Sepertinya hampir semua orang Indonesia tahu kehebatan pidato Presiden Soekarno yang akrab disapa Bung Karno ini. Hal ini karena suara dan isi pidatonya yang dapat membius banyak pendengarnya, sehingga tidak beranjak atau bahkan mendorong seseorang hingga sekelompok massa untuk melakukan sesuatu. Hal ini terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Nah, bagaimana caranya Bung Karno bisa disebut sebagai orator ulung dan bagaimana caranya supaya kita, sebagai generasi selanjutnya juga dapat menjadi orator seperti beliau? Langsung simak pembahasannya di bawah ini ya!

Soekarno Sang Orator Ulung dan Belajar Menjadi Orator Darinya

Hal-Hal yang Menjadi Daya Tarik Soekarno sebagai Orator

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, kepiawaian Bung Karno untuk memengaruhi massa melalui pidatonya tidak main-main. Hal ini tidak lepas dari irama suaranya dan pengetahuannya yang luas yang mana sering kali ia sisipkan dalam pidatonya. Terlebih saat itu masih banyak masyarakat Indonesia yang buta huruf, sehingga lewat pidato merupakan salah satu cara menyampaikan informasi dan membakar semangat rakyat.

Dilansir dari berdikarionline.com, Soekarno mempunyai suara tember barhat (berat empuk)yang menarik dengan diapason yang sangat luas, sehingga mampu menghipnotis para pendengarnya. Kadang suaranya tenang dan berbisik, namun kadang suaranya seperti tanda bahaya yang berisi ajakan yang dapat membuat banyak orang menggelorakan semangatnya.

Pengetahuan Bung Karno yang luas juga turut berperan dalam kesuksesannya sebagai orator. Banyak sekali bahan bacaan yang menjadi sumber kutipannya untuk membangkitkan semangat rakyat, seperti beberapa karya dari Leo Tolstoy dan ucapan dari para tokoh terkenal, seperti Gandhi, Karl Marx, Abraham Lincoln, Lenin dan masih banyak lagi.

Selain itu, gerakan tangan Bung Karno juga seolah mempertegas setiap kata yang diucapkan. Hal ini juga berfungsi untuk meyakinkan para hadirin yang mendengarkan pidatonya.

Belajar dari H.O.S Tjokroaminoto

Ketika masih menjadi mahasiswa dan tinggal di indekos rumah milik H.O.S Tjokroaminoto, Bung Karno sering diajak Tjokro untuk menghadiri rapat-rapat akbar. Dari sanalah kemudian Bung Karno memperhatikan dan mempelajari bagaimana mentor sekaligus mertuanya menyampaikan pidato.

Soekarno kemudian menyadari kalau gerak tangan, intonasi atau naik turunnya suara, penggunaan kiasan dan pemilihan kata yang tepat dapat menyihir para pendengar.

Setelah mempelajari semuanya, Soekarno muda kemudian mengasah kemampuan pidatonya di atas meja di dalam kamar indekosnya dengan suara lantang dan berapi-api sehingga teman-temannya yang lain terbangun dan mengintip Bung Karno sedang melatih kemampuan pidatonya.

Pemilihan Topik saat Berpidato

Pada zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, topik pidato yang mengangkat tema penjajahan adalah yang paling disukai oleh para pendengar.

Selain itu, topik yang mengangkat masalah tentang petani dan rakyat jelata juga tak luput sebagai bahan pidato. Biasanya ketika Bung Karno menyampaikan pidato ini, akan disambut dengan antusias oleh para pendengarnya.

Belajar Menjadi Orator Seperti Soekarno

Melihat kepada tiga hal tersebut, banyak sekali hal yang dapat kita pelajari untuk menjadi orator hebat seperti Bung Karno. Nah, apa saja kira-kira langkah yang harus kita lakukan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Banyak Belajar dari Ahli

Mungkin tidak banyak orator hebat yang hidup setelah Bung Karno, namun setidaknya ada satu orang orator yang kamu kagumi dan bisa dicontoh ketika ia melakukan pidato. Hal ini sama seperti Bung Karno yang belajar pidato dari ahlinya, yakni H.O.S Tjokroaminoto.

