Indonesia terkenal memiliki banyak pulau dan provinsi yang berimbas kepada jumlah kota dan kabupaten yang ada, yakni sebanyak 514 kabupaten dan kota yang terdiri dari 416 kabupaten dan 98 kota. 

Nah, ternyata kota-kota di Indonesia ini menyimpan keunikan yang bisa jadi, di antara kita tidak banyak yang mengetahuinya. Kota apa saja yang menyimpan keunikan? Simak poin-poinnya di bawah ini ya!

1. Ibu Kota Jakarta Telah 10 Kali Ganti Nama

Tahukah Anda, Jakarta mengalami 10 kali pergantian nama sejak awal didirikan, lho. Saat pertama kali dibangun, Jakarta memiliki nama Sunda Kelapa dan Jayakarta. Kemudian saat di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, Jakarta mengalami 3 kali pergantian nama, mulai dari Sta Batavia, Gemeente Batavia dan Stadsgemeente Batavia.

Saat Jepang berkuasa, Jakarta berganti nama lagi menjadi Djakarta Toko Betsu Shi. Setelah Indonesia merdeka, ibu kota Indonesia ini menyandang nama Djakarta, Kota Praja Jakarta, Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya dan saat ini menjadi DKI Jakarta.

2. Palembang Merupakan Kota Tertua di Indonesia

Ibu kota provinsi Sumatera Selatan ini merupakan kota tertua di Indonesia dan salah satu dari lima kota tertua di dunia. Gelar kota tertua ini dibuktikan dengan ditemukannya Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 1926, yang menyatakan bahwa kota yang dikenal sebagai “Bumi Sriwijaya” ini didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Sehingga pada tahun 2020, kota Palembang genap berusia 1337 tahun.

3. Kota Malang Memiliki Julukan Switzerland van Java

Selain Garut, kota Malang juga dijuluki sebagai Swiss dari Jawa. Hal ini tidak lepas dari lingkungannya yang dikelilingi oleh gunung-gunung yang cantik, seperti Gunung Arjuno, Gunung Kawi, Gunung Semeru dan Gunung Bromo. Selain itu, ada yang mengatakan kalau penataan kota Malang mirip seperti di Swiss.

4. Tapaktuan, Kota di Aceh yang Memiliki Tapak Raksasa

Salah satu kota mungil di Aceh ini ternyata memiliki nama yang cukup unik, yakni Tapaktuan. Nama ini ternyata berasal dari sebuah destinasi wisata yang terdapat di kota tersebut dan berbentuk tapak kaki raksasa yang panjangnya 6 meter.

Menurut legenda, tapak kaki raksasa ini milik Syech Tuan Tapa, yaitu seorang petapa sakti yang memiliki tubuh raksasa. 

Namun, destinasi wisata di Tapaktuan atau kota yang memiliki julukan Kota Naga ini tidak hanya itu saja, masih banyak tempat wisata lainnya, seperti Air Terjun Tingkat Tujuh, Taman Pala Indah, Masjid Tuo, Pemandian Panjupian dan masih banyak lagi.

5. Pontianak Tanpa Bayangan

Kota Pontianak merupakan salah 1 dari 2 kota di dunia yang dilewati garis ekuator atau garis khatulistiwa. Sehingga ada beberapa hari tertentu, yakni tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, bayangan warga Pontianak dan benda-benda di sekitarnya, termasuk Tugu Khatulistiwa akan menghilang selama beberapa saat. Fenomena ini terjadi lantaran matahari terletak di atas garis khatulistiwa. 

Hari tanpa bayangan tersebut juga memiliki nama lain, yakni hari kulminasi matahari. Fenomena yang terjadi ini menjadi daya tarik tersendiri di bidang pariwisata, karena tidak sedikit wisatawan yang datang ke kota Pontianak untuk melihat langsung peristiwa ini.

6. Kota Semarang yang Terkenal dengan Akulturasi Budaya

Meskipun sebenarnya tidak hanya kota Semarang yang budayanya merupakan perpaduan dari beragam budaya yang ada di Indonesia, namun keunikan budaya yang terdapat di kota Semarang patut dipertimbangkan.

Kota Semarang terkenal dengan kuliner khasnya, yakni lunpia. Makanan lunpia ini merupakan akulturasi dari budaya Tionghoa dan Jawa. Hal ini tidak terlepas dari etnis yang menempati kota Semarang, yaitu Etnis Jawa, Etnis Arab dan Etnis Tionghoa. 

Selain lunpia, Semarang juga terkenal dengan patung Warak Ngendog yang menjadi maskot kota Semarang dan terletak di Taman Pandanaran, kota Semarang. Patung ini dikenalkan oleh Raden Pandanaran dan merupakan penggambaran akulturasi budaya Jawa, Arab dan Tionghoa yang bisa dilihat dari tampilannya, yakni kepala berwujud naga, kaki menyerupai kambing dan badannya seperti unta. 

Kota Semarang juga dikenal akan keharmonisan antar agama. Hal ini bisa terlihat dari bangunan historis tempat peribadatan berbagai agama, seperti Masjid Layur, Gereja Blenduk, vihara dan kelenteng. Bahkan Kelenteng Sam Po Kong yang merupakan petilasan Laksamana Muslim Cheng Ho yang merupakan tempat beribadah bagi yang menganut kepercayaan Tao, Confusionisme dan Buddha memiliki pengaruh Islam dalam bangunannya dengan adanya warna hijau dan beduk. 

Selain itu, perayaan agama yang terdapat di kota Semarang juga beragam, seperti Dugderan, Karnaval Paskah, Pasar Imlek Semawis, Arak-arakan Sam Po dan Pawai Ogoh-ogoh. 

7. Batam dengan Studio Film Terbesar di Indonesia

Siapa sangka kalau Indonesia memiliki studio film yang besar layaknya yang ada di Hollywood. Nama studio ini adalah Infinite Studios yang merupakan hasil kerja sama Singapura dan Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif. Studio ini berlokasi di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, tepatnya termasuk dalam kawasan Nongsa Digital Park.

Infinite Studios termasuk salah satu studio film yang terkenal di kancah internasional. Mulai dari film nasional hingga film berkelas dunia pernah mengambil gambar di studio ini. Tempat shooting yang ditawarkan ada studio indoor dan outdoor. Studio indoor yang dimiliki studio film ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Meskipun begitu, tidak banyak film nasional yang mengambil gambar di studio film ini.