Photo by Hannah Olinger on Unsplash

Mungkin kamu sudah sering membaca atau bahkan membuat karya tulis seperti makalah atau cerpen. Tapi tahukah kamu kalau pembuatan dua karya tulis tersebut memiliki aturan yang berbeda karena jenisnya?

Sebenarnya karya tulis yang memiliki aturan tertentu tidak hanya cerpen dan makalah. Ada beragam jenis karya tulis yang memiliki aturan masing-masing. Apa saja ya kira-kira? Simak pembahasannya di bawah ini!

Jenis Karya Tulis

Sebelum kita membahas seputar jenis-jenis karya tulis, ada baiknya kita membahas tentang dasar-dasar karya tulis terlebih dulu.

Pengertian Karya Tulis

Tidak ada pengertian yang jelas dari karya tulis sendiri. Namun jika dilihat arti setiap kata dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya memiliki arti pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, atau ciptaan (terutama hasil karangan). Sedangkan tulis adalah menulis. Jadi, dapat dikatakan, karya tulis adalah sebuah ciptaan atau hasil perbuatan menulis yang berbentuk tulisan.

Jenis-Jenis Karya Tulis

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai karya tulis, seperti ciri-ciri dan tujuannya, maka harus mengetahui terlebih dulu jenis-jenisnya. Adapun jenis-jenis karya tulis sebagai berikut:

Karya Tulis Ilmiah (KTI)

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Dilansir dari Wikipedia.org, karya tulis ilmiah adalah hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian atau pemikiran yang dilakukan perseorangan atau kelompok yang disajikan dalam bentuk tulisan dan disusun secara sistematis serta berlandaskan kaidah ilmiah.

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah dapat langsung diidentifikasi dari ciri-cirinya, antara lain berupa:

  1. Objektif

Fakta dan data yang dilampirkan bersifat sebenarnya dan tidak ada yang dimanipulasi. Data dapat dibuktikan kebenarannya oleh siapa saja.

2. Netral

Pernyataan dan penilaian yang diberikan bebas dari kepentingan siapa saja sehingga unsur ajakan atau memengaruhi pembaca sebaiknya dihindarkan.

3. Sistematis

Dilansir dari RuangIlmiah.com, sistematis yang dimaksud adalah mengikuti pola pengembangan tertentu, seperti pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya sehingga pembaca akan mudah untuk memahami dari awal hingga akhir.

4. Logis

Sifat logis suatu karya tulis ilmiah dapat dilihat dari nalar yang digunakan, seperti nalar induktif dan deduktif.

5. Menyajikan Fakta

Menyajikan hal-hal yang sebenarnya terjadi, bukan apa yang kita rasakan.

6. Menggunakan Bahasa Formal

Bahasa yang formal dapat memudahkan pembaca untuk memahami masalah yang dibahas dan melakukan pencarian lebih lanjut tentang hal tersebut.

7. Tidak berbelit

Menggunakan gaya penulisan yang tidak berbelit-belit, hemat kata dan tepat sasaran.

Tujuan Karya Tulis Ilmiah

Dilansir dari KaryaPemuda.com, ada lima tujuan karya tulis ilmiah dibuat, antara lain:

  1. Melatih seseorang untuk mengungkapkan ide/gagasan/pemikiran dari hasil pengamatan atau penelitian yang disusun secara sistematis dalam bentuk tulisan.
  2. Sebagai sumber informasi yang bermanfaat bagi para pembacanya.
  3. Bukti bahwa pelajar memiliki pengetahuan dan potensi ilmiah untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.
  4. Melatih seseorang atau kelompok untuk membuat sebuah penelitian ilmiah.
  5. Menciptakan pelajar yang memiliki kemampuan untuk membuat karya tulis ilmiah.
Manfaat Membuat Karya Tulis Ilmiah

Membuat karya tulis ilmiah memberikan manfaat bagi penulisnya, antara lain:

  1. Melatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
  2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
  3. Mengenalkan kegiatan kepustakaan.
  4. Meningkatkan kemampuan pengorganisasian fakta atau data secara jelas dan sistematis.
  5. Memperoleh kepuasan intelektual.
  6. Memperluas ilmu pengetahuan.
  7. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah dapat dibedakan menjadi sepuluh jenis, yaitu:

  1. Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu masalah tertentu yang telah diteliti sebelumnya. Biasanya dibuat untuk memenuhi tugas akademik atau nonakademik.

