Dewasa kini, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu syarat penting untuk bersaing dalam kancah global, mulai dari seleksi masuk perguruan tinggi sampai mencari pekerjaan. Oleh karena itu, banyak orang berlomba-lomba belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing mereka, terutama bahasa Inggris.

Seiring dengan perkembangan ruang dan waktu, berbagai jenis tes kemampuan bahasa Inggris tersedia dan disesuaikan dengan ruang lingkup kebutuhannya. Salah satu jenis tes kemampuan bahasa Inggris yang terkenal dan sering dipakai adalah TOEFL.

TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Pada tahun 1963, TOEFL dikembangkan oleh Center for Applied Linguistics di Universitas Stanford. Untuk saat ini, TOEFL dikelola oleh ETS (Educational Testing Service). TOEFL digunakan untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika.

Sebagian besar perguruan tinggi luar negeri dan perusahaan internasional sering mensyaratkan pelamarnya untuk memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimal tertentu. Umumnya, skor minimal yang disyaratkan sekitar 500-550 poin TOEFL. Oleh karena itu, orang-orang berupaya untuk meningkatkan skor TOEFL mereka. Berbagai cara dilakukan, mulai dari belajar otodidak sampai mengikuti kursus TOEFL di berbagai lembaga yang ternama.

Sebelum memutuskan untuk mengikuti TOEFL, ada baiknya kita memahami dulu jenis tes dan sistem penilaiannya. Perlu diketahui, TOEFL  terdiri dari berbagai jenis media tes, antara lain TOEFL-PBT (Paper Based Test), TOEFL-CBT (Computer Based Test) dan TOEFL-IBT (Internet Based Test). Ketiga jenis tes tersebut dirincikan dalam penjelasan berikut.

TOEFL-PBT (Paper Based Test)

Sesuai dengan namanya, tes ini menggunakan kertas sebagai sarana atau media. Dalam pelaksanaannya, tes ini terdiri dari tiga seksi/bidang tes yang meliputi: listeningi, structure and written expression, dan readingi.durasi waktu yang disediakan dalam tes ini sekitar 2-2,5 jam dengan rentang skor 310-677.

TOEFL-CBT (Computer Based Test)

Selain menggunakan kertas ujian, TOEFL juga dapat diujikan menggunakan komputer. TOEFL-CBT merupakan perkembangan dari TOEFL-PBT yang dikenalkan sejak 1998. Selama ujian, seksi/bidang yang harus dikerjakan ada tiga, yaitu listening, reading dan writing; sedangkan rentang skornya berbeda dengan TOEFL-PBT, yakni 0-300 dengan durasi pengerjaan selama 2-2,5 jam.

TOEFL-IBT (Internet Based Test)

Jenis tes ini hampir sama dengan TOEFL-CBT yang menggunakan komputer. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, tes ini membutuhkan koneksi internet selama pengerjaannya. TOEFL-IBT merupakan inovasi terbaru dari ETS (Educational Testing Service) yang diluncurkan pada tahun 2005. Tes ini berlangsung selama 4 jam dengan rentang skor 0-120. Selain itu, bidang yang diujikan berupa reading, listening, speaking dan writing.

Dari ketiga jenis tes tersebut, sebagian besar peserta memilih mengambil TOEFL-PBT karena terjangkau dan lebih umum daripada dua jenis lainnya. Oleh karena itu, penjelasan berikut hanya membahas soal per bidang uji dalam TOEFL-PBT.

1. Listening Comprehension

Pada bagian ini, peserta dihadapkan pada 50 soal untuk uji kemampuan dalam mendengarkan percakapan. Terdapat tiga bagian dalam bidang uji listening, yaitu (1) Part A Short Conversation dengan soal sejumlah 30; (2) Part B Longer Conversation dengan soal sejumlah 8; dan (3) Part C Talks dengan soal sejumlah 12. Durasi yang disediakan untuk mengerjakan bidang ini adalah 30-40 menit.

