Photo by freestocks on Unsplash

Karya sastra telah menjadi populer di Indonesia, bahkan sejak sebelum kemerdekaan. Karya sastra ini tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga media untuk melakukan kritik terhadap pemerintah kolonial hingga saat ini. Banyak sastrawan Indonesia yang namanya telah mendunia karena karyanya yang sangat luar biasa, seperti Pramoedya Ananta Toer, Sapardi Djoko Damono dan Chairil Anwar.

Lalu bagaimana agar bisa menghasilkan karya sastra yang baik seperti para sastrawan kita?

Sebelum itu, kita harus mengetahui lebih dulu seluk-beluk karya sastra, seperti pengertian dan ragamnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak pembahasannya di bawah ini!

6 Hal tentang Karya Sastra yang Harus Diketahui

Untuk menciptakan sebuah karya sastra yang indah, kamu tentu harus mengetahui terlebih dahulu ilmu dasar seputar karya sastra. Untuk lebih mengetahuinya, simak informasi detailnya berikut ini.

Pengertian Karya Sastra

Dilansir dari Wikipedia.org, karya sastra adalah ciptaan yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan kisah dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka.

Ciri-Ciri Sastra

Karya sastra sangat berkaitan dengan sastra. Oleh karena itu, ciri-ciri sastra yang masuk ke dalam karya sastra antara lain sebagai berikut.

  1. Isinya menggambarkan manusia dan berbagai permasalahannya.
  2. Terdapat tatanan bahasa yang baik dan indah.
  3. Cara penyajiannya dapat memberi kesan menarik untuk pembaca.

Fungsi Karya Sastra

Karya sastra juga memiliki fungsi yang sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Menurut Sapardi Djoko Damono, fungsi sastra ada 3, antara lain:

  1. Mengomunikasikan ide yang disampaikan melalui amanat yang selalu ada dalam sebuah karya sastra.
  2. Menyalurkan pikiran.
  3. Menyalurkan perasaan estetis manusia yang membuatnya.

Selain itu, karya sastra juga berfungsi sebagai sumber pemikiran dan inspirasi bagi pembacanya, memberikan kesadaran untuk mempersiapkan diri terhadap konflik yang dapat terjadi di dunia nyata serta sebagai media hiburan untuk pembacanya.

Jenis-Jenis Karya Sastra

Karya sastra dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu fiksi dan nonfiksi. Kemudian, dari dua jenis ini masing-masing terdapat turunannya, yakni sebagai berikut.

Fiksi

Prosa

Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh kaidah yang ada pada puisi, seperti irama, diksi, kemerduan bunyi, rima dan aturan lainnya.

Prosa sendiri dibagi menjadi empat jenis, yakni prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi dan prosa argumentatif.

Selain itu, prosa juga dibagi menjadi dua bentuk, yaitu:

Prosa Baru
  1. Roman adalah karangan yang melukiskan perbuatan pelakunya melalui watak dan isi jiwanya.
  2. Novel adalah karangan panjang yang mengandung cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekitarnya dengan menonjolkan watak setiap pelaku.
  3. Cerpen merupakan cerita pendek yang berkisah tentang sebagian kecil kehidupan para tokoh yang menarik atau penting saja.
  4. Riwayat adalah prosa yang berisi kisah hidup pengarang sendiri (autobiografi) atau orang lain (biografi), mulai dari masa kanak-kanak (bahkan sejak lahir) hingga dewasa atau meninggal dunia.
  5. Kritik adalah tanggapan yang disertai dengan pertimbangan baik atau buruknya suatu karya, pendapat dan sebagainya.
  6. Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang suatu karya. Bisa juga dikatakan sebagai ulasan sebuah buku.
  7. Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah dari sudut pandang penulisnya sendiri.
Prosa Lama
  1. Hikayat adalah karya sastra lama yang berisi cerita, undang-undang, silsilah yang bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis atau gabungan dari itu semua; yang dijadikan sebagai pelipur lara dan pembangkit semangat.
  2. Sejarah adalah prosa yang menceritakan kejadian atau peristiwa nyata di masa lalu, termasuk pula tambo.
  3. Kisah adalah cerita tentang kejadian dalam kehidupan seseorang dan sebagainya.
  4. Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng dapat dibagi menjadi tujuh, antara lain:

i) Fabel adalah cerita yang menggambarkan watak atau akal manusia yang diperankan oleh tokoh binatang.

