Jika kita perhatikan secara seksama, pasti kita akan menemukan banyak sekali jenis tanda baca yang diselipkan di setiap kalimat dalam Bahas Indonesia. Untuk itu, kita harus membahas satu persatu pengertian dan penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia tersebut.

Pengertian Tanda Baca

Sebuah kalimat tidak akan lengkap jika tidak disisipkan tanda baca. Tanda baca ini ada beragam dan berupa simbol-simbol tertentu. Setiap tanda baca yang kita temui memiliki makna yang berbeda-beda, tentu saja penempatannya juga akan berbeda juga. Tanda baca ini nantinya akan memberikan penegasan, menentukan bagaimana intonasi pembacaan serta menentukan informasi yang dimilikinya. 

Fungsi Tanda Baca

Adapun fungsi dari penggunaan tanda baca adalah:

  • Mengetahui intonasi pembacaan dalam sebuah kalimat.
  • Menetapkan jeda dalam kalimat bahas Indonesia.
  • Memberikan penegasan terhadap kalimat tersebut, apakah berupa pertanyaan, kalimat perintah maupun kalimat langsung.
  • Menentukan bagaimana struktur kata yang dipakai dalam kalimat tersebut.
  • Menonjolkan dan menjadi pemisah terhadap suku kata yang digunakan dalam kalimat.

Jenis dan Contoh Pemakaian Tanda Baca

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bahwasanya tanda baca ini memiliki banyak jenis yang berbeda, yaitu:

1. Titik

Fungsi dari tanda titik ini akan disesuaikan dengan letak atau posisinya di dalam sebuah kalimat. Pembagian letak penggunaan tanda titik adalah sebagai berikut:

  • Kalimat biasa atau yang tidak bersifat seruan, maka akan berada di belakang kalimat tersebut.
  • Diletakkan pada bagian belakang huruf atau angka yang terdapat di dalam sebuah daftar, bagan maupun ikhtisar.
  • Digunakan untuk memisahkan angka, detik maupun menit di sebuah jam yang menunjukkan waktu.
  • Sebagai pemisah untuk bilangan yang berjumlah ratusan, puluhan, ribuan dan hitungan lainnya.

Contoh Pemakaian Tanda Titik

Untuk lebih memahaminya, berikut contoh kalimat yang menggunakan tanda baca titik, yaitu:

  • Ibunya adalah seorang Guru.
  • Jam 09.00 kita harus segera berangkat ke Bogor.
  • Tidak cukup rasanya jika uang Rp. 100.000 ini harus kita gunakan selama satu minggu.
  • Ayah baru saja sampai di Bandara pada pukul 13.06 tadi siang.
  • Nenek hanya ingin memakan sayuran yang dimasak oleh Bibi saja.
  • Pembayaran uang pendaftaran sekolah biasanya menghabiskan uang sekitar Rp. 500.000.

2. Koma

Tanda koma juga memiliki fungsi dan disesuaikan dengan letaknya dalam sebuah kalimat, seperti:

  • Menjadi sebuah pemisah antara isian kalimat satu dengan kalimat lainnya.
  • Biasanya digunakan di dalam pembilangan atau perincian tertentu.
  • Menjadi pemisah antara induk kalimat dan anak kalimat sehingga pembaca bisa membedakannya.
  • Digunakan setelah penggunaan kata penghubung. Bisa dilakukan di tengah, awal maupun pada bagian akhir kalimat tersebut.
  • Menjadi pemisah kata yang akan dipisahkan akibat intonasi tersendiri.
  • Penggunaannya untuk menunjukkan nama, tempat, alamat, tanggal, nama wilayah maupun nama Negara.
  • Menjadi pembatas atas nama pengarang sebuah buku, penemu jurnal ilmiah yang biasanya digunakan dalam sebuah daftar pustaka.
  • Menjadi bagian pemisah yang akan membedakan gelar, nama maupun marga tertentu.
  • Digunakan untuk menambahkan beragam keterangan tertentu terkait kalimat yang ditulis oleh sang penulis.

Contoh Pemakaian Tanda Koma

Beberapa contoh pemakaian dari tanda koma ini adalah:

  • Pada sore itu, Ayah pamit mengantar paman ke stasiun.
  • Wabah bencana sedang banyak dialami oleh warga sekitar, oleh karena itu, kita wajib lebih waspada.
  • Hasil dari penjumlahan matematikan ini adalah 0,95.
  • Ibu membutuhkan tepung terigu sebanyak 0,4 Kg.
  • Cantika akhirnya harus pergi kesekolah, sebab dirinya harus mengikuti ujian susulan.

3. Titik Koma 

Penggabungan titik dan koma juga menjadi salah satu simbol penting dalam tanda baca, yakni:

  • Pemisah untuk kalimat yang setara.
  • Pemisah dalam kalimat majemuk yang tidak membutuhkan kata penghubung.

Contoh Penggunaan Tanda Titik Koma

Berikut contoh penggunaannya:

  • Anak pertama Bu Ningsi sedang menyapu lantai; anak kedua sedang mencuci piring dan anak bungsunya sedang mencuci baju kotor.
  • Walaupun banjir; warga tetap melakukan aktivitas hariannya.

