Salah satu bentuk karya sastra Indonesia adalah tulisan. Indonesia dikenal memiliki banyak penulis-penulis hebat kendati tidak semua masyarakatnya suka membaca. Tidak sedikit karya-karya penulis ini terkenal hingga ke mancanegara bahkan menjadi bahan ajar di negara lain.

Nah, siapa saja penulis-penulis hebat tersebut? Supaya tidak penasaran langsung simak pembahasannya di bawah ini.

Pramoedya Ananta Toer

Pria yang akrab disapa Pram ini lahir di Blora, Jawa Tengah pada tanggal 6 Februari 1925 merupakan seorang penulis Indonesia yang paling terkenal. Karya yang dihasilkan olehnya berjumlah lebih dari 50 dan telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa. Buku-bukunya pun sudah menjadi bahan ajar di beberapa negara lain, kecuali di Indonesia.

Pram dikenal dengan tulisannya yang banyak mengkritik pemerintah, feodalisme dan tentang penindasan yang dialami oleh kaum pribumi di bawah kekuasaan pemerintah kolonial. Tema-tema ini tertuang dalam beberapa bukunya, seperti Tetralogi Buru dan Gadis Pantai.

Karena tema karyanya yang mengandung ajaran komunis dan dianggap membahayakan oleh pemerintah Orde Baru, banyak buku-bukunya dilarang beredar. Bahkan tidak sedikit yang disita pemerintah Indonesia kala itu. Meskipun begitu, ia tetap mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi karena karya-karyanya.

Sapardi Djoko Damono

Nama yang satu ini mungkin tidak asing bagi kamu yang menyukai puisi. Sapardi Djoko Damono atau yang kerap dipanggil dengan singkatan namanya, yakni SDD, merupakan salah satu penulis yang patut diperhitungkan. Karyanya meliputi novel, esai, terjemahan dan puisi, namun ia lebih dikenal dengan karya puisinya.

Karyanya yang paling terkenal adalah puisi “Aku Ingin”, “Hujan Bulan Juni”, “Pada Suatu Hari Nanti”, “Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari” dan “Akulah si Telaga”.

Sapardi Djoko Damono menerima banyak penghargaan bergengsi karena karya-karyanya. Beberapa di antaranya seperti SEA Write Award pada tahun 1986 dan penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003.

Hamka

Dilahirkan di Agam, Sumatera Barat pada tanggal 17 Februari 1908 dengan nama Abdul Malik Karim Amrullah. Ia merupakan seorang ulama sekaligus sastrawan Indonesia yang akrab disapa Buya Hamka.

Karya-karya Hamka umumnya bertema tentang pemberontakan terhadap adat Minangkabau yang berkaitan dengan kawin paksa, hubungan dengan kerabat dan penggolongan orang berdasarkan harta, pangkat dan keturunan.

Dalam waktu 57 tahun, Hamka sudah menghasilkan 84 judul buku. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Merantau ke Deli. Selain itu, ia juga menerbitkan majalah Pedoman Masyarakat.

Nh. Dini

Mungkin sangat sedikit anak muda yang tahu siapa itu Nh. Dini. Ia adalah salah satu penulis kenamaan Indonesia, yang mana ia mulai terkenal dalam dunia sastra Indonesia sejak tahun 1956 hingga 2018.

Bakat menulis Nh. Dini sudah terlihat sejak kecil, yakni saat ia duduk di kelas 3 SD. Ia biasa menuliskan semua ungkapan pikiran dan perasannya di dalam buku pelajarannya. Barulah saat berumur 15 tahun, ia mengirimkan sajak-sajak buatannya ke RRI Semarang dan menjadi penulis cerpen di beberapa majalah SIASAT dan Kisah. Bakatnya ini tidak lain didapat dari ibunya yang suka membacakan berbagai bacaan kepadanya.

Beberapa karya Nh. Dini yang terkenal antara lain Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, Pertemuan Dua Hati dan Hati yang Damai. Karena karyanya yang banyak bertemakan tentang perjuangan perempuan, ia disebut sebagai pengarang feminis.

