Kita pastinya mengenal banyak contoh gaya berbahasa menggunakan bahasa Indonesia baik yang digunakan sehari-hari maupun dalam pelajaran. Namun, keunikan gaya bahasa ini sendiri bisa dibagi-bagi seusai dengan fungsi dan jenisnya. Hal inilah yang dinyatakan sebagai majas. Majas sendiri berarti sebuah perumpamaan yang menggunakan gaya bahasa unik agar bisa menyampaikan kiasan imajinatif. 

Majas sendiri bersifat kiasan atau tidak menyampaikan makna sebenarnya dan bersifat konotasi. Penggunaan beragam majas yang ada biasanya memiliki tujuan agar yang mendengar dan membaca bisa terpancing secara emosional. Banyaknya jenis gaya bahasa yang kreatif dan imajinatif membuat banyak sekali jenis majas yang bisa kita temukan.

Jika ditelusuri, maka akan da banyak sekali jenis majas yang bisa ditemukan. Namun, secara umum majas ini bisa dibagi menjadi majas sindiran, majas penegasan, majas perbandingan dan majas pertentangan. Berikut penjelasannya:

Majas Perbandingan

Seperti namanya, majas yang tergolong dalam perbandingan ini nantinya akan membandingkan satu benda atau objek dengan yang lainnya. tentu saja dengan beragam proses seperti menyamakan, melebihkan atau bahkan menggantikan. Beberapa kategori yang tergolong di dalam majas perbandingan ini adalah:

1. Majas Personifikasi

Majas ini adalah paduan tata bahasa yang nantinya akan mengumpamakan sebuah benda mati yang bisa melakukan beragam kegiatan seperti sebuah benda bernyawa. Contoh majas ini adalah:

  • Dedaunan yang menari diringi gelak tawa angin membuat semua orang terpukau. Artinya: mengibaratkan hembusan angin yang menerbangkan dedaunan seolah-olah mereka tengah bersuka cita.
  • Tarian pensil di kertas ini menghasilkan gambar yang indah. Artinya: kelincahan seseorang dalam menggambar menggunakan pensil, seolah-olah pensil tersebut memiliki nyawa dan membuat gambar yang bagus.
  • Ponselku sedang demam karena aku bermain dengannya semalaman. Artinya : seseorang yang menyadari ponselnya sudah digunakan secara berlebihan.
  • Langit biru menatapku sedih dalam keheningan. Artinya : pemandangan langit yang sedikit gelap tapi tidak mengalami hujan maupun cuaca buruk lainnya.
  • Waktu sekarang terasa terlambat datang dan berjalan sangat lambat sekali. Artinya: seseorang yang sedang menunggu dan merasa sangat bosan.

2. Majas Metafora

Majas ini adalah jenis majas yang akan menyamakan dua atau beberapa objek dengan sifat yang sama namun merupakan sebuah ungkapan saja. Perbandingan objek ini tidak terfokus kepada manusia saja, contohnya:

  • Anak pak tarjo yang paling bungsu adalah bunga desa di sini. Artinya: anak pak tarjo yang paling bungsu dinyatakan sebagai gadis yang cantik di desanya.
  • Siapapun yang pulang melebihi tengah malam akan selalu menjadi buah bibir tetangga. Artinya : siapapun yang dinyatakan pulang lewat tengah malam akan selalu diperbincangkan para tetangga.
  • Auman sang raja hutan terdengar hingga ke sini. Artinya: suara sang harimau yang dianggap raja hutan sudah terdengar hingga ketempat itu.
  • Kehadiran sang raja siang sudah ditunggu semenjak tadi. Artinya: sudah banyak yang menunggukan sinar matahari waktu itu.
  • Buah tangan yang di bawa mama dari Solo sangat nikmat. Artinya: oleh-oleh yang dibawa oleh mama sangat nikmat.