Dengan belajar kepada ahlinya, kamu juga bisa memastikan apakah langkah yang kamu praktikkan sudah benar atau belum karena ada yang menjadi mentor yang menuntunmu untuk menjadi orator yang hebat.

Memperluas Wawasan dan Ilmu Pengetahuan

Bung Karno dikenal dengan kecerdasannya karena banyak membaca dan mempelajari berbagai macam bidang ilmu. Pengetahuannya ini digunakan untuk mempercantik pidatonya sehingga banyak orang kagum dan antusias mendengarnya.

Dilansir dari berdikarionline.com, Bung Karno juga membaca epos-epos dan hikayat rakyat di masa lalu agar masyarakat tidak bosan. Ia juga memperhatikan perkataan tokoh-tokoh dunia.

Kamu dapat meniru kebiasaan Bung Karno. Dengan cara banyak membaca, mengamati lingkungan sekitar dan mengamati perkataan tokoh-tokoh besar untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan. Tetapi jangan lupa untuk selalu memeriksa kebenaran dari hal yang telah kamu baca. Dengar dan lihat sebab di era serba canggih seperti saat ini semua informasi yang kamu peroleh dapat dengan mudah dipalsukan.

Jangan lupa juga untuk selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia melalui sumber berita tepercaya.

Menambah Perbendaharaan Kata dan Tata Bahasa

Kesuksesan Presiden Soekarno dalam berpidato tentu tidak terlepas dari kemampuannya dalam mengolah kata dan penggunaan metafora atau perumpamaan.

Nah, kamu juga bisa seperti beliau dengan banyak mempelajari tata bahasa dan menambah perbendaharaan kata. Saat ini kamu tidak akan kesulitan untuk mempelajari ini semua. Sebab sudah banyak sumber kredibel yang bisa kamu jadikan sandaran dalam belajar.

Jika kamu ingin memperdalam bahasa Indonesia untuk menyampaikan pidatomu. Maka kamu dapat mempelajarinya dari kamus-kamus bahasa Indonesia, tesaurus bahasa Indonesia dan buku-buku yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia lainnya. Hal ini juga berlaku jika kamu ingin menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pidatomu.

Untuk belajar metafora mungkin akan sedikit sulit karena ada banyak sekali contoh yang harus kamu pahami. Supaya dapat mudah memahami, kamu juga harus memiliki perbendaharaan kata yang cukup.

Banyak Berlatih

Setelah memahami langkah-langkah pendahuluan di atas. Untuk menjadi orator yang hebat seperti Bung Karno tentu tidak dapat diraih dalam waktu singkat. Kamu perlu banyak berlatih sambil terus memperbaiki kesalahan yang timbul saat latihan.

Melihat dari video orang-orang hebat yang sedang berpidato atau meminta penilaian dari mentormu. Agar kamu bisa mengetahui letak kesalahan yang dilakukan saat latihan berpidato.

Memahami Topik yang akan Dibahas

Langkah terakhir yakni topik yang diangkat haruslah kamu pahami dengan baik agar tidak membuat pendengarmu kecewa. Paling tidak bacalah beberapa sumber kredibel terkait dengan topik yang akan kamu sampaikan kepada pendengar.

Sebagai permulaan, kamu dapat mengambil topik yang menjadi masalah di sekitar tempat tinggalmu dan kembangkan. Dengan kosakata dan kiasan yang telah kamu pelajari sebelumnya agar tidak membosankan.

Itulah beberapa alasan mengapa Bung Karno dikatakan sebagai salah satu orator hebat di dunia dan di Indonesia. Nah, kamu juga bisa belajar menjadi seperti beliau dengan cara-cara yang sudah dijabarkan di atas. Dan tentunya dengan kemauan keras untuk bisa menjadi orator ulung, mengingat menjadi seorang orator tentu tidaklah mudah. Serta harus mau banyak belajar.

Semoga dengan artikel ini dapat membantumu untuk mencapai cita-citamu sebagai orator yang hebat. Selamat mencoba dan semoga berhasil!