Bumi merupakan satu-satunya planet yang tercipta dengan sempurna dan nyaman untuk menjadi tempat tinggal bermacam-macam makhluk hidup. Tapi tahukah Anda kalau bumi juga menyimpan keunikan yang membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan planet lainnya di Tata Surya? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak poin-poinnya di bawah ini.

1. Bumi Pernah Dipercaya sebagai Pusat Tata Surya

Pada zaman dahulu sekitar 2000 tahun yang lalu, astronom kuno beranggapan kalau bumi itu diam dan merupakan pusat tata surya, sedangkan matahari, planet lain dan benda-benda angkasa lainnya mengorbit bumi. Hal ini tidak terlepas dari sudut pandang mereka dalam melihat matahari dan planet lainnya. 

Pada tahun 1543, Nicolaus Copernicus mengenalkan kepada khalayak sistem tata surya, di mana matahari menjadi pusatnya.

2. Bumi Memiliki Medan Magnet yang Sangat Kuat

Medan magnet ini tercipta dari inti besi cair yang memiliki kutub di bagian atas dan bawah (letaknya sangat dekat dengan kutub yang merupakan tempat yang sebagian wilayahnya tertutup salju). 

Medan magnet ini memiliki panjang hingga ribuan kilometer dari permukaan bumi dan menciptakan lapisan yang disebut “magnetosfer”. Fungsi dari magnetosfer sendiri adalah untuk melindungi bumi dari tabrakan dengan partikel yang dibawa oleh angin matahari/angin surya dan melindungi dari radiasi.

3. 70% Permukaan Bumi Tertutupi Air

Tahukah Anda, kalau sebagian besar permukaan bumi ditutupi oleh air? 70% bagian permukaan bumi terdiri dari air. Hal ini baru diketahui oleh para astronot ketika pertama kali pergi ke luar angkasa. Sehingga tidak salah apabila bumi disebut sebagai “Planet Biru”. 30% sisanya terdiri dari lapisan kerak yang terletak di atas air yang kita kenal sebagai benua dan pulau.

4. Rotasi Bumi Mulai Melambat Secara Bertahap

Rotasi bumi mengalami perlambatan yang gerakannya hampir tidak terasa. Sekitar 17 milisekon per seratus tahun, meskipun angka pergerakannya tidaklah selalu sama setiap seratus tahun. 

Dampak yang ditimbulkan dari hal ini adalah hari-hari yang kita lalui terasa sangat panjang. Namun untuk mencapai 25 jam dalam sehari di bumi membutuhkan waktu sekitar 140 juta tahun.

5. Bentuk Bumi Memengaruhi Gravitasi 

Orang-orang pada zaman dahulu mengira kalau bentuk bumi adalah seperti bola raksasa. Setelah dilakukan penelitian secara saksama oleh para peneliti, ternyata bentuk bumi seperti bola yang memiliki satu sisi yang lebih menonjol yang disebut oblate spheroid.

Bentuk ini lebih tepatnya rata di kedua bagian kutub dan menonjol di bagian garis khatulistiwa. Ini artinya ukuran dari kutub ke kutub lebih pendek 43 kilometer daripada diameter bumi melintasi garis khatulistiwa.

Bagian yang lebih menonjol ini membuat bumi dapat berotasi dan memberikan efek gravitasi, yakni kekuatan yang dapat menarik semua benda ke bumi, sehingga tidak ada benda yang mengambang di bumi.

6. Lempeng Tektonik Membuat Bumi Nyaman untuk Ditinggali

Tahukah Anda kalau bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang memiliki lempeng tektonik. Pada dasarnya lempeng tektonik ini merupakan bagian terluar kerak bumi yang patah menjadi beberapa bagian dan mengapung di atas cairan magma dan dapat bergerak saling bertabrakan. 

Ketika dua lempeng saling bertabrakan, satu lempeng akan berada di bawah lempeng yang lain atau lempeng yang satu akan bergerak di atas lempeng yang lain, dan kemudian akan tercipta kerak yang baru ketika kedua lempeng saling menjauh. 

Proses ini dikatakan sangat penting, antara lain memicu pembentukan ulang lempeng tektonik dan aktivitas geologi (seperti gempa bumi, gunung meletus, pembentukan gunung dan pembentukan palung laut). Selain itu, proses ini juga amat penting untuk kelancaran siklus karbon.

Selama beberapa periode waktu, sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati dan kaya akan karbon terbawa ke dasar laut dan kemudian didaur ulang. Karbon akan dibuang ke atmosfer untuk menghindari efek rumah kaca. Tanpa adanya aktivitas lempeng tektonik, maka tidak ada cara untuk mendaur ulang karbon dan akan berujung membuat bumi menjadi sangat panas serta tidak nyaman untuk ditinggali.

7. Atmosfer Bumi Memiliki Ketebalan 10.000 Kilometer

Mungkin Anda berpikir atmosfer bumi hanya memiliki ketebalan beberapa puluh kilometer saja. Tapi sebenarnya ketebalan atmosfer bumi menyentuh angka 10.000 kilometer dari permukaan bumi hingga ke lapisan paling luar. 

Atmosfer bumi terdiri dari 5 lapisan utama, antara lain Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer dan Eksosfer. 

Sejumlah besar atmosfer bumi dekat dengan permukaan tanah. 75% atmosfer bumi yang terkandung terdapat pada 11 km di atas permukaan planet. Tetapi bagian yang paling luas adalah eksosfer yang terletak di atas termosfer, pada ketinggian sekitar 700 km di atas laut hingga 10.000 km. Eksosfer bergabung dengan kehampaan luar angkasa yang tidak memiliki atmosfer. 

Eksosfer terbentuk dari kepadatan hidrogen yang sangat rendah, helium dan beberapa molekul berat, seperti nitrogen, oksigen dan karbon dioksida. Partikel yang ada di eksosfer selalu terlepas ke luar angkasa karena eksosfer tidak bersifat seperti gas lagi. Partikel bebas yang melayang di angkasa ini mungkin akan terpental dan kembali serta mungkin tertarik masuk dan keluar magnetosfer.

Itulah ketujuh poin tentang betapa menarik dan uniknya planet bumi. Planet yang mendapat julukan “Planet Biru” ini merupakan satu-satunya planet yang paling nyaman dan cocok untuk dihuni manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita menjaga keindahan planet ini.