3. Majas Asosiasi

Ini merupakan majas yang membandingkan dua objek yang memiliki sifat dan bentuk berbeda namun dianggap seolah-olah sama saja. Biasanya majas ini akan menggunakan kata penghubung seperti bak, seperti dan bagaikan, contohnya adalah:

  • Tata dan nisa adalah dua anak yang memiliki keluarga berbeda, namun mereka seperti pinang dibelah dua. Artinya: dua anak tersebut diibaratkan anak kembar yang wajahnya mirip.
  • Bak gayung tersambut, keinginan mama mendapatkan rumah baru tercapai juga. Artinya: impian mama untuk mendapatkan rumah baru menjadi kenyataan.
  • Semenjak merantau, anak itu seolah hilang ditelan bumi. Artinya tidak ada kabar yang didapati oleh orang-orang ketika dirinya pergi merantau.
  • Tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib seseorang, semuanya bak roda yang berputar. Artinya: nasib seseorang tidak bisa diprediksi karena akan selalu berubah-ubah.
  • Pernyataannya tidak bisa diyakini, seolah-olah air di daun talas. Artinya: pernyataannya tidak bisa dipegang teguh karena selalu berubah-ubah.

4. Majas Hiperbola

Majas yang satu ini mungkin sudah sangat biasa kita kenal. Karena ini merupakan majas perbandingan dengan kiasan yang sangta berlebihan, contohnya:

  • Demi kehidupannya, ibu ini sanggup kerja banting tulang. Artinya: sang ibu bekerja dan berusaha secara keras.
  • Anak itu menangis hingga air matanya mengering saat kehilangan uangnya. Artinya: sang anak menangis sejadi-jadinya.
  • Dia meloncat kegirangan setengah mati saat dinyatakan lulus CPNS. Artinya: seseorang tersebut sangat bergembira.
  • Suara hiruk pikuk hajatan ini sangat berisik hingga gendang telingaku hampir pecah. Artinya suara hajatan tersebut sangat keras sekali.
  • Dia berlari secepat kilat saat dikejar anjing itu. Artinya: larinya sangatlah kencang.

5. Majas Eufemisme

Majas ini akan menggantikan penggunaan dari kata-kata yang dianggap kurang pantas menjadi kata-kata yang lebih lembut, contohnya:

  • Semenjak kecelakaan itu, dia menjadi tuna daksa. Artinya: dirinya menjadi susah bergerak seperti lumpuh.
  • Tuna wisma seharusnya mendapatkan pertolongan. Artinya: orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal seperti pengemis.
  • Tata sudah menjadi anak tuna rungu semenjak lahir. Artinya : tata adalah anak yang tidak bisa mendengar atau tuli.
  • Difabel bukan alasan untuk menghentikan tekadnya. Artinya: kecacatan tidak membuatnya berhenti.
  • Meja hijau sudah menunggunya semenjak kasus korupsi. Artinya: dirinya sudah ditunggu dipersidangan.

6. Majas Metonimia

Majas ini akan menyandingkan brand atau merek terkenal merujuk sebuah sitilah tertentu, contohnya:

  • Antimo sangat ampuh untuk masalah perjalanan jauh. Artinya: nama obat untuk mual dan muntah selama perjalanan.
  • Rasanya sangat haus, aku ingin membeli aqua dingin. Artinya ingin membeli air minum kemasan yang dingin.
  • Mama mengantar adek ke sekolah menggunakan honda tadi pagi. Artinya: mama mengantar adek menggunakan sepeda motor.
  • Biasanya papa akan memesan tiket garuda jika ingin ke Jakarta. Artinya: papa akan memesan tiket pesawat.
  • Supermie pilihan terbaik saat akhir bulan. Artinya memakan mie instan adalah hal terbaik saat uang habis.