Bagian TesJumlah SoalDurasi Waktu
Part A (Short Conversation)3030-40 menit
Part B (Longer Conversation)8
Part C (Talks)12
Total Soal50

2. Structure and Written Expression

Pada bagian structue and written expression, peserta dihadapkan pada soal-soal yang berfokus pada struktur kalimat dan tata bahasa Inggris sejumlah 40 soal. Bidang ini terdiri dari dua bagian, yaitu (1) Part A Incomplete Sentences sejumlah 15 soal dan (2) Part B Error Recogition sejumlah 25 soal. Bidang tersebut harus dikerjakan selama 25 menit.

Bagian TesJumlah SoalDurasi Waktu
Part A (Incomplete Sentences)1525 menit
Part B (Error Recognition)25
Total Soal40

3. Reading Comprehension

Pada bidang ini terdapat 50 soal yang terdiri dari 5-6 wacana yang mana tiap wacana dapat memuat 8-12 soal. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan bidang ini adalah 55 menit.

Bagian TesJumlah SoalDurasi Waktu
5-6 wacana (8-12 soal per wacana5055 menit
Total Soal50

Tips dan Trik Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

A. LISTENING

Bagi yang belum terbiasa mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris, bidang listening mungkin akan menjadi bidang yang sulit dibandingkan bidang lainnya. Oleh karena itu, hal penting yang perlu disiapkan sejak sekarang adalah membiasakan diri mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris. Hal itu bisa meningkatkan kemampuan pendengaran dan membiasakan telinga dan otak untuk mendengarkan bahasa Inggris. Supaya lebih mudah dan tidak membosankan, latihan ini bisa menggunakan film-film Amerika yang mana aksen Amerika-nya terlihat jelas. Cobalah untuk menirukan cara mereka mengucapkan kata-kata tertentu. Hal ini akan berdampak juga pada kemampuan berbicara kita.

Selain menonton film, mendengarkan musik juga menjadi pilihan yang bagus untuk meningkatkan kemampuan pendengaran.

Selain menonton film, mendengarkan musik juga menjadi pilihan yang bagus untuk meningkatkan kemampuan pendengaran. Kita bisa memulainya dengan musik-musik yang bergenre pop dan memiliki ritme musik yang pelan supaya dapat ditirukan. Setelah mendengarkan beberapa kali, kita akan terngiang-ngiang dengan lirik lagu tersebut dan mengingat kata-katanya.

Cara lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan adalah streaming saluran-saluran media online tanpa menggunakan subtitle. Cara ini cukup efektif untuk memusatkan perhatian kita terhadap tayangan tersebut dan mencegah kita terdistraksi dari subtitle yang disediakan.

B. Structure and Written Expression

Untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang ini, kita bisa membiasakan diri berlatih menggunakan flash card atau membaca cerita, baik fiksi maupun nonfiksi. Setelah membca, kita dapat mengidentifikasi dan menganalisis struktur dan tata bahasa yang apa dan bagaimana yang digunakan dalam cerita tersebut.

Selain itu, kita bisa menggunakan aplikasi dan/atau website online untuk belajar struktur kalimat. Biasanya, mereka menyajikan soal-soal dengan menggunakan gambar untuk memudahkan kita dalam memahami.

C. Reading Comprehension

Selain meningkatkan kemampuan analisis struktur kalimat dan tata bahasa, membiasakan diri membaca juga memudahkan kita untuk menganalisis wacana secara komprehensif atau menyeluruh. Ketika membaca koran atau novel dan sebagainya, kita bisa menganalisis isi wacana tersebut menggunakan rumus 5W (what, who, where, when, why) dan 1H (how); apa isi cerita tersebut? siapa yang terdapat dalam cerita tersebut? dimana cerita tersebut? kapan cerita tersebut berlangsung? Kenapa masalah tersebut terjadi? Bagaimana jalan ceritanya?

Tips Mengerjakan Soal per Bidang

A. Listening

Bidang ujian listening terdiri dari tiga bagian. Pertama adalah bagian short conversation atau percakapan pendek. Pada bagian ini, kita akan mendengarkan sekitar 30 percakapan pendek dua orang yang mana setiap satu percakapan disertai dengan satu pertanyaan. Umumnya, satu pembicara akan berbicara satu kali. Jadi, ada sekitar 3 kalimat (2 kalimat percakapan, 1 kalimat pertanyaan) dalam setiap soal.