ii) Mitos adalah cerita tentang dewa atau pahlawan pada masa lalu yang memiliki tafsir dan makna, serta diungkapkan dengan cara yang gaib.

iii) Legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang memiliki keterkaitan dengan asal-usul wilayah atau suatu kejadian.

iv)  Sage adalah cerita rakyat tentang kesaktian dan keajaiban seseorang, serta sudah ditambah imajinasi masyarakat.

v) Parabel adalah cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran agama, moral, atau kebenaran dengan perbandingan.

vi) Dongeng Jenaka adalah cerita fiksi yang menggambarkan tingkah laku para tokoh dan disampaikan dengan cara yang lucu.

vii) Cerita Berbingkai adalah cerita yang didalamnya mengandung cerita lain yang dibicarakan oleh para tokoh dalam cerita tersebut.

Puisi

Puisi adalah karya sastra yang terikat oleh kaidah-kaidah tertentu, seperti rima, matra, irama, serta penyusunan lirik dan bait.

Puisi dibagi menjadi dua jenis, yakni puisi lama dan puisi baru.

a. Puisi Lama dibagi menjadi tujuh macam, yaitu:

  1. Pantun
  2. Mantra
  3. Karmina
  4. Seloka
  5. Gurindam
  6. Syair
  7. Talibun

Puisi Baru terdiri dari lima belas macam, yaitu:

  1. Balada
  2. Himne
  3. Ode
  4. Epigram
  5. Romansa
  6. Elegi
  7. Satire
  8. Distikon
  9. Terzina
  10. Quatren
  11. Quint
  12. Sekstet
  13. Septima
  14. Stanza
  15. Soneta

c. Puisi Kontemporer terdiri dari tiga macam, yaitu:

  1. Puisi mantra
  2. Puisi mbeling
  3. Puisi konkret
Drama

Drama adalah karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia, yang diungkapkan dalam dialog atau monolog serta gerak. Biasanya drama dipentaskan.

Drama dibagi menjadi lima bentuk, antara lain:

Berdasarkan bentuk sastra cakapannya
  1. Drama puisi
  2. Drama Prosa
Berdasarkan isinya
  1. Tragedi
  2. Komedi
  3. Tragikomedi
Berdasarkan kuantitas cakapan
  1. Pantomim
  2. Minikata
  3. Dialog
  4. Monolog
Berdasarkan pengaruh unsur seni lainnya
  1. Opera
  2. Sendratari
  3. Tablo
Bentuk-bentuk lain
  1. Drama absurd
  2. Drama baca
  3. Drama borjuis
  4. Drama domestik
  5. Drama duka
  6. Drama liturgis
  7. Drama satu babak
  8. Drama rakyat

Non-Fiksi

Di bawah ini beberapa karya sastra yang digolongkan sebagai karya sastra nonfiksi, antara lain:

  1. Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah dari sudut pandang penulisnya.
  2. Kritik adalah tanggapan yang disertai pertimbangan atau uraian tentang suatu karya atau pendapat.
  3. Autobiografi adalah riwayat yang berisi kisah hidup si penulis sendiri.
  4. Biografi adalah riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain.
  5. Memoar adalah catatan atau pengalaman tentang hidup seseorang.
  6. Jurnalisme adalah kegiatan menghimpun atau menulis berita di media massa atau elektronik.
  7. Sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.
  8. Opini adalah pendapat, pikiran, atau pendirian.

Karya Sastra Lama dan Baru

Karya sastra sudah dikenal sejak sebelum masa kemerdekaan. Hal ini berdampak pada pembagian karya sastra di Indonesia menjadi karya sastra lama dan karya sastra baru.

Adapun ciri dari masing-masing karya sastra tersebut antara lain:

  1. Karya sastra lama
  2. Umumnya berbentuk puisi yang terikat, seperti hikayat, pantun, syair, legenda, mite dan dongeng.
  3. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab, bahasa Melayu dan bahasa daerah.
  4. Memiliki tema yang cenderung kaku, bertema kehidupan di istana (istanasentris) dan mistis.
  5. Umumnya terpengaruh dari kesusastraan Hindu, Islam, budaya tradisional dan bersifat anonim (pembuatnya tidak disebutkan).
  6. Perkembangannya statis (lamban) dan diceritakan secara turun-temurun.
  7. Diciptakan untuk menghibur dan mendidik.

Karya sastra baru

Berbentuk karya sastra berupa puisi yang bebas dan kontemporer, seperti novel, cerpen dan drama.

Menggunakan bahasa keseharian, terkadang diselipkan bahasa asing kreatif.

