Perangkat lunak komputer dapat dioperasikan memakai bahasa pemrograman. Dengan berbagai bahasa pemrograman, manusia dapat membuat website, aplikasi, dan produk-produk digital yang lain.

Beberapa bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat website antara lain PHP (Hypertext Preprocessor), HTML (Hyper Text Markup Language), dan CSS (Cascading Style Sheet). Dalam tulisan ini akan dibahas perihal bahasa pemrograman PHP yang dipakai untuk membuat website dinamis.

Pengertian PHP

Dalam dunia pemrograman terdapat istilah PHP, Hypertext Preprocessor. PHP merupakan bahasa pemrograman yang paling populer untuk membuat website dinamis.

Dalam Wikipedia, Rasmus Lerdorf merupakan orang pertama yang membuat PHP di tahun 1995. Awalnya PHP bernama FI (Form Interpreted), kemudian disebut PHP/FI saat dirilis untuk umum, yang mana mulanya PHP merupakan kependekan Personal Home Page, bukan Hypertext Preprocessor.

Dalam perkembangannya, PHP menarik perhatian banyak programer. Setidaknya ada berbagai versi PHP yang dirilis hingga tahun 2020, di antaranya PHP/FI 2.0 (1997), PHP 3.0 (1998),  PHP 4.0 (1999),  PHP 5.0 (2004),  PHP 7.1.2 (2017), PHP 7.40RC6 (2019), dan PHP 7.4.4 (2020).

Di tahun 1998, Perusahaan Zend yang merilis PHP 3.0 memutuskan mengubah kepanjangan PHP dari Personal Home Page menjadi Hypertext Preprocessor. Hal ini karena PHP (Personal Home Page) yang awalnya hanya untuk membuat website pribadi, mampu membuat website populer seperti wordpress sehingga diubah menjadi PHP (Hypertext Preprocessor).

Di era digital seperti sekarang, PHP (Hypertext Preprocessor) mempunyai website resmi yang beralamat di http://www.php.net. Dalam website ini terdapat informasi terkait PHP terbaru yang dirilis PHP Group.

Perlu diketahui bahwa PHP merupakan bahasa pemrograman yang bersifat open source dan dapat digunakan secara gratis. Bahasa perograman ini bersistem server-side yang artinya diproses oleh komputer server.

Beberapa hal yang membuat PHP dipilih sebagai bahasa pemrograman untuk membuat website adalah sebagai berikut:

  • Apabila dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain, proses belajar PHP lebih singkat.
  • Mempunyai dokumentasi dan komunitas yang besar sebagai akibat PHP yang menjelma menjadi bahasa pemrograman paling populer.
  • PHP menjadi hemat biaya karena secara default didukung sebagian besar server website.
  • PHP Group memperbarui PHP secara berkala untuk mengikuti perkembangan teknologi.
  • PHP disebut sebagai bahasa lintas platform karena dapat ditemukan dalam berbagai sistem operasi seperti Mac OS, Linux, dan Windows.

Fungsi PHP

Berbeda dengan HTML (Hyper Text Markup Language) yang dipakai untuk membuat website statis, PHP mampu membuat website dinamis. Artinya website yang mampu menyesuaikan tampilan konten sesuai situasi yang ada, mampu memproses form, mampu menyimpan data dalam database, mampu mengkonversi halaman menjadi PDF, mampu menghasilkan gambar, dapat mengatur session dan cookie, serta lain sebagainya.

Dalam praktiknya, PHP disebut sebagai bahasa pemrograman skrip karena adanya kode yang disisipkan dalam dokumen HTML dan biasa dikombinasikan dengan CSS (Cascading Style Sheet). Dengan penyisipan ini, akan terjadi efektivitas pemakaian kode baris yang berulang.

Sedangkan MySQL merupakan bahasa pemrograman untuk database terbuka agar dapat mengakses beberapa database sekaligus. Kombinasi PHP dan MySQL dapat dipakai untuk membuat toko daring dan produk-produk yang lain.

