Di dalam bumi tersayang kita ini, ada beragam banyak hayati yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Mengenai hayati sendiri pasti kamu sudah mengetahuinya bukan? Pengertian hayati menurut KBBI ialah hidup atau yang berhubungan dengan hidup. Maka keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. 

Kali ini kamu akan mempelajari tentang keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup. Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat yaitu tingkat gen, tingkat spesies, dan tingkat ekosistem. Sedangkan klasifikasi makhluk hidup terbagi ke dalam enam kingdom, yaitu kingdom animalia, kingdom plantae, kingdom fungi, kingdom eubacteria, dan kingdom archaebacteria. 

Keanekaragaman Hayati

Timbulnya keanekaragaman hayati dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor gen dan faktor lingkungan. Selain faktor, keanekaragaman hayati juga dibagi menjadi beberapa tingkatan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Tingkatan tersebut meliputi tingkat gen, tingkat spesies, dan tingkat ekosistem. Kamu akan mempelajari tingkatan keanekaragaman hayati tersebut dalam rangkuman materi di bawah ini.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Pada tingkatan ini, keanekaragaman terjadi karena terdapat variasi gen dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen adalah faktor pembawa sifat keturunan yang ada di dalam kromosom. Setiap susunan gen memiliki penampakan yang berbeda. Bila susunan tersebut berbeda, maka hasilnya pun juga akan mempengaruhi satu sifat bahkan keseluruhan sifat yang ada pada keturunan makhluk hidup tersebut.

Ciri-ciri keanekaragaman tingkat gen sangat mudah dikenali yaitu memiliki variasi nama ilmiah yang sama dan perbedaan morfologi yang tidak terlalu mencolok. Keanekaragaman tingkat gen ini biasa disebut dengan varietas. Contoh dari keanekaragaman tingkat gen ialah padi (Oryza Sativa) dengan ragam varietas seperti padi rojolele, padi ciliwung, padi ciherang, dan lainnya.

Cara Terjadinya Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Pada tingkat gen, keanekaragaman dapat terjadi dengan alami misalnya dengan perkawinan antar gen dan interaksi gen dengan lingkungan habitatnya. Tidak hanya itu, keanekaragaman ini bisa juga terjadi dengan sengaja yang dilakukan oleh manusia. Yaitu melalui cara inseminasi atau hibridisasi. Hibridisasi ialah perkawinan yang melibatkan dua organisme dengan varietas yang berbeda. Hasil dari variasi ini bisa berupa gen baru.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

Keanekaragaman hayati dalam tingkat spesies dipengaruhi oleh kandungan genetik dengan habitat hidupnya. Hal ini menunjukkan terdapat jumlah dan variasi dari jenis-jenis organisme. Keanekaragaman ini bisa dengan mudah diamati karena perbedaannya yang mencolok. Perbedaan yang dimaksud meliputi perbedaan morfologi, fisiologi, anatomi, dan tingkah laku serta perbedaan lainnya yang dapat menyertai.

Terdapat berbagai contoh pada tingkatan ini. Misalnya pada kingdom plantae dengan genus citrus atau jeruk, keanekaragamannya meliputi jeruk bali (citrus maxima), jeruk manis (citrus nobilis) dan jeruk nipis (citrus aurantifolia). Contoh lainnya dari kingdom animalia dengan tingkat genus bos atau sapi meliputi sapi berpunuk (bos indicus), sapi asli Indonesia (bos sondaicus) dan sapi potong dari eropa (bos taurus).

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Setelah keanekaragaman tingkat spesies, di atasnya ada terdapat keanekaragaman tingkat ekosistem. Dalam tingkat ini, keanekaragaman terjadi karena dipengaruhi oleh perbedaan habitat dan iklim di area habitat tersebut. Perbedaan habitat biasanya hanya meliputi area perairan dan area daratan. Perbedaan iklim meliputi perbedaan suhu, intensitas cahaya matahari, dan lamanya sinar matahari  menerangi wilayah tersebut. 

