Photo by Siora Photography on Unsplash

Tanpa kita sadari, penggunaan ungkapan, majas, dan peribahasa dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipisahkan. Seringkali kita berbicara atau menulis dengan melibatkan ketiga hal tersebut.

Tapi tahukah kamu, penggunaan ungkapan, majas dan peribahasa ini memiliki ragam dan aturan masing-masing yang menentukan konteks seperti apa yang membutuhkan salah satu dari tiga topik di atas.

Kira-kira apa saja macam-macam ungkapan, majas, dan peribahasa, serta dalam konteks seperti apa saja penggunaan variasinya dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, cari tahu jawabannya dengan menyimak pembahasannya di bawah ini!

Jenis dan Contoh Ungkapan, Majas, serta Peribahasa

Untuk mempelajari ungkapan, majas, dan peribahasa, ada baiknya kita memahami dahulu dasar-dasar ketiga topik tersebut, seperti pengertian, ciri-ciri, dan tujuannya.

Ungkapan

Pengertian

Dilansir dari Wikipedia.org, ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuknya. Gabungan kata ini jika tidak ada yang menyertainya, dapat memiliki dua kemungkinan makna, yakni makna sebenarnya (denotasi) dan makna bukan sebenarnya (makna kias atau konotasi).

Ciri-Ciri Ungkapan

Untuk mengetahui gabungan kata tersebut merupakan bentuk ungkapan atau bukan, dapat diketahui dari ciri-cirinya, antara lain:

  1. Terdiri dari dua kata atau lebih sebagai unsur pembentukannya.
  2. Gabungan kata tersebut dapat diakui dan diterima oleh masyarakat.
  3. Makna terbentuk karena kesatuan unsur pembentuknya, bukan makna yang terpisah.

Tujuan

Penggunaan ungkapan juga memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Untuk mempertegas pembicaraan.
  2. Memperindah sebuah karya sastra.
  3. Sindiran terhadap orang lain dengan bahasa yang lebih halus.

Jenis-Jenis Ungkapan

Ungkapan dapat dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:

Berdasarkan Unsur yang Dikandungnya
Terbentuk dari Kelas Kata

Ungkapan yang terbentuk dari kata kerja, kata bilangan, kata benda, kata sifat, atau kata keterangan.

Contoh:

  1. Makan garam = berpengalaman (kata kerja makan).
  2. Naik pitam = marah (kata kerja naik).
  3. Diam seribu bahasa = tidak berbicara sedikit pun (kata bilangan seribu).
  4. Kaki Lima = pedagang pinggir jalan (kata bilangan lima).
  5. Buah pena = karya tulis atau karangan (kata benda buah dan pena).
Terbentuk dari Bagian Tanaman

Ungkapan yang menggunakan nama bagian tanaman untuk menyusunnya.

Contoh:

  1. Bunga tidur = mimpi.
  2. Naik daun = sedang terkenal.
  3. Bunga desa = perempuan paling cantik.
  4. Berbunga-bunga = senang.
  5. Tidak dicabut sampai akar-akarnya = tidak benar-benar dihilangkan.
Terbentuk dari Nama Binatang

Ungkapan yang menggunakan nama-nama binatang untuk menyusunnya.

Contoh:

  1. Kelas kakap = seseorang atau kelompok yang hebat.
  2. Kambing hitam = orang atau pihak yang disalahkan.
  3. Tidur ayam = tidur tetapi belum lelap.
  4. Buaya darat = orang yang suka selingkuh atau bergonta-ganti pasangan.
  5. Kabar burung = kabar yang belum pasti.
Terbentuk dari Nama Benda Alam

Ungkapan yang dibentuk dari nama-nama benda alam.

Contoh:

  1. Bintang lapangan = pemain terbaik di lapangan.
  2. Kepala batu = tidak mau menurut.
  3. Kabar angin = kabar yang belum jelas kebenarannya.
  4. Bulan-bulanan = sasaran.
  5. Tanah air = negeri tempat kelahiran.
Terbentuk dari Nama Warna

Ungkapan yang disusun dari nama-nama warna.

Contoh:

  1. Hitam di atas putih = perjanjian secara tertulis.
  2. Meja hijau = pengadilan.
  3. Jago merah = api.
  4. Berdarah biru = keturunan bangsawan.
  5. Anak emas = anak yang paling disayangi.
Terbentuk dari Macam-Macam Perasaan

Ungkapan yang disusun dengan berbagai macam respon indra perasa atau peraba.