2. Resensi

Merupakan sebuah tulisan yang berisi pendapat atau tanggapan tentang sebuah karya tulis atau karya seni lainnya. Umumnya berisi kelebihan dan kekurangan dari sebuah karya yang diamati.

3. Skripsi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa (umumnya tingkat Sarjana) sebagai persyaratan untuk menyelesaikan pendidikannya.

4. Tesis

Tesis adalah karya tulis yang dibuat oleh mahasiswa untuk meraih gelar kesarjanaan atau magister pada perguruan tinggi.

5. Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah laporan yang dibuat berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.

6. Surat Pembaca

Surat pembaca adalah karya tulis yang dibuat oleh pembaca untuk dimuat dalam surat kabar yang berisi tentang kritik, saran, ajakan, imbauan, ucapan terima kasih, bahkan menyampaikan aspirasi masyarakat.

7. Disertasi

Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar doktor.

8. Laporan Kasus

Laporan kasus adalah laporan yang membahas tentang sebuah kasus dan dilandasi dengan teori.

9. Laporan Tinjauan

Laporan tinjauan adalah karya tulis ilmiah yang berisi tentang tinjauan sebuah masalah dalam kurun waktu tertentu.

10. Referat

Referat adalah tulisan yang berisi tinjauan tentang karangan sendiri maupun orang lain. Biasanya disampaikan dalam pertemuan ilmiah, seperti seminar atau konferensi. Mirip seperti makalah.

Bentuk Karya Tulis Ilmiah

Menurut Wikipedia.org, Selain jenis, karya tulis ilmiah juga memiliki bentuk-bentuknya sendiri, antara lain:

  1. Buku ilmiah adalah kumpulan penelitian berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan terhadap suatu masalah dalam sebuah bidang ilmu dan berlandaskan pada kaidah, format, dan sistematika yang berlaku.
  2. Bunga rampai adalah kumpulan karya tulis ilmiah yang disusun menggunakan pendekatan dari beberapa sudut pandang keilmuan yang memiliki tema sama.
  3. Prosiding Ilmiah adalah buku yang berisi kumpulan makalah ilmiah yang minimal diterbitkan di tingkat nasional.

Karya Tulis Non Ilmiah

Pengertian Karya Tulis Non Ilmiah

Karya tulis non ilmiah adalah tulisan yang tidak terikat pada aturan dan sistematika tertentu, lebih santai dalam penggunaan bahasanya serta melibatkan pengalaman pribadi dan emosi penulis.

Ciri-Ciri Karya Tulis Non Ilmiah

Karya tulis non ilmiah memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan karya tulis ilmiah, antara lain:

  1. Tidak mengandalkan analisis dan hipotesis.
  2. Gaya bahasa yang digunakan mengikuti kaidah penulisan karya sastra dan dihias sedemikian rupa.
  3. Menggunakan metode esai nonilmiah, seperti dongeng yang ditulis menggunakan metode penulisan dongeng.
  4. Fiksi dan subyektif.
  5. Bertujuan untuk memengaruhi dan merangsang imajinasi pembaca.
  6. Ditulis untuk seni dan kepuasan batin penulis.
Jenis-Jenis Karya Tulis Non Ilmiah

Karya tulis non ilmiah dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Cerita Pendek (Cerpen) adalah cerita yang disusun kurang dari 10.000 kata yang kisahnya berpusat pada satu tokoh dalam suatu situasi.
  2. Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi, melibatkan khayalan dari penulisnya.
  3. Drama adalah komposisi prosa atau syair yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan.
  4. Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekitarnya dengan menonjolkan sifat dan watak setiap tokoh.
  5. Puisi adalah kumpulan kata yang disusun secara cermat dan terikat oleh rima, irama, matra serta penyusunan larik dan bait.
  6. Roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing tokohnya.

Karya Tulis Populer

Pengertian Karya Tulis Populer

Karya tulis populer adalah karya tulis yang disusun menggunakan bahasa umum dan mudah dipahami, serta menarik agar masyarakat mau membacanya.

