Photo by Joao Tzanno on Unsplash

Dalam bahasa Indonesia, setiap kata memiliki makna yang terkait dengan suatu hal tergantung dari topik yang sedang dibicarakan. Bahkan dalam sebuah rangkaian kalimat, masing-masing kata dapat memiliki arti yang berbeda. Hal ini yang dinamakan makna kata.

Agar lebih memahami tentang makna kata, yuk simak artikel ini sampai habis dengan saksama!

Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Pengertian Makna Kata

Menurut Mansoer Pateda (2001), istilah makna kata merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Untuk mengkajinya, terdapat cara tersendiri dalam linguistik atau ilmu bahasa, yakni melalui kajian semantik.

Dilansir dari DosenBahasa.com, kajian semantik dilakukan untuk meneliti dan mengkaji makna kata, asal-usul kata tersebut, perkembangan penggunaan kata dan penyebab terjadinya perubahan makna kata.

Jenis-Jenis Makna Kata

Menurut Abdul Chaer, makna kata dapat dibagi menjadi 13 jenis, yakni makna leksikal, makna gramatikal, makna kontekstual, makna referensial, makna nonreferensial, makna denotatif, makna konotatif, makna konseptual, makna asosiatif, makna kata, makna istilah, makna idiom dan makna peribahasa.

Makna Leksikal

Dilansir dari Wikipedia.org, makna leksikal adalah makna kata sebagai lambang benda, peristiwa, objek, dan sebagainya. Dengan kata lain, makna leksikal merupakan makna sebenarnya, apa adanya dan berasal dari hasil pengamatan seluruh indra manusia. Selain itu, pada umumnya makna leksikal bersifat tetap dan pasti yang mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Adapun contoh makna leksikal sebagai berikut:

  1. Tikus dalam KBBI berarti binatang pengerat, termasuk suku Muridae, hama yang mendatangkan kerugian, baik di rumah maupun di sawah, berbulu, berekor panjang, pada rahangnya terdapat sepasang gigi seri berbentuk pahat, umumnya berwarna hitam atau kelabu, tetapi ada juga yang berwarna putih.
  2. Tidur dalam KBBI berarti dalam keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dengan memejamkan mata).
  3. Minum dalam KBBI berarti memasukkan air (atau benda cair) ke dalam mulut dan meneguknya.
  4. Topi dalam KBBI berarti tudung kepala.
  5. Bantal dalam KBBI berarti alas kepala, alas duduk, sandaran punggung, dan sebagainya yang dijahit seperti karung, diisi dengan kapuk, sabut, dan sebagainya.

Makna Gramatikal

Dilansir dari Tripven.com, makna gramatikal adalah makna yang disebabkan oleh aktivitas gramatikal, berupa reduplikasi, afiksasi dan/atau komposisi.

Contoh makna gramatikal adalah sebagai berikut:

  1. Meskipun masih remaja, sifat keibuannya sudah tampak saat merawat adik-adiknya.
  2. Biasanya setelah menerima gaji, ia akan mengajak keluarganya pergi ke restoran untuk makan-makan.
  3. Laki-laki berbaju batik hitam adalah adikku.
  4. Rumah dinas yang ditempati Bupati baru itu ternyata sangat besar sekali.
  5. Ia sangat membutuhkan mobil ambulans untuk mengantar anaknya yang sakit.

Makna Kontekstual

Makna kontekstual adalah makna yang akan muncul dari sebuah kata berdasarkan konteksnya. Konteks yang dimaksud di sini adalah kalimat tempat kata tersebut berada sehingga sebuah kata dapat memiliki arti yang berbeda-beda tergantung posisinya dalam suatu kalimat.

Adapun contoh makna kontekstual dapat dilihat di bawah ini:

  1. Ibu membeli buah jeruk, mangga dan belimbing di pasar.

Pada kalimat ini, kata buah bermakna bagian tumbuhan yang berasal dari bunga atau putik (biasanya berbiji).

  • Kakak membawa buah tangan dari Bali.

Kata buah dalam kalimat ini merujuk kepada hasil atau barang yang dibawa dari bepergian.

  • Rina menangis setelah ditinggalkan buah hatinya.