7. Majas Simile

Majas smile ini mungkin bisa dinyatakan hampir sama dengan majas asosiasi, bedanya, yang dibandingkan adalah kegiatan bukan dua objek yang berbeda, contohnya:

  • Cobalah lebih luas dalam pergaulan agar tidak seperti kura-kura dalam tempurung. Artinya: seseorang yang pengetahuannya sedikit.
  • Anak itu sangat patuh sekali dengan temannya seperti kerbau yang ditusuk hidungnya. Artinya: sangat patuh dan tidak memberontak.
  • Anak ini sangat sulit bergerak seperti beruang dimusim dingin. Artinya: anak yang sangat pemalas.
  • Kasian sekali, semenjak kehilangan orang tuanya anak itu seperti anak ayam kehilangan induk. Artinya: anak yang kehilangan arah dan tujuan hidup.
  • Jelek sekali kamar ini bak kapal pecah. Artinya: kamar yang berantakan.

8. Majas Alegori

Majas ini akan membandingkan sebuah objek dengan sebuah kata-kata konotasi kiasan, contohnya:

  • Nahkoda sebuah rumah tangga dipegang oleh suami. Artinya: suami adalah pemimpin keluarga.
  • Setelah sekian lama, laki-laki itulah yang menjadi tempat pelabuhan cintanya. Artinya: laki-laki tersebut merupakan pilihan hatinya.
  • Peperangan politik ini membutuhkan kapten yang adil. Artinya: dibutuhkan pemimpin yang adil.
  • Dika adalah tambatan hati lia. Artinya: dika adalah yang disukai oleh lia.
  • Juri dalam perlombaan memenangkan hati ini adalah perasaan. Artinya: semua hal yang terkait rasa cinta dipegang oleh hati.

9. Majas Sinekdok

Majas ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan seluruh atau sebagian objek tersebut. Contohnya:

  • Sudah lebih dari seminggu anak itu masih belum menampakkan batang hidungnya. Artinya: anak tersebut masih tidak ditemukan.
  • Hadirnya satu kepala sudah mewakili pertemuan kali ini. artinya: hanya dibutuhkan satu peserta saja.
  • Ibu bahkan tidak melihat punggung ayah saat berangkat bekerja. Artinya: ibu tidak melihat ayah pergi bekerja.
  • Jepang berhasil menciptakan teknologi modern terbaru. Artinya: para cendikiawan asal Jepang berhasil menemukan teknologi terbaru.
  • Sekolahku berhasil memenangkan juara lomba cerdas cermat di Jakarta. Artinya perwakilan dari sekolah berhasil menang lomba tersebut.

10. Majas Simbolik

Majas ini akan mengungkapkan perbandingan tingkah laku makhluk hidup lain dengan tingkah manusia, contohnya:

  • Anak itu menguasai lapangan seperti sang raja hutan. Artinya: anak itu sangat hebat dan pemberani.
  • Kecantikan lia seperti sang ratu lebah yang dikeremuni banyak pria. Artinya: lia sangat cantik dan mempesona.
  • Sulitnya meraih cinta dian, dirinya ibarat bunga teratai. Artinya: wanita cantik yang sulit ditaklukkan.
  • Jangan sekali-kali membuatnya marah atau dirinya akan mengamuk layaknya singa kelaparan. Artinya: sangat pemarah.
  • Tidak ada yang bisa menandinginya dalam lomba lari, dia bak kijang di hutan. Artinya: larinya sangat cepat.

Majas Pertentangan

Sesuai dengan namanya, isi dari majas ini pastinya akan bertentangan atau berlawanan dari kondisi seharusnya. Berikut pembagiannya, yaitu:

1. Majas Litotes

Tidak jauh berbeda dengan majas hiperbola, namun lebih spesifik dengan tujuan merendahkan diri. Contohnya:

  • Jika tidak keberatan, mari mampir ke gubuk kecil kami. Artinya: rumah yang bukan seperti gubuk.
  • Kami hanya punya makanan yang sederhana ini untuk menjamu kalian. Artinya: makanan tersebut sudah banyak dan berkelas.
  • Hanya mobil butut ini yang mampu saya beli. Artinya: mobil yang masih bagus.
  • Apalah daya aku yang cuma anak bawang ini. artinya: anak yang biasa menjadi pemimpin.
  • Walaupun sederhana, kami harap kalian menikmatinya. Artinya: barang yang diberikan tidaklah sesederhana itu.

