Kajian bidang ilmu Bahasa Indonesia sejatinya memiliki banyak kaedah penulisan dan istilah-istilah yang harus kita ketahui serta pelajari. Misalnya saja tentang hipernim, hiponim, sinonim maupun antonim. Istilah-istilah di atas memang bukan istilah baru yang membuat kita merasa aneh memang, namun tetap saja masih ada sebagian yang tidak memahami perbedaannya. Untuk itu, kali ini kita akan membahas satu persatu tentang 4 istilah dalam Bahasa Indonesia di atas beserta contohnya.

Sinonim

Pengertian Sinonim

Istilah sinonim pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dimana ini merujuk kepada rangkaian kata-kata yang berbeda namun tetap memiliki artian yang sama. Karena, di dalam bahasa Indonesia sendiri, kita memiliki banyak sekali kosa kata yang memiliki artian yang sama tersebut. Hal ini yang dinyatakan sebagai sinonim alias persamaan kata. Biasanya, sinonim ini akan ditulis dan digunakan agar tulisan kita tidak terlihat kaku.

Jadi, sebagai salah satu penulis, dianjurkan mengenali beragam sinonim untuk memperbanyak kosa kata yang bisa digunakan dan dikreasikan dengan baik. Walaupun kata-kata sinonim ini tergolong berbeda, tapi artinya akan tetap sama. Tulisan dan pelafalan kata-kata sinonim pastinya berbeda, hanya saja merujuk kepada maksud yang sama. Sinonim ini menggunakan ilmu bahasa yang nantinya akan mempelajari tentang sebuah makna atau arti semantik. Untuk lebih jelasnya, maka kita juga akan mempelajari contoh penggunaan kata-kata sinonim ini.

Contoh Kata Sinonim dan Penggunaannya

Untuk lebih memahami tentang sinonim, maka berikut contoh kata-kata dan penggunaannya:

  • Berjumpa = Bertemu : Setelah pulang dari sekolah aku bertemu dengan Ibu. Setelah pulang sekolah aku berjumpa dengan Ibu.
  • Sedih = Berduka. Ayah sangat sedih ketika Adik akan pergi merantau. Ayah sangat berduka ketika Adik akan pergi merantau.
  • Binatang = Hewan. Ular merupakan jenis binatang yang melata. Ular merupakan hewan melata.
  • Mati = Meninggal. Hewan itu mati setelah tertabrak sepeda motor. Ayahnya meninggal kemarin malam.
  • Bahagia = Senang. Nini sangat senang mendapatkan juara kelas tahun ini. ayah sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Paman.
  • Benda = Barang. Benda mati pastinya tidak dapat bergerak dan berpindah tempat. Barang dagangan Ibu selalu habis ketika sore hari datang.
  • Abadi = Kekal. Tidak ada benda atau hal apapun yang akan abadi di dunia ini. Hanya Tuhanlah yang memiliki kekuasaan kekal tanpa ada yang bisa mengalahkan Nya.
  • Musibah = Bencana. Musibah banjir sebenarnya bisa ditanggulangi jika kita sama-sama peduli akan kebersihan lingkungan sekitar. Bencana alam adalah hal yang tidak bisa diprediksi kapan akan merusak pemukiman penduduk.
  • Cara = Langkah. Cara untuk mengatasi penyakit adalah dengan menambah kekebalan tubuh kita. Langkah terpenting yang harus diambil saat panik adalah mencoba selalu berpikir positif.
  • Khusus = Spesifik. Hal yang paling khusus agar bisa mendapatkan bea siswa adalah dengan belajar lebih giat. Bisa membahagiakan kedua orang tua adalah cita-cita paling spesifik dirinya saat ini.

Antonim

Pengertian Antonim

Berbeda dengan sinonim, antonim merupakan lawan atau perbedaan tiap kosa kata dalam bahasa Indonesia. Ketika kita menggunakan kata-kata antonim, maka hubungan antara kedua kata tersebut akan sangat berbeda. Hal ini juga yang dimaksud dengan lawan kata. Karena memang memiliki makna yang sangat jauh berbeda.

Contoh Kata Antonim dan Penggunaannya

Agar tidak salah dalam memaknai kata antonim, berikut contoh kata-katanya dan bagaimana penggunaanya tersebut:

  • Siang = Malam. Ayah selalu pulang di malam hari. Ibu pergi ke pasar ketika siang hari.
  • Dekat = Jauh. Ibu selalu berjalan kaki untuk pergi ke sawah, karena jaraknya dekat dari rumah. Ayah harus menggunakan sepeda motor untuk sampai tepat waktu karena tempat dirinya bekerja sangat jauh.
  • Untung = Rugi. Ketika datang ke kota ini, Ana selalu bercerita tentang untung jualan yang diterimanya. Paman merasa sangat rugi karena telah menjual banyak barang berharga akibat terlilit hutang.
  • Panas = Dingin. Mama sangat menyarankan untuk tidak langsung memakan makanan yang masih panas. Minuman dingin sangat disukai oleh Bibi.
  • Keras = Lunak. Suara hajatan kali ini terdengar sangat keras sekali. Ana tidak terlalu pandai memasak lontong, hasilnya terlalu lembut.
  • Bagus = Jelek. Ami mendapatkan nilai yang sangat bagus pada semester awal ini. Anton selalu mendapatkan nilai jelek karena malas belajar.
  • Pintar = Bodoh. Anak tersebut dikenal dengan kegigihan, rajin dan sangat pintar di kelasnya. Ani dinyatakan bodoh oleh kedua orang tuanya sebab tidak pernah mendapatkan nilai yang bagus saat hasil ujian dibagikan.
  • Sedikit = Banyak. Sedikit uang yang kita sumbangkan akan tetap berharga di mata mereka yang membutuhkan. Biaya operasi untuk menyembuhkan luka Paman sangatlah banyak.
  • Bersatu = Berpisah. Jika ingin bangsa ini selalu bersatu, maka jangan ada sikap yang memicu pertikaian antar kaum, ras dan marga tertentu. Mereka berdua sepakat untuk berpisah dan memulai semuanya dari awal lagi.
  • Buka = Tutup. Swalayan ini hanya buka pada hari senin sampai jum’at saja. Pintu rumah bibi sudah tutup sedari tadi.

Hipernim

Pengertian Hipernim

Hipernim atau juga dikenal dengan istilah monograf adalah frasa atau sebuah kata yang memiliki makna lebih umum atau luas. Hiponim akan terdiri dari beberapa kata dari hipernimnya. Boleh dikatakan, hiponim adalah kumpulan kata yang ada di dalam sebuah hipernim. 

Penggunaan Kata Hipernim dan Contohnya

Agar lebih memahami tentang hipernim ini, maka berikut contohnya:

  • Senam : Setiap akhir pekan, banyak anak-anak yang akan melakukan senam bersama.
  • Kendaraan : Ayah selalu menggunakan kendaraan kesayangannya untuk mengantarku pergi ke sekolah.
  • Buah : kita harus mengkonsumsi buah agar melengkapi kebutuhan sehari-hari.
  • Mata Uang : kita harus menggunakan mata uang untuk membayar dan membeli barang dagangan.
  • Makanan : Makanan sehat sangat disarankan agar bisa menjaga kesehatan tubuh manusia.
  • Ikan : Semua ikan pasti membutuhkan air agar tetap bisa bertahan hidup.
  • Tempat Tinggal: Tidak peduli bagaimanapun bentuknya, daerah ini merupakan tempat tinggal Ibuku sedari kecil.
  • Minuman : manusia pastinya akan sangat membutuhkan minuman di dalam kehidupan mereka.

Hiponim

Pengertian Hiponim

Hiponim adalah istilah yang berada di bawah istilah hipernim yang sudah kita bahas di atas. Hiponim ini sendiri berasal dari kata asing, yakni onoma yang berarti nama serta hypo yang memiliki makna di bawah. Sehingga, jika diartikan secara umum, hiponim memiliki makna nama yang berada di bawah pengertian nama lainnya.

Hipernim merupakan frasa di atas yang merupakan bagian paling tinggi jika dibandingkan dengan hiponim. Hiponim adalah gabungan kata-kata yang lebih khusus jika dibandingkan dengan kata hipernim. Bahkan, tidak jarang satu kata hipernim akan memiliki banyak kumpulan kata-kata hiponim yang berbeda di sebut dengan istilah kohiponim.

Relasi Makna Hiponim

Selain sinonim dan antonim, relasi makna atau sebuah jalinan makna yang saling bersangkutan juga di dapatkan di istilah hiponim ini sendiri. Relasi makna ini akan menyatakan:

  • Kesamaan arti
  • Pertentangan makna
  • Jangkauan arti
  • Kegandaan makna
  • Kelebihan arti

Jenis – Jenis Hiponim

Agar tidak salah dalam menentukan hiponim dengan istilah lainnya, maka kita perlu mengetahui jenis-jenisnya, yaitu:

Hiponim Tulen

Hiponim jenis ini merupakan jenis kata yang nantinya bisa mewakilkan dua kata sekaligus. Misalkan penggunaan istilah “padi” yang bisa digunakan untuk memaknai nasi dan beras.

Hiponim Umum

Contoh hiponim yang satu ini memerlukan satu kata baku dan imbuhan kata lainnya agar bisa dikenali secara spesifik. Misalnya saja rumah banglo, dimana kata banglo harus digabungkan dengan kata rumah untuk memberikan artian rumah khusus.

Contoh Penggunaan Kata Hiponim

Beberapa contoh kata hiponim ini adalah:

  • Ikan (hipernim)= bawal, mas, lele, paus, nila dan jenis ikan lainnya. (hiponim)
  • Sayuran (hipernim) = gambas, kol, wortel, kentang, bayam dan sayuran lainnya (hiponim)
  • Warna (hipernim) = merah, hijau, jingga, hitam, biru, hijau dan jenis lainnya (hiponim)

Demikianlah pengertian hipernim, hiponim, sinonim dan antonim yang harus diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.