Contoh dari keanekaragaman hayati tingkat ekosistem ini adalah ekosistem hutan hujan tropis. Di dalam ekosistem ini, hutan dengan kategori hutan hujan tropis ditumbuhi oleh berbagai pohon, epifit, dan liana. Hewan yang hidup di dalamnya pun juga bermacam-macam. Bisa kera, rusa, hingga gajah. Ada juga ekosistem gurun yang mengalami perbedaan suhu secara ekstrim saat siang dan malam.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia menyandang julukan Megadiversity Country karena kekayaan lamanya. Julukan tersebut ada karena negara kita terletak di tempat yang strategis beriklim tropis. Keanekaragaman ini bisa dengan mudah ditemukan di dalam hutan hujan tropis milik kita dan di dalamnya pun hidup berbagai macam tumbuhan serta hewan. Bahkan saking banyaknya, terdapat hewan dan tumbuhan yang bersifat endemik.

1. Persebaran Fauna di Indonesia

Lempengan pulau Indonesia terletak di daerah Asia dan Australia, sehingga fauna yang hidup di Indonesia mencerminkan khas dari kedua benua tersebut. Pada awalnya, pembagian wilayah fauna di Indonesia hanya meliputi wilayah oriental dan Australian saja. Namun seorang ahli zoologi bernama Weber membatasi wilayah fauna di sebelah timur pulau Sulawesi yang memanjang ke utara. Wilayah ini dinamakan wilayah peralihan.

2. Persebaran Flora di Indonesia

Dengan hutan hujan yang dimiliki oleh Indonesia, maka tak heran bila flora di Indonesia juga begitu kaya. Hutan hujan tropis ini terletak di Kalimantan dengan persebaran flora endemik yang bermacam-macam. Contohnya seperti bunga bangkai (rafflesia arnoldi) di daerah Bengkulu, rotan (calamus caesius) di daerah Kalimantan, anggrek hitam (coelogyne pandurata) yang juga berada di Kalimantan.

Itu dia beberapa keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Kita sebagai manusia yang diberi kelebihan untuk berpikir seharusnya mempertahankan julukan Megadiversity Country dengan cara melestarikan ekosistem hutan dan lautan agar flora dan fauna bisa berkembang biak dengan baik bahkan bisa menciptakan spesies baru yang akan makin memperkaya koleksi flora dan fauna di Indonesia.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Setelah sebelumnya mempelajari keanekaragaman hayati, kini kamu akan berlanjut mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup lebih dalam dan lebih merinci. Materi ini meliputi jumlah klasifikasi yang ada di dalam taksonomi biologi. Terdapat enam macam pengelompokan, diantaranya klasifikasi 2 kingdom, klasifikasi 3 kingdom, klasifikasi 4 kingdom, klasifikasi 5 kingdom, dan klasifikasi 6 kingdom. 

Tentang Klasifikasi

Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup menjadi golongan atau kelompok yang lebih kecil. Klasifikasi ini bermanfaat untuk kita dalam memahami keanekaragaman makhluk hidup yang banyak dan guna mengetahui hubungan kerabat dari satu makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lainnya. Sistem klasifikasi yang digunakan pada zaman sekarang adalah sistem klasifikasi modern, perkembangan dari sistem sebelumnya.

Adapun urutan klasifikasi dari yang tertinggi hingga yang terendah yaitu dimulai dari domain (daerah), kingdom (kerajaan), phylum/filum (hewan) dan divisi (tumbuhan), classis (kelas), ordo (bangsa), famili (suku), genus (marga), dan yang terakhir spesies (jenis). Dalam klasifikasi makhluk hidup, biasanya dimulai dari kingdom (kerajaan).

Klasifikasi 2 Kingdom

Jenis klasifikasi yang pertama terbagi menjadi 2 bagian besar. Terdiri dari kingdom plantae dan kingdom animalia. Pada klasifikasi ini, kingdom plantae diartikan sebagai organisme dengan dinding sel dari bahan selulosa dan berklorofil sehingga memiliki sifat autotrof atau dapat menghasilkan makanannya sendiri. Contohnya ada ganggang atau alga, tumbuhan paku, tumbuhan lumut, bakteri, dan jamur.

Kingdom animalia pada klasifikasi ini memiliki pengertian seperti makhluk hidup yang tidak berklorofil, tidak berdinding sel, namun dapat bebas bergerak. Contoh dari kingdom animalia pada klasifikasi ini adalah cacing (vermes), hewan berpori (porifera), hewan berongga (coelenterata), hewan lunak (mollusca), hewan bersel satu (protozoa), dan hewan bertulang belakang (chordata).

Klasifikasi 3 Kingdom

 Pembaharuan terjadi ketika ilmuwan mengeluarkan jamur (fungi) dari kingdom plantae dan membuat kerajaannya sendiri. Jadi pada klasifikasi 3 kingdom ini terdapat kingdom animalia, kingdom plantae, dan kingdom fungi. Kingdom fungi diartikan sebagai organisme yang mampu menghasilkan makanannya sendiri dengan cara menyerap nutrisi dari organisme lain. Jamur atau fungi ini hidup dengan cara parasit atau saprofit.

Yang termasuk ke dalam kingdom fungi ialah yang memiliki ciri eukariotik, berdinding sel kitin, bersifat heterotrof, dan merupakan organisme multiseluler. Sedangkan kingdom plantae memiliki pengertian semua organisme yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan kingdom animalia ialah organisme yang mendapatkan makanannya dari memangsa organisme lain serta bebas bergerak. 

Klasifikasi 4 Kingdom

Klasifikasi makhluk hidup mengalami perkembangan lagi ketika ilmuwan dan peneliti mulai menemukan inti sel (nukleus) pada organisme. Dari klasifikasi 3 kingdom, diperkecil lagi menjadi klasifikasi 4 kingdom dengan tambahan kingdom monera. Kingdom monera adalah makhluk hidup yang tidak memiliki selaput inti dan disebut sebagai organisme prokariotik. Contoh dari kingdom monera ialah ganggang biru-hijau dan bakteri.

Kingdom lainnya meliputi 3 kingdom yang ada pada klasifikasi sebelumnya yaitu kingdom fungi, kingdom plantae, dan kingdom animalia. Pada kingdom plantae meliputi semua jenis ganggang kecuali yang termasuk ke dalam kingdom monera, tumbuhan paku, lumut, dan tumbuhan biji, sedangkan kingdom animalia meliputi protozoa hingga chordata dan belum mengalami perubahan.

Klasifikasi 5 Kingdom

Perkembangan bagan klasifikasi makhluk hidup terus berkembang. Dari klasifikasi 4 kingdom, diperbaharui menjadi klasifikasi 5 kingdom. Klasifikasi ini meliputi kingdom monera, kingdom Protista, kingdom fungi, kingdom plantae, dan kingdom animalia. Kingdom Protista ialah organisme bersel tunggal dan memiliki selaput inti. Hampir semua anggota dari kingdom Protista berhabitat di air.

Kebanyakan anggota dari kingdom protista tidak memiliki selaput pelindung yang dapat melindungi tubuhnya dari kekeringan. Itulah mengapa hampir semua anggota kingdom protista hidup di alam perairan. Kingdom Protista memiliki 3 filum atau divisi yaitu protista yang menyerupai tumbuhan (ganggang), protista yang menyerupai jamur, serta protista yang menyerupai hewan (protozoa). 

Klasifikasi 6 Kingdom

Klasifikasi makhluk hidup pada akhirnya diperbaharui kembali menjadi 6 kingdom. Sistem klasifikasi modern ini, pada dasarnya sama dengan klasifikasi 5 kingdom. Hanya saja ditambah kingdom virus. Virus adalah organisme yang merupakan benda mati jika di luar sel hidup namun menjadi makhluk hidup saat menemukan sel hidupnya. Sel hidup di dalam pengertian tersebut merujuk kepada tubuh inang yang akan ditempati oleh virus.

 Tubuh virus sendiri terdiri dari asam nukleat dan diselubungi oleh protein. Hampir semua virus bersifat parasit untuk makhluk hidup lainnya. Virus termasuk ke dalam hewan dengan ukuran mikroskopis atau tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dengan kata lain organisme virus hanya bisa dilihat ketika menggunakan mikroskop. Contohnya ada virus varicella-zoster yang menyebabkan penyakit cacar kulit pada manusia. 

Demikian materi tentang keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup. Semoga dengan adanya rangkuman materi ini, proses pembelajaranmu yang kamu jalani semakin mudah dan dapat membuat kamu mengerti dengan cepat.