2. Majas Paradoks

Membandingkan kondisi yang merupakan kebalikan dari kondisi seharusnya atau kondisi asli (fakta). Contohnya:

  • Dila merasa sepi ditengah-tengah pesta itu. Artinya: dirinya sedang kesepian.
  • Memaksakan tersenyum meski hatinya menangis. Artinya: masih merasa sedih.
  • Anak itu merasa kosong ditengah hiruk pikuk kelas ini. artinya: sang anak merasa kesepian.
  • Tata merasa gelisah ditengah banyaknya orang yang menjaganya. Artinya: dirinya masih tidak bisa tenang.
  • Dia tetap berkata-kata manis walaupun membenci orang tersebut. Artinya: dia tetap berusaha terlihat baik.

3. Majas Antitesis

Majas ini akan menghubungkan kata-kata yang maknanya sangat bertentangan, contohnya:

  • Baik buruknya sikap kita akan selalu mendapatkan balasan setimpal. Artinya: apapun sikap akan diberi ganjaran.
  • Kekayaan tidak menjamin tinggi rendahnya martabat seseorang. Artinya: martabat tidak bisa diukur dengan kekayaan.
  • Tua muda tidak menjamin kedewasaan. Artinya: dewasa tidak tergantung dengan umur.
  • Benar salah perbuatan ada ganjarannya. Artinya setiap perbuatan ada balasannya.
  • Hidup mati adalah urusan tuhan. Artinya: tuhan penentu kehidupan manusia.

4. Majas Kontradiksi Interminis

Majas ini mengungkapkan penyangkalan atas apa saja yang biasanya kita yakini kebenarannya, biasanya akan diikuti oleh kata-kata konjungsi. Contohnya:

  • Anak-anaknya terlihat sangat mewah, tapi orang tuanya sangat tidak terurus. Artinya: anak-anaknya tidak berbakti.
  • Kota-kota besar sangat ramai, sedangkan pinggiran masih terlihat tersisih. Artinya: pemerataan pembangunan tidak stabil.
  • Kawanan burung tersebut terlihat cantik kecuali satu burung kecil di tengah. Artinya: ada salah satu burung yang berbeda.
  • Sema anak pak tarjo cantik-cantik kecuali anak bungsunya. Artinya: anak bungsu pak Tarjo terlihat berbeda.
  • Kawanan unta tersebut melangkah maju, kecuali unta yang dibelakang. Artinya: ada unta yang tidak bergerombol dengan kawanannya.

Majas Sindiran

Seperti namanya, majas ini akan menyindir objek atau sesuatu menggunakan kata-kata yang bersifat kiasan. Berikut pembagiannya, yaitu:

1. Majas Ironi

Majas ironi ini bersifat sindiran yang sangat jauh melebihi fakta atau kenyataan aslinya, contonhya adalah:

  • Besar sekali kado ini, sampai-sampai muat di kantong baju. Artinya: kado tersebut sangat kecil.
  • Bersih sekali rumah ini seperti sarang tikus. Artinya: rumah itu sangat kotor.
  • Sukses sekali diet kamu, hingga timbanganmu melonjak 11 Kg lagi. Artinya: dia gagal program diet.
  • Sukses sekali dia sekarang sampai-sampai makan sehari-haripun harus berhutang. Artinya: dia sangat sulit kehidupannya.
  • Baik sekali kakaknya, sampai-sampai adiknya tidak pernah diajaknya bermain. Artinya: kakanya tidak baik kepada adiknya.

2. Majas Sinisme

Majas ini menyindir secara langsung, tidak disampaikan secara halus seperti majas ironi namun tidak juga menggunakan kata-kata yang sangat kasar, contohnya:

  • Kamu sangat kurus seperti tidak makan berbulan-bulan. Artinya: sangat kurus.
  • Jahat sekali kamu sampai-sampai tega tidak memberi adik jajan. Artinya sangat tidak baik.
  • Kotor sekali bajumu, seperti sudah tidak dicuci selama berhari-hari. artinya: baju tersebut memang kotor.
  • Jauh sekali perjalanan ini, sampai-sampai kakuku pegal. Artinya: perjalanannya jauh.
  • Malas sekali kamu sampai-sampai rumah tidak pernah disapu. Artinya: dia sangat pemalas.