4. Titik Dua 

Tanda titik dua dipakai pada kalimat seperti:

  • Digunakan pada kata ungkapan.
  • Digunakan untuk memisahkan nomor, jilid dan juga halaman. Digunakan juga untuk mencantumkan nomor di halaman kitab suci, memisahkan ayat-ayat dan juga penerbit buku serta nama kota yang digunakan.
  • Penggambaran pelaku dalam sebuah naskah drama.
  • Digunakan untuk menyatakan sebuah pernyataan yang diambil secara lengkap jika dikutip dalam sebuah pemberian dan rangkaian proses. 

Contoh Penulisan Titik Dua

Penulisannya dalam kalimat adalah:

  • Nisa, Ali, Pendidikan Seumur Hidup : Karya Ilmiah, Bandung.
  • Nama : Anto Hakim
  • Dikutip dari QS : 12, 6.

5. Hubung 

Tanda hubung sendiri digunakan pada kalimat:

  • Penghubung untuk beberapa kata dasar.
  • Penghubung untuk penggunaan kata ulang.
  • Menghubungkan huruf dengan ejaan tunggal.
  • Menghubungkan angka dengan huruf atau sebaliknya.
  • Penghubung untuk kata-kata asing dengan kata-kata Indonesia.

Contoh Penggunaan Tanda Hubung 

Berikut beberapa contoh penggunaan tanda hubung:

  • Roti ini akan kadaluarsa tanggal 23-03-2020.
  • Orang-orang tersebut tidak menyukai adanya pembangunan lahan baru di desanya.
  • Randi berhasil meraih juara ke-3 saat lomba kemarin.

6. Elipsis 

Tanda baca yang satu ini berisikan beberapa titik-titik. Biasanya menyatakan adanya kalimat atau ungkapan yang memang dihilangkan atau penggunaannya dalam sebuah karangan atau cerita.

Contoh Penggunaan Tanda Elipsis 

Beberapa contoh penggunaanya adalah:

  • ….. nanti Ibu akan kembali kerumahnya.
  • Rasanya kali ini ingin…. Ke pantai lagi.

7. Tanda Tanya

Tanda tanya ini memang digunakan untuk menyakan sesuatu atau mencari tahu kebenaran yang ada.

Contoh Penggunaan Tanda Tanya 

Untuk contoh pemakaiannya adalah:

  • Apakah Ayah akan ikut pergi kali ini?
  • Apakah benar Adikmu lahir tahun 2004 (?)
  • Dimana kamu lahir?

8. Tanda Seru

Tanda seru ini menyatakan kalimat penegasan atau perintah. Sehingga kalimat tersebut berisikan suruhan, ketidakpercayaan, rasa emosi yang dalam atau rasa takjub.

Contoh Penggunaan Tanda Seru 

Beberapa contoh penulisannya adalah:

  • Hebat! Kamu bisa mengalahkan sang juara bertahan kali ini.
  • Semangat!
  • Jangan malas, ayo segera kerjakan tugas rumahmu!

9. Tanda Kurung

Untuk memberikan pemisah terhadap kata yang merupakan bagian dari keterangan yang ada. Ini akan menegaskan dimana letak kata sisipan yang merupakan bagian dari informasi tersebut.

Contoh Penggunaan Tanda Kurung 

Beberapa contoh penggunaannya adalah:

  • PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa ) berhasil melangsungkan pertemuan tahun itu.
  • Tabel (tabel 3.1) menyatakan angka kematian akibat serangan virus mematikan.

10. Tanda Petik 

Tanda petik sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Seperti tanda petik ganda dan tanda petik tunggal. Penggunanya adalah untuk memberikan keterangan atas petikan langsung dari suatu sumber informasi. Tanda ini juga digunakan untuk mengasingkan kata-kata dengan makna khusus.

Contoh Penggunaan Tanda Petik

Beberapa contoh penggunaannya adalah:

  • Anak tersebut dikenal dengan julukan “panjang tangan” jadi berhati-hatilah.
  • “Mama tidak akan ikut ke sekolah” ujarnya.

11. Tanda Garis Miring 

Tanda baca yang satu ini digunakan untuk menggantikan kata atau. Juga digunakan untuk penulisan nomor di dalam kalimat, nomor surat serta tanda dari pembagian tahun yang digunakan.

Contoh Penggunaan Tanda Garis Miring 

Beberapa contohnya adalah:

  • Kecepatan rata-rata sepeda motor yang dianjurkan adalah 60 Km/ jam.
  • Surat tersebut diantar dengan No. 18/PK/2020.
  • Ayam/bebek selalu menjadi pilihan yang akan dipelihara oleh Nenek.

12. Apostrof 

Istilah ini digunakan untuk tanda baca penyingkat atau koma satu diatas. Ini akan digunakan untuk bagian angka tahun dan bagian angka yang hilang.

Contoh Penggunaan Tanda Penyingkat 

Beberapa contoh penggunaannya  didalam kalimat adalah:

  • Kita bisa menggunakan pedoman dalam isian UUD ’45.
  • Walau harus berusaha sekuat mungkin hingga banting tulang, dirimu ‘kan tetap ku nanti.
  • Ibu telah berusaha sekuat tenaga ‘ntuk memberikan penghidupan yang layak.

Demikianlah beberapa contoh penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia secara lengkap juga berisikan contoh penggunaannya dalam kalimat. Semoga informasi ini bermanfaat.