Ketika mendengarkan, kita harus lebih mencermati apa yang dikatakan oleh pembicara kedua karena biasanya kata kunci untuk menjawab soal terdapat pada kalimat yang diucapkan oleh pembicara tersebut. selesai mendengarkan, kita akan ditanya soal mengenai pertanyaan tersebut dan disediakan 4 jawaban pilihan ganda. Rata-rata, waktu yang disediakan untuk menjawab setiap soal pada bagian ini sekitar 10-12 detik. Oleh karena itu. Usahakan jangan membuat panik karena dapat menghancurkan konsentrasi. Selain fokus mendengarkan apa yang dikatakan oleh pembicara kedua, kita perlu memahami bentuk-bentuk ekspresi fungsional seperti persetujuan, ketidakpastian, saran, keterkejutan, ekspresi berupa idiom dan situasi yang sekiranya terjadi ketika pembicaraan tersebut dilakukan.

Usahakan jangan membuat panik karena dapat menghancurkan konsentrasi.

Seringkali pola pertanyaan yang terdapat pada bagian ini dimulai dengan kata-kata tanya, terutama seperti apa, apa yang, berapa, dimana, kemana, dan kapan; sedangkan kata-kata tanya seperti mengapa, yang mana, siapa, bagaimana dan berapa seringkali jarang digunakan. Berikut merupakan contoh-contoh pertanyaan yang sering diajukan dalam bagian ini.

  • What does the (man/woman) mean?
  • What will the (man/woman) probably do (next)?
  • What will the speakers do?
  • What does the (man/woman) going to do?
  • What does the (man/woman) plan to do?
  • What does the (man/woman) imply about …. ?

Setelah mengerjakan bagian pertama, kita akan dihadapkan pada bagian kedua berupa percakapan panjang. Pada bagian ini, kita akan mendengarkan 8 percakapan dengan panjang sekitar 140-290 kata per percakapan yang berlangsung selama 40-80 detik. waktu yang disediakan untuk menjawab beberapa pertanyaan setiap percakapan ini sekitar 12 detik.

Berbeda dengan percakapan pendek yang sederhana, topik dalam percakapan panjang ini bersifat lebih akademis dan materinya dapat berupa sejarah, ilmu pengetahuan maupun organisasi universitas dan sebagainya. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan informasi-informasi yang terdapat dalam percakapan, terutama mengenai angka-angka dan perhitungan.

Perhatikan informasi-informasi yang terdapat dalam percakapan, terutama mengenai angka-angka dan perhitungan.

Ketika narator sedang membaca petunjuk pengerjaan part B, ada baiknya kita membaca sekilas jawaban-jawaban yang tersedia untuk membantu kita memperkirakan tema apa saja yang akan dibincangkan dalam percakapan-percakapan tersebut. selain itu, kita perlu mencermati situasi dan kondisi yang terjadi dalam percakapan, seperti tempat dan waktu ketika percakapan tersebut terjadi serta apa dan siapa yang sedang dibicarakan.

Umumnya, pola pertanyaan yang sering disampaikan dimulai dengan kata-kata tanya seperti apa, apa yang, berapa, mengapa, bagaimana, siapa, dimana, kemana, kepada, dan dengan siapa. Pola-pola tersebut akan menjadi kalimat pertanyaan seperti berikut.

  • What is the main topic of this conversation?
  • Where does the conversation take place?
  • When did it occur?

Bagian ketiga adalah Part C (Talks). Pada bagian ini, kita akan mendengarkan semacam ceramah/kuliah pendek (a short lecture/talk) yang diikuti beberapa pertanyaan. Umumnya, setiap ceramah diikuti 3-7 pertanyaan. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengerjakan soal bagian ini adalah sebagai berikut. Jika memungkinkan, baca dan cermati jawaban-jawaban yang tersedia dan temukan kata kunci dalam jawaban-jawaban tersebut.

