Sebelum kamu membuat materi, menyusun slide, dan memikirkan cara penyampaian yang baik dalam presentasi, sebaiknya kamu mempelajari beberapa dasar dalam presentasi. Ibarat emmbangun sebuah rumah, kamu pasti membutuhkan pondasi yang kuat kan? Nah, dasar – dasar inilah yang merupakan pondasi dalam presentasi. Apa saja yang termasuk dalam pondasi atau dasar – dasar presentasi tersebut?
Untuk mengetahui hal tersebut, kamu perlu menyimak tulisan di bawah ini. yuk mari kita lihat!

Keahlian

Memahami materi yang akan disampaikan adalah hal mutlak dalam presentasi. Namun kamu tidak boleh hanya sekedar paham, kamu harus ahli. Mengapa harus ahli? Karena dengan keahlian yang kamu punya, kamu bisa lebih percaya diri dalam menyampaikan materi. Kamu juga bisa menyampaikan materi secara mendalam dan memberikan yang terbaik kepada audience atau penontonmu.

Passion

Passion adalah energi atau kekuatan yang didasari oleh rasa cinta yang besar dalam melakukan sesuatu. Dan ini sangat jelas dibutuhkan dalam melakukan aktivitas atau pekerjaan apapun dalam hidupmu, ya termasuk presentasi ini. mengapa kamu membutuhkan passion? Karena dengan adanya passion, kamu jadi semangat untuk belajar, mempersiapkan, dan mempresentasikan materi dengan baik.

Akan ada pertanyaan seperti, bagaimana jika aku tidak menemukan passionku sendiri? Jawabannya adalah kamu perlu menemukan alasan bahwa mengapa kamu perlu memberikan penampilan yang terbaik kepada audience.

Gaya presentasi

Dale carneige dalam buku Stand and Deliver menuliskan bahwa sebelum kamu mengenal siapa dirimu sebenarnya, kamu tidak bisa sungguh–sungguh memahami dunia di sekitarmu. Dan akan menjadi mustahil bagimu untuk bisa menjadi pembicara yang efektif. Mario teguh adalah seorang pembicara yang handal. Gaya bicara beliau menunjukkan sosoknya yang autentik atau asli tanpa dibuat–buat.

Nah, kamu harus mencari atau menciptakan gaya preentasimu sendiri. Awalnya memang pasti susah, namun kamu bisa memulainya dengan mencontoh gaya presentasi pembicara yang kamu suka. Dari situ, kamu bisa mengembangkanya menjadi gaya presentasimu sendiri.

Mengetahui audiens

Suzy Siddons dalam bukunya The Complete Presentation Skills Handbook mengatakan bahwa semakin banyak kamu mengetahui tentang audiens, semakin relevan dan menarik presentasi yang akan kamu sampaikan. Tidak mengetahui audience sama saja dengan membunuh diri sendiri. Well, banyak pihak yang setuju dengan penggalan kalimat tersebut, dan pula itu sangat masuk akal.

Karena memang tidak mungkin kamu dapat menyampaikann presentasi yang sesuai dan tepat jika kamu tidak mengenal audiensmu dengan baik. Dengan mengenal audiens, kamu bisa menyiapkan presentasi yang efektif sesuai kebutuhan mereka dan juga membantu kamu dalam menemukan media dan pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik mereka.

Tujuan

Simon Sinek dalam presentasi di TEDx Puget Sound mengatakan bahwa setiap orang, setiap organisasi di planet ini tau apa yang mereka lakukan. Yap, benar sekali. Banyak dari kita yang mengerti bagaimana melakukan sesuatu, namun sangat sedikit sekali yang tau mengapa kita atau mereka melakukan pekerjaan tersebut. Steve Jobs adalah salah satu tokoh yang menginspirasi banyak orang. Setiap tindakan beliau selalu dilandasi oleh visi yang jelas.

Hal itulah yang membedakan beliau dengan orang lainnya di muka bumi ini. jadi, jika kamu ingin menjadi presenter atau pembicara yang handal, maka kamu harus menentukan tujuan. Bertanyalah kepada dirimu apa yang kamu harapkan dari audiens setelah mendengarkan presentasimu? Itu adalah tujuanmu.