Ciri-Ciri Karya Tulis Populer

Karya tulis populer memiliki perbedaan dengan karya tulis ilmiah dan non ilmiah. Hal ini dapat dilihat dari ciri-cirinya, yakni sebagai berikut:

  1. Judul teks informatif dan mudah dipahami sehingga tidak terjadi salah tafsir atau masyarakat tidak perlu berpikir lama.
  2. Dibuat dengan kalimat yang argumentatif dan deskriptif.
  3. Menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin dan komunikatif yang mudah dipahami.
  4. Ide atau gagasan disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan singkat. Sehingga pembaca tidak berpikir dua kali.
  5. Metode yang digunakan untuk menjelaskan gagasan adalah dengan bercerita dan tidak langsung ke inti masalah.
  6. Karya tulis populer dibuat sedemikian rupa agar pembaca dapat merasakan, melihat, atau mengalami permasalahan yang dibahas.
Jenis-Jenis Karya Tulis Populer

Karya tulis populer dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan cara penyajiannya, antara lain:

  1. Penyajian secara Deskriptif

Menyajikan fakta tanpa dilengkapi dengan penjelasan proses terjadinya hal tersebut.

2. Deskriptif dengan Penjelasannya

Disajikan secara deskriptif dan dilengkapi dengan proses penjelasannya.

3. Deskriptif dengan Penjelasan Terjadinya

Gagasan disampaikan dengan cara deskriptif dan dilengkapi dengan penjelasan mengenai proses terjadinya.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penulisan Karya Tulis

Dalam pembuatan karya tulis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

Karya Tulis Ilmiah

  1. Memperhatikan struktur karya tulis yang terdiri dari pendahuluan, latar belakang, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, landasan teori, metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran.
  2. Memperhatikan penulisan sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
  3. Mengurangi kesalahan ketik.
  4. Sinkronisasi antara sitasi yang ada pada uraian teks dengan yang ada di daftar pustaka.

Karya Tulis Non Ilmiah

  1. Mengandalkan imajinasi bebas dari penulis, tidak harus mengangkat topik bahasan yang berat.
  2. Disusun sedemikian rupa agar dapat membangkitkan imajinasi dan pengaruh pada para pembaca.
  3. Menggunakan bahasa yang cenderung sastrawi dan berkias.
  4. Gaya penulisannya disesuaikan dengan jenis karya tulis non ilmiahnya.

Karya Tulis Populer

  1. Tahap Tema atau Topik

Judul yang menarik agar pembaca penasaran dengan tulisan kita. Karena karya populer menggunakan metode bercerita dan tidak langsung ke inti sehingga diperlukan kalimat pembuka yang menarik.

2. Pengembangan Tema

Kembangkan tema sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai. Kamu tetap memerlukan sumber yang tepercaya dalam pembuatan karya tulis populer. Jangan lupa gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami.

3. Kerangka Karangan

a. Pendahuluan

Pada bagian ini harus berisi hal yang dapat menarik keingintahuan pembaca.

b. Inti/Isi

Berisi analisis dan argumentasi dari penulis terkait dengan topik pembahasan. Penulisannya harus logis dan selaras.

c. Penutup

Berisi kesimpulan atau penekanan gagasan yang telah disampaikan pada bagian inti teks.

d. Penulisan Naskah Awal

Tahap ini lebih menekankan cara untuk menuangkan gagasan atau ide ke dalam bahasa yang mudah dipahami dan belum masuk pada tahapan penelitian.

e. Editing

Tahap ini adalah akhir dari pembuatan karya tulis. Terkadang dalam sebuah karya tulis masih terdapat kesalahan, baik penulisan maupun ejaan sehingga penting untuk memeriksa kembali tulisan yang dibuat secara keseluruhan untuk mendeteksi adanya kesalahan.

Meskipun karya tulis populer, tetapi penggunaan bahasa yang tepat dan penulisan yang rapi wajib digunakan agar tidak menimbulkan salah paham serta memudahkan pembaca untuk mengetahui apa yang kita tulis.

Referensi:

Solup.blogspot.com

KaryaPemuda.com

KaryaTulisMulti.com

RuangIlmiah.com

Wikipedia.org

MajalahPendidikan.com

DosenBahasa.com

Blog.UMY.ac.id

DosenBahasa.com

DosenSosiologi.com

Blog.RuangGuru.com

Wikipedia.org

AyokBelajar.com

MuhammadWildanH14.blogspot.com

TypoOnline.com

DosenBahasa.com