Mungkin di antara kita, saat masih kanak-kanak suka bermain magnet. Namun, belum memahami apa yang dimaksud dengan magnet? Oleh karenanya, dinilai penting untuk mengetahui tentang kemagnetan. Nah, apa saja yang akan dipelajari?

Pada penjelasan ini, kita akan belajar banyak hal tentang magnet. Kita akan membahas lebih dalam tentang pengertian, jenis-jenis, sifat dan bentuk-bentuk magnet. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Asal-Usul Magnet yang Ada di Dunia ini

Pastinya, kita akan bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan kemagnetan? Jika dilihat dari asal-usulnya, kata ini berasal dari kata magnet. Menurut catatan sejarah magnet ini pertama kali ditemukan di wilayah Asia Kecil.

Adapun kata magnet itu sendiri diambil dari nama daerah terpencil di Asia Kecil, yaitu magnesia. Di wilayah Asia Kecil tersebut beberapa abad sebelum Masehi, seorang ilmuwan menemukan satu jenis batuan yang dapat menarik benda dari bahan baja atau besi.

Dari penemuan batu yang dapat menarik baja atau besi tersebut, batu tersebut mulai dikenal oleh masyarakat luas. Namun, sebagian masyarakat belum mengenal nama batu itu. Hingga akhirnya, masyarakat menyebutnya magnesia atau magnet.

Sejak saat itu, magnet mulai dikembangkan dan dikenal di beberapa negara. Adapun perkembangan magnet di beberapa negara pada masa itu adalah sebagai berikut.

Perkembangan Magnet di Cina

Tidak heran jika dilihat dari perkembangannya, magnet dikembangkan dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat Cina. Hal itu karena magnet pertama kali ditemukan di wilayah Asia Kecil, seperti Cina. Pada awalnya, masyarakat Cina memanfaatkan magnet sebagai kompas untuk perjalanan di darat maupun laut.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat Cina mulai memproduksi magnet yang terbuat dari bahan baja, besi atau bahkan campuran logam mulia lainnya. Nah, pada zaman yang serba modern ini masyarakat mulai menggunakan magnet untuk komponen berbagai macam benda, seperti: dinamo sepeda, telepon, alat ukur listrik dan benda-benda lainnya yang dapat menghasilkan listrik.

Perkembangan Magnet di Bangsa Yunani

Supaya magnet dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia, seorang ilmuwan di bidang astronomi dan matematika berkebangsaan Yunani melakukan penelitian di bidang kemagnetan ini. Ilmuwan tersebut bernama Thales. Namun, penelitian yang dilakukan Thales tidak ditindaklanjuti secara mendetail hingga pada tahun 1544 – 1603 kajian tentang magnet ini dilanjutkan oleh seorang ilmuwan bernama Sir William Gilbert. Ilmuwan ini menuliskan segala hal tentang penelitiannya di bidang kemagnetan dalam sebuah buku. Adapun judul buku tersebut adalah De Magnete.

Pengertian Kemagnetan yang Penting untuk Diketahui

Setelah mengetahui asal-usul magnet, tentunya kita dibuat penasaran tentang apa sih sebenarnya pengertian kemagnetan itu dan apa hubungannya dengan magnet? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus dapat membedakan antara magnet dan kemagnetan.

Memang magnet dan kemagnetan saling terkait, namun pada prinsipnya memiliki pengertian yang berbeda. Adapun pengertian magnet adalah sebuah benda yang diikuti oleh sifat dan fenomena dapat mempengaruhi benda-benda berbahan tertentu di sekitarnya.

Sifat dan fenomena yang dapat memberikan pengaruh terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya inilah dinamakan kemagnetan. Jadi, sifat magnet yang dapat menarik benda-benda lain yang ada di sekitarnya ini merupakan sifat dasar dan fenomena yang tidak dimiliki oleh benda lainnya.

Sifat-Sifat Magnet yang Perlu Diketahui

Sama halnya dengan benda lainnya, magnet juga memiliki sifat yang merupakan ciri khas yang melekat pada benda ini. Adapun sifat-sifat magnet yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

  1. Magnet memiliki gaya magnet yang cukup unik, yaitu dapat menembus benda.
  2. Magnet memiliki sifat hanya dapat menarik benda tertentu. Jadi, tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet. Hal tersebut tergantung dari material benda itu sendiri, jika benda itu terbuat dari logam maka benda itu dapat ditarik oleh magnet.
  3. Magnet memiliki 2 kutub, yaitu kutub utara dan selatan. Sifat kutub magnet ini berbanding terbalik. Artinya jika kutub sejenis didekatkan akan terjadi gaya tolak-menolak. Namun, jika kutub yang berlainan saling didekatkan memungkinkan terjadi gaya tarik menarik.
  4. Medan magnet yang terdapat pada magnet memungkinkan untuk membentuk gaya magnet. Perlu diketahui, jika magnet didekatkan dengan medan magnet maka medan magnet dan magnet semakin merapat.
  5. Magnet memiliki sifat kemagnetan yang semakin melemah atau bahkan menghilang akibat suatu hal, seperti: magnet terbakar atau jatuh.