Tema yang diangkat umumnya seperti kehidupan masa kini, kemanusiaan, kehidupan masyarakat, pergaulan remaja dan sebagainya.

Penciptaannya terpengaruh kesusastraan Barat dan budaya modern.

Hak cipta individu (biasanya nama pengarang atau pembuatnya tertulis).

Perkembangannya bersifat dinamis, karena disiarkan melalui media massa dan juga dalam bentuk audio visual.

Cara Membuat Karya Sastra yang Baik

Untuk membuat sebuah karya sastra yang baik, terdapat langkah-langkah yang harus diperhatikan dengan cermat sebelum memulainya. Berikut ini merupakan contoh langkah-langkah dalam pembuatan karya sastra untuk jenis puisi dan cerpen, yakni sebagai berikut.

Puisi

Mencari Inspirasi

Hal ini bisa dilakukan dengan melihat ke sekitar kita, baik benda-benda, pemandangan, atau kisah yang pernah kita dengar. Kemudian, tuliskan daftar ide yang dapat kamu gunakan.

Menentukan Tema

Setelah menemukan ide, kamu dapat memutuskan tema apa yang ingin digunakan, usahakan untuk membuatnya lebih spesifik, misalnya saja tentang permainan tradisional yang mulai punah.

Tema ditentukan agar pembahasan di dalamnya tidak terlalu meluas, dan kamu dapat lebih fokus untuk mengembangkan topik tersebut.

Gaya Bahasa

Gunakan gaya bahasa yang menarik agar pembaca atau yang mendengar tidak bosan. Kamu juga bisa menggunakan majas agar puisi terdengar lebih indah.

  1. Pemilihan Diksi dan Rima

Diksi atau pemilihan kata yang tepat dapat membuat puisimu menjadi terdengar indah dan penuh makna. Jangan lupa untuk memperhatikan rima agar puisi lebih tertata.

2. Segera Menulis

Segera menulis sejak kamu menemukan ide. Tidak usah terlalu pedulikan sudah bagus atau belum saat pertama kali mencoba. Jangan terpaku pada judul saat menulis puisi, sebab kamu dapat menuliskannya nanti ketika puisi sudah jadi.

Cerpen

Menemukan Ide

Sebagai permulaan, kamu bisa mengamati apa yang terjadi di sekitarmu, misalnya kisah yang terjadi pada temanmu, kasus-kasus yang ada di media massa, dan sebagainya. Cara ini bisa menumbuhkan ide untuk membuat cerpen pertama kali.

Gunakan Gaya Penulisan Sendiri

Tidak perlu memaksakan untuk mengikuti gaya penulisan para penulis yang terkenal. Kamu dapat menciptakan gaya penulisanmu sendiri agar karyamu kelak dapat memiliki ciri khas tersendiri dan dikenali oleh para pembaca.

Membuat Alur

Alur adalah rangkaian cerita yang memiliki sebab-akibat. Oleh karena itu, buatlah catatan sederhana untuk menentukan hal-hal apa yang menjadi sebab dan akibat. Misalnya, sebabnya adalah mencuri uang teman sekelas, akibatnya menjadi dihukum oleh guru.

Menentukan Tokoh

Buatlah daftar tokoh dan rinciannya, seperti deskripsi fisik, watak, dan karakter tokoh. Daftar ini bisa kamu sampaikan nanti dalam cerita melalui percakapan tokoh, pemikiran tokoh, atau dengan deskripsi secara gamblang.

Menentukan Latar

Latar terkait dengan keterangan ruang, waktu, dan kondisi atau suasana dalam cerita. Hal ini akan memengaruhi watak dan karakter dari para tokoh, serta membuat pembaca mudah memahami.

Menentukan Sudut Pandang

Sudut pandang adalah bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita. Penulis dapat menjadi pelaku utama, dengan ciri menggunakan kata aku, saya atau menjadi tokoh pendamping dari tokoh utama, serta menjadi orang yang menceritakan kehidupan seorang atau semua tokoh.

Referensi:

GuruPendidikan.co.id

Nyekolah.com

PenerbitDeepublish.com

StudioBelajar.com

DosenBahasa.com

Wikipedia.org

Sastrawan.web.id

MerahPutih.com

RuangGuru.com

Pelajaran.co.id

TypoOnline.com

Linguistikid.com

Rumus.co.id

Saintif.com

GuruPendidikan.co.id

TambahPinter.com

Wikipedia.org

Liputan6.com