Kata buah dalam kalimat ini merujuk pada kekasih yang tercinta.

  • Tono sedang makan mangga.

Kata makan pada kalimat ini merujuk pada kegiatan memasukkan sesuatu ke dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya.

  • Untuk menghasilkan robot canggih seperti itu, tentu makan waktu lama.

Kata makan pada kalimat ini merujuk pada memakai; memerlukan; menghabiskan waktu.

  • Makan hati aku menghadapi sikapnya.

Kata makan pada kalimat ini merujuk pada menderita sedih karena perbuatan orang lain; menyebabkan susah hati atau mendongkol, dan sebagainya.

Makna Referensial

Dilansir dari DosenBahasa.com, makna referensial adalah makna yang memiliki referensi atau acuan di dunia nyata yang dirujuk oleh penulis/pembicara atau disepakati bersama, misalnya berdasarkan artinya di kamus.

Berikut ini contoh dari makna referensial, antara lain:

  1. Memiliki hunian yang nyaman adalah impian semua orang.

Kata hunian termasuk dalam kata dengan makna referensial dan memiliki arti tempat tinggal; kediaman (yang dihuni).

  • Polisi melakukan razia untuk mencegah terjadinya pencurian motor yang saat ini marak terjadi.

Kata razia termasuk dalam kata dengan makna referensial dan memiliki arti pemeriksaan serentak.

  • Beberapa orang dari kelompok tersebut ditangkap polisi dengan tuduhan makar.

Kata makar termasuk dalam kata dengan makna referensial dan memiliki arti perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

  • Untuk mencegah akibat yang buruk dari sebuah penyakit, diperlukan pemberian vaksin.

Kata vaksin termasuk dalam kata dengan makna referensial dan memiliki arti bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan, digunakan untuk vaksinasi.

  • Ambulans disiapkan untuk berjaga-jaga bila ada yang sakit saat upacara.

Kata ambulans termasuk dalam kata dengan makna referensial dan memiliki arti kendaraan (mobil dan sebagainya) yang dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit, korban kecelakaan, dan sebagainya.

Makna Nonreferensial

Makna ini merupakan kebalikan dari makna referensial, sehingga tidak memiliki acuan di dunia nyata. Sebagai contoh, kata konjungsi dan preposisi, seperti dan, atau, karena, maka, sebab, jika, dan jadi.

Dilansir dari DosenBahasa.com, kata-kata yang memiliki acuan namun tidak menetap pada satu maujud atau dapat berpindah dari satu maujud ke maujud yang lain, juga termasuk ke dalam makna nonreferensial. Kata-kata seperti ini disebut sebagai kata deiktis. Contoh dari kata deiktis adalah dia, kamu, di sana, di sini, di situ, sekarang, besok, ini, itu.

Adapun contoh dari makna non-referensial sebagai berikut:

  1. “Banyak sekali mahasiswa yang berasal dari luar pulau yang menempuh pendidikan di sini.” kata salah satu dosen di Universitas Yogyakarta.

Kata di sini termasuk dalam kata yang bermakna non-referensial dan mengacu pada Universitas Yogyakarta.

  • Tadi aku menaruh uangnya di sini.

Kata di sini termasuk dalam kata yang bermakna non-referensial dan berbeda artinya dengan di sini pada poin a. Pada kalimat ini, di sini mengacu pada dompet.

Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna asli atau makna sebenarnya dan tidak ada makna tersembunyi di dalamnya. Biasanya mengacu pada makna yang ada di kamus atau hasil pengamatan indra manusia.

Contoh makna denotatif sebagai berikut:

  1. Sejak aku bekerja terlalu keras, tulang punggungku terasa sangat sakit.
  2. Karena tidak melakukan pemanasan sebelum berenang, tangan kanan kakak menjadi kejang otot.
  3. Ina menutup mata sebentar karena kelelahan belajar.
  4. Disarankan untuk cuci tangan dahulu sebelum mengambil makanan.
  5. Aku memakan hati ayam yang dimasak ibu.

Makna Konotatif

Makna konotasi adalah makna kiasan atau bukan sebenarnya dari suatu kata. Dapat juga dikatakan sebagai makna lain yang ditambahkan dan berhubungan dengan nilai rasa seseorang atau kelompok yang menggunakan kata tersebut.