Itulah sifat magnet yang diketahui. Jadi, jika kita memiliki magnet, kita harus dapat merawatnya sebaik mungkin. Hal tersebut supaya sifat kemagnetan tidak hilang.

Macam-Macam Magnet yang Perlu Diketahui

Ternyata, magnet yang ada di dunia ini ada beberapa jenis. Adapun jenis magnet jika dilihat dari sifat kemagnetan adalah sebagai berikut.

Magnet Alami

Sesuai dengan namanya magnet alami, magnet ini adalah magnet yang ada di alam. Artinya sifat kemagnetan pada magnet terbentuk secara alami dan bukan buatan manusia. Pada umumnya, jenis magnet alami ini berwujud batu-batuan. Namun, magnet alami ini tidak ditemukan di sembarang tempat.

Sampai dengan saat ini, magnet alami dapat ditemukan di tempat pertama kali manusia menemukan magnet, yaitu di Gunung Ida, Magnesia. Perlu diketahui, sifat magnet di gunung tersebut secara otomatis dapat menarik benda-benda di sekitarnya secara kuat. Pastinya, jika di gunung tersebut mengandung logam mulia akan memiliki gaya tarik menarik yang kuat.

Magnet Buatan

Selain magnet alami, manusia juga membuat magnet sendiri yang terbuat dari bahan logam yang mengandung magnet. Oleh karena itu, magnet yang dibuat oleh manusia disebut dengan magnet buatan. Pada umumnya, magnet buatan ini dibuat berbagai macam bentuk supaya menarik.

Magnet buatan ini dapat terbagi menjadi 2 jenis. Adapun kedua jenis magnet buatan adalah sebagai berikut.

  1. Magnet permanen atau tetap merupakan salah satu jenis magnet buatan yang memiliki sifat kemagnetan tetap. Namun, jenis magnet ini saat ini dihentikan produksinya karena bahan pembuat magnet ini terlalu besar.
  2. Magnet sementara merupakan jenis magnet buatan yang memiliki sifat kemagnetan hanya sementara saja. Artinya, magnet sementara ini hanya mengandung magnet pada saat proses produksi saja. Sifat magnet dan fenomena magnet pada magnet sementara tidak dapat bertahan.

Jenis-Jenis Bahan Pembuat Magnet

Jika dilihat dari segi kemagnetan sebuah magnet dapat dilihat bahwa magnet terbuat dari beberapa jenis material. Adapun jenis-jenis bahan pembuat magnet adalah sebagai berikut.

Bahan Pembuat Magnet dari Bahan Magnetik (Feromagnetik)

Bahan feromagnetik ini merupakan benda atau bahan magnet yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Artinya, jika bahan feromagnetik ini didekatkan pada magnet, maka magnet akan menariknya dengan kuat. Oleh karena itu, benda magnetik ini dapat dijadikan bahan pembuat magnet. Contoh bahan feromagnetik antara lain: kobalt, besi, baja dan nikel.

Bahan Pembuat Magnet dari Bahan Nonmagnetik

Selain ada bahan feromagnetik sebagai bahan pembuat magnet, ada juga bahan nonmagnetik. Sesuai dengan namanya, bahan ini sama sekali tidak mengandung magnet namun dapat memiliki sifat magnet.

Bahan nonmagnetik ini terbagi menjadi 2 jenis. Adapun kedua jenis bahan nonmagnetik adalah sebagai berikut.

  1. Bahan Non Magnetik Paramagnetik

Bahan paramagnetik merupakan benda yang memiliki gaya tarik menarik lemah saat ditarik oleh magnet. Bahan paramagnetik ini dinilai bersifat lemah meskipun ditarik oleh magnet dengan gaya magnet yang kuat. Contoh bahan paramagnetik adalah platina, tembaga, aluminium dan logam jenis lainnya yang tidak mengandung bahan besi.