Secara populer, fungsi-fungsi yang melekat pada PHP disebut sebagai CRUD (Create, Read, Update, and Delete). Penjelasan fungsi CRUD sebagai berikut:

  • Create merupakan fungsi untuk membuat data anyar di website yang digawangi PHP. Misalnya regristasi baru dalam suatu website.
  • Read berarti PHP mampu membaca dan menampilkan data yang ada dalam database. User dapat mengatur bagaimana data ini ditampilkan sesuai keinginannya.
  • Update merupakan fungsi untuk mengedit data yang ada dalam database. Misalnya adalah mengedit profil pengguna.
  • Delete untuk menghapus data yang ada dalam database, baik berupa profil, komentar, atau tindakan sejenis yang lain.

Syntax dan Jenis Data dalam PHP

Syntax diartikan sebagai aturan penulisan dalam bahasa pemrograman. Berikut syntax dan beberapa jenis data dalam PHP yang perlu diketahui:

  • Syntax PHP diawali dengan “<?php” dan diakhiri “?>”.
  • PHP tidak membedakan pemakaian huruf kapital, kecuali dalam variabel. Artinya tidak akan ditemui masalah pemakaian huruf kapital dalam nama fungsi, nama kelas, dan dalam kata kunci bawaan seperti while dan echo. Misalnya “<?php echo “asyikbelajar”;?>” dianggap sama dengan “<?php ECHO “asyikbelajar”;?>”.
  • PHP mempunyai baris perintah yang berisi kumpulan perintah untuk melakukan sesuatu. Baris ini dapat berupa satu baris perintah sederhana maupun baris perintah pegulangan yang rumit.
  • Karakter tab dan spasi secara umum diabaikan dalam baris perintah. Baris perintah yang panjang akan menghemat tempat, tapi beberapa baris perintah yang sengaja dipecah akan memudahkan pembacaan.
  • Komentar dalam PHP bukan sebagai program, melainkan untuk mempermudah dokumentasi program.
  • Variabel PHP disimbolkan dengan “$” yang diikuti nama variabel tersebut. Misalnya sebagai berikut:

<!DOCTYPE html>

<body><html>

<?php

$txt = “Halo Asyikbelajar!”;

echo $txt;

?>

</body>

</html>

  • Echo dan print merupakan kata kunci bawaan untuk menampilkan data di layar. Misalnya sebagai berikut:

<!DOCTYPE html>

<html>

<body>

<?php

echo “<h2>PHP super!</h2?”;

print “I’m about to learn PHP!<br>”;

?>

</body>

</html>

  • PHP string merupakan data berupa karakter, teks, atau kalimat.
  • PHP integer merupakan data yang berisi angka bulat. Misalnya 1, 2, dan 3.
  • PHP float merupakan data yang mempunyai nilai desimal. Misalnya adalah 0,1; 0,02; dan 0,003.
  • PHP boolean merupakan data yang mempunyai nilai true dan false.
  • PHP array merupakan data yang berisi berbagai kumpulan dari tipe data.

Membuat Website Dinamis

Dilansir dari Liputan 6, PHP adalah bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai di dunia untuk membuat website. Pada tahun 2014, Wikipedia menulis bahwa 82% website server di dunia memakai bahasa pemrograman ini.

Namun dalam prosesnya, membuat website dinamis tidak semudah membuat website gratis yang memakai blogspot atau wordpress di google. Sebelum membuat website dinamis, user harus mempunyai tiga aplikasi pendukung yang terinstal di komputer, yakni teks editor (Notepad++ atau Sublime Text), XAMPP, dan browser (Google Cgrome atau Mozilla).

User juga harus menguasai perihal PHP dasar (syntax, string, variabel, dll), kemudian user dapat belajar untuk menghubungkan PHP dengan database. Salah satu website yang sangat direkomendasikan untuk belajar mengenai PHP ialah w3schools.com. Website tersebut berisi tutorial, referensi, contoh, dan latihan penerapan PHP.

Semua orang dapat membuat website dinamis, khusunya setelah membaca hal-hal dasar terkait PHP yang telah diuraikan sebelumnya. Dengan sedikit kemauan untuk belajar, pembaca dapat membuat website dinamis yang lebih modern. Sesungguhnya dunia koding adalah untuk orang-orang yang sabar.

Demikianlah beberapa penjelasan terkait PHP dalam programming. Penjelasan di atas merupakan awal dalam ‘mengenal’ bahasa progam yang lebih luas lagi. Oleh karena itu, terus simak situs ini guna mendapat informasi lengkap sesuai kebutuhan kalian.