Ketika ceramah diperdengarkan, fokuslah untuk menemukan jawaban dari 5 W dan 1 H dalam ceramah tersebut. kita juga perlu mewaspadai pembicaraan dalam kalimat-kalimat awal karena biasanya hal ini merupakan topik yang dibicarakan pada kalimat selanjutnya. Selain itu, kita perlu membuat kesimpulan terhadap situasi dan kondisi yang terjadi dalam pembicaraan tersebut.

Biasanya, bentuk pertanyaan yang sering terdapat dalam bagian ini meliputi ide pokok, detail narasi, tujuan, dan implikasi seperti berikut.

1. pertanyaan yang meliputi ide pokok

  • What is the main idea of the talk?
  • What is the talk mainly about?
  • What are the speakers discussing about?
  • What whould be a good title for the lecture?

2. pertanyaan yang meliputi detail narasi

  • What does the man/woman say about?
  • What does the man/woman want?
  • What does the man/woman suggest about …. ?
  • What is the man/woman describing about?

3. pertanyaan yang meliputi tujuan dalam narasi

  • Why did ….?
  • Why is ….?
  • Why does the man/woman think ….?
  • Why does the speaker mention ….?

4. pertanyaan yang meliputi maksud atau implikasi dalam narasi

  • What does the speaker imply about ….?
  • What does the speaker infer about ….?
  • What does the man/woman mean when he/she says ….?

5. pertanyaan lain pada bagian ini bisa saja mengarahkan anda untuk memilih gambar, mencocokan pertanyaan maupun mengelompokkan jawaban berdasarkan kategori

  • You may be asked to pick out the correct drawing from what was described in words
  • You may be asked to match two concepts together
  • You may be asked to determine the sequence of events
  • You may be asked to categorize certain concepts

B. Structure and Written Expression

Setelah mengerjakan bidang listening, kita akan mengerjakan bagian struktur kalimat dan tata bahasa Inggris. Bidang ini terdiri dari dua bagian yaitu incomplete sentences dan error recognition. Pada bagian pertama, peserta disuruh untuk memilih satu kalimat yang salah secara tata bahasa Inggris dari empat jawaban yang tersedia. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengerjakan bagian ini adalah sebagai berikut.

  1. Seleksi jawaban dengan memastikan bahwa kalimat tersebut memiliki subjek dan kata kerja yang sesuai
  2. Perhatikan objek dari kata depan atau preposisi
  3. Berhati-hatilah dengan kalimat appositive (kata benda yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain namun memiliki keterikatan sebagai status yang sama)
  4. Hati-hati terhadap present participle
  5. Hati-hti terhadap past paticiple
  6. Gunakan kata penghubung yang benar dan sesuai

C. Reading Comprehension

Pada bagian ini, kita dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan untuk menguji kemampuan dalam menganalisis suatu wacana. Oleh karena itu, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Jawablah pertanyaan mengenai gagasan utama atau ide pokok dengan tepat, biasanya, ide pokok dalam bacaan tersebut terdapat pada awal paragraf. Jika bacaan hanya berupa satu paragraf, pelajarilah bagian awal paragraf tersebut untuk menentukan ide pokok yang terdapat di dalamnya. Selain itu, cermati kalimat dalam setiap jawaban yang tersedia kemudian eliminasilah jawaban-jawaban yang tidak relevan atau tidak terdapat dalam bacaan.
  2. Selain pertanyaan mengenai ide pokok, pertanyaan selanjutnya yang sering diajukan adalah mengenai pertanyaan khusus terkait dengan informasi tertentu dalam bacaan. Umumnya, jawaban dari pertanyaan ini terlihat jelas dan termuat dalam jawaban serta muncul berulang dengan ungkapan atau kata yang berbeda. Supaya lebih mudah, kita bisa menjawabnya dengan menentukan inti pertanyaan terlebih dahulu kemudian menyaring bagian yang sesuai dengan kata kunci atau pokok tiap bacaan. Setelah itu, cermatilah kalimat-kalimat yang memuat kata kunci atau pokok bacaan.