Dilansir dari Zenius.net, makna konotatif memiliki tiga ciri, antara lain:

  1. Terjadi apabila kata itu mempunyai nilai rasa, baik positif atau negatif. Jika tidak bernilai rasa, dapat juga dikatakan berkonotasi netral.
  2. Dapat berbeda dari satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma yang ada pada masyarakat tersebut.
  3. Dapat berubah dari waktu ke waktu.

                        Contoh dari makna konotatif adalah sebagai berikut:

  1. Anton menjadi tangan kanan Bapak Budi karena ketelitiannya.

Tangan kanan pada kalimat ini bermakna orang kepercayaan atau pembantu utama.

  • Remaja yang tangan panjang itu akhirnya ditangkap polisi.

Tangan panjang pada kalimat ini bermakna orang yang suka mengambil barang orang lain tanpa izin atau mencuri.

Makna Konseptual

Merupakan makna yang tidak bergantung pada konteks. Makna ini sering dianggap sebagai makna kamus karena memiliki makna yang sesuai pada kamus. Makna konseptual sama dengan makna leksikal, referensial, dan denotatif.

Contoh makna konseptual sebagai berikut:

  1. Sawah yang memiliki makna konseptual sebagai tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi.
  2. Ayah yang bermakna konseptual sebagai orang tua kandung laki-laki.
  3. Kepala yang bermakna konseptual sebagai bagian tubuh di atas leher (pada manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, beberapa pusat indra, dan tumbuhnya rambut).

Makna Asosiatif

Makna asosiatif adalah pergeseran makna dari sebuah kata dasar karena dianggap mirip dengan bentuk lain.

Adapun contoh makna asosiatif adalah sebagai berikut:

  1. Percuma aku menasihatinya, hanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.

Maksud dari masuk telinga kanan, keluar telinga kiri pada kalimat ini  bermakna tidak didengarkan sungguh-sungguh.

  • Karena kerja kerasnya, usaha susu segarnya kian menggurita.

Maksud dari menggurita pada kalimat ini bermakna memiliki cabang di mana-mana.

  • Banyak orang berusaha untuk merebut kursi di DPR.

Maksud dari kursi pada kalimat ini adalah jabatan di DPR.

Makna Kata

Dilansir dari DosenBahasa.com, makna kata adalah makna yang bersifat umum. Biasanya beberapa kata memiliki makna lazim atau sama.

Contoh dari makna kata sebagai berikut:

  1. Tumitnya terkilir karena tidak melakukan pemanasan terlebih dulu.
  2. Kakinya terkilir karena tidak melakukan pemanasan terlebih dulu.

Kedua kata tersebut, yakni tumit dan kaki memiliki makna yang sama.

Makna Istilah

Makna istilah merupakan kebalikan dari makna kata. Makna istilah memiliki sifat yang jelas, tidak meragukan dan hanya digunakan pada suatu bidang ilmu atau kegiatan tertentu.

Adapun contoh makna istilah adalah sebagai berikut:

  1. Karena penyakit diabetes yang parah, kaki kanannya harus segera diamputasi.

Kata amputasi di sini bermaknapemotongan (anggota badan), terutama kaki dan/atau tangan, untuk menyelamatkan jiwa seseorang.

Makna Idiom

Merupakan makna pada kelompok kata tertentu, di mana makna tersebut berbeda dengan makna asli. Pemahaman makna idiom hampir sama dengan makna konotasi.

Adapun contoh makna idiom yakni sebagai berikut:

  1. Akhirnya masalah utang-piutang tersebut dibawa ke meja hijau.

Meja hijau yang dimaksud di sini bukan meja yang berwarna hijau, tetapi pengadilan.

Makna Peribahasa

Makna ini mirip dengan makna idiom, karena muncul akibat pembentukan frasa atau beberapa kata tertentu.

Adapun contoh makna peribahasa antara lain:

  1. Dunia ini memang selebar daun kelor. Ternyata Ani adalah teman dari adikku, Tono.

Selebar daun kelor pada kalimat ini bermakna sempit atau kecil.

Nah, itulah pembahasan mengenai makna kata dan beberapa contohnya. Semoga artikel ini membantu.