Kesan pertama

Kamu harus memulai pembukaan presentasi dengan kesan pertama yang baik atau bahkan yang memukau. Kesan pertama akan sangat menentukan respon audiens selanjutnya. Dua sampai tiga menit pertama presentasi akan sangat menentukan apakah audiens akan sangat antusias atau tidak. Kalau audiens mau mendengarkan dengan semangat, ditambah lai mereka melakukan tindakan yang kamu harapkan, maka presentasi tersebut efektif.

Banyak presentasi yang gagal menjadi sebuah presentasi yang efektif karena presenter atau pembicara tidak bisa menyampaikan pembukaan presentasi yang menarik. Jangan sampai kamu sudah gagal dari awal ya. cobalah membangun kesan pertama yang baik dan memukau.

Penyampaian yang singkat dan lugas

Kamu pasti bosan dan malas ketika mendengar penjelasan guru yang terlalu bertele – tele, bahkan sampai mirip dengan orang yang bercerita atau berdongeng. Demikian juga audiensmu yang akan bosan dan menjadi malas mendengarkanmu ketika kamu menyampaikan materi dengan bertele – tele. Saat presentasi, kamu hanya perlu menyampaikan poin–poin penting dalam materi presentasi yang kamu bawakan.

Fokuslah pada pembukaan dan penutupan presentasi, karena hanya dua hal itulah yang paling diingat oleh audiens. Eittss, jangan lupa dengan slide presentasimu. Sama halnya dengan penyampaian materi, slide presentasimu juga harus singkat dan jelas ya. usahakan agar kamu tidak membuat slide presentasi yang membosankan dan malah membuat audiens bingung dan salah fokus.

Rileks / santai

Saat menyampaikan presentasi, sangat mungkin bila kamu mengalami demam panggung. Nah untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa menganggap audiensmu adalah teman sebaya. Kamu juga bisa berjalan – jalan di sekitar audiens untuk membuat suasana menjadi lebih rileks. Dan pula audiens akan merasa lebih dekat dengan anda. Kalau audiens sudah merasa dekat dengan presenter, maka mereka akan mempercayainya, itu artinya mereka akan memercayaimu.

Lakukan kontak mata

Kontak mata sangat perlu dilakukan saat presentasi. Hal ini dapat membangun hubungan yang lebih intens dengan audiens. Saat presentasi dilakukan di depan jumlah audience yang sedikit, proses kontak mata ini akan lebih mudah dilakukan. Tapi janganlah khawatir ketika kamu harus menyampaikan presentasi di depan orang banyak. Kamu hanya perlu mengarahkan tatapanmu kepada audiens yang dianggap dapat mewakili sudut – sudut tempat mereka duduk.

Arahkan pandangan matamu ke semua arah di mana para audiens duduk mendengarkan kamu secara bergantian. Dengan demikian, para audiens akan merasa bahwa kamu juga memperhatikan mereka. Sebagai timbal balik, mereka juga akan memerhatikanmu saat kamu presentasi. Jangan lupa untuk tersenyum ketika kamu melakukan kontak mata dengan mereka.

Perhatikan penampilan

Penampilanmu sebagai presenter atau pembicara adalah wujud dari sikap penghargaan kamu kepada audiens. Jika kamu berpenampilan rapi, maka audiens akan merasa bahwa mereke juga dihargai oleh kamu. dan dengan kamu menghargai audiens, maka sama artinya dengan kamu menghargai diri sendiri.

Selain itu, penampilan kamu yang sesuai dengan presentasi yang kamu bawakan juga akan meningkatkan rrasa percaya diri kamu sebagai presenter atau pembicara. Kenakanlah pakaian yang sopan dan nyaman saat kamu hendak presentasi.

Demikian dasar–dasar yang harus kamu ketahui ketika kamu ingin melakukan sebuah presentasi. Dasar – dasar ini sangat bermanfaat untuk kamu yang ingin emmbangun sebuah nama atau label pada diri sendiri. Semoga dengan artikel ini, kami dapat membantu kamu dan kamu juga bisa meningkatkan skill presentasi yang kamu miliki. Cobalah dan praktikkan di depan kaca sebelum kamu presentasi ya.