2. Bahan Nonmagnetik Diamagnetik

Bahan diamagnetik merupakan benda yang memiliki gaya tolak menolak saat ditarik oleh magnet. Artinya benda diamagnetik tidak bisa sama sekali ditarik oleh magnet meskipun terbuat dari material logam. Contoh bahan diamagnetik antara lain: seng, merkuri, emas dan bahan logam sejenisnya.

Beberapa Bentuk Magnet yang Ada di Dunia Ini

Pastinya, kita ingin terus menambah pengetahuan tentang kemagnetan ini. Selain sifat dan jenis bahan pembuat magnet, kita juga perlu mengetahui macam-macam bentuk magnet. Berikut adalah beberapa bentuk magnet yang ada di dunia ini.

1. Magnet Berbentuk Batang

Sesuai dengan namanya, magnet berbentuk batang ini merupakan magnet yang berbentuk batangan. Pada umumnya, magnet ini berbentuk menyerupai kubus atau balok yang memanjang sehingga terlihat seperti batang.

2. Magnet Berbentuk Jarum

Magnet berbentuk jarum ini umumnya digunakan sebagai jarum pada kompas. Oleh karena itu, magnet ini diberi nama magnet jarum. Bentuk magnet ini seperti jarum pada kompas, dimana kedua kutub magnet berbentuk runcing menyerupai jarum.

3. Magnet Berbentuk Silinder

Tentu saja, sesuai dengan namanya magnet silinder memiliki bentuk seperti bangun ruang yaitu tabung. Bentuk magnet ini menyerupai silinder yang memanjang dari atas ke bawah.

4. Magnet Berbentuk Cincin

Pastinya, magnet cincin adalah magnet yang berbentuk seperti cincin. Magnet ini berbentuk bulat melingkar seperti cincin. Umumnya, magnet cincin ini digunakan untuk komponen alat listrik yang membutuhkan komponen mengandung magnet dan berbentuk kecil.

5. Magnet Berbentuk Kepingan

Sesuai dengan namanya, magnet berbentuk kepingan merupakan magnet yang berbentuk menyerupai kepingan logam. Magnet ini berukuran kecil, namun memiliki ketebalan selayaknya magnet. Magnet berbentuk kepingan ini pada umumnya digunakan untuk komponen alat listrik.

6. Magnet Ladam

Magnet ladam, jika mendengar dari namanya kita langsung terpikir dengan tapal kuda. Memang benar, magnet ini berbentuk huruf U yang menyerupai tapal kuda.

Kegunaan Magnet yang Dapat Kita Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Jika dilihat dari sifat kemagnetan, magnet memiliki kegunaan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kegunaan magnet dalam kehidupan sehari-hari kita adalah sebagai  berikut.

  1. Magnet jarum, umumnya digunakan sebagai jarum pada kompas. Seperti yang kita tahu fungsi kompas adalah penunjuk arah. Oleh karena itu, fungsi magnet jarum pada kompas sangat berarti untuk menunjukkan arah yang benar saat kita tersesat.
  2. Pada umumnya, magnet merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk mengangkut benda-benda berat yang terbuat dari besi atau baja.
  3. Magnet digunakan sebagai komponen pada dinamo sepeda. Selain itu, magnet juga digunakan sebagai komponen pada generator. Adapun fungsi dinamo sepeda dan generator adalah sebagai tenaga listrik.
  4. Magnet digunakan sebagai komponen bel listrik sehingga bel listrik dapat bergerak sebagai pemukul lonceng.
  5. Magnet merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai ujung gunting. Umumnya, magnet pada ujung gunting ini memudahkan penjahit saat mengambil jarum.

Nah, itulah segalah hal yang berkaitan dengan kemagnetan. Pastinya, dengan mengetahui sifat dan fenomena magnet, pengetahuan kita tentang magnet bertambah. Pastikan, kita selalu menjaga kelestarian magnet alami supaya tidak punah.

Sumber:

  1. https://unitedscience.wordpress.com/ipa-3/bab-12-kemagnetan/#:~:text=Magnet%20memiliki%20sifat-sifat%20antara,magnet%20yang%20sejenis%20tolak-menolak.
  2. https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/13/120000469/teori-dasar-kemagnetan–sifat-dan-medan-magnet?page=all
  3. https://blog.ruangguru.com/pengertian-magnet-dan-bentuknya
  4. https://passinggrade.co.id/kemagnetan/
  5. https://hot.liputan6.com/read/4195809/macam-macam-magnet-dan-fungsinya-dalam-kehidupan-sehari-hari
  6. https://www.merdeka.com/jabar/cara-membuat-magnet-lengkap-dengan-penjelasannya-sederhana-dan-mudah-dilakukan-kln.html?page=2