3. Majas Sarkasme

Majas ini akan menggunakan kata-kata sindiran tajam , contohnya:

  • Kamu hanyalah seorang sampah masyarakat. Artinya: orang yang tidak berguna.
  • Sangat dungu, kamu bahkan tidak mengerti apapun! Artinya: sangat bodoh.
  • Makanan ini membuatkan sangat ingin muntah. Artinya: makanan tersebut tidak enak.
  • Suara penyanyi ini sangat mengganggu membuat telingaku sakit. Artinya: suaranya sangat jelek.
  • Bagunan ini sangat jelek dan reot. Artinya: bangunan itu sudah tidak layak digunakan.

Majas Penegasan

Majas ini merupakan majas yang akan memberikan penegasan dan memberikan efek pembenaran untuk diungkapkan oleh pera pembaca dan pendengarnya. Jenis-jenisnya adalah:

1. Majas Pleonasme

Majas ini menggunakan kata-kata yang mungkin sifatnya sama alias terlihat pemborosan kata, namun untuk lebih memantapkan makna dari kalimat tersebut. Contohnya adalah:

  • Jika ingin berhasil kita harus maju kedepan dan tetap bekerja keras. Artinya: kata maju akan selalu mengarah ke depan dan menegaskan makna untuk tetap berusaha.
  • Jika setuju, mohon angkat tangan ke atas. Artinya: tunjuk tangan jika menyetujuinya.
  • Siapapun yang bisa menjawab, tolong maju kedepan. Artinya harus maju untuk memberikan jawaban.
  • Tidak boleh mundur lagi kebelakang sekali kita memutuskan untuk maju. Artinya: dilarang merubah keyakinan.
  • Sejarah di masa lalu layak untuk selalu dikenang. Artinya: sejarah tidak boleh dilupakan.

2. Majas Repetisi

Majas ini akan mengulang kata-kata yang tentunya sama di dalam sebuah kalimat tertentu, contohnya:

  • Dia adalah pelaku pencurian, dialah yang seharusnya dihukum karena dialah yang mengambil dompet itu. Artinya: menegaskan siapa pelaku pencurian.
  • Tara gadis yang baik, tara gadis yang mempesona, tara adalah gadis yang sempurna. Artinya: tara sangat dikagumi.
  • Wanita itu adalah ibunya, wanita itu yang melahirkan dan wanita itu juga yang merawatnya. Artinya: wanita tersebut adalah seorang ibu.
  • Aku ingin belajar lebih giat, aku ingin lebih pintar dan aku ingin menjadi anak yang berguna. Artinya: dia ingin menjadi anak yang lebih baik.
  • Mama selalu memasak di pagi hari, mama selalu memastikan anak-anaknya tidur dengan pulas dan mama selalu merapikan rumah. Artinya: mama sangat peduli dengan perannya sebagai ibu.

3. Majas Retorika

Majas ini akan menambahkan bagian pertanyaan yang sejatinya tidak diperlukan. Contohnya:

  • Siapa memangnya yang ingin ditipu? Artinya: tidak ada yang mau ditipu.
  • Siapa juga yang ingin jatuh terluka seperti ini? artinya: tidak ada yang menginginkan musibah tersebut.
  • Siapa juga yang ingin dilanda kesedihan terus menerus? Artinya tidak ada ada yang ingin merasa sedih berkepanjangan.
  • Siapa juga yang tidak ingin bahagia? Artinya semua orang ingin bahagia.
  • Kapan aku pernah meminta untuk dibohongi? Artinya: dia tidak suka dibohongi.

nah, demikianlah kumpulan daftar lengkap berbagai majas beserta contoh yang bisa kita pelajari. Semoga informasi ini bermanfaat.