisi pertama negara sahabat yang menyediakan lapangan pekerjaan.

Indonesia tercatat sebagai negara yang menerima bantuan pembangunan dari pemerintah Jepang atau disingkat dengan ODA. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia merupakan penerima bantuan ODA terbesar; yaitu kurang lebih menerima 17% dari anggaran ODA itu sendiri. Belum lagi adanya bantuan hibah lain berupa kerja sama teknik dan pinjaman negara.

2. Hubungan Kerja Sama Indonesia-China

Indonesia dan China menjalin hubungan kerja sama internasional dalam sektor ekonomi dana dagang. Pada tahun 2020, tercatat jika angka ekspor produk kita meningkat lebih dari 11% sehingga total keseluruhan mencapai nominal 185,9 miliar rupiah yang negara hasilkan. Sementara itu, di sisi lain, impor negara dari China menurun sehingga terjadi defisit. Celah defisit yang terus mengecil terbantu dengan banyaknya aktifitas ekspor ke negara lain.

Indonesia yang memperoleh tempat terbuka di pasar dagang China harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan optimal. Saat ini, China merupakan negara sahabat dengan posisi kedua investor terbesar. Tahun ini, sudah ada 9% peningkatan bentuk investasi China ke Indonesia. Selain itu, sejumlah proyek infrastruktur juga menerima bantuan dari negeri tirai bambu tersebut. Beberapa diantaranya adalah pembuatan kereta api, jalan tol darat hingga pembuatan tol laut.

3. Hubungan Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan

Hubungan kerja sama Indonesia-Korea Selatan bukan hanya berupa hubungan bilateral; melainkan juga hubungan di tingkat regional dan multitlateral. Pada periode pemerintahan yang sekarang, hubungan bilateral kedua negara tersebut mengalami lembaran baru. Kedua negara sepakat untuk menjalin special strategic partnership. Sejumlah sektor yang difokuskan dari kesepakatan tersebut adalah pertahanan, perdagangan, infrastruktur dan pendidikan. Terjadinya kerja sama sudah pasti karena memperoleh dukungan dari potensi SDA dan SDM masing-masing negara.

Indonesia dan Korea Selatan aktif memberikan dukungan dalam forum internasional ataupun regional. Dapat kita lihat apabila masing-masing negara menganggap hubungan yang terjalin lebih dari sikap transaksional. Sejauh ini, Korea Selatan menjadi negara investor keempat di Indonesia. Bahkan produk lokal kita memperoleh tempat di market Korea Selatan. Beberapa diantaranya adalah pylywood, sepatu, kopi, furniture, beji setengah jadi, perikanan, tembaga dan sebagainya.

Keuntungan Menjalin Kerja Sama Internasional

Kerja Sama Antar Negara – Setelah memahami alasan terjalinnya transaksi antarnegara adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Ada banyak sisi positif lain yang bisa pemerintah dan masyarakat dapatkan. Produk lokal buatan UMKM memiliki kesempatan yang sama besar masuk ke ranah pasar internasional. Fakta tersebut jelas menjadi landasan terjadinya perbaikan kondisi ekonomi individu, badan usaha hingga negara.

Terjalinnya hubungan internasional yang baik menyebabkan relasi antarnegara menjadi lebih akrab. Kepercayaan yang tumbuh bukan tidak mungkin memudahkan masyarakat Indonesia untuk bebas bermobilitas ke negara sahabat. Ada banyak contoh negara Asia yang memiliki akses bebas visa ke negara-negara Eropa. Indonesia juga memiliki potensi untuk memperoleh lebih banyak akses bebas visa. Harapannya adalah sejumlah negara besar di Eropa dan Amerika. Dengan begitu lebih banyak masyarakat kita yang bisa menjalin kerja sama kerja, dagang ataupun menuntut ilmu.

Selain itu masyarakat akan terpacu untuk memiliki standarisasi keahlian agar tidak tergerus oleh persaingan global. Terbukanya banyak jalinan kerja sama menyebabkan secara otomatis produk, teknologi, atau jasa dari negara sahabat bisa masuk juga ke Indonesia. Pelaku usaha lokal yang menginginkan produknya mampu bersaing secara global pasti akan mempelajari cara agar kualitas menyesuaikan pasaran internasional. Jadilah produk lokal Indonesia memiliki standar kualitas yang mampu diakui dunia.

Pertukaran pendidikan dan teknologi dari sejumlah negara tetangga apabila dikombinasikan dengan banyaknya potensi sumber daya manusia; perlahan namun pasti mampu menghasilkan SDM-SDM lokal yang mumpuni dan siap bersaing sehingga kedepannya, Indonesia dapat menggunakan tenaga ahli dalam negeri. Bahkan, mereka pun memiliki kesempatan untuk mengerjakan proyek-proyek luar negeri sebagai tenaga ahli. Hal tersebut jelas mengangkat level Indonesia di mata dunia. Demikian pembahasan seputar kerja sama antar negara. Semoga membantu!