Contoh:

  1. Perang dingin = perang tanpa mengangkat senjata, hanya saling menggertak.
  2. Tertangkap basah = tepergoki atau tertangkap (terkait dengan orang melakukan perbuatan jahat atau terlarang).
  3. Kepala dingin = tenang dan sabar.
  4. Uang panas = uang yang diperoleh dengan cara yang tidak sah.
  5. Mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya.
Terbentuk dari Bagian Tubuh

Ungkapan yang tersusun dari nama-nama bagian tubuh manusia.

Contoh:

  1. Jantung hati = kekasih atau orang yang sangat disayangi.
  2. Bermuka dua = tidak jujur atau tidak satu pendirian.
  3. Mata hati = perasaan yang dalam.
  4. Mencari muka = berbuat sesuatu dengan maksud supaya mendapat pujian atau sanjungan.
  5. Muka masam = wajah yang cemberut dan merengut.
Berdasarkan Kedekatan Unsur Yang Membentuk Makna
Ungkapan Sebagian

Ungkapan atau idiom sebagian adalah ungkapan yang maknanya masih berkaitan dengan salah satu kata yang menjadi unsur pembentuknya.

Contoh:

  1. Lapangan hijau = lapangan sepak bola.
  2. Mata keranjang = suka melihat perempuan, meskipun telah memiliki pasangan.
  3. Bekerja keras = bekerja dengan sungguh-sungguh.
  4. Anak semata wayang = anak satu-satunya.
  5. Gila hormat = terlalu ingin dihormati orang lain.
Ungkapan Lengkap

Ungkapan lengkap adalah ungkapan yang memiliki dua unsur kata yang menciptakan makna baru dan terlepas dari makna salah satu kata.

Contoh:

  1. Gulung tikar = bangkrut; kehabisan modal.
  2. Berpangku tangan = tidak berbuat atau mengerjakan apa-apa.
  3. Otak udang = sukar mengerti atau bodoh.
  4. Tangan kanan = pembantu utama; orang kepercayaan.
  5. Mata duitan = suka dan tergila-gila pada uang; serakah pada uang.
Berdasarkan Bentuknya
Sebagai Ungkapan

Merupakan ekspresi atau bentuk perasaan untuk menyampaikan suatu hal.

Contoh:

  1. Angin lalu = sesuatu yang bersifat sementara.
  2. Kulit badak = tidak berperasaan; tidak tahu malu.
Sebagai Perbandingan (Metafora)

Sebagai ungkapan untuk membandingkan sesuatu yang sifatnya sama.

Contoh:

  1. Kepala batu = tidak mau menuruti nasihat orang lain.
  2. Tulisan seperti cakar ayam = tulisan yang sangat jelek.
  3. Berdasarkan Nama Yang Tidak Dapat Tergambar Dari Makna Leksikal Unsur-unsurnya

Contoh:

  1. Bunga kumis kucing = tanaman yang memiliki bentuk seperti kumis kucing. Maknanya tidak ada kaitannya dengan hewan.

Majas

Pengertian Majas

Dilansir dari Wikipedia.org, majas adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Jenis-Jenis Majas

Majas Perbandingan
Alegori

Cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) tentang kehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik atau menerangkan sesuatu.

Contoh: Otak manusia seperti pisau, yang apabila terus diasah semakin tajam. Begitu juga sebaliknya, jika dibiarkan akan menjadi tumpul dan berkarat.

Alusio

Majas yang mengumpamakan suatu hal dengan hal lain pada masa lalu.

Contoh: Suara Tono indah, mirip dengan suara Chrisye.

Simile

Majas yang membandingkan dua hal yang sebenarnya berbeda namun dianggap mengandung segi yang serupa.

Contoh: Suara dengkurannya bagai knalpot yang sudah rusak.

Metafora

Majas yang menggunakan kata kiasan yang memiliki arti mirip atau sama.

Contoh: Tika adalah bunga desa karena kecantikannya.

Hiperbola

Majas yang menggunakan bahasa yang dilebih-lebihkan atau dibesar-besarkan.

Contoh: Kata-katanya telah menusuk hatiku.

Majas Sindiran
Ironi

Majas yang menyatakan tentang hal yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya.

Contoh: Bersih sekali bajumu, seperti habis main dari sawah.

Sarkasme

Kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar.

Contoh: Dasar otak udang! Hal mudah seperti ini saja tidak bisa kau lakukan.

Sinisme

Majas yang menggunakan bahasa untuk mengejek secara langsung atau tidak menggunakan ungkapan lain.

Contoh: Wajahmu kusam sekali, seperti anak yang tidak terurus.

Satire

Gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang.

Contoh: Percuma saja ibunya menasihati sampai mulut berbusa pun ia tidak akan mendengarkan.