Nh. Dini meninggal di Semarang, Jawa Tengah pada 4 Desember 2018 akibat kecelakaan yang dialaminya.

Ilana Tan

Mungkin kebanyakan yang mengenal nama Ilana Tan adalah remaja-remaja di awal tahun 2000-an, karena novel roman dan fiksi remaja ini sangat populer saat itu.

Tidak banyak yang diketahui seputar sosok Ilana Tan, karena ia tidak terlalu banyak mengumbar identitas dirinya seperti penulis-penulis saat ini yang dengan bangga menyematkan label penulis di berbagai media sosial. Walaupun begitu, penggemar dari sosok yang telah menghasilkan banyak karya best seller ini pun tidak bisa dikatakan sedikit.

Karyanya yang paling terkenal adalah tetralogi musim, yang masing-masing cerita mengusung latar musim yang berbeda namun tokoh-tokoh dari masing-masing buku sangat berkaitan. Keempat judul dari buku-buku tersebut adalah Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo dan Spring in London. Beberapa karyanya juga sudah diangkat menjadi film, seperti Sunshine Becomes You dan Winter in Tokyo.

Andrea Hirata

Banyak orang mengenal namanya sebagai penulis buku yang diadaptasi ke dalam film dengan judul yang sama, yakni Laskar Pelangi.

Andrea Hirata dilahirkan di Bangka Belitung, 24 Oktober 1967. Novel karyanya yang berjudul Laskar Pelangi yang dibuat dalam 3 sekuel merupakan penggambaran masa kecilnya dan kritik tentang sulitnya akses pendidikan di daerah pelosok.

Selain Laskar Pelangi, beberapa karyanya yang fenomenal, antara lain Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov dan Orang-Orang Biasa.

Berkat karya-karyanya, ia memperoleh penghargaan bergengsi, seperti Buchawards 2013, mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Warwick, Inggris.

Ayu Utami

Ayu Utami merupakan salah satu penulis kenamaan Indonesia dan aktivis jurnalis. Sebelum terjun menjadi penulis, ia pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa majalah, seperti Humor, Matra, Forum Keadilan dan D&R. Ketika terjadi pembredelan media massa pada masa pemerintah Orde Baru, ia turut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen. Saat ini ia sibuk bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan Teater Utan Kayu.

Karyanya yang berjudul Saman dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Selain itu, ia juga menghasilkan karya-karya best seller lainnya, seperti novel Larung, Bilangan Fu, Manjali dan Cakrabirawa, Cerita Cinta Enrico, Soegija: 100% Indonesia, Lalita, Si Parasit Lajang, Pengakuan: Eks Parasit Lajang dan Maya.

Berkat karya-karyanya, Ayu Utami meraih beberapa penghargaan, seperti Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1998, Prince Claus Award 2000 dan Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2008 untuk kategori prosa.

Dewi Lestari

Dewi Lestari atau yang biasa kita tahu dengan nama Dewi Dee Lestari adalah seorang penulis dan penyanyi. Ia mulai dikenal sebagai penulis sejak meluncurkan novel Supernova pada tahun 2001.

Bakat menulis Dee sebenarnya telah dimulai sejak ia masih SMA. Bahkan saat itu ia mampu menulis 15 karangan untuk buletin sekolah. Ia juga pernah memenangkan kompetisi menulis yang diadakan Majalah GADIS.

Karya-karyanya yang terkenal selain Supernova yang terdiri dari enam seri, antara lain Filosofi Kopi, Rectoverso, Perahu Kertas, Madre, Kepingan Supernova, Aroma Karsa dan Di Balik Tirai Aroma Karsa.

Penghargaan yang diraih oleh Dee karena karya-karyanya terhitung sangat banyak. Beberapa di antaranya, seperti 5 Besar Khatulistiwa Literary Award pada tahun 2001, Karya Sastra Terbaik 2006 dan IKAPI Awards 2018 untuk kategori “Book of The Year 2018”.

Itulah delapan penulis terkenal di Indonesia yang harus kamu tahu. Penting untuk mengetahui siapa saja orang-orang yang turut membantu membangkitkan minat baca masyarakat ini. Semoga kisahnya menginspirasi.