Majas Pertentangan
Paradoks

Pernyataan yang seolah bertentangan dengan pendapat umum atau kebenaran namun kenyataannya mengandung kebenaran.

Contoh: Buku yang tebal belum tentu isinya berkualitas.

Antitesis

Majas yang memiliki dua kata yang saling berlawanan dalam satu susunan.

Contoh: Aku ingin mengetahui jujur tidaknya ia selama ini kepadaku.

Kontradiksi Interminus

Majas yang menyatakan suatu penyangkalan atas pernyataan yang diucapkan sebelumnya.

Contoh: Dia selalu sibuk setiap hari kecuali di akhir pekan.

Anakronisme

Majas yang mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara waktu dan peristiwa yang dibicarakan saat itu.

Contoh: Manusia zaman purba menggunakan telepon untuk berkomunikasi dengan keluarganya. (pada zaman purba, telepon belum ditemukan)

Majas Penegasan
Repetisi

Majas yang menggunakan bahasa yang mengungkapkan pengulangan untuk mempertegas makna dari kalimat atau wacana.

Contoh: Aku terus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk dapat membeli rumah.

Klimaks

Majas yang menggunakan kata yang berurutan, mulai dari tingkat paling bawah atau sederhana, ke tingkat yang lebih tinggi. Majas ini digunakan untuk penjelasan atau penegasan makna.

Contoh: Dari Senin sampai Rabu, aku diwajibkan mengenakan dasi.

Antiklimaks

Majas yang menggunakan kata urutan dari yang paling tinggi ke yang paling rendah.

Contoh: Kereta menuju Solo tersedia dalam berbagai kelas, mulai eksekutif, bisnis, dan ekonomi.

Retoris

Majas yang berupa pertanyaan yang tidak perlu dijawab.

Contoh: Apakah aku bisa mengerjakan semua ini dalam satu hari?

Peribahasa

Pengertian Peribahasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu.

Ciri-Ciri Peribahasa

Dilansir dari Pendidikan.co.id, ciri-ciri peribahasa ada lima, antara lain:

  1. Kata-kata yang menyusunnya memiliki struktur yang tetap dan tidak dapat diubah.
  2. Digunakan untuk menyindir atau memperindah bahasa.
  3. Kata-kata yang digunakan teratur, enak didengar, dan memiliki makna.
  4. Diciptakan atau dibentuk dengan berdasarkan pandangan serta perbandingan yang sangat teliti terhadap alam dan juga peristiwa yang terjadi, serta berlaku di masyarakat.
  5. Dibentuk dengan ikatan bahasa yang padat dan indah, sehingga peribahasa itu akan melekat di ingatan masyarakat secara turun-temurun.

Jenis-Jenis Peribahasa

Bidal atau Pameo

Peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dan sebagainya.

Contoh: Malu bertanya, sesat di jalan.

Pepatah

Peribahasa yang mengandung nasihat dari orang tua. Biasanya digunakan untuk mematahkan lawan bicara.

Contoh: Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Perumpamaan

Peribahasa yang berupa perbandingan atas suatu keadaan atau kelakuan seseorang dengan apa yang ada di alam sekitar.

Contoh: Bagai pungguk merindukan bulan.

Ungkapan

Kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus.

Contoh: Panjang tangan = suka mencuri.

Tamsil/Ibarat

Persamaan dengan umpama dalam bentuk kiasan, untuk membandingkan suatu hal atau perkara.

Contoh: Ada padang ada belalang, ada air ada pula ikan = di mana pun kita berada, pasti ada rezeki yang tersedia.

Semboyan

Perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup).

Contoh: Gantungkan cita-citamu setinggi angkasa. Kalau pun nanti kau terjatuh, kau akan jatuh di antara bintang-bintang.

Itulah penjelasan mengenai ungkapan, majas, dan peribahasa berikut dengan contohnya. Manakah yang baru kamu ketahui?

Jika artikel ini bermanfaat, yuk, bantu bagikan kepada orang yang membutuhkan informasi ini.

Referensi:

DosenBahasa.com

DosenPendidikan.co.id

TambahPinter.com

PelayananPublik.id

MajalahPendidikan.com

DosenBahasa.com

HaloEdukasi.com

Wikibooks.org

IdSchool.net

SlideShare.net

DosenPendidikan.co.id

DosenBahasa.com

Pelajaran.co.id

DosenBahasa.com

DosenPendidikan.co.id

Zenius.net

Portal-Ilmu.com

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

Serupa.id

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

Serupa.id

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

DosenPendidikan.co.id

DosenBahasa.com

RumusRumus.com

Wikipedia.org

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

Pendidikan.co.id

DosenBahasa.com

DosenBahasa.com

Wikipedia